521 research outputs found
Melacak pemikiran tarekat Kyai Muslih Mranggen (1912-1981 M) melalui kitabnya : Yawaqit al-Asani fi Manaqib al-Syeikh Abdul Qadir al-Jilani
Sebelum wafat (2007), Kyai Luthfi Hakim bin Muslih bin Abdirrahman yang menyerahkan sebuah manuskripYawaqit al-Asani Fi Manaqib al-Syeikh Abdul Qadir al-Jilani kepada Kyai Chumaidi Kendal, salah seorang murid dekat Kyai Muslih untuk menerjemahkannya. Setelah divalidasi oleh Kyai Chumaidi dan Kyai Rofi’i Kebonbatur Mranggen serta sejumlah murid dekat Kyai Muslih lainnya, diyakini bahwa kitab tersebut adalah karya Kyai Muslih. Lalu pada tahun 2009, setelah diterbitkan oleh Karya Toha Putra Semarang, kitab tersebut di-launching disertai dengan ijazah ’ammah. Persoalannya, bagaimana menggunakan kitab tersebut, sementara selama ini manaqib yang biasa dibaca adalah al-Lujain al-Dani karya al-Barzanji. Kyai Muslih sendiri juga sangat menaruh perhatian terhadap kitab ini, dengan menulis terjemahnya dalam dua jilid yang diberinya judul al-Nur al-Burhani. Untuk menjawab persoalan penting ini, perlu dilacak pemikiran tarekat Kyai Muslih dengan menjadikan kitab Yawaqit sebagai core-nya. Hasil penelitian ini menyimpulkan : Pertama, penyusunan kitab ini terkait dengan upaya beliau untuk menyuguhkan manaqib yang lebih simple pembacaannya, tetapi secara ruhiyah tidak kurang dari manaqib yang telah ada. Kedua, pendekatan interteks, ditemukan, bahwa Yawaqit merupakan media puncak dari pemikiran beliau di bidang tarekat. Hal ini ditunjukkan oleh karya-karya beliau di bidang tarekat, mulai dari penulisan al-Nur al-Burhni fi Tarjamah al-Lujain al-Dani dalam dua jilid, Risalah Tuntunan ariqah Qadiriyyah wa Naqsyabandiyah dalam dua jilid, Munajat Qadiriyyah wa Naqsyabandiyyah wa Ad’iyatuha dan al-Futuhat al-Rabbaniyyah. Ketiga, pendekatan sejarah sosial.Dengan pendekatan ini ditemukan bahwa Yawaqit juga merupakan media puncak dari gerakan tarekat beliau.Kesimpulan ini didasarkan pada sejumlah aktifitas beliau, dimulai dari keaktifan beliau bertarekat, keaktifan beliau menjadi mursyid tarekat dan keaktifan beliau dalam organisasi tarekat
TAREKAT UNTUK ORANG AWAM: KIAI MUSLIH MRANGGEN DAN KITAB-KITABNYA TENTANG TASAWUF
Kelompok reformis puritan antitarekat sering kali menuduh ajaran dan amaliah
tarekat sebagai sesuatu yang bidah, tidak memiliki dasar dalam Islam, dan bahkan
menjadi sumber kemunduran umat Islam. Ajaran sufisme yang mewujud dalam
tarekat-tarekat juga kerap dinilai hanya bisa diakses oleh sekelompok elit agama,
karena memberikan prasyarat yang rumit, mulai dari aspek penyucian jiwa, zikir,
hingga makrifat. Kiai Muslih Mranggen, melalui karya-karyanya: ‘Umdat as-Sa>lik
fi Khairi al-Masa>lik, al-Futu>hat ar-Rabbaniyya>t, an-Nur al-Burhani fi Tarjamati
al-Lujain ad-Dany fi Z}ikri Nubz}atin min Manaqibi as-Syaikh Abdi al-Qadir al-
Jilany, dan Risalah Tuntunan Thariqah Qadiriyah wa Naqsyabandiyah menjawab
tuduah-tudahan kelompok reformis puritan antitarekat sekaligus merumuskan
ajaran tarekat yang ia orientasikan untuk masyarakat awam.
