1,720,992 research outputs found
KARAKTERISTIK PEMBINAAN MODERASI BERAGAMA DI SATUAN PERGURUAN TINGGI Studi Multikasus di UIN Maulana Malik Ibrahim Malang dan di UPI Bandung
Model pembinaan sikap maupun perilaku civitas akademika tentang komitmen
berbangsa NKRI, tolerasni, anti-kekerasan dan kearifan budaya lokal. Selaras
dengan konsep moderasi beragama yang dicanangkan oleh Kementerian Agama
Republik Indonesia bahwa gambaran kerukunan ummat beragama membutuhkan
pendekatan, perencanaan, dan kebijakan strategis pemimpin. Hal ini mendapatkan
perhatian kusus dari Rektor selaku pemimpin tertinggi di UIN Maulana Malik
Ibrahim Malang yang merumuskan nilai-nilai moderasi ke dalam pelaksanaan tri
dharma perguruan tinggi. Untuk aspek lainnya adalah mendirikan Pusat Rumah
Moderasi Beragama. Sedangkan model pembinaan civitas akademika di
Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) Bandung melakukan insersi nilai-nilai
universal melalui kebijakan Rektor UPI no. 5805/UN40/HK/2015 dan mengikuti
kegiatan Tutorial PAI di Islamic Tutorial Center (ITC).
2. Karakteristik pembinaan moderasi beragama di era society 5.0 berbentuk
pemikiran yang dikaji dan diteliti di Pusat Moderasi Beragama. Dilansir oleh
kemenag.go.id dasar konstitusi berdirinya Rumah Moderasi merupakan kebijakan
Kementerian Agama RI dalam Surat Edaran DIRJEN PENDIS No.
B3663.1/Dj.I/BA.02/10/2019 tentang instruksi kepada seluruh Perguruan Tinggi
Agama Islam (PTKI) untuk memiliki Rumah Moderasi Beragama (Direktorat
Jendral Pendidikan Islam Kementrian Agama RI, 2020). Selaras dengan cikal bakal
Rumah Moderasi sebelumnya telah berdiri lembaga kajian integrasi sains dan Islam
selanjutnya menjadi wadah pelatihan moderasi beragama dan melakukan riset
lapangan dan melaporkannya untuk dipresentasikan dihadapan dosen dan
mahasiswa lainnya, apabila terdapat hal-hal menyimpang, maka dosen memberikan
pemahaman yang sebenarnya. Pemasaran mata kuliah Ulul Albab dan pendirian
bangunan batu prasasti ulul albab menjadi cikal bakal berdirinya rumah moderasi
beragama di UIN Maulana Malik Ibrahim Malang dan menjadi dasar transformasi
kelembagaan, visi, misi dan tujuan. Untuk di UPI Bandung, karakteristik yang
nampak berbentuk kajian-kajian PAI dan tema-tema nilai-nilai universal di Islamic
Tutorial Center yang berpusat Masjid Al-Furqon yang berlangsung secara rutin dan
digagas sejak tahun 2004. Kurikulum PAI mencerminkan pembentukan karakter
mahasiswa yang moderat, di antaranya bisa dilihat dalam struktur kurikulum yang
digunakan pada mata kuliah PAI di UPI Kedua perguruan tinggi tersebut
memberikan pembinaan melalui perkuliahan, pembimbingan karya ilmiah, dan
pengabdian masyarakat kajian-kajian secara terencana
Model penanganan problem kesehatan mental Islami santri: Studi multikasus Pondok Pesantren Tahfidzil Qur’an Sirojul Ulum Pare Kediri dan pondok pesantren Al-Qur’an Nurul Huda Singosari Malang
ABSTRAK
Model Penaganan Kesehatan Mental Islami Santri merupakan salah model penganganan yang ada di lingkungan pendidikan pesantren, model tersebut menjadikan santri selalu stabil mentalnya untuk melakukan proses pembelajaran dan aktivitas dalam program-program yang dijalankan di dalam pesantren. Model penanganan tersebut diawali dengan identifikasi Problem kesehatan mental santri, selanjutnya melalui strategi dalam menangani Problem kesehatan mental santri, santri dibina sesuai dengan taraf problem yang dihadapinya sehingga memunculkan dampak kesehatan mental yang baik bagi santri, santri mampu mengontrol jiwa dan raganya untuk menjalani aktivitas yang ada di pesantren.
