42 research outputs found
Penerapan Algoritma SAGE pada Pengukuran Kanal Indoor Menggunakan SDR-USRP
Cooperative Wireless Communications forming MIMO array of virtual communication systems,
which can improve the speed of data transmission, the speed is affected by channel conditions,
that required the technique of channel analysis. The channel can be identified by knowing the
characteristics of the physical parameters of the channel, like delay, angle, and amplitude
complex. Detection of the physical parameters, from measurement of indoor or outdoor channel
should use some methods with high accuracy, such as Space Alternate Generalized Expectation
Maximization (SAGE). In this paper, we discuss the application of SAGE, to detect the angle
parameters consists of Direction of Arrival (DoA) and the Direction of Departure (DoD), uses a
communication device, Software Define Radio (SDR) such as Universal Software Radio
Peripheral (USRP) that can detect three signals from measuring the indoor channel. The results
of SAGE are compared with the results of Ray Tracing, where the average error for DoD
detection was 36.3% while the DoA approximately 29.3
Penerapan SAGE (Space Alternating Generalized Expectation-Maximization) untuk estimasi parameter kanal dua arah (double directional) menggunakan antena array planar
Metode estimasi parameter Space Alternating Generelized Expectation-
Maximization (SAGE) , mengestimasi parameter subspace yang terdiri dari
Directional Of Arrival (DOA) dan Directional of Departure (DOD), dan parameter
temporal yang terdiri dari Delay dan Amplitudo Kompleks. SAGE diterapkan
dengan mengestimasi parameter sudut terlebih dahulu kemudian dilanjutkan
dengan parameter temporal secara berurutan, hal ini dilakukan untuk pengukuran
dengan perangkat resolusi delay yang rendah.
Hasil simulasi diterapkan pada antena array planar dan antena array linier,
yang dinyatakan dengan metode RMSE. Hasil simulasi tersebut menunjukkan
bahwa kinerja SAGE dalam menndeteksi parameter yang dimulai dari sudut lebih
baik dibandingkan dengan kinerja SAGE yang mendeteksi parameter yang dimulai
dari delay. Sedangkan hasil verifikasi SAGE dilakukan dengan pengukuran di
Gedung Baru Hall PENS dengan menggunakan perangkat USRP dan antena array
linier, dimana hasil estimasi delay didapatkan dari hasil crosscorelasi antara data
yang diterima dan data yang dikirim yang selanjutnya terdapat 3 komponen sinyal
yang terdeteksi hal ini disebabkan oleh resolusi perangkat yang rendah. Selain itu,
SAGE mampu mengindentifikasi arah keberangkatan dan arah kedatangan dari 3
komponen sinyal tersebut. Arah keberangkatan dan arah kedatangan yang
merupakan output dari SAGE, divalidasi ulang menggunakan Ray Tracing 2 D
yang merupakan gambaran penjajakan sinyal berdasarkan lokasi pengukuran. Hasil
validasi antara output SAGE dan Ray Tracing mempunyai selisih eror sekitar 36°.
=====================================================================================================
Alternating Space parameter estimation method Generelized Expectation-
Maximization (SAGE), estimating the parameters subspace consisting of Directional Of
Arrival (DOA) and Directional of Departure (DOD), and temporal parameters consisting
of Delay and Amplitude Complex. SAGE is applied to estimate the parameters of the corner
first and then proceed with the temporal parameters sequentially, this is done to measure
the delay that low-resolution devices.
The simulation results applied to a planar antenna array and linear array antenna,
which is expressed by the method of RMSE. The simulation results show that the
performance of SAGE detect parameters which starts from the point better than the
performance of SAGE that detect parameters which starts from the delay. While the results
of the verification is done by measuring SAGE in New Building Hall PENS using USRP
devices and linear array antenna, in which the estimation results obtained from the
crosscorelasi delay between the received data and the subsequent data sent, there are 3
components of the detected signal caused by the resolution of this case Low devices. In
addition, SAGE is able to identify the direction of departure and arrival directions of the
three components of the signal. Direction of departure and arrival direction which is the
output of SAGE, revalidated use Ray Tracing 2 D which is a picture based on the location
of the measurement signal assessment. Validation results between SAGE and Ray Tracing
output has an error margin of about 36 °
Rangkaian listrik
Penyusunan materi buku ini, disusun berlandaskan teori dan praktek. Teori yang disajikan, disertai dengan contoh penerapan serta turunan persamaan, sehingga memudahkan mahasiswa untuk mengembangkan kemampuan 4C. Selain penjelasan teori yang mendukung, buku ini juga mengajarkan kemampuan praktis kepada mahasiswa terutama dalam hal membuat rangkaian. Bukan hanya membuat rangkaian, buku ini juga mengajarkan mahasiswa untuk menganalisis rangkaian ketika mengalami troubleshooting dan cara mengatasinya. Buku RL ini juga mengajarkan mahasiswa untuk memvalidasi atas kebenaran analisisnya menggunakan simulasi multisim. Selain itu, buku RL ini menuntun mahasiswa untuk menghasilkan sebuah rangkaian dalam bentuk prototype yang bisa diterapkan di kehidupan sehari-hari
