257 research outputs found
Penyelenggaraan pengajian selapanan mujahadah Nihadlul Mustaghfirin Di kabupaten wonosobo: perspektif manajemen dakwah
Penelitian ini berjudul “Penyelenggaraan Pengajian Selapanan Mujahadah Nihadlul Mustaghfirin Di Kabupaten Wonosobo (Prespektif Manajemen Dakwah)”. Rumusan masalah dari penelitian ini adalah: 1. Bagaimana penyelenggaraan pengajian selapanan mujahadah Nihadlul Mustaghfirin di kabupaten Wonosobo dalam prespektif manajemen dakwah, 2. Apa faktor pendukung dan penghambat penyelenggaraan pengajian selapanan mujahadah Nihadlul Mustaghfirin di kabupaten Wonosobo. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penyelenggaraan pengajian selapanan mujahadah Nihadlul Mustaghfirin di kabupaten Wonosobo dalam prespektif manajemen dakwah dan mengetahui faktor pendukung dan penghambat penyelenggaraan pengajian selapanan mujahadah Nihadlul Mustaghfirin di kabupaten Wonosobo. Jenis penelitian pada penelitian ini adalah penelitian lapangan, penelitian ini beersifat kualitatif, metode yang digunakan adalah metode deskriptif kualitatif, teknik pengumpulan data dalam penelitian ini melalui wawancara, observasi dan dokumentasi, data yang telah di dapatkkan kemudian dianallisis melalui reduksi data, penyajian data dan kesimpulan atau verifikasi, data yang telah dianalisis kemudian divalidasi keabsahannya melalui triangggulasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 1). penyelenggaraan pengajian selapanan mujahadah nihadlul mustaghfirin di kabupaten Wonosobo dilakukan sesuai dengan fungsi-fungsi manajemen dakwah yaitu perencanaan dakwah (Takhtith), pengorganisasian dakwah (Tanzhim), penggerakan dakwah (Taujih) dan pengawasan dakwah (Riqaabah). Perencanaan dakwah atau tatkhtith dilakukan sebelum mujahadah Nihadlul Mustaghfirin dilaksanakan, dalam perencanaan dakwh ini penyelenggaraan mujahadah Nihadlul Mustaghfirin di kabupaten Wonosobo ada perencanaan jangka pendek, peren canaan jangka menengah, dan perencanaan jangka panjang. setelah perencanaan dilakukan secara matang kemudian pengorganisasian dakwah atau tanzhim, pengorganisasian ini untuk membentuk suatu organisasi dan pembagian job description, setelah pengorganisasian dakwah kemudian penggerakan dakwah atau taujih, segala sesuata yang telah direncanakan dalam pengorganisasian kemudian diaplikasikan dalam bentuk suatu kegiatan yaitu kegiatan mujahadah Nihadlul Mustaghfirin dengan pemberian motivasi, pembimbingan, menjalin hububgan dan komunikasi dengan baik, kemudian dalam kegiatan itu dilakukan suatu pengawasan dakwah atau riqaabah, jenis pengawasan yang dilakukan yaitu dengan pengawasan intern, pengawasan preventif, dan pengawasan aktif. Penerapan fungsi-fungsi manajemen dakwah ini dilakukan supaya kegiatan selapanan mujadah Nihadlul Mustaghfirin dapat berjalan dengan baik sesuai dengan tujuannya. 2). Faktor pendukung dan penghambat penyelenggaraan pengajian selapanan mujahadah Nihadlul Mustaghfirin di kabupaten Wonosobo. Faktor pendukungnya adalah mujahadah Nihadlul Mustaghfirin didirikan oleh ulama yang agung dan karismatik, pengurus mujahadah yang penuh semangat dan kerja keras untuk penyelenggaraan mujahadah, gus Bayu selaku putra pendiri mujahadah yang selalu hadir untk menjadi imam mujahadah, aparat pemerintah kabupaten Wonosobo yang menyetujui terselenggaranya pengajian selapanan mujahadah Nihadlul Mustaghfirin, mujahadah Nihadlul Mustaghfirin dilakukan secara bergilir dikecamatan yang ada di kabupaten Wonosobo,masyarakat yang sudah mempercayai bahwa kegiatan mujahadah ini kegiatan yang positif. Sedangkan faktor penghambat penyelenggaraan pegajian selapanan mujahadah Nihadlul Mustaghfirin adalah kurangnya lahan untuk tempat parkir di beberapa tempat yang akan dijadikan sebagai tuan rumah dalam penyelenggaraan pengajian selapanan mujahadah nihadlul mustaghfirin, tempat duduk untuk jamaah mujahadah yang kurang memadahi sehingga terkadang jamaah duduk di rumah warga, tempat duduk yang kurang memadahi untuk jamaah mujahadah, Kurangnya tratak, tratak yang disiapkan panitia mujahadah tidak dapat menampung seluruh jamaah
