1,721,299 research outputs found

    Pendampingan Literasi Media dan Diseminasi Berita Layak Islami terhadap Mahasiswa di Bengkulu

    Full text link
    Masifnya informasi atau berita di media maya seperti dua sisi mata uang berbeda. Satu sisi, mahasiswa di Bengkulu mudah memperoleh informasi atau berita. Namun, disisi lain, mereka dapat terjebak pada sistem berita tidak layak. Berita tidak layak tidak hanya muncul dari media sosial, tetapi juga media arus utama. Terlebih, saat ini telah memasuki tahun politik. Bias informasi dari sebagian berita berpeluang terjadi. Maka, perlu kader atau duta literasi media yang berkomitmen memberikan pendidikan media kepada masing-masing komunitas atau kelompok di berbagai elemen masyarakat di Bengkulu. Jenis penelitian ini ialah CBR (Community Based Research) dengan metode ABCD (Asset Based Community-driven Development). Melalui metode ini, penulis berupaya menggali potensi terbaik dari perwakilan representatif, kredibel, dan relevan dengan literasi media dan diseminasi berita layak Islami. Mahasiswa representatif dihimpun dari orang terpilih di Program Studi Komunikasi dan Penyiaran Islam di tiga kampus, yakni: UIN FAS Bengkulu, IAIN Curup, dan Universitas Muhammadiyah Bengkulu. Mahasiswa memperdalam pemahamannya tentang perbedaan kerja jurnalistik dengan produk diluar kerja jurnalistik, media berita dan jurnalisme warga, perbedaan misinformasi-disinformasi-berita palsu, konsep dasar jurnalistik Islami berdasarkan prinsip fikih jurnalistik dan etika komunikasi Islam

    Strategi dakwah KH. Muchlis Musyaffa’ dalam membentuk akhlak santri di Pondok Pesantren Al-Musyaffa’ Kampir Sudipayung Ngampel Kendal

    Full text link
    Penelitian dengan judul “Strategi dakwah KH. Muchlis Musyaffa’ dalam membentuk akhlak santri di pondok pesantren Al-Musyaffa’ Kampir Sudipayung Ngampel Kendal”. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana strategi dakwah KH. Muchlis Musyaffa’ dalam membentuk akhlak santri di pondok pesantren Al-Musyaffa’ Kampir Sudipayung Ngampel Kendal. Jenis penelitian ini adalah penelitian kualitatif, adapun metode sumber datanya yaitu data primer dan data sekunder. Teknik pengumpulan data menggunakan wawancara, observasi, dan dokumentasi, adapun analisis datanya menggunakan deskriptif kualitatif. Rumusan masalah dari penelitian ini adalah: 1) Bagaimana strategi dakwah KH. Muchlis Musyaffa’ dalam membentuk akhlak santri di pondok pesantren Al-Musyaffa’ Kampir Sudipayung Ngampel Kendal? 2) Apa faktor pendukung dan penghambat dalam membentuk akhlak santri di Pondok Pesantren Al-Musyaffa’ Kampir Sudipayung Ngampel Kendal? Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi dakwah KH. Muchlis Musyaffa’ dalam membentuk akhlak santri di pondok pesantren Al-Musyaffa’ Kampir Sudipayung Ngampel Kendal yaitu: 1) Keteladanan, 2) Pembiasaan, 3) Mengadakah Kegiatan Keagamaan, 4) Pengajian Kitab-kitab, 5) Pembentukan Tata Tertib dan Peraturan, 6) Pemberlakuan Ta’zir (hukuman). Dalam upaya pembentukan akhlak di pondok pesantren Al-Musyaffa’ Kampir Sudipayung Ngampel Kendal, KH. Muchlis Musyaffa’ terdapat beberapa faktor baik yang menjadi pendukung maupun penghambat dalam mencapai tujuan tersebut. Adapun faktor yang menjadi pendukung dan penghambatnya adalah sebaagai berikut: Faktor pendukung meliputi 1) Kemampuan, pengalaman Pengasuh dalam memimpin pondok pesantren, 2) Usaha pengurus dalam menjalankan tugas, 3) Kualitas kelimuan ustadz dan ustadzah yang memadai sesuai bidangnya, 4) Lingkungan pondok pesantren yang berada di desa. Faktor peghambat meliputi 1) Keterbatasan Pengasuh dan pengurus dalam mengelola pondok pesantren, 2) Keterbatasan Sarana dan Prasarana, 3) Perkembangan Teknologi, 4) Pergaulan Santri dengan siswa yang laju, 5) Pergaulan Santri dengan masyarakat sekitar