Penelitian ini memiliki tujuan untuk menemukan dan menganalisis : 1) Problem kesehatan mental santri di PPTQ Sirojul Ulum pare kediri dan PPAQ Nurul Huda singosari malang, 2) Strategi penanganan Problem kesehatan mental santri di PPTQ Sirojul Ulum pare kediri dan PPAQ Nurul Huda singosari malang, 3) Dampak penanganan Problem kesehatan mental santri di PPTQ Sirojul Ulum pare kediri dan PPAQ Nurul Huda singosari malang.
Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan jenis studi kasus dan rancangan multikasus. Teknik pengumpulan data melalui wawancara secara mendalam, observasi partisipan dan dokumentasi. Selanjutnya, data dianalisis dengan model analisis interaktif melalui tiga tahap, yaitu analisis data situs, analisis data lintas situs, dan analisis interdisipliner. Pengecekan keabsahan data dilakukan dengan uji transferabilitas, dependability, dan verifiabilitas.
Hasil penelitian menunjukkan; Problem kesehatan mental yang dialami santri yaitu problem santri yang dipengaruhi oleh beberapa faktor, diantaranya tekanan akademik, tekanan sosial dan tekanan keluarga. Hal tersebut mengakibatkan problem kesehatan mental berupa kecemasan, stress, depresi dan burnout. Problem kesehatan mental santri PPTQ Sirojul Ulum yang disebabkan tekanan akademik adalah menurunnya prestasi akdemiknya, sulit tidur, dalam pelaksanaan jama’ah selalu ngantuk karena kurangnya istirahat. Model penanganan problem kesehatan mental transendetalitas Sprirtual biopsikososial menggabungkan pendekatan spiritualitas, biologis, psikologis, dan sosial dalam pemahaman dan penanganan gangguan kesehatan mental, dengan melakukan: penilaian komprehensif, kolaborasi tim, intervensi spiritualitas, intervensi biologis, intervensi psikologis, intervensi sosial, pemantauan, evaluasi berkala, pendidikan serta pemahaman.
ABSTRACT
The Islamic Mental Health Treatment Model for Santri is one of the treatment models that exist in the Islamic boarding school educational environment, this model makes students always mentally stable to carry out the learning process and activities in the programs run in the Islamic boarding school. This handling model begins with identifying students' mental health problems, then through strategies in dealing with students' mental health problems, students are trained according to the level of problems they face so that it creates a good mental health impact for students, students are able to control their body and soul to carry out existing activities. at the boarding school.
This research aims to find and analyze: 1) Mental health problems of students at PPTQ Sirojul Ulum Pare Kediri and PPAQ Nurul Huda Singosari Malang, 2) Strategies for handling mental health problems of students at PPTQ Sirojul Ulum Pare Kediri and PPAQ Nurul Huda Singosari Malang, 3 ) Impact of handling mental health problems of students at PPTQ Sirojul Ulum Pare Kediri and PPAQ Nurul Huda Singosari Malang.
This research uses a qualitative method with a case study type and a multi-case design. Data collection techniques through in-depth interviews, participant observation and documentation. Next, the data was analyzed using an interactive analysis model through three stages, namely site data analysis, cross-site data analysis, and interdisciplinary analysis. Checking the validity of the data is carried out using transferability, dependability and verifiability tests.
The research results show; Mental health problems experienced by students are students' problems which are influenced by several factors, including academic pressure, social pressure and family pressure. This results in mental health problems in the form of anxiety, stress, depression and burnout. The mental health problem of PPTQ Sirojul Ulum students caused by academic pressure is a decline in academic performance, difficulty sleeping, during congregational activities they are always sleepy due to lack of rest. The Biopsychosocial Spiritual Transcendental Mental Health Problem Management Model combines spiritual, biological, psychological and social approaches in understanding and treating mental health disorders, by carrying out: comprehensive assessment, team collaboration, spiritual intervention, biological intervention, psychological intervention, social intervention, monitoring, evaluation periodically, education and understanding.