Menggunakan metode library research dengan penelusuran dokumen atas karyakarya
Kiai Muslih Mranggen di atas, penelitian ini berupaya menganalisis mengapa
dan bagaimana ia menuliskan amaliah-amaliah tarekat lengkap dengan
argumentasinya, dan bagaimana ia merumuskan ajaran tarekatnya yang ia
orientasikan kepada masyarakat awam. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Kiai
Muslih Mranggen menulis amaliah tarekat dan argumentasinya untuk secara
eksternal untuk merespons tuduhan kaum reformis puritan antitarekat sedangkan
secara internal sebagi penguat bagi pengikutnya, khususnya berkaitan dengan
rabit}ah, pembacaan manakib Syekh Abdul Qodir Jilani, dan tawasul. Ia
memperkuat argumentasi amaliah tarekat tersebut teks-teks yang bersumber dari
Alquran, hadis, dan perkataan ulama. Ia merumuskan ajaran tarekatnya untuk
masyarakat awam dengan mengutamakan aspek zikir, ketimbang penyucian jiwa
dan makrifat. Kiai Muslih melakukan pemudahan (taysir) dengan menjadikan zikir
sebagai alat penyucian jiwa, melalui pelenyapan nafsu-nafsu yang buruk dan
internalisasi nafsu-nafsu yang baik melalui penghayatan secara mendalam di
bagian-bagian tubuh tertentu. Ia mendorong masyarakat awam untuk masuk ke
dalam tarekat, tanpa memandang kemampuan syariatnya, agar mereka terbiasa
berzikir
MANAJEMEN MUTU LAYANAN PERPUSTAKAAN DALAM MENINGKATKAN MINAT BACA SISWA DI MTSN 1 TRENGGALEK
Penelitian dengan judul “Manajemen Mutu Layanan Perpustakaan Dalam Meningkatkan Minat Baca Siswa di Madrasah Tsanawiyah Negeri 1 Trenggalek” ini ditulis oleh Imam Muslih NIM 126207211010 Program studi Manajemen Pendidikan Islam, Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan Universitas Islam Negeri Sayyid Ali Rahmatullah Tulungagung dengan pembimbing Bapak Moh. Mashudi. M.Pd.I.
Kata kunci : manajemen, mutu layanan, dan minat baca siswa
Penelitian ini membahas tentang Manajemen Mutu Layanan dalam Meningkatkan Minat Baca Siswa di Madrasah Tsanawiyah Negeri 1 Trenggalek. Peneliti tertarik memilih lokasi penelitian di perpustakaan Madrasah Tsanawiyah Negeri 1 Trenggalek dikarenakan sistem pengelolaan yang sudah terlaksana dengan baik. Sistem pengelolaan sudah dilaksanakan oleh SDM yang berkompeten di bidangnya. Karakteristik pengelolaan inilah yang membuat peneliti ingin lebih mendalami untuk melakukan penelitian lebih jauh lagi.
Fokus penelitian skripsi ini meliputi: 1)Bagaimana perencanaan manajemen mutu layanan perpustakaan dalam meningkatkan minat baca siswa di MTsN 1 Trenggalek?, 2) Bagaimana Pelaksanaan mutu layanan perpustakaan dalam meningkatkan minat baca siswa di MTsN 1 Trenggalek?, 3) Bagaimana implikasi manajemen mutu layanan perpustakaan dalam meningkatan minat baca siswa di MTsN1 Trenggalek?.Tujuan dari penelitian ini adalah, 1) untuk mendeskrpsiskan bagaimana perencanaan manajemen mutu layanan perpustakaan dalam meningkatkan minat baca siswa di MTsN 1 Trenggalek, 2) untuk mendeskripsikan bagaimana pelaksanaan manajemen mutu layanan perpustakaan dalam meningkatkan minat baca siswa di MTsN 1 Treanggalek, 3) untuk mendeskripsikan implikasi manamejemen mutu layanan perpustakaan terhadap tingkat minat baca siswa di MTsN Trenggalek.
Pendekatan penelitian yang dilakukan oleh peneliti adalah kualitatif deskriptif dengan melakukan penelitian lapangan (field research). Data yang diperoleh peneliti bersumber dari observasi, dokumentasi, dan wawancara. Teknik analisis data yang dilakukan peneliti yakni dengan kondensasi data (pemilihan data sesuai tema), penyajian data (display data), dan penarikan kesimpulan atau verifikasi.
Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa 1) Perencanaan Manajemen Mutu Layanan Perpustakaan Dalam Meningkatkan Minat Baca Siswa di MTsN 1 Trenggalek dilakukan oleh pihak kepala madrasah bersama pengelola perpustakaan. Kegiatan tersebut juga melibatkan pihak lain yakni waka bidang kurikulum dan staf bagian keuangan. Perencanaan dilakukan pada saat sebelum memasuki tahun ajaran baru. 2) Pelaksanaan Manajemen Mutu Layanan Perpustakaan Dalam Meningkatkan Minat Baca Siswa di MTsN 1 Trenggalek dilakukan berdasarkan dari perencanaan yang telah disusun dan disetujui oleh pimpinan madrasah. Dalam pelaksanaan pelayanan perpustakaan juga dilakukan oleh pustakawan dengan kompetensi yang mumpuni dan professional. 3)Implikasi Manajemen Mutu Perpustakaan Dalam Meningkatkan Minat Baca Siswa di MTsN 1 Trenggalek adalah hubungan sebab akibat yang terjadi antara pelayanan perpustakaan yang bermutu dengan tingkat minat baca siswa
Longitudinal profiling and tracking stability in the Singapore study of macro-angiopathy and microvascular reactivity in type 2 diabetes cohort
The Singapore Study of Macro-Angiopathy and microvascular Reactivity in Type 2 Diabetes (SMART2D) is a prospective cohort study which was started in 2011 to investigate the effect of risk factors on vascular function and diabetes-related complications in Asians. We aimed to compare the longitudinal change in risk factors by accounting for batch effect and assess the tracking stability of risk factors over time in patients recruited for SMART2D. In this study, we (1) described batch effect and its extent across a heterogenous range of longitudinal data parameters; (2) mitigated batch effect through statistical approach; and (3) assessed the tracking stability of the risk factors over time.Ministry of Health (MOH)National Medical Research Council (NMRC)Published versionThe SMART2D cohort is supported by the Singapore Ministry of Health’s National Medical Research Council under its CSIRG (MOH-000066). The corresponding author is supported by the Singapore Ministry of Health’s National Medical Research Council under its Clinician Scientist Award (NMRC/CSA-INV/ 0020/2017). The first author is supported by the Singapore Ministry of Health’s National Medical Research Council under its Research Training Fellowship (NMRC/MOH000226)
Association between lower phase angle and chronic kidney disease progression in type 2 diabetes patients
Introduction: Phase angle (PhA), derived from bioelectrical impedance analysis (BIA), is the angle of vector determined by the body’s resistance and reactance. It indicates cellular integrity and hydration status. Though extracellular volume excess was associated with chronic kidney disease (CKD) progression, the association between PhA and CKD progression is unknown. Matrix metalloproteinase-2 (MMP-2) is a member of zinc-dependent endopeptidase family and promotes renal interstitial fibrosis. We investigated association between PhA and CKD progression, and whether the association was through MMP-2 in patients with type 2 diabetes mellitus (T2DM). Method: We conducted a prospective study on 1,078 patients with T2DM (mean age 58.9±9.1 years). PhA was measured using BIA. CKD progression was defined as ≥25% decrease in estimated glomerular filtration rate (eGFR) from baseline with deterioration across eGFR categories. Multiplex immunoassay was used to quantitate MMP-2. We examined association between PhA and CKD progression using Cox proportional hazards model, adjusting for demographics, clinical parameters and medications. Results: Over 8.6 years of follow-up, 43.7% of participants had CKD progression. Compared to tertile 3 PhA (higher level), tertiles 1 and 2 PhA were associated with higher hazards of CKD progression, with corresponding unadjusted hazard ratios (HRs) of 2.27 (95% confidence interval [CI] 1.80–2.87, P<0.001) and 1.57 (95% CI 1.24–2.01, P<0.001). The positive association between tertiles 1 and 2 PhA with CKD progression persisted in the fully adjusted model with corresponding HRs of 1.71 (95% CI 1.30–2.26, P<0.001) and 1.46 (95% CI 1.13–1.88, P=0.004). MMP-2 accounted for 14.7% of association between tertile 1 PhA and CKD progression. Conclusion: Our findings revealed a previously unobserved association between BIA-derived lower PhA and CKD progression through MMP-2 in patients with T2DM.Ministry of Health (MOH)National Medical Research Council (NMRC)Published versionThis study was supported by the Singapore Ministry of Health’s (MOH) National Medical Research Council (NMRC) under its Clinician Scientist-Individual Research Grant (MOH-000066). The corresponding author is supported by NMRC under its Clinician Scientist Award (NMRC/CSA-INV/0020/2017). The first author is supported by NMRC under its Research Training Fellowship (NMRC/MOH000226)