Upaya pembentukan kecerdasan spiritual santri melalui mujahadah Nihadlul Mustaghfirin di Pondok Pesantren Daarun Najaah Jerakah
Skripsi ini membahas tentang upaya pembentukan kecerdasan spiritual santri melalui mujahadah Nihadlul Mustaghfirin. Penelitian ini dilatar belakangi dengan permasalahan kecerdasan spiritual santri yang belum terbentuk yang mengakibatkan krisis makna hidup, dan kehampaan nilai-nilai spiritual. Karena untuk menghadapi permasalahan sekarang dan masa yang akan datang tidak cukup hanya mengandalkan kecerdasan intelektual dan emosional. justru kecerdasan spiritual inilah yang akan membina santri agar semakin baik. Salah satu upaya dalam membentuk dan menguatkan kecerdasan spiritual santri dapat dilakukan melalui mujahadah Nihadlul Mustaghfirin.
Tujuan penelitian ini adalah untuk mengangkat betapa pentingnya mujahadah Nihadlul Mustaghfirin dalam upaya membentuk kecerdasan spiritual santri. Jenis penelitian deskripsi kualitatif yang secaara jelas mendeskripsikan, memahami, dan menggambarkan hal-hal yang dipusatkan secara sah dan jelas dilakukan dengan efisien sesuai dengan data penelitian. Prosedur pengumpulan informasi dalam penelitian ini menggunakan observasi, wawancara dan dokumentasi. Keabsahan datanya menggunakan triangulasi sumber dan tekhnik. Tekhnik analisis datanya berupa redukdi data, penyajian data, dan merangkum data.
Dilihat dari hasil penelitian di lapangan, maka berikut ini menunjukan bahwa pelaksanaan bimbingan mujahadah Nihadlul Mustaghfirin untuk pembentukan kecerdasan spiritual santri melalui 6 proses diantaranya; mudawamah/ rutin/istiqomah, waktu tengah malam dan lampu dimatikan, sholat sunnah hajat 2 rakaat, pengulangan lafadz bacaan mujahadah, berdiam di lafadz aghisnii dan min hajatii, wejangan atau nasihat oleh pendiri mujahadah Nihadlul Mustaghfirin. Kemudian hasil pembentukan kecerdasan spiritual santri melalui mujahadah diantaranya; merasakan kehadiran Allah SWT, istiqomah dan rajin melakukan dzikir dan doa, memunculkan dan menemukan visi hidup, memiliki empati yang tinggi, merasakan ketenangan batin, berjiwa besar dan selalu tenang menghadapi masalah sehingga sangat bermanfaat bagi kehidupan sehari-hari
Penyelenggaraan pengajian mujahadah Nihadlul Mustaghfirin di pondok pesantren al-Musyaffa’ Desa Sudipayung Kecamatan Ngampel Kabupaten Kendal: perspektif manajemen dakwah
Skrispi ini membahas tentang Penyelenggaraan Pengajian Mujahadah Nihadlul Mustaghfirin di Pondok Pesantren Al-Musyaffa’ Desa Sudipayung Kecamatan Ngampel Kabupaten Kendal Perspektif Manajemen Dakwah. Pengajian Mujahadah Nihadlul Mustaghfirin adalah salah satu kegiatan dakwah yang ada di Pondok Pesantren Al-Musyaffa’ Desa Sudipayung Kecamatan Ngampel Kabupaten Kendal. Pengajian mujahadah dilaksanakan pada setiap malam ahad pon (selapan sepisan) pada pukul 21.00 sampai 22.30 WIB. Jumlah jamaah yang menghadiri pengajian mujahadah yaitu 1500 jamaah. Penelitian ini bertujuan yang pertama, untuk mengetahui Penyelenggaraan Pengajian Mujahadah Nihadlul Mustaghfirin di Pondok Pesantren Al- Musyaffa’ Desa Sudipayung Kecamatan Ngampel Kabupaten Kendal, yang kedua untuk mengetahui Perspektif Manajemen Dakwah dalam Penyelenggaraan Pengajian Mujahadah Nihadlul Mustaghfirin di Pondok Pesantren Al- Musyaffa’ Desa Sudipayung Kecamatan Ngampel Kabupaten Kendal. Jenis penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan metode penelitian kualitatif deskriptif. Dalam pengumpulan data penulis menggunakan : 1) Wawancara, digunakan untuk mengumpulkan data tentang Penyelenggaraan Pengajian Pujahadah Nihadlul Mustaghfirin di Pondok Pesantren Al-Musyaffa’ Desa Sudipayung Kecamatan Ngampel Kabupaten Kendal. 