مستخلص البحث
يَعُدُّ نَمُوذَجُ عِلَاجِ الصِّحَّةِ النَّفْسِيَّةِ الإِسْلَامِيِّةِ لِلطُّلَّابِ أَحَدَ نَمَاذِجِ العِلَاجِ الْمَوْجُودَةِ فِي البِيْئَةِ التَّعْلِيمِيَّةِ لِلْمَعْهَدِ الإِسْلَامِيِّ، وَهَدْفُهُ لِبِنَاءِ عَقْلِيَّةِ الطُّلَّابِ مُسْتَقِرًّا فِيْ الْقِيَامِ عَلَى عَمَلِيَّةِ التَّعَلُّمِ وَالأَنْشِطَةِ الْأُخرَى الْمَوْجُوْدَةِ فِي الْمَعْهَدِ. تُبْدَأُ عَمَلِيَّةُ هَذَا النَّمُوْذَجِ بِتَعَرُّفِ مَشَاكِلِ الصِّحَّةِ النَّفْسِيَّةِ لِلطُّلَّابِ، ثُمَّ مِنْ خِلَالِ اِسْتِرَاتِيجِيَّاتٍ فِيْ مُعَامَلَةِ مَشَاكِلِ الصِّحَّةِ النَّفْسِيَّةِ لِلطُّلَّابِ، يَتِمُّ تَدْرِيبُ الطُّلَّابِ وِفْقًا إِلَى مُسْتَوَى الْمَشَاكِلِ الَّتِي يُوَاجِهُونَهَا كَيْ يُوْجِدَ هَذَا التَّدْرِيْبُ آثَارًا جَيِّدًا عَلَى صِحَّةِ نَفْسِيَّتِهِمْ، وَيُمْكِنُهُمْ أَنْ يُنَظِّمُوْا أَجْسَادَهُمْ وَأَرْوَاحَهُمْ لِلْقِيَامِ عَلَى الأَنْشِطَةِ الْمَوْجُودَةِ فِي الْمَعْهَدِ.
يَهْدَفُ هَذَا البَحْثُ إِلَى الْإِيجَادِ وَتَحْلِيلِ: (١ مَشَاكِلِ الصِّحَّةِ العَقْلِيَّةِ لِلطُّلَّابِ بِمَعْهَدِ تَحْفِيظِ القُرْآنِ سِرَاجِ الْعُلُومِ الإِسْلَامِيِّ بَارِي كِدِيرِي وَمَعْهَدِ القُرْآنِ نُورِ الهُدَى الْإِسْلَامِيِّ سِينْجَاسَارِي مَالَانْج، (٢ اِسْتِرَاتِيجِيَّاتِ مُعَامَلَةِ مَشَاكِلِ الصِّحَّةِ العَقْلِيَّةِ لِلطُّلَّابِ بِمَعْهَدِ تَحْفِيظِ القُرْآنِ سِرَاجِ الْعُلُومِ الإِسْلَامِيِّ بَارِي كِدِيرِي وَمَعْهَدِ القُرْآنِ نُورِ الهُدَى الْإِسْلَامِيِّ سِينْجَاسَارِي مَالَانْج، (٣ تَأْثِيرِ مُعَامَلَةِ مَشَاكِلِ الصِّحَّةِ العَقْلِيَّةِ لِلطُّلَّابِ بِمَعْهَدِ تَحْفِيظِ القُرْآنِ سِرَاجِ الْعُلُومِ الإِسْلَامِيِّ بَارِي كِدِيرِي وَمَعْهَدِ القُرْآنِ نُورِ الهُدَى الْإِسْلَامِيِّ سِينْجَاسَارِي مَالَانْج.