    Manajemen kewirausahaan dalam meningkatkan mutu pendidikan di Pondok Pesantren Al Musyaffa’ Kendal

    Full text link
    Skripsi ini membahas Manajemen Kewirausahaan dalam Meningkatkan Mutu Pendidikan di Pondok Pesantren Al Musyaffa’ Kendal. Dunia pendidikan terpuruk dikarenakan minimnya anggaran. Kajiannya dilatarbelakangi oleh pentingnya pendidikan kewirausahaan dalam dunia pendidikan. Hal ini dikarenakan untuk memajukan program pendidikan dibutuhkan anggaran yang banyak. Sedangkan lembaga pendidikan masih saja hanya mengandalkan sumbangan dana yang dihimpun dari orang tua siswa dan kucuran dana dari pemerintah. Sekolah atau madrasah kurang bisa memaksimalkan potensi ekonomis yang dimiliki dalam usaha memperoleh dana tambahan. Studi ini dimaksudkan untuk menjawab permasalahan; (1) bagaimana pelaksanaan manajemen kewirausahaan di Pesantren Al Musyaffa’? (2) Bagaimana pengelolaan hasil usaha untuk meningkatkan mutu pendidikan di Pondok Pesantren Al Musyaffa’?. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Sedangkan data diperoleh dengan cara wawancara, observasi, dan dokumentasi. Hasil penelitian ini menyimpulkan: tahap-tahap pelaksanaan manajemen kewirausahaan di Pondok Pesantren Al Musyaffa’ meliputi a) perencanaan, b) pengorganisasian, c) pelaksanaan d) motivasi , e) inovasi, f) pengawasan, g) evaluasi. Sedangkan dalam hubungannya dengan peningkatan mutu pendidikan di pondok pesantren, dalam pengelolaan hasil usahanya, kewirausahaan di bawah naungan Yayasan Al Musyaffa’ bersifat social entrepreneurship yaitu laba/keuntungan usaha sepenuhnya dikembalikan lagi untuk kemaslahatan bersama. Artinya tiap satu bulan sekali semua unit usaha wajib menyetorkan laba sebesar 5% kepada yayasan Al Musyaffa’. Oleh Yayasan Al Musyaffa’ dana tersebut digunakan untuk pengembangan dan pengoptimalan sarana dan prasarana lembaga pendidikan yang berada dibawah naungannya, yang meliputi SMP, SMK, dan Pondok Pesantren Al Musyaffa’ sebesar 75%. Dan belum ada pengalokasian dana untuk pengembangan yang lain hanya baru teralokasikan untuk sarana dan prasarana. Berdasarkan hasil penelitian ini diharapkan akan menjadi informasi, masukan bagi pengurus di lembaga lokasi penelitian agar lebih maksimal dalam pemerataan alokasi dana guna mendukung peningkatan mutu dalam pendidikan dengan memanfaatkan potensi ekonomisnya di bidang usaha yang sesuai dengan visi lembaga. Serta dapat memberikan kontribusi yang berarti bagi dunia pendidikan pesantren, terutama dalam meningkatkan mutu pendidikannya agar lebih optimal

    Implementasi pembelajaran bilingual pada siswa kelas 1 Madrasah Ibtidaiyah Al-Musyaffa’ Semarang tahun ajaran 2021/2022