2) Observasi, dalam hal ini dengan cara mencatat dan mengamati secara langsung kegiatan Penyelenggaraan Pengajian Mujahadah Nihadlul Mustaghfirin di Pondok Pesantren Al-Musyaffa’ Desa Sudipayung Kecamatan Ngampel Kabuapten Kendal 3) Dokumentasi, yaitu memperoleh dokumen dari Pondok Pesantren Al-Musyaffa’ terkait Penyelenggaraan Pengajian Mujahadah Nihadlul Mustaghfirin di Pondok Pesantren Al-Musyaffa’ Desa Sudipayung Kecamatan Ngampel Kabupaten Kendal. Berdasarkan hasil penelitian, pengolahan, dan analisis data yang peneliti lakukan, Pengajian Mujahadah Nihadlul Mustahfirin di Pondok Pesantren Al-Musyaffa’ dalam penyelenggaraan pengajian Mujahadah Nihadlul Mustaghfirin melalui beberapa proses yaitu pemberian motivasi dengan cara Ketua pengurus pengajian Mujahadah Nihadlul Mustaghfirin memotivasi para anggota dengan cara memberikan masukan bahwa segala hal yang dilakukan dengan ikhlas dalam melayani jamaah pengajian akan mendapat pahala langsung dari Allah SWT. Pembimbingan dengan cara ketua pengurus pengajian mujahadah Nuhadlul Mustaghfirin memberikan bimbingan kepada para anggota yaitu dengan cara memberikan informasi dan arahan mengenai pekerjaan yang dilakukan pada setiap anggota-anggota yang dilakukan pada saat kegiatan penyelenggaraan pengajian, arahan ketua diberikan pada saat rapat yang diselenggarakan pada setiap bulan yaitu pada jumat wage. Penjalinan hubungan dengan cara menjalin hubungan yang baik antara pengurus yaitu Ketua, Sekretaris, bendahara dan para anggota-anggota, dan juga antara pengasuh dengan pengurus, antara pengurus dengan jamaah dan antra pengurus dengan masyarakat yang diharapkan akan timbul suasanya yang menyenangkan dan kondusif guna membantu dalam kelancaran terlaksananya pengajian mujahadah Nihadlul Mustaghfirin di Pondok Pesantren Al-Musyaffa’, Penyelenggaraan komunikasi ada dua cara yaitu secara langsung yaitu pada saat diadakannya rapat yang dilaksanakan setiap bulan yaitu pada jumat wage yang didalanya membahas mengenai pengajian mujahadah dan komunikasi secara tidak langsung dilakukan oleh pengurus pengajian mujahadah melalui komunikasi via telepon yaitu melaui grub whatsapp dengan adanya komunikasi akan mempermudah para pengurus mengetahui informasi-informasi mengenai pengajian mujahadah Nihadlul Mustaghfirin di pondok Pesantren Al-Musyaffa’. Adapun dalam penyelenggaraan pengajian mujahadah Nihadlul Mustaghfirin di Pondok Pesantren Al-Musyaffa’ telah menerapkan fungsi-fungsi manajemen dakwah yaitu fungsi perencanaan dakwah (planning) atau takhthith pengurus melakukan rapat sebulan sekali untuk membahas dan mempersiapkan mengenai pengajian mujahadah Nihadlul Mustaghfirin, mempersiapkan tempat dan fasilitas serta penataan tempat. Fungsi pengorganisasian dakwah (organizing) atau thanzim yaitu pengorganisasian yang disusun dan menjadi struktur organisasi yaitu Ketua, Sekretaris, Bendahara, dan anggota-anggota bertanggung jawab pada masing-masing tugasnya. fungsi penggerakan dakwah (actuating) atau tawjih dilakukan dengan tujuan agar semua program dapat berjalan sesuai dengan tujuan yang telah ditentukan sesuai dengan arahan ketua pengurus pengajian mujahadah Nihadlul Mustaghfirin dan fungsi Pengawasan (controlling) atau rikabah dengan melakukan pengawasan yang dilakukan oleh pengurus pengajian mujahadah Nihadlul Mustaghfirin jika ada kekurangan dapat segera memperbaiki dan melengkapi kekurangan agar penyelenggaraan pengajian berjalan sesuai harapan