Estimasi Sinyal Quantitative Ultrasound QUS dengan Algoritma Space Alternate Generalized Expectation (SAGE)
Kesehatan tulang menjadi salah satu perhatian saat ini,
sehingga penelitian tentang kesehatan tulang banyak dikembangkan, dimulai dari deteksi kepadatan tulang berdasarkan hasil CT-Scan dan pengukuran tulang dengan menggunakan alat ultrasound yang relatif murah dan efek radiasi yang kecil, yaitu menggunakan QUS Achilles Express. Sinyal ultrasound yang dipancarkan oleh alat QUS mengalami pantulan dan hamburan akibat dari perbedaan struktural tulang tumit. Pantulan dan hamburan tersebut membuat komponen dari sinyal ultrasound perlu diestimasi khususnya untuk amplitudo dan phase. Metode estimasi yang digunakan pada penelitian ini adalah metode SAGE yang mempunyai resolusi tinggi. Pengujian metode tersebut dalam mengestimasi sinyal ultrasound ditunjukkan dengan grafik nilai error terhadap perubahan nilai SNR. Hasil pengujian menunjukkan bahwa SAGE dapat mengestimasi parameter phase dan amplitudo ketika SNR 0 - 5 dB
Telereport Target Heart Rate (THR) pada Cardio Exercise Berbasis Metode Karvonen
Olahraga menjadi bagian penting dalam menjaga kesehatan, selain pola makan dan pola istirahat. Salah satu jenis olahraga adalah cardio exercise, dimana olahraga ini memiliki tujuan untuk menguatkan otot jantung. Olahraga di tempat fitness memiliki kelebihan karena terdapat monitoring dari Personal Trainer, sehingga hasil olahraga tercatat. Selama ini alat-alat olahraga yang ada hanya menampilkan nilai heart rate
yang dimonitor dan tidak pernah tersimpan. Selain itu Personal Trainer disaat yang bersamaan melakukan monitoring terhadap beberapa member lain sekaligus. Penelitian ini membuat alat monitoring heart rate, dengan menerapkan metode Karvonen dalam perhitungan target heart rate. Pengujian dilakukan
dengan mengambil data real laki-laki dan perempuan, yang memiliki usia berbeda. Hasil pengujian pada penelitian ini, membandingkan alat yang sudah dibuat dengan Electrocardiogram (ECG) di Rumah Sakit, dengan tingkat kesalahan 20.95% untuk nilai Rest Heart rate (RHR). Hasil pengujian metode Karvonen berdasarkan nilai pengujian lima sampel didapatkan nilai ketidaksesuaian pembacaan sensor sebesar 2.69%, dengan waktu rata-rata pencapaian nilai THR
untuk lima sampel selama 1 menit 43 detik. Hasil pengujian terhadap pengiriman data secara real time ditampilkan pada LCD dan dikirim melalui SMS. Rata-rata jeda waktu terima data antara LCD dan telepon genggam selama 28.52 detik
A novel multiple access communication protocol for LoRa networks without LoraWAN
Current studies predict there will be approximately 75 billion internet of things (IoT) devices connected to the internet by 2025. Such enormous IoT networks will require efficient communications systems to support those networks running well. We consider one of the emerging communications technologies that is widely used for wireless wide-area network, i.e., long range (LoRa). By default, LoRa wide area networking (LoRaWAN) has been equipped with a medium access control (MAC) protocol, however, several studies showed that LoRaWAN might not be the most excellent choice for certain applications of low-power wide area network, for example, peer-to-peer and mesh networks. In this work, we propose an application layer LoRa multi-communication (LMC) protocol to resolve multiple access problems in LoRa networks without employing LoRaWAN. The algorithm was embedded and tested on energy-constraint devices as building blocks of most IoT systems. Our examination in a controlled environment showed that the proposed algorithm achieved 94% averaged packet reception ratio (PRR) and 33.3 hours longer averaged battery lifetime compared to the default operation (without LMC algorithm) of LoRa networks. The proposed algorithm also introduced longer averaged time on air (ToA) compared to the default LoRa network mainly due to its best-effort service scenario applied to the proposed algorithm
LP : Monitoring Kondisi Personal Fitness Berbasis Internet Of Things (IOT)
Gaya hidup sehat menjadi hal yang biasa saat ini di kalangan masyarakat, salah satunya dengan berolahraga. Padatnya aktifitas pekerjaan membuat banyak orang memilih tempat fitness atau gym sebagai tempat yang menyediakan segala kebutuhan untuk olahraga. Selain menyediakan burble, treadmill, kettlebells, dan lain-lain, Fitness pun menyediakan
jasa untuk monitoring setiap member fitness untuk tercapainya tujuan hidup sehat member. Porgram Monitoring tersebut merupakan program konsultasi, pantauan gizi, pantauan olahraga yang dilakukan seorang Personal Trainer (PT) kepada member fitness, terutama untuk pantauan kondisi heart rate. Banyak alat-alat yang canggih yang bisa mendukung monitoring tersebut, seperti halnya smart watch yang terhubung dengan gadget. Namun, teknologi wearable tersebut, hanya bisa digunakan oleh member sendiri, karena komunikasi yang digunakan via Bloetooth. Hal ini mempersulit PT untuk melakukan pantauan tersebut
dari jarak jauh. Sehingga dibutuhkan teknologi baru yang bisa diterapkan secara real time dan bisa diakses dimanapun menggunakan komunikasi wireless atau yang sering disebut
teknologi Internet of Things (IoT). Teknologi yang mengintegrasikan kemampuan