    Full text link
    Penelitan elitian ini dilatarbelakangi oleh kebutuhan masyarakat dalam berkomunikasi di dunia global. Program bilingual hadir sebagai solusi untuk membekali dan mempermudah peserta didik dalam berkomunikasi dengan baik dan benar serta menghadapi tantangan di era 4.0. Metode penelitian ini adalah metode kualitatif. Jenis penelitian ini adalah penelitian deskriptif kualitatif. Teknik yang digunakan dalam penelitian ini ialah observasi, wawancara, dan dokumentasi. Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah model analisis interaktif yang melibatkan pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan kesimpulan. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa implementasi pembelajaran bilingual di MI Al-Musyaffa’ dengan proses pembelajaran bilingual kelas 1 di Madrasah Ibtidaiyah Al-Musyaffa’ melalui tiga tahap, diantaranya: 1) Perencanaan, 2) Pelaksanaan, dan 3) Evaluasi. Pembelajaran metode bilingual kelas 1 di Madrasah Ibtidaiyah Al-Musyaffa’ dengan model bernyanyi, bermain, dan karya wisata di sekitar madrasah. Faktor pendukungnya adalah motivasi siswa yang tinggi dan sarana prasarana di lingkungan madrasah. Sedangkan faktor untuk penghambatnya adalah perbedaan karakteristik siswa dan kompetensi tenaga pendidik yang kurang baik

    Strategi branding sekolah dalam menarik minat masyarakat terhadap MTs Al Musyaffa’ Mijen Semarang

    Full text link
    Penelitian ini memberikan gambaran tentang strategi branding sekolah yang diterapakan di MTs Al Musyaffa’ dalam menarik minat masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui permasalahan tentang: (1) Bagaimana strategi branding sekolah dalam menarik minat masyarakat di MTs Al Musyaffa’? (2) Bagaimana implikasi strategi branding sekolah dalam menarik minat masyarakat di MTs Al Musyaffa’? Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitatif dan menggunakan teknik pengumpulan data dengan observasi, wawancara, dan dokumentasi. Data yang diperoleh dianalisis secara deskriptif dengan reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Sedangkan pengujian keabsahan dan pengecekan data menggunakan triangulasi teknik dan sumber. Hasil penelitian ini, menunjukan bahwa strategi branding yang diterapkan di MTs Al Musyaffa’ merupakan strategi branding expression dan communication. Strategi tersebut memiliki implikasi yang besar dalam menarik minat masyarakat, hal ini dibuktikan dengan bertambahnya peserta didik disetiap tahun ajaran baru

    Analisis strategi bauran pemasaran produk madu As-Syifa Kopontren Al-Musyaffa’ Kecamatan Ngampel Kabupaten Kendal

    Full text link
    Setiap orang akan selalu berusaha untuk memenuhi kebutuhannya dengan menggunakan atau mengkonsumsi produk yang ada. Usaha untuk memenuhi kebutuhan tersebut dilakukan dengan menarik manfaat atau kegunaan suatu produk. Sebagian besar pemenuhan kebutuhan dan keinginan manusia dilakukan melalui pemasaran. Hal ini terutama disebabkan karena proses pemasaran menambah kegunaan dari produk yang ada. Dengan meningkatnya daya guna suatu barang, kebutuhan dan keinginan manusia dapat terpenuhi dengan lebih baik. Sehingga disinilah madu As-Syifa’ Kopontren Al-Musyaffa’ berusaha untuk dapat menjadi bagian dari kebutuhan mereka tentang memenuhu kebutuhan serta mendapatkan manfaat dari produk madu As-Syifa’ yang akan didapatkan. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian lapangan (field research) yaitu penelitian yang objeknya mengenai strtegi bauran pemasaran yang diterapkan dalam pemasaran produk madu As-Syifa’ Kopontren Al-Musyaffa’. Secara garis besar yang dilakukan di lapangan adalah melakukan pengamatan atau observasi, dokumentasi foto, wawancara kualitatif (ngobrol-ngobrol), dan melakukan pemeriksaan keabsahan data melalui sejumlah cara seperti data penjualan tahunan, pekerjaan pengemasan madu As-Syifa’ dan proses pemasarannya. Dari hasil penelitian disimpulkan bahwa strategi bauran pemasaran yang digunakan dalam pemasaran madu As-Syifa Kopontren Al-Musyaffa’ cukup baik. Hal ini dapat dilihat dari perkembangan pemasaran madu As-Syifa’ sendiri. Selain itu strategi yang digunakan cukup unik, terutama dalam strategi lokasi dimana pihak Kopontren tidak membuka Agen atas nama pribadi atau bekerjasama dengan orang luar yang belum dikenal sebelumnya, melainkan bekerjasama dengan para Alumni Pondok Pesantren Al-Musyaffa’ yang tersebar di berbagai daerah