Pengaruh Intensitas Mengikuti Mujahadah Nihadlul Mustaghfirin terhadap Kontrol Diri Santri di Pondok Pesantren Nurul Hidayah Sidayu Batang
Penelitian ini berjudul ” Pengaruh Intensitas Mengikuti Mujahadah Nihadlul Mustaghfirin Terhadap Kontrol Diri Santri Di Pondok Pesantren Nurul Hidayah Sidayu Batang” dengan tujuan untuk mengetahui adakah pengaruh intensitas mengikuti Mujahadah Nihadlul Mustaghfirin terhadap Kontrol Diri Santri di Pondok Pesantren Nurul Hidayah Sidayu Batang (Skripsi). Semarang: Program Strata I Jurusan Bimbingan Penyulihan Islam (BPI) Fakultas Dakwah IAIN Walisongo Semarang, 2012. Kajian pada penelitian ini adalah untuk mendapatkan dan menggambarkan pengaruh intensitas mengikuti Mujahadah Nihadlul Mustaghfirin terhadap kontrol diri santri di Pondok pesantren Nurul Hidayah Sidayu Batang. Penelitian ini terdiri dari variabel yaitu intensitas mengikuti Mujahadah Nihadlul Mustaghfirin dan kontrol diri Santri. Intensitas Mujahadah Nihadlul Mustaghfirin difokuskan pada tiga aspek yaitu: kedisplinan, kesungguhan, dan ketulusan, sedangkan kontrol diri difokuskan pada tiga aspek yaitu: kontrol perilaku, kontrol kognitif, dan cara mengambil keputusan. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif karena data-data yang diperoleh berupa data-data numerik dan pengolahan datanya dengan menggunakan statistik. Penelitian ini berupaya untuk menguji hipotesis penelitian dengan mengaitkan intensitas mengikuti Mujahadah Nihadlul Mustaghfirin yang diasumsikan berpengaruh dan signifikan terhadap kontrol diri Santri. Subyek penelitian sebanyak 50 responden, pengambilan sampelnya menggunakan sampel claster. Pengumpulan datanya menggunakan angket dengan menggunkan skala Likert, data yang diperoleh dari angket yang disebar pada responden, berupa angket tertutup yang berbentuk rating scale. Penelitian ini mempergunakan metode analisis korelasi momen tangkar dari pearson dan analisis regresi (analisis regresi dengan menggunakan skor kasar). Hasil penelitian ini adalah ada pengaruh intensitas mengikuti Mujahadah Nihadlul Mustaghfirin terhadap kontrol diri santri ditunjukkan dari hsil Freg = 9,694 yang dikonsultasikan dengan r tabel dengan N = 50 atau derajat kebebasan db = 50 - 2 = 48. harga F pada tabel taraf signifikan 1% ditulis Ft (1:48) dan untuk taraf signifikan 5% ditulis 0,05 (1:48) pada tabel dapat diketahui bahwa F reg = 9,694 > Ft 0,05 : 4,04 = Signifikan dan hipotesis diterima, F reg = 9,694 > Ft 0,01 : 7,19 = Signifikan dan hipotesis diterima. Berdasrkan penelitian ini diharapkan akan menjadi bahan informasi dan masukan bagi semua pihak atau intansi yang terkait
Etika Peserta Didik Di Pondok Pesantren Tasawuf Dan Tahfizhul Qur’an Baitul Mustaghfirin Al -Amir Tembung Deli Serdang
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: (1) Bagaimana landasan dasar etika
peserta didik di Pondok Pesantren Tasawuf Dan Tahfizhul Qur’an Baitul Mustaghfirin
Al- Amir (2) Mengetahui pelaksanaan etika peserta didik yang diterapkan di Pondok
Pesantren Tasawuf Dan Tahfizhul Qur’an Baitul Mustaghfirin Al-Amir Tembung Deli
Serdang (3) kendala yang di alami pendidik dalam pelaksanaan penerapan etika peserta
didik di Pondok Pesantren Tasawuf Dan Tahfizhul Qur’an Baitul Mustaghfirin Al-Amir
Tembung Deli Serdang.
Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan pendekatan fenomenologi.
Subyek penelitian ini penelitian ini adalah beberapa pendidik dan peserta didik yang ada
di Pondok Pesantren Tasawuf Dan Tahfizhul Qur’an Baitul Mustaghfirin Al-Amir
Tembung Deli Serdang . Pengumpulan data diperoleh dengan observasi, wawancara, dan
studi dokumentasi. Teknik analisis data yang digunakan mengunakan model dari Miles
dan Huberman yang terdiri dari (a) reduksi data (b) penyajian data (c) kesimpulan.
Hasil penelitian yang dilakukan di Pondok Pesantren Tasawuf Dan Tahfizhul
Qur’an Baitul Mustaghfirin Al-Amir Tembung Deli Serdang menunjukkan bawasanya
landasan dasar etika peserta didik di Pondok Pesantren Tasawuf Dan Tahfizhul Qur’an
Baitul Mustaghfirin Al- Amir Tembung Deli Serdang yaitu di ambil dari 10 Syarah
Muwashafat yang di gagaskan oleh Hasan Al- Banna, adapun sepuluh etika tersebut
yaitu: salimul aqidah, (bersih akidahnya), shahihul ibadah (benar ibadahnya), matinul
khuluk (teguh akhlaknya), qawiyyul jism (kuat fisiknya), mutsaqqaful fikr (berwawasan
akalnya), qadirun ‘alal kasb (mampu bekerja), munazzhamun fi syu’unihi (teratur dalam
segala urusannya), harishun ‘ala waqtihi (bersungguh-sungguh menjaga waktunya),
nafi’un lighairihi (bermanfaat bagi yang lain), dan mujahidun linafsihi (bersungguh-
sungguh mengendalikan nafsunya). Dan mengenai pelaksanaan Etika Peserta Didik yang
di Terapkan di Pondok Pesantren Tasawuf Dan Tahfizh Qur’an Baitul Mustaghfirin Al-
Amir Tembung Deli Serdang sudah terlaksana dengan baik pendidik telah menerapkan 10
etika tersebut terhadap peserta didik baik dalam proses pembelajaran maupun dalam
keseharian peserta didik di Pesantren tersebut. Dan respon dari peserta didik sendiri
mereka menerima dengan baik pula atas segala arahan dan aturan yang telah ditetapkan di
Pondok Pesantren berdasarkan 10 etika yang wajib dimiliki oleh peserta didik, yang di ambil dari 10 syarah muwashafat yang digagaskan oleh Hasan Al- Banna. Dan kendala
yang dialami pendidik dalam pelaksanaan penerapan etika peserta didik terdapat pada
bagian aspek kedelapan yaitu Harishun ‘Ala Waqtihi (bersungguh-sungguh menjaga
waktunya), dimana sebagian peserta didik masih saja belum bisa displin, masih sering
menunda-nunda waktu, memang tidak dapat dipungkiri rutinitas peserta didik yang padat
di pesantren membuat mereka kadang kelelahan sehingga sering menyebabkan
ketidakdisplinan pada mereka, para pendidik telah berupaya semaksimal mungkin untuk
tetap mengontrol peserta didik agar bisa tepat waktu, inilah yang pendidik sering
evaluasi, karena meskipun pendidik telah berupaya maksimal, tetap saja peserta didik
yang memegang kendali kedisplinan dalam diriny
Korelasi tingkat kecerdasan spiritual dengan motivasi belajar menghafal Alqur’an santri pondok pesantren Madrasatul Qur’anil Aziziyah Beringin Ngaliyan Semarang
Mustaghfirin (NIM. 3103118). Korelasi tingkat kecerdasan spiritual dan motivasi belajar menghafal al-Qur’an santri pondok pesantren Madrasatul Qur’anil Aziziyah Beringin Ngaliyan Semarang: Skripsi Program Strata 1 Fakultas Tarbiyah Jurusan Pendidikan Agama Islam IAIN Walisongo, 2010.
