1,720,993 research outputs found
UTILIZATION OF THE KRUENG ACEH RIVER BEDROOM POST SETUP ACCORDING TO AD-DAULAH MILK PERSPECTIVE: Case Study In Krueng Barona Jaya District
The Krueng Aceh Watershed (DAS) is one of the state assets managed by the Sumatra-I River Basin, so it is widely used by the surrounding community to meet the needs of life on the banks of the Krueng Aceh river. Management of land along the river is the main goal to anticipate in reducing the potential for flooding. Therefore, the author wants to examine in detail the process of riverbank land use carried out by the Krueng Barona Jaya community, forms of riverbank land use and their use according to the perspective of milk al-daulah. The method used in this study is a qualitative method through primary data obtained by direct field research using interview, observation, and documentation techniques. The results of this study indicate that the process of using land along the Krueng Aceh river by the Krueng Baroena Jaya community after the Krueng Aceh river arrangement refers to the past law, namely customary law, so there is no administrative data recorded as evidence that they have permission to use the riverbanks. The forms of land use along the Krueng Aceh river that are carried out by the Krueng Barona Jaya community on riverbank land are by constructing buildings, opening culinary stalls, plantation land and livestock land. In terms of utilization carried out by the people of Krueng Barona Jaya in terms of buildings, the licensing process, and the forms of utilization, it is a violation that is contrary to the Regulation of the Minister of PUPR of the Republic of Indonesia Number 28/PRT/M/2015 Article 22 concerning Determination of River Border Lines and the concept of milk al-daula. Therefore, the government must immediately bring back the land along the Krueng Aceh banks so that its utilization is in accordance with the applicable provisions
Analisis framing berita keislaman pada Waspada dan SIB di Kota Medan
da dan Sinar Indonesia Baru (SIB) dalam mengkonstruksi realitas
berita keislaman selama bulan Oktober 2011 s/d Desember 2011. Peneliti ini merupakan penelitian kualitatif melalui pendekatan kritis, dengan
menggunakan Analisis Framing peneliti mencoba menganalisis isi berita
keislaman Waspada dan SIB dalam kurun waktu yang telah ditentukan.
Peneliti membagi berita keislaman kedalam lima ketegori berita, yaitu berita
keislaman bidang politik, hukum, ekonomi, pendidikan, dan sosial
masyarakat. Dengan membagi berita keislaman kedalam lima kategori berita
memudahkan peneliti dalam melakukan analisis data penelitian.
Dari analisis yang di lakukan terlihat bagaimana Waspada dalam
memberitakan berita keislaman lebih cenderung memihak kepada Islam itu
terlihat dari banyaknya berita yang dimuat, penyajian fakta yang diberikan di
dalam berita dan penekanan yang dilakukan untuk mendukung berita.
Waspada memberikan kolom khusus untuk berita haji dan kolom khusus
berita Islam pada hari Jumat “Mimbar Jumat”. Untuk membangun frame
positif terhadap berita keislaman, Waspada lebih banyak memberitakan
berita-berita yang berbaur sosial dan pendidikan.
SIB dalam pemberitaannya sangat sedikit memberikan porsi berita
keislaman dan berita keislaman yang dimuat hanya sekedar saja.
Keseluruhan berita keislaman yang di muat oleh SIB rata-rata diframe keara
positif, namun masih ada berita yang mengarah ke negatif. Beritanya masih
dapat dtakan wajar dan belum terlalu menyudutkan Islam. SIB juga
memberikan kolom khusus pada hari Jumat untuk berita keislaman.