    Strategi dakwah K.H. Fadlolan Musyaffa’ di Pondok Pesantren Fadhlul Fadhlan Semarang

    Full text link
    AIfain Zida Niam (1701036120) Strategi Dakwah K.H. Fadlolan Musyaffa’ di Pondok Pesantren Fadhlul Fadhlan Semarang. Sebuah strategi untuk pedoman menyampaikan dakwah kepada mad'u, seperti dakwah yang dilakukan oleh K.H. Fadlolan Musyaffa di Pondok Pesantren Fadhlul Fadhlan Semarang, itulah yang menjadi peta jalan yang ingin dicapai. Salah satu strateginya dalam menyebarkan agama Islam adalah dengan mengajarkan pelajaran hidup kepada murid-muridnya sebagai salah satu cara untuk menghentikan kemerosotan akhlak dan budi pekerti yang merupakan dampak negatif dari modernitas. Dakwahnya berupaya menanamkan keutamaan-keutamaan generasi muda bangsa yang mulai menipis di zaman yang semakin berkembang ini sekaligus menyadarkan mereka secara intelektual, religius, dan global. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui lebih jauh tentang bagaimana strategi dakwah yang digunakan oleh K.H. Fadlolan Musyaffa’ di Pondok Pesantren Fadhlul Fadhlan Mijen Semarang. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif yang dilakukan di Pondok Pesantren Fadhlul Fadhlan Semarang dalam situasi dunia nyata. Informasi yang dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dokumen, dan sumber dukungan lainnya selanjutnya diproses dan diperiksa secara kualitatif untuk menentukan hasilnya. Dari hasil penelitian yang telah dilaksanakan, dapat diketahui bahwa strategi dakwah K.H. Fadlolan Musyaffa’ dijabarkan kedalam kegiatan harian, mingguan, bulanan dan temporer bagi santri di Pondok Pesantren Fadhlul Fadhlan Semarang. Kiai Fadlolan menggunakan tiga strategi, yaitu; (1) Strategi Sentimentil berupa kegiatan Pengajian Bandongan Kitab Kuning, Pengajian Ahad Pagi, Motivasi, Pembacaan Mujahadah dan Manaqib, Pembacaan Maulid Dziba’ dan Burdah. (2) Strategi Rasional berupa Pendidikan formal MI, MTs, dan MA, Program Bilingual, Musyawarah dan (3) Strategi Indrawi berupa kegiatan Shalat Berjamaah, Peringatan Hari Besar Islam, Membentuk Perilaku Disiplin, Rihlah Ilmiah. Kegiatan-kegiatan tersebut diadakan guna membentuk santri-santri menjadi pribadi regilius yang siap menghadapi perubahan zaman. Sedangkan operasionalisasi dakwah KH. Fadlolan Musyaffa’ terbagi kedalam tiga tahapan. Tahap awal, berisi rumusan tujuan sebagai sasaran jangka panjang dan jangka pendek. Tahap kedua, yaitu merumuskan dan menentukan strategi dalam berbagai bidang Penyiaran Islam, Pendidikan, dan Pembinaan Ekonomi. Tahap Tiga, merumuskan dan menetapkan adanya jalinan hubungan yang komunikatif antara bagian-bagian atau satuan kerja di Pondok Pesantren Fadhlul Fadhla

    Kegiatan pembelajaran dakwah pondok pesantren salaf dan modern : studi komparasi di Pondok Pesantren al-Musyaffa’ Kampir Kendal dan Pondok Pesantren Modern Selamat Jambearum Kendal