Receiving social support from diverse helpers: associations with quality of life
More older adults now live in non-family-based households, even as the provision of support to older adults within the domestic setting becomes more salient. This study examines the determinants of having non-immediate family or non-coresident helpers in older adults' received social support networks, and its associations with quality of life. Data were from a nationally representative study of Singaporeans aged 60 and above (N = 2248) who did not live alone. Findings show that those who received help solely from persons other than their spouse or child report a lower quality of life compared to other kinds of networks. However, those who had more non-coresident helpers than co-resident helpers experienced a higher quality of life compared to those who relied mainly on co-resident helpers. We suggest that policymakers should consider supporting a wider range of informal social support arrangements and providers, as networks of received social support become increasingly diverse.Ministry of Education (MOE)Ministry of Health (MOH)The author(s) disclosed receipt of the following financial support for the research, authorship, and/or publication of this article: Transitions in Health, Employment, Social Engagement and Inter- Generational Transfers in Singapore (THE SIGNS) Study, Wave 1, was supported by Ministry of Health, Singapore (MOH) under the agreement number MOH-NUS RL2015-053. This research is also made possible by the Ministry of Education, Singapore, under its Academic Re-search Fund Tier 1 04MNP002436C430
Integrasi pendidikan ketrampilan dalam kurikulum madrasah di MAN Kendal
Moh. Nailul Author (Nim: 3103088), Mahasiswa Fakultas Tarbiyah IAIN Walisongo Semarang, skripsi Integrasi Pendidikan Ketrampilan Dalam Kurikulum Madrasah di MAN Kendal
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: Bagaimana pelaksanaan integrasi pendidikan ketrampilan dalam kurikulum madrasah di MAN Kendal
Penelitian ini adalah jenis penelitian kualitatif lapangan, adapun untuk memperoleh data-data yang dipaparkan dalam penelitian ini, penulis menggunakan metode observasi, wawancara, dan dokumentasi, yang kemudian dianalisis dengan menggunakan metode analisis deskriptif kualitatif.
Program pendidikan ketrampilan sebagai pendidikan yang dapat memberikan bekal ketrampilan yang praktis, terpakai, terkait dengan kebutuhan pasar kerja, peluang usaha dan potensi ekonomi atau industri yang ada di masyarakat. Integrasi pendidikan ketrampilan tidak mengubah kurikulum di madrasah (melaksanakan pendidikan agama dan pendidikan umum). Kurikulum ketrampilan ini dapat diartikan sebagai suatu konsep kurikulum yang menekankan pada pengembangan kemampuan/mempunyai ketrampilan dengan standar performansi tertentu, sehingga hasilnya dapat dirasakan siswa berupa ketrampilan yang dimilikinya.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelaksanaan integrasi kurikulum pendidikan ketrampilan (workshop) di Madrasah Aliyah Negeri Kendal telah berjalan dengan baik. Pendidikan ketrampilan dilaksanakan dalam bentuk intrakurikuler (muatan lokal) dan ekstrakulikuler (program khusus/workshop).. Kurikulum (materi) pendidikan ketrampilan mengacu pada berbagai ragam kemampuan, seperti ketrampilan elektronika, tata busana dan otomotif. Pelaksanaan pendidikan ketrampilan ini untuk dapat mengaktualisasikan potensi-potensi bakat dan minat siswa, agar dapat digunakan untuk memecahkan problem yang dihadapi, ketrampilan yang dimiliki sebagai bekal siswa dalam menghadapi dunia kerja jika siswa tidak melanjutkan studi ke jenjang yang lebih tinggi.
Berdasarkan hasil penelitian ini di harapkan akan menjadi bahan informasi dan masukan bagi para civitas akademika, para mahasiswa, para pengajar, dan para peneliti dan semua pihak yang membutuhkan di lingkungan Fakultas Tarbiyah IAIN Walisongo Semarang
Hubungan Islam dan Negara dalam Negara Hukum: Analisis Pemikiran Moh. Mahfud MD