يَسْتَخْدِمُ هَذَا البَحْثُ الْمَنْهَجَ النَّوْعِيَّ مَعَ نَوْعِ دِرَاسَةِ الحَالَةِ وَتَصْمِيمِ مُتَعَدِّدِ الحَالَاتِ. وَطَرِيْقَةُ جَمْعِ البَيَانَاتِ الْمُسْتَخْدَمَةِ مِنْ خِلَالِ الْـمُقَابَلَاتِ الْمُتَعَمِّقَةِ وَمُلَاحَظَةِ الْمُشَارِكِينَ وَالتَّوْثِيقِ. ثُمَّ يَكُوْنُ تَحْلِيلُ البَيَانَاتِ بِاسْتِخْدَامِ نَمُوذَجِ التَّحْلِيلِ التَّفَاعُلِيِّ مِنْ خِلَالِ ثَلَاثِ مَرَاحِلَ، وَهِيَ: تَحْلِيلُ الْبَيَانَاتِ الْمَوْجُوْدَةِ فِي الْمَوْقِعِ، وَتَحْلِيلُ البَيَانَاتِ عَبْرَ الْمَوَاقِعِ، وَالتَّحْلِيلُ الْمُتَعَدِّدُ التَّخَصُّصَاتِ. يَتِمُّ التَّحَقُّقُ مِنْ صِحَّةِ البَيَانَاتِ بِاسْتِخْدَامِ اِخْتِبَارَاتِ قَابِلِيَّةِ النَّقْلِ وَالاعْتِمَادِيَّةِ وَالتَّحَقُّقِ.
وَتَظْهَرُ نَتَائِجُ البَحْثِ بِأَنَّ مَشَاكِلَ الصِّحَّةِ العَقْلِيَّةِ الَّتِي يُصِيْبُهَا الطُّلَّابُ هِيَ الْمَشَاكِلُ الَّتِي تَقَعُ عَلَيْهِمْ بِعِدَّةِ الْعَوَامِلِ، مِنْهَا: الضَّغْطُ الأَكَّادِيمِيُّ وَالضَّغْطُ الاجْتِمَاعِيُّ وَالضَّغْطُ الأُسَرِيُّ. وَتَكُوْنُ هَذِهِ الْعَوَامِلُ أَسْبَابًا تُوْجِدُ الْمَشَاكِلَ فِي الصِّحَّةِ النَّفْسِيَّةِ مِثْلِ القَلَقِ وَالتَّوَتُّرِ وَالاِكْتِئَابِ وَالإِرْهَاقِ. تَكُوْنُ مَشَاكِلُ الصِّحَّةِ العَقْلِيَّةِ لِلطُّلَّابِ بِمَعْهَدِ تَحْفِيظِ القُرْآنِ سِرَاجِ الْعُلُومِ الإِسْلَامِيِّ الَّتِي وُجِدَتْ بِسَبَبِ الضَّغْطِ الأَكَّادِيمِيِّ تُؤَدِّي إِلَى اِنْخِفَاضِ الْمَأْثُوْرَاتِ الأَكَّادِيمِيَّةِ، وَالصُّعُوبَةِ فِي النَّوْمِ، وَالشُّعُوْرِ باِلنُّعَاسِ فِيْ أَثْنَاءِ صَلَاةِ الْجَمَاعَةِ بِسَبَبِ قِلَّةِ الرَّاحَةِ. يَجْمَعُ نَمُوذَجُ إِدَارَةِ مَشَاكِلِ الصِّحَّةِ النَّفْسِيَّةِ البِيُولُوجِيَّةِ وَالنَّفْسِيَّةِ الاِجْتِمَاعِيَّةِ بَيْنَ النَّاحِيَةِ الرُّوحِيَّةِ وَالْبِيُوْلُوْجِيَّةِ وَالنَّفْسِيَّةِ وَالْاِجْتِمَاعِيَّةِ فِيْ فَهْمِ مَشَاكِلِ الصِّحَّةِ النَّفْسِيَّةِ وَمُعَامَلَتِهَا بِطَرِيْقَةِ: التَّقْوِيْمِ الشَّامِلِ، وَفَرِيْقِ التَّعَاوُنِ، وَالتَّدَخُّلِ الرُّوْحِيِّ، وَالتَّدَخُّلِ الْبِيُوْلُوْجِيِّ، وَالتَّدَخُّلِ النَّفْسِيِّ، وَالتَّدَخُّلِ الْاِجْتِمَاعِيِّ، وَالْمُرَاقَبَةِ، وَالْمُلَاحَظَةِ الدَّوْرِيَّةِ، وَالتَّرْبِيَّةِ وَالتَّفْهِيْمِ
KARAKTERISTIK PEMBINAAN MODERASI BERAGAMA DI SATUAN PERGURUAN TINGGI Studi Multikasus di UIN Maulana Malik Ibrahim Malang dan di UPI Bandung
Model pembinaan sikap maupun perilaku civitas akademika tentang komitmen
berbangsa NKRI, tolerasni, anti-kekerasan dan kearifan budaya lokal. Selaras
dengan konsep moderasi beragama yang dicanangkan oleh Kementerian Agama
Republik Indonesia bahwa gambaran kerukunan ummat beragama membutuhkan
pendekatan, perencanaan, dan kebijakan strategis pemimpin. Hal ini mendapatkan
perhatian kusus dari Rektor selaku pemimpin tertinggi di UIN Maulana Malik
Ibrahim Malang yang merumuskan nilai-nilai moderasi ke dalam pelaksanaan tri
dharma perguruan tinggi. Untuk aspek lainnya adalah mendirikan Pusat Rumah
Moderasi Beragama. Sedangkan model pembinaan civitas akademika di
Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) Bandung melakukan insersi nilai-nilai
universal melalui kebijakan Rektor UPI no. 5805/UN40/HK/2015 dan mengikuti
kegiatan Tutorial PAI di Islamic Tutorial Center (ITC).