    Full text link
    Penelitian ini berjudul “Kegiatan pembelajaran dakwah pondok pesantren Modern dan Salaf (Studi Kasus di Pondok Pesantren Al- Musyaffa’ Kampir Kendal dan Pondok Pesantren Modern Selamat Jambearum Kendal)”, merupakan salah satu penelitian yang meneliti serta mambandingkan kegiatan dakwah pondok pesantren Modern dan Salaf yaitu Pondok Pesantren Al-Musyaffa’ Kampir Kendal dan Pondok Pesantren Modern Selamat Jambearum Kendal. Penelitian ini berusaha mengetahui (1) Bagaimana penyelenggaraan kegiatan pembelajaran dakwah di pondok pesantren Al-Musyaffa’ Kampir Kendal (2) Bagaimana penyelenggaraan kegiatan pembelajaran dakwah di pondok pesantren modern Selamat Jambearum Kendal (3) Bagaimana analisis perbedaan kegiatan pembelajaran dakwah di pondok pesantren Al- Musyaffa’ Kampir Kendal dan pondok pesantren modern Selamat Jambearum Kendal Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian kualitatif diskriptif. Data primer yang diperoleh dalam penelitian ini bersumber dari informasi langsung dari pengasuh serta para pengurus pondok pesantren. Sedangkan data sekunder diperoleh melalui arsip, dokumentasi, visi-misi, struktur organisasi, serta kegiatan-kegiatan yang terdapat di Pondok Pesantren Al-Musyaffa’ Kampir Kendal dan Pondok Pesantren Modern Selamat Jambearum Kendal. Teknik pengambilan data yang dilakukan adalah dengan cara, obeservasi, interview atau wawancara serta dokumentasi. Teknik analisis data menggunakan metode analisis induktif. Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan (1) Kegiatan pembelajaran dakwah di pondok pesantren Salaf Al-Musyaffa’ yaitu Khitobah, Hadroh (rebana), Sorogan dan Bandongan dan mujahadah. (2) Kegiatan pembelajaran dakwah di pondok pesantren modern Selamat yaitu Khitobah, Hadroh (rebana) dan Sistem Pendidikan Perkelas. (3) Pelaksanaan kegiatan pembelajaran dakwah pondok pesantren modern Selamat ini berbeda dengan pondok pesantren Al-Musyaffa, meskipun secara metode ada kesamaan seperti halnya khitobah dan hadroh (rebbana) akan tetapi secara praktek penyampaian kedua pondok tersebut memiliki perbedaan. Selain dari pada itu perbedaan-perbedaan lain yang menjadi pembeda pada kedua pondok tersebut adalah pondok modern Selamat tidak menggunakan kegaiatan atau metode seperti yang dipakai di pondok pesantren Al-musyaffa’ yaitu sorogan dan bandongan

    Penyelenggaraan pengajian mujahadah Nihadlul Mustaghfirin di pondok pesantren al-Musyaffa’ Desa Sudipayung Kecamatan Ngampel Kabupaten Kendal: perspektif manajemen dakwah