The battle between Islam and the state is well-known, as it began during the process of establishing the Indonesian state, resulting in the division of the country into two groups: Islamic nationalists and secular nationalists. Pancasila, according to Mahfud MD, is a collection of factors aimed at resolving divisions. The purpose of this study is to describe how Moh. Mahfud MD views the link between Islam and the state, what his background is, and how the relationship between Islam and the state functions in a state of law. The author compares the viewpoints of many figures on this subject using a qualitative method with a normative approach. According to the study\u27s findings, Moh. Mahfud MD believes that while religion does not rule the state, the state\u27s structure is a creation rather than a product of political science. The reason for Moh. Mahfud MD\u27s ideas is that they bear a resemblance to Nahdatul Ulama, as Mahfud is involved in alumni activities and was formerly a member. Islam and the state in a state of law share a shared goal: both maintain the democratic system in order to protect human rights.Keywords: Islam; State; State of Law; Pancasila AbstrakPerdebatan Islam dan negara sudah tidak asing lagi, mengingat konflik ini dimulai ketika menentukan dasar negara Indonesia yang mengakibatkan perpecahan menjadi dua golongan antara nasionalis Islam dan nasionalis sekuler. Mahfud MD menyatakan bahwa Pancasila merupakan gabungan aspek yang bertujuan untuk mendamaikan perpecahan. Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan bagaimana pandangan Moh. Mahfud MD tentang hubungan Islam dan negara, apa yang melatar belakangi pemikiran Moh. Mahfud MD, serta bagaimana hubungan Islam dan negara dalam negara hukum? Penulis menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan normatif untuk membandingkan pendapat para tokoh terkait hal ini. Hasil penelitian menyatakan bahwa Moh. Mahfud MD memandang agama tidak mengatur negara akan tetapi bentuk negara merupakan ciptaan daripada ilmu politik. Hal yang melatar belakangi pemikiran Moh. Mahfud MD yaitu adanya kemiripan dengan Nahdatul Ulama dikarenakan Mahfud aktif dalam kegiatan alumni sekaligus pernah menjadi anggotanya. Adapun hubungan Islam dan negara dalam negara hukum mempunyai persamaan yaitu sama-sama menjunjung tinggi sistem demokrasi guna menjunjung tinggi hak asasi manusia.Kata Kunci: Islam, Negara, Negara Hukum, Pancasila
ANALISIS PERILAKU MAHASISWA UMS DALAM PENGGUNAAN JASA WARUNG INTERNET CONNEXIONS DI SURAKARTA
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis ada tidaknya keterkaitan antara
karakteristik konsumen yaitu uang saku, jenis kalamin, dan motif dengan
karakteristik jasa warnet (tarif, pelayanan, dan kelengkapan fasilitas), untuk
mengetahui keterkaitan yang paling erat antara karakteristik konsumen dengan
karakteristik jasa warung internet.
Analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah Chi-square. Analisis
Chi-square digunakan untuk untuk mengetahui apakah ada keterkaitan antara
karakteristik konsumen (uang saku, jenis kalamin, dan motif) terhadap
karakteristik jasa warnet (tarif, pelayanan, dan kelengkapan fasilitas).
Hasil analisis data diketahui hubungan Uang Saku dengan Tarif diperoleh Chi
Square bahwa χ2
hitung (17,124) > χ2
tabel (9,488) maka Ho ditolak dan Ha diterima,
artinya ada hubungan antara uang saku dengan tarif. Hubungan uang saku dengan
pelayanan χ2
hitung (9,928) > χ2
tabel (9,488) maka Ho ditolak dan Ha diterima,
artinya ada hubungan antara uang saku dengan pelayanan. Hubungan Antara uang
saku dengan Fasilitas diperoleh χ2
hitung (9,451) < χ2
tabel (9,488) maka Ho diterima
dan Ha ditolak, artinya tidak ada hubungan antara uang saku dengan Fasilitas.
Hubungan antara jenis kelamin dengan tarif χ2
hitung (6,293) > χ2
tabel (5,591) maka
Ho ditolak dan Ha diterima, artinya ada hubungan antara jenis kelamin dengan
tarif. Hubungan antara jenis kelamin dengan pelayanan diperoleh χ2
hitung (2,605) <
χ2
tabel (5,591) maka Ho diterima dan Ha ditolak, artinya tidak ada hubungan antara
jenis kelamin dengan pelayanan. Hubungan antara jenis kelamin dengan fasilitas
diperoleh χ2
hitung (0,329) < χ2
tabel (5,591) maka Ho diterima dan Ha ditolak, artinya
tidak ada hubungan antara jenis kelamin dengan fasilitas. Hubungan antara antara
motif dengan tarif diperoleh χ2
hitung (99,435) > χ2
tabel (9,488) maka Ho ditolak dan
Ha diterima, artinya ada hubungan antara motif dengan tarif. Hubungan antara
motif dengan pelayanan diperoleh χ2
hitung (42,812) > χ2
tabel (9,488) maka Ho
ditolak dan Ha diterima, artinya ada hubungan antara motif dengan pelayanan.
Hubungan antara motif dengan fasilitas diperoleh χ2
hitung (8,711) < χ2
tabel (9,488)
maka Ho diterima dan Ha ditolak, artinya tidak ada hubungan antara motif dengan
fasilitas.
Hasil analisis coefficient of contingency menunjukan bahwa keterkaitan yang
paling erat antara karakteristik konsumen dengan karakteristik jasa warung
internet adalah motif dengan tarif hal ini ditunjukan dengan selisih yang paling kecil
antara C dengan Cmax yaitu 0,056
Improving writing ability on narrative text of VIII-D students at SMPN at CANDIPURO LUMAJANG in semester 2 of academic year 2013/2014 through picture series
- …
