1,639 research outputs found
Perancangan Sistem Penjualan Berbasis Web pada CV Mutiara Indah Lestari
Promosi adalah arus informasi atau persuasi satu arah yang dibuat untuk mengarahkan seseorang atau organisasi kepada tindakan yang menciptakan pertukaran dalam pemasaran, tujuan pembuatan sistem penjualan berbasis web pada CV Mutiara Indah Lestari adalah untuk mempromosikan CV Mutiara Indah Lestari serta lebih memperkenalkan lagi CV Mutiara Indah Lestari kepada masyarakat, hal ini dikarenakan media promosi yang dilakukan CV Mutiara Indah Lestari masih menggunakan spanduk dan brosur
Accounting Information System Design In Purchasing Raw Materials At Pt. Cahaya Mutiara Indah
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dan mengidentifikasi sistem informasi akuntansi yang berhubungan dengan pembelian bahan baku yang berjalan di PT. Cahaya Mutiara Indah. Studi kasus dipekerjakan sebagai metode penelitian untuk menjawab pertanyaan penelitian. Data yang digunakan adalah data primer dan sekunder. Metode pengumpulan data adalah studi literatur yang dari meninjau kepustakaan, jurnal dan sumber lain yang berkaitan dengan topik dan juga dari observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil yang dicapai dalam penelitian ini adalah pembelian sistem informasi akuntansi di PT. Cahaya Mutiara Indah masih memiliki beberapa kelemahan dalam struktur organisasi, pengendalian internal dan prosedur proses pembelian. PT. Cahaya Mutiara Indah juga tidak memiliki Standard Operating Procedure (SOP) tertulis. Peneliti mengusulkan beberapa ide untuk menghilangkan kelemahan tersebut, yaitu usulan struktur organisasi, usulan pembelian proses prosedur, usulan kebijakan manajemen, usulan kebijakan akuntansi. Usulan diharapkan dapat menghasilkan informasi yang berguna untuk pengambilan keputusan dan membawa perbaikan operasi bisnis dari PT. Cahaya Mutiara Indah dan sistem dalam perusahaan dapat lebih efekti
Analisis Penerapan SAK 72 atas Pendapatan dan Pengakuan Biaya pada PT Pelita Mutiara Indah
Tujuan penelitian ini untuk mengetahui dan menganalisis ada tidaknya penerapan SAK 72 atas pendapatan dan pengakuan biaya. Metode penelitian menggunakan metode deskriptif kualitatif. Teknik pengumpulan data dengan wawancara langsung. Permasalahan yang ditemukan yaitu PT Pelita Mutiara Indah tidak dapat mambuat kombinasi kontrak dan kontrak tidak memliki substansi komersial. Setelah melakukan penelitian ini dapat disimpulkan bahwa penerapan SAK 72 pada PT Pelita Mutiara Indah belum sepenuhnya dilakukan
IDENTIFIKASI JENIS DAN KEPADATAN SAMPAH LAUT DI PANTAI MUTIARA INDAH DAN PELANGI KABUPATEN KUTAI KARTANEGARA
Sampah laut merupakan salah satu permasalahan lingkungan di wilayah pesisir. Sampah laut di wilayah pesisir dapat mempengaruhi ekosistem pesisir dan menurunkan kualitas lingkungan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui jenis dan jumlah, berat total, kepadatan, persentase makro, meso dan persentase subtransek pada faktor hidrooseanografi sampah makro dan meso di Pantai Mutiara Indah dan Pelangi Kabupaten Kutai Kartanegara. Metode pengambilan sampel sampah makro dan meso yang digunakan adalah metode purposive sampling dan random sampling. Pengambilan sampel sampah makro dilakukan dengan membuat garis transek sepanjang 100 meter sejajar garis pantai, dibagi menjadi 5 garis dengan ukuran subtransek 5 x 5 meter. Sedangkan transek sampah meso dibagi menjadi 25 kotak dengan subtransek berukuran 1 x 1 meter. Berdasarkan hasil analisis diketahui komposisi sampah makro dan meso adalah plastik, karet, logam, kaca dan kayu sebanyak 88 item (makro) dan 58 item (meso). Berat total sampah makro masing-masing sebesar 1,865 g/m2 dan meso 85 g/m2. Tidak terdapat pengaruh yang nyata (p>0,05) antara lokasi penelitian yang berbeda