Penelitian ini bertujuan : 1). Untuk mengetahui tingkat kecerdasan spiritual santri pondok pesantren Madrasatul Qur’anil Aziziyah Beringin Ngaliyan Semarang (X). 2). Untuk mengetahui motivasi belajar menghafal al-Qur’an santri pondok pesantren Madrasatul Qur’anil Aziziyah Beringin Ngaliyan semarang (Y). 3). Untuk mengetahui apakah terdapat Korelasi tingkat kecerdasan spiritual dan motivasi belajar menghafal al-Qur’an santri pondok pesantren Madrasatul Qur’anil Aziziyah Beringin Ngaliyan semarang
Subyek penelitian sebanyak 20 responden dengan menggunakan teknik proportional stratified random sampling atau sampel acak secara proporsional menurut stratifikasi.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa : Dari perhitungan rata-rata variabel tingkat kecerdasan spiritual santri pondok pesantren Madrasatul Qur’anil Aziziyah Beringin Ngaliyan Semarang dapat diketahui atau rata-rata kecerdasan spiritual sebesar 58,1. Hal ini dapat disimpulkan bahwa tingkat kecerdsan spiritual santri pondok pesantren Madrasatul Qur’anil Aziziyah Beringin Ngaliyan Semarang adalah cukup, yaitu pada interval antara 49 - 60. Dari hasil penelitian yang telah dilakukan dapat diketahui atau rata-rata motivasi belajar menghafal al-Qur’an sebesar 58. Hal ini dapat disimpulkan bahwa motivasi belajar menghafal al-Qur’an santri pondok pesantren Madrasatul Qur’anil Aziziyah beringin Ngaliyan Semarang adalah cukup. Yaitu pada interval antara 49 - 60.
Hasil penelitian menunjukan nilai koefesien yang diperoleh: 0,98, kemudian diujikan pada taraf signifikansi 5% dengan jumlah responden (N) = 20 diperoleh rt = 0,444, sedang ro = 0,98 maka ro>rt. Pada taraf signifikansi 1% dengan jumlah responden (N) = 20, diperoleh rt = 0,561, sedang ro = 0,98, sehingga dengan demikian ro lebih besar dari rt, ini berarti menunjukkan adanya signifikansi korelasi tingkat kecerdasan dan motivasi belajar menghafal al-Qur’an santri Pondok pesantren Madrasatul Qur’anil Aziziyah beringin Ngalian Semarang.
Dengan demikian hipotesis yang menyatakan adanya hubungan positif tingkat kecerdasan spiritual dan motivasi belajar menghafal al-Qur’an santri pondok pesantren Madrasatul Qur’anil Aziziyah Beringin Ngaliyan Semarang adalah diterima.
Hasil penelitian ini diharapkan dapat menjadi sumbangan dan bahan informasi bagi khazanah ilmu pengetahuan serta masukan bagi civitas akademika dan semua pihak yang membutuhkan di lingkungan Fakultas Tarbiyah IAIN Walisongo Semarang
Interkoneksi Sanad Keilmuan dalam Mujahadah Nihadlul Mustaghfirin dengan Sanad K.H Dalhar dan Pengaruh Ajarannya pada Masyarakat Muslim Indonesia
This study aims to trace the chain of sanad mujahadah Nihadlul Mustaghfirin and interconnection with sanad K.H. Dalhar, as well as the influence of its teachings on the Indonesian Muslim community. This mujahadah is interesting to discuss because although it is not tied to any community organization, its development is very rapid in various regions. In addition, the importance of scientific sanad needs to be studied in depth not only in the realm of hadith discussion but also covers all disciplines, with its main function being to maintain the originality of a science. This research was conducted by qualitative methods with the interconnection of scientific sanad as the main focus. The source of data used in this study comes from a case study approach through interviews with the figures concerned. In analyzing the interconnection of the mujahadah scientific sanad, the author uses Amin Abdullah's theory of integration-interconnection and the theory of Abu Hamid Al-Ghazali’s scientific sanad. Based on this theory, it is concluded that the sanad mujahadah Nihadlul Mustaghfirin is included in the category of sanad diploma, and the connection of scientific sanad is given directly by the teacher (Kyai Nahrowi Dalhar) to his students (Gus Muh). The existence of mujahadah was found to influence bonding relations between communities and expand connections because it was followed by thousands of groups of people.