2. Karakteristik pembinaan moderasi beragama di era society 5.0 berbentuk
pemikiran yang dikaji dan diteliti di Pusat Moderasi Beragama. Dilansir oleh
kemenag.go.id dasar konstitusi berdirinya Rumah Moderasi merupakan kebijakan
Kementerian Agama RI dalam Surat Edaran DIRJEN PENDIS No.
B3663.1/Dj.I/BA.02/10/2019 tentang instruksi kepada seluruh Perguruan Tinggi
Agama Islam (PTKI) untuk memiliki Rumah Moderasi Beragama (Direktorat
Jendral Pendidikan Islam Kementrian Agama RI, 2020). Selaras dengan cikal bakal
Rumah Moderasi sebelumnya telah berdiri lembaga kajian integrasi sains dan Islam
selanjutnya menjadi wadah pelatihan moderasi beragama dan melakukan riset
lapangan dan melaporkannya untuk dipresentasikan dihadapan dosen dan
mahasiswa lainnya, apabila terdapat hal-hal menyimpang, maka dosen memberikan
pemahaman yang sebenarnya. Pemasaran mata kuliah Ulul Albab dan pendirian
bangunan batu prasasti ulul albab menjadi cikal bakal berdirinya rumah moderasi
beragama di UIN Maulana Malik Ibrahim Malang dan menjadi dasar transformasi
kelembagaan, visi, misi dan tujuan. Untuk di UPI Bandung, karakteristik yang
nampak berbentuk kajian-kajian PAI dan tema-tema nilai-nilai universal di Islamic
Tutorial Center yang berpusat Masjid Al-Furqon yang berlangsung secara rutin dan
digagas sejak tahun 2004. Kurikulum PAI mencerminkan pembentukan karakter
mahasiswa yang moderat, di antaranya bisa dilihat dalam struktur kurikulum yang
digunakan pada mata kuliah PAI di UPI Kedua perguruan tinggi tersebut
memberikan pembinaan melalui perkuliahan, pembimbingan karya ilmiah, dan
pengabdian masyarakat kajian-kajian secara terencana
Model pembinaan moderasi beragama era society 5.0 di perguruan tinggi (studi multikasus di Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang dan di Universitas Pendidikan Indonesia Bandung)
The purpose of this study is to analyze the approach to fostering religious moderation in tertiary institutions. The method used is a qualitative case study type method. Data collection techniques are carried out through interviews, observation and documentation. The data analysis technique used consists of three activity flows that occur simultaneously, namely; data reduction, data presentation, conclusion or verification. The results showed that the characteristics of cultivating religious moderation using general courses (MKU) and university specific courses (MKKU) were incorporated into the tri dharma activities of higher education. To implement it using a scientific approach, bersanad, and dissemination. The dominant aspect of the approach to fostering religious moderation is using dissemination at UIN Maulana Malik Ibrahim Malang. The dissemination of moderate Islamic values is explained in the course SLP, instilled in the introduction of campus academic culture (PBAK), and developed in student work practice (KKM)
Ta’arudh al-adillah : problem solving methods of Islamic law
The rapid development of the science of fiqh certainly has a correlation with the understanding of the propositions sourced in the Qur'an and Hadith. For instance, there is a legal proposition that when faced with certain problems will find a solution, but not a few laws that come from the Qur'an in the same context cause different arguments in understanding them. The contradiction here is ta'arudh arguments that contradict each other. So in the process of this research using a qualitative approach by prioritizing normative juridical aspects, there is no perspective misalignment. This paper examines the process of solving the problems of Islamic law specifically, considering the development of Islamic law is always dynamic by the conditions of the times. In addition, in understanding the law, of course, it must be correct and by the legal provisions of the arguments, as well as other arguments that have intersecting pros and cons, then in the process of settling Islamic law in this paper, it focuses on solving the problems of Islamic law