    Full text link
    Skrispi ini membahas tentang Penyelenggaraan Pengajian Mujahadah Nihadlul Mustaghfirin di Pondok Pesantren Al-Musyaffa’ Desa Sudipayung Kecamatan Ngampel Kabupaten Kendal Perspektif Manajemen Dakwah. Pengajian Mujahadah Nihadlul Mustaghfirin adalah salah satu kegiatan dakwah yang ada di Pondok Pesantren Al-Musyaffa’ Desa Sudipayung Kecamatan Ngampel Kabupaten Kendal. Pengajian mujahadah dilaksanakan pada setiap malam ahad pon (selapan sepisan) pada pukul 21.00 sampai 22.30 WIB. Jumlah jamaah yang menghadiri pengajian mujahadah yaitu 1500 jamaah. Penelitian ini bertujuan yang pertama, untuk mengetahui Penyelenggaraan Pengajian Mujahadah Nihadlul Mustaghfirin di Pondok Pesantren Al- Musyaffa’ Desa Sudipayung Kecamatan Ngampel Kabupaten Kendal, yang kedua untuk mengetahui Perspektif Manajemen Dakwah dalam Penyelenggaraan Pengajian Mujahadah Nihadlul Mustaghfirin di Pondok Pesantren Al- Musyaffa’ Desa Sudipayung Kecamatan Ngampel Kabupaten Kendal. Jenis penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan metode penelitian kualitatif deskriptif. Dalam pengumpulan data penulis menggunakan : 1) Wawancara, digunakan untuk mengumpulkan data tentang Penyelenggaraan Pengajian Pujahadah Nihadlul Mustaghfirin di Pondok Pesantren Al-Musyaffa’ Desa Sudipayung Kecamatan Ngampel Kabupaten Kendal. 2) Observasi, dalam hal ini dengan cara mencatat dan mengamati secara langsung kegiatan Penyelenggaraan Pengajian Mujahadah Nihadlul Mustaghfirin di Pondok Pesantren Al-Musyaffa’ Desa Sudipayung Kecamatan Ngampel Kabuapten Kendal 3) Dokumentasi, yaitu memperoleh dokumen dari Pondok Pesantren Al-Musyaffa’ terkait Penyelenggaraan Pengajian Mujahadah Nihadlul Mustaghfirin di Pondok Pesantren Al-Musyaffa’ Desa Sudipayung Kecamatan Ngampel Kabupaten Kendal. Berdasarkan hasil penelitian, pengolahan, dan analisis data yang peneliti lakukan, Pengajian Mujahadah Nihadlul Mustahfirin di Pondok Pesantren Al-Musyaffa’ dalam penyelenggaraan pengajian Mujahadah Nihadlul Mustaghfirin melalui beberapa proses yaitu pemberian motivasi dengan cara Ketua pengurus pengajian Mujahadah Nihadlul Mustaghfirin memotivasi para anggota dengan cara memberikan masukan bahwa segala hal yang dilakukan dengan ikhlas dalam melayani jamaah pengajian akan mendapat pahala langsung dari Allah SWT. Pembimbingan dengan cara ketua pengurus pengajian mujahadah Nuhadlul Mustaghfirin memberikan bimbingan kepada para anggota yaitu dengan cara memberikan informasi dan arahan mengenai pekerjaan yang dilakukan pada setiap anggota-anggota yang dilakukan pada saat kegiatan penyelenggaraan pengajian, arahan ketua diberikan pada saat rapat yang diselenggarakan pada setiap bulan yaitu pada jumat wage. Penjalinan hubungan dengan cara menjalin hubungan yang baik antara pengurus yaitu Ketua, Sekretaris, bendahara dan para anggota-anggota, dan juga antara pengasuh dengan pengurus, antara pengurus dengan jamaah dan antra pengurus dengan masyarakat yang diharapkan akan timbul suasanya yang menyenangkan dan kondusif guna membantu dalam kelancaran terlaksananya pengajian mujahadah Nihadlul Mustaghfirin di Pondok Pesantren Al-Musyaffa’, Penyelenggaraan komunikasi ada dua cara yaitu secara langsung yaitu pada saat diadakannya rapat yang dilaksanakan setiap bulan yaitu pada jumat wage yang didalanya membahas mengenai pengajian mujahadah dan komunikasi secara tidak langsung dilakukan oleh pengurus pengajian mujahadah melalui komunikasi via telepon yaitu melaui grub whatsapp dengan adanya komunikasi akan mempermudah para pengurus mengetahui informasi-informasi mengenai pengajian mujahadah Nihadlul Mustaghfirin di pondok Pesantren Al-Musyaffa’. Adapun dalam penyelenggaraan pengajian mujahadah Nihadlul Mustaghfirin di Pondok Pesantren Al-Musyaffa’ telah menerapkan fungsi-fungsi manajemen dakwah yaitu fungsi perencanaan dakwah (planning) atau takhthith pengurus melakukan rapat sebulan sekali untuk membahas dan mempersiapkan mengenai pengajian mujahadah Nihadlul Mustaghfirin, mempersiapkan tempat dan fasilitas serta penataan tempat. Fungsi pengorganisasian dakwah (organizing) atau thanzim yaitu pengorganisasian yang disusun dan menjadi struktur organisasi yaitu Ketua, Sekretaris, Bendahara, dan anggota-anggota bertanggung jawab pada masing-masing tugasnya. fungsi penggerakan dakwah (actuating) atau tawjih dilakukan dengan tujuan agar semua program dapat berjalan sesuai dengan tujuan yang telah ditentukan sesuai dengan arahan ketua pengurus pengajian mujahadah Nihadlul Mustaghfirin dan fungsi Pengawasan (controlling) atau rikabah dengan melakukan pengawasan yang dilakukan oleh pengurus pengajian mujahadah Nihadlul Mustaghfirin jika ada kekurangan dapat segera memperbaiki dan melengkapi kekurangan agar penyelenggaraan pengajian berjalan sesuai harapan