Analisis hukum Islam terhadap pengelolaan harta wakaf di Yayasan Panti Asuhan Al Mustaghfirin Bangetayu Wetan Genuk Semarang
Wakaf memiliki potensi yang besar untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat karena wakaf dapat ditumbuhkembangkan menjadi pilar ekonomi masyarakat melalui berbagai usaha produktif yang dikelola secara modern. Hasil pengembangan usaha berbasis wakaf juga berpeluang mengembangkan pembiayaan produktif dalam bentuk modal ekonomi dan juga menyalurkannya kepada masyarakat dalam bentuk pinjaman, pemberian modal maupun memberikan lapangan kerja kepada masyarakat dan memberikan ketrampilan usaha bagi anak–anak panti asuhan khususnya. Akan tetapi praktek pengelolaan harta wakaf tersebut apakah diperbolehkan dan sesuai dengan syari’at Islam, padahal menurut sebagian ulama (ulama bermazhab Syafi’iyyah dan malikiyah), mereka berpendapat bahwa harta wakaf tidak boleh dikembangkan atau dibisniskan. Karena dasar wakaf itu sendiri bersifat abadi, sehingga kondisi apapun benda wakaf dibiarkan sedemikian rupa. Namun di lain pihak, benda wakaf boleh dimanfaatkan, sebagaimana menurut imam Ahmad ibnu Hanbal, Abu Tsaur dan Ibnu Taimiyyah.
Dalam penelitian ini yang menjadi permasalahan adalah bagaimanakah praktek pengelolaan harta wakaf di yayasan panti asuhan Al-Mustaghfirin dan bagaimana analisis hukum Islam terhadap praktek pengelolaannya.
Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode observasi, interview dan dokumentasi. Sedangkan metode analisisnya digunakan metode deskriptif analisis. Deskriptif analisis yaitu suatu metode yang digunakan untuk menggambarkan apa yang dinyatakan oleh informan baik secara tertulis maupun lisan, dan juga perilakunya yang nyata, yang diteliti dan dipelajari sebagai sesuatu yang utuh. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa : Pengelolaan harta wakaf yang di yayasan panti asuhan Al-Mustaghfirin diperbolehkan oleh Islam, karena bertujuan untuk mengatur segala sesuatu agar dilakukan dengan baik, tepat dan terencana. Pengelolaan yang telah dilakukan berupa pengelolaan untuk pendidikan, pengelolaan ekonomi produktif dan pengelolaan sosial, hal yang seperti ini sudah diberlakukan sejak abad ke-8 dan ke-9 H pada masa kejayaan Islam. Akan tetapi, dalam praktek pengelolaan ekonomi produktif yayasan seharusnya menerapkan bagi hasil. Karena sistem ini yang sesuai dengan syari’at Islam
PENANAMAN NILAI SPIRITUALITAS MELALUI MUJAHADAH NIHADLUL MUSTAGHFIRIN TERHADAP PEMBENTUKAN KARAKTER SANTRI PONDOK PESANTREN TARBIYATUL ISLAM AL-FALAH SALATIGA
Through this article the author provides an overview related to the cultivation of spiritual values through Mujahadah Nihadlul Mustaghfirin towards the character of santri in the PPTI Al-Falah Salatiga. In this study, it can be seen that the planting of spiritual values through mujahadah plans an important role in character building, especially among the santri of the Al-Falah Islamic boarding school. This research will focus on 1) the extent to which spiritual values are planted through mujahadah towards the formation of santri character, 2) inhibiting factors and supporting factors in the cultivation of spiritual values through Mujahadah Nihadlul Mustagfririn in the formation of santri characters. The research is using qualitative research by describing the implementation of Mujahadah in Al-Falah Islamic Boarding School. The results of the study show that the cultivation of spiritual values through Mujahadah really had a significant effect on the character of santri. Thus, the santri is able to have closeness with Allah so that he is able to rest in seeking knowledge and can have ahlakul karimah in dealing with humans (hablun min An-nas) and its relationship with the creator (hablun minallah). The supporting factors and obstacles are the enthusiasm of the students who want to add more value to their spirituality in order to be able to control themselves and be able to form better characters. The inhibiting factor is the lack of new santri about mujahadah and its purpose
- …