Moderasi beragama era society 5.0
Kemajemukan beragama yang tak terhindarkan sebagai bagian dari sunnah sunnatullah di seluruh dunia ini, merupakan realitas pertama yang paling menonjol dalam ruang aktualisasi manusia dan dunianya. Alhasil, heterogenitas dijelaskan (Q.S 49:13) untuk saling mengenal, terlibat, dan berkolaborasi untuk membangun kebaikan sebanyak mungkin di bumi. Kebesaran Indonesia sebagai bangsa yang beraneka ragam masih membutuhkan model pengelolaan dan ekosistem yang merawat keragaman suku, budaya, status sosial, dan agama dalam jalinan kebersamaan yang indah bahkan saling membantu. penguatan yang idealnya dikonstruksi melalui ideologi Pancasila. Pancasila menjadi salah satu mata kuliah yang dirancang di perguruan tinggi untuk membentuk pribadipribadi berkesadaran tinggi dan menjaga keadaban manusi
Rekonseptualisasi Islamic university meets industries: Urgensi peran university-industry collaboration dan TQM terhadap kompetensi mahasiswa PTKIN (sertifikat hak cipta)
Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji urgensi peran University-Industry Collaboration (UIC) dan Total Quality Management (TQM) dalam meningkatkan kompetensi mahasiswa di Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN). Meskipun tingkat pengangguran di Indonesia telah menunjukkan penurunan, pengangguran di kalangan lulusan perguruan tinggi, terutama di kalangan usia muda, masih menjadi masalah besar. Salah satu faktor utama penyebab pengangguran adalah kesenjangan antara kompetensi lulusan dan kebutuhan dunia industri. Penelitian ini menggunakan metode campuran (mixed methods) dengan analisis SEM dan kualitatif untuk mengeksplorasi hubungan antara UIC, TQM, dan kompetensi mahasiswa di tiga PTKIN. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan TQM memiliki pengaruh positif yang signifikan terhadap peningkatan kompetensi mahasiswa, sementara UIC tidak menunjukkan pengaruh langsung yang signifikan. Meskipun demikian, wawancara dengan kepala Career Development Center (CDC) dan Walisongo Career Center WCC di PTKIN mengungkapkan bahwa kolaborasi universitas-industri tetap dianggap penting dan relevan, meskipun perlu diintegrasikan dengan faktor-faktor lain seperti pengembangan kurikulum dan pengalaman praktik. Penelitian ini memberikan implikasi praktis bagi pengembangan kebijakan PTKIN untuk meningkatkan kualitas dan relevansi pendidikan yang ditawarkan melalui kolaborasi dengan industri dan implementasi TQM yang lebih terstruktur
Going Beyond Counting First Authors in Author Co-citation Analysis
The present study examines one of the fundamental aspects of author co-citation analysis (ACA) - the way co-citation
counts are defined. Co-citation counting provides the data on which all subsequent statistical analyses and mappings
are based, and we compare ACA results based on two different types of co-citation counting - the traditional type that
only counts the first one among a cited work's authors on the one hand and a non-traditional type that takes into
account the first 5 authors of a cited work on the other hand. Results indicate that the picture produced through this non-traditional author co-citation counting contains more coherent author groups and is therefore considerably clearer. However, this picture represents fewer specialties in the research field being studied than that produced through the traditional first-author co-citation counting when the same number of top-ranked authors is selected and analyzed. Reasons for these effects are discussed
- …