Dari hasil penelitian yang dilakukan terlihat kedua surat kabar masih
netral dalam memberitakan berita keislaman walaupun masih perbedaan pada masing-masing media. Kedua surat kabar juga memiliki
kecendrungan pemberitaan berita keisan yang mencolok baik dalam
pemberian por
PROBLEMA SANTRI DALAM PEMBELAJARAN ILMU FALAK DI DAYAH DARUL FALAH KECAMATAN SYAMTALIRA ARON KABUPATEN ACEH UTARA
Sejak awal perkembangan di Indonesia, Ilmu Falak tidak bisa di pisahkan dari Dunia Pesanren, Para Ulama terdahulu membawa Ilm Falak sesudah mereka belajar pada guru –guru mereka baik di dalam Negeri maupun diluar Negeri kemudian mengajarkan kepada sanatrinya melalui pondk pesantren . Dewasa ini Ilmu Falak mulai kurang di minati di duna pesantren, ia kalah dengan ilmu –ilmu lain seperti ilm saraf, nahu, tahfidh Al-Qur`an ataupun hadts, di samping itu Ilmu Falak juga dianggap sebagai sebua Ilmu yang sulit karena identik degan matematika dan rumus-rumus perhitungan. Namun demikian berdasarkan observasi yang dilakukan oleh penulis ternyata masih ada Dayah atau pesantren salafiyah yang masih istiqamah mengajarkan dan melakukan pembelajaran ilmu Falak kepada santi-santrinya, di antaranya Dayah Darul Falah kecamatan Syamtalira Aron Kabupaten Aceh Utara. Jenis penelitian yang digunakan yaitu jenis penelitian kualitatif dengan pendekatan lapangan (field Reseacrh) yakni penulis melakukan analisis terhadap sumber data yang diperoleh dari lapangan. Metode pengumpulan data yang digunakan adalah metode observasi, dokumentasi dan wawancara. Sumber primernya adalah hasil observasi dan wawancara dari Dayah Darul Falah, sedangkan buku-bukku lain berperan sebagai data pendukung. Setelah data terkumpul, penulis melakukan analisis menggunakan metode deskriptif, menggambarkan mengenai problema santri dalam pembelajaran Ilmu Falak.Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa Dayah Darul Falah merupakan lembaga pendidikan yang istiqamah dan cukup serius dalam melakukan pembelajaran terhadap ilmu falak, terbukti dengan memasukkan ilmu Falak ke dalam kurikulum Dayah Darul Falah. Namun demikian masih ada beberapa kendala yang dihadapi, diantaranya jumlah tenaga pengajar yang terbatas, dan kurangnya alat-alat pendukung, hal inilah yang menjadi problema pada santri. Dayah Darul Falah berharap pemerintah dapat memberikan perhatian yang serius dalam hal pengembangan ilmu falak di Dayah-dayah, sehingga ilmu falak tetap istiqamah diajarkan sebagai kajian keilmuan khazanah Islam
KONSEP ISLAMISASI ILMU PENGETAHUAN DAN PENERAPANNYA DALAM PENDIDIKAN ISLAM (Studi Pemikiran Syed Muhammad Naquib al-Attas)
Gagasan islamisasi ilmu pengetahuan pertama sekali disampaikan oleh Syed Muhammad Naquib al-Attas pada konferensi pertama pendidikan Islam Internasional di Makkah tahun 1977. Gagasan tersebut merupakan respon atas pemahaman dan penyebaran ilmu pengetahuan Barat yang telah mengangkat keraguan sebagai sarana epistemologi yang cukup baik untuk mendapatkan ilmu pengetahuan khusunya dalam bidang pendidikan. Tulisan ini bertujuan untuk menemukan konsep islamisasi ilmu pengetahuan dari Syed al-Attas. Jenis penelitiannnya adalah kepustakaan, dengan menggunakan studi dokumentasi atas berbagai tulisan Syed al-Attas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembentukan worldview menjadi sesuatu yang fundamental untuk menafsirkan kebenaran dan realitas. Pembentukan worldview juga dipengaruhi dari saluran-saluran ilmu sebagai epistemologi, yaitu: (1) al-hawas al-khamsah, (2) al-‘aql al-salim, (3) al-khabar al-shadiq, dan (4) ilham yang dimiliki Islam. Karena perbedaan epistemology inilah kemudian membedakan proses pencapaian ilmu yang disebut dengan arrival of meaning to the soul dan arrival of the soul at meaning. Maka, konsep ta’dib harus diterjemahkan dalam pendidikan, begitu juga pemahaman atas dua sisi manusia baik jasmaniyah dan bathiniyah, proses pencapaian ilmu, dan materi-materinya. Keyword: Syed Muhammad Naquib al-Attas, Islamisasi Ilmu Pengetahuan, Pendidikan Isla
EFL Student Difficulties of Online Learning During Coronavirus Pandemic at IAIN Langsa