    Implementasi fungsi actuating dakwah pondok pesantren al-Musyaffa’ Kampir Sudipayung Ngampel Kendal dalam meningkatkan kualitas santri

    Full text link
    Mila Af’idatun Nisa’ (1901036075), penelitian ini berjudul “Implementasi Fungsi Actuating Dakwah Pondok Pesantren Al-Musyaffa’ Kampir Sudipayung Ngampel Kendal dalam Meningkatkan Kualitas Santri”. Dampak globalisasi dan perkembangan zaman mengakibatkan pondok pesantren mengalami dilema antara mempertahankan tradisi atau mengikuiti perubahan zaman yang dapat menghilangkan nilai-nilai khasnya. Untuk mengatasi hal tersebut, pondok pesantren perlu mengembangkan aset-aset dan identitasnya serta dikelola dengan manajemen yang baik. Fungsi actuating dalam manajemen dakwah sangat penting untuk memastikan kelancaran operasional lembaga dakwah dan peningkatan kualitas santri. Pondok Pesantren Al-Musyaffa’ adalah pondok yang mengimplementasikan fungsi actuating dakwah dalam meningkatkan kualitas santri. Pondok ini mengacu konsep “Al-Muhafadhatu Ala Al-Qadimi Al-Sholih Wal Ahdu Bi Al-jadidi Al-Aslah” (mempertahankan pola lama/salaf yang bagus dan mengambil pola baru yang lebih bermanfaat). Konsep ini digunakan dalam aspek manajerial maupun kurikulumnya. Penelitian ini dimaksudkan untuk menjawab permasalahan yaitu: 1) Bagaimana program kegiatan Pondok Pesantren Al- Musyaffa’ Kampir Sudipayung Ngampel Kendal dalam meningkatkan kualitas santri? 2) Bagaimana implementasi fungsi actuating dakwah Pondok Pesantren Al-Musyaffa’ Kampir Sudipayung Ngampel Kendal dalam meningkatkan kualitas santri? Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui program kegiatan dan implementasi fungsi actuating dakwah Pondok Pesantren Al- Musyaffa’ Kampir Sudipayung Ngampel Kendal dalam meningkatkan kualitas santri. Jenis penelitian ini adalah penelitian kualitatif dan menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif. Adapun sumber datanya yaitu data primer dan data sekunder. Teknik pengumpulan data menggunakan wawancara, observasi, dan dokumentasi. Adapun analisis datanya menggunakan deksriptif kualitatif. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa program kegiatan Pondok Pesantren Al-Musyaffa’ Kampir Sudipayung Ngampel Kendal dalam meningkatkan kualitas santri meliputi: 1) Program Intrakulikuler, 2) Program Ekstrakulikuler, 3) Program Pengembangan Usaha di Masyarakat, 4) Program Sekolah Formal. Keempat program tersebut sudah memenuhi kriteria kualitas santri yang meliputi kepatuhan, kemandirian, kesederhanaan, kebersamaan/ kekeluargaan, dan prestasi. Sedangkan implementasi fungsi actuating dakwah Pondok Pesantren Al-Musyaffa’ Kampir Sudipayung Ngampel Kendal dalam meningkatkan kualitas santri menggunakan langkah-langkah berupa: 1) Pemberian Motivasi; 2) Bimbingan; 3) Menjalin Hubungan; 4) Penyelenggaraan Komunikasi. Keempat langkah tersebut juga sudah memenuhi kriteria kualitas santri yang meliputi kepatuhan, kemandirian, kesederhanaan, kebersamaan/ kekeluargaan, dan prestasi
    corecore