terhadap berat, jumlah, kepadatan dan persentase sampah laut di kawasan Pantai Mutiara Indah dan Pantai Pelangi. Persentase jenis sampah makro plastik tertinggi masing-masing terdapat di Mutiara Indah (94%) dan Pantai Pelangi (65%). Sampah Meso juga didominasi oleh jenis plastik yang masing-masing terdapat di Mutiara Indah (77%) dan Pantai Pelangi (98%). Nilai persentase sub-transek menunjukkan bahwa sebaran sampah makro dan meso mungkin dipengaruhi oleh arus laut, pasang surut, dan kemiringan pantai. Sumber utama sampah makro dan meso di pantai Mutiara Indah dan Pelangi berasal dari aktivitas pengunjung yang membuang sampah di sekitar pantai.Sampah laut merupakan salah satu permasalahan lingkungan di wilayah pesisir. Sampah laut di wilayah pesisir dapat mempengaruhi ekosistem pesisir dan menurunkan kualitas lingkungan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui jenis dan jumlah, berat total, kepadatan, persentase makro, meso dan persentase subtransek pada faktor hidrooseanografi sampah makro dan meso di Pantai Mutiara Indah dan Pelangi Kabupaten Kutai Kartanegara. Metode pengambilan sampel sampah makro dan meso yang digunakan adalah metode purposive sampling dan random sampling. Pengambilan sampel sampah makro dilakukan dengan membuat garis transek sepanjang 100 meter sejajar garis pantai, dibagi menjadi 5 garis dengan ukuran subtransek 5 x 5 meter. Sedangkan transek sampah meso dibagi menjadi 25 kotak dengan subtransek berukuran 1 x 1 meter. Berdasarkan hasil analisis diketahui komposisi sampah makro dan meso adalah plastik, karet, logam, kaca dan kayu sebanyak 88 item (makro) dan 58 item (meso). Berat total sampah makro masing-masing sebesar 1,865 g/m2 dan meso 85 g/m2. Tidak terdapat pengaruh yang nyata (p>0,05) antara lokasi penelitian yang berbeda terhadap berat, jumlah, kepadatan dan persentase sampah laut di kawasan Pantai Mutiara Indah dan Pantai Pelangi. Persentase jenis sampah makro plastik tertinggi masing-masing terdapat di Mutiara Indah (94%) dan Pantai Pelangi (65%). Sampah Meso juga didominasi oleh jenis plastik yang masing-masing terdapat di Mutiara Indah (77%) dan Pantai Pelangi (98%). Nilai persentase sub-transek menunjukkan bahwa sebaran sampah makro dan meso mungkin dipengaruhi oleh arus laut, pasang surut, dan kemiringan pantai. Sumber utama sampah makro dan meso di pantai Mutiara Indah dan Pelangi berasal dari aktivitas pengunjung yang membuang sampah di sekitar pantai
APLIKASI MINIMUM SPANNING TREE PADA JARINGAN LISTRIK DI PERUMAHAN MUTIARA INDAH VILLAGE
Penelitian ini bertujuan untuk menentukan keoptimalan jaringan listrik dengan menggunakan algoritma prim. Dalam penelitian ini akan dijelaskan tentang penerapan Algoritma Prim pada jaringan listrik Perumahan Mutiara Indah Village di Samata-Gowa, sehingga listrik dapat mengalir ke seluruh rumah dengan panjang kabel yang minimum. Graf pada jaringan listrikperumahan merupakan graf terhubung, tak berarah, dan berbobot. Penentuan minimum spanning tree dilakukan dengan mendaftar sisi-sisie dari graf mulai dari sisi terpendek ke sisi terbesar, dengan syarat tidak ada sisi yang membentuk siklus. Dari pembahasan, diperoleh hasil total panjang kabel yang terpasang di Perumahan Mutiara Indah Village yaitu 1228.5 meter, sedangkan hasil perhitungan total panjang kabel listrik di Perumahan Mutiara Indah Village menggunakan Algoritma Prim lebih minimum yaitu 1201.5 meter. Sehingga pemasangan jaringan listrik lebih optimalmenggunakan algoritma prim
Arahan Penerapan Konsep Crime Prevention Through Environmental Design (CPTED) Di Perumahan Mutiara Indah, Kelurahan Balai Raja, Kecamatan Pinggir, Kabupaten Bengkalis