This research was aimed to find out the EFL students’ difficulties and psychological impact of online learning during coronavirus (COVID-19 ) at IAIN Langsa. This research used a qualitative approach. Documentation and interview were used to collect the data in this research. The subject of this research was EFL students of the English education department at the sixth-semester students of IAIN Langsa. The result of this research showed that the students encountered several difficulties in learning online consisting of; Internet data, internet connection, difficulties in doing assignments, intrusion, lack of experience in using technology, comprehending the lesson of EFL and interaction between students and lecturer. On the other hand, the psychological impact of online learning encountered by the students such as; frustration and feeling sadnes
PENGARUH ZIKIR TERHADAP KESEHATAN MENTAL
Zikir is one of the means used to remember Allah SWT, to remember His truth, His greatness, and the love and mercy He bestows upon humanity. Through zikir, numerous benefits are obtained in relation to mental and spiritual health for Muslims. Zikir can guide individuals towards the path of piety and help build a healthy soul. This creates a balance between physical and spiritual needs, which can alleviate feelings of anxiety, fear, and address everyday life issues. Zikir also strengthens one's faith. On the other hand, the influence of mental health always focuses on an individual's mental state, whether they have problems or possess a healthy spiritual life. It also emphasizes the overall well-being of individuals, encompassing psychological and physical aspects. Mental health as a discipline addresses how individuals resolve their internal struggles to understand life's challenges and make efforts to maintain a pure soul. This research aims to understand the benefits of zikir for every Muslim, reveal the influence of zikir on mental health, comprehend the essence of mental health, identify various inner symptoms commonly experienced by those facing disturbances in tranquility and mental well-being, and emphasize the influence of religious education in the context of mental health. The research methodology employed is descriptive, which seeks to solve current issues. Based on the findings of this study, it can be concluded that zikir can bring individuals closer to Allah and possess incomparable virtues. In fact, Allah Himself states that the likeness of those who engage in zikir and those who do not is like the difference between the living and the dead. Keywords: Dhikr, mental healt
PODCAST SEBAGAI MEDIA DAKWAH ALTERNATIF DI ERA PADEMI COVID-19
Podcasts are becoming one of the alternative media that are being loved by millennials today, the development of technology makes podcasts more flexible and easier to use. Podcasts focus more on audio so users can listen to them anywhere and anytime. Restrictions on social activities due to Covid-19 make podcasts more and more space in the community. Various advantages that podcast have can make podcasts an alternative medium of da\u27wah in the era of Covid-1
Utilisation of Chat GPT in Improving Learning of Islamic Communication and Broadcasting Students at State Islamic University of Langsa
This research aims to explain the role of Chat GPT (Generative Pre-trained Transformer) in learning for students majoring in Communication and Broadcasting Islam at the State Islamic Institute of Langsa. The phenomenological approach is used as the theoretical foundation to understand students\u27 subjective experiences in using Chat GPT. Data was collected through in-depth interviews with three informants, namely students from the 2nd, 4th, and 6th semesters. The results of the study indicate that the use of Chat GPT provides easy access to information and assistance in understanding learning concepts. Students stated that Chat GPT helps them obtain detailed explanations, solve problems, and provide relevant additional reference sources. However, several challenges were also identified, such as less relevant answers and difficulties in formulating questions to Chat GPT. This research provides new insights into students\u27 experiences using Chat GPT as a learning tool in higher education. These findings can serve as a reference for developing more effective learning strategies by utilizing artificial intelligence in the context of communication education
- …