The development of the Balai Raja Village Area for residential purposes would undoubtedly boost the demand for houses. The subject of this research is Mutiara Indah Housing, which is located in a strategic location adjacent to the Balai Raja Toll Gate, ensuring that the housing environment is very accessible. The goal of this study was to see how the general public understood (perceived) the use of CPTED in the Mutiara Indah Housing environment. The desired outcome is the formulation of directions for CPTED implementation based on community perception and response in the Mutiara Indah Housing environment, so that the CPTED concept is better used in Mutiara Indah Housing. In order to answer the question of how to steer the use of the CPTED concept in Mutiara Indah Housing, descriptive study was used. While the methodology utilized is a mix of quantitative and qualitative methods. Quantitative measurements of determined research variables will be used to create answers to research questions. Furthermore, qualitative measurements bolstered the thoughts that arose. The instructions for applying the Concept of Crime Prevention Through Environmental Design (CPTED) in Mutiara Indah Housing are written in such a way that a residential environment can be created to organically combat crime without the use of officials. This strategy aims to reduce the formal role of security agents by interrogating strangers excessively (intimidation) and using excessively visible gates (unfriendly). All aspects of CPTED exhibit positive correlation findings, according to the correlation analysis results. As a result, as more components of the CPTED Concept are implemented, residents in Mutiara Indah Housing have a greater sense of security
Aplikasi Minimum Spanning Tree pada Jaringan Listrik di Perumahan Mutiara Indah Village
Dalam penelitian ini akan dijelaskan tentang penerapan Algoritma Prim pada jaringan listrik Perumahan Mutiara Indah
Village di Samata-Gowa, sehingga listrik dapat mengalir ke seluruh rumah dengan panjang kabel yang minimum. Graf pada jaringan listrik perumahan merupakan graf terhubung, tak berarah, dan berbobot. Penentuan minimum spanning tree
dilakukan dengan mendaftar sisi-sisi dari graf mulai dari sisi terpendek ke sisi terbesar, dengan syarat tidak ada sisi yang membentuk siklus. Dari pembahasan, diperoleh hasil total panjang kabel yang terpasang di Perumahan Mutiara Indah
Village yaitu 1228.5 meter, sedangkan hasil perhitungan total panjang kabel listrik di Perumahan Mutiara Indah Village menggunakan Algoritma Prim lebih minimum yaitu 1201.5 meter. Sehingga pemasangan jaringan listrik lebih optimal menggunakan algoritma pri
TINGKAT KEPUASAN KONSUMEN TERHADAP KUALITAS PELAYANAN PADA MINIMARKET MUTIARA INDAH PALEMBANG
This final report conclude to determine the level of customer satisfaction whom service quality at Minimarket Mutiara Indah Palembang, the purpose to determine how percentage level of customer satisfaction at Minimarket Mutiara Indah Palembang and to determine what kind of service quality dimension which had dominant. Collected data had used quesioner with the respond 60 people and The Techinc of collected sample used Non Probability Sampling with Accidental Sampling method. Based on the result known that average percentage from every dimension were Tangible dimension was 65,1 %, Reability dimension was 74%, Responsiveness dimension was 79,8 %, Assurance dimension was 74,2 % and Empathy dimension was 75,6%. So dimension whom has dominant at Minimarket Mutiara Indah Palembang was Responsiveness dimension with 79,8% to “The Fast of employee to find product which customer will”. In Other hand to lowest was Tangible dimenstion with 65,1% to “Parking area available” . Therefore, its better if the coorporate add their parking area, in order their customers can feel comfort to park when they shopping in Minimarket Mutiara Indah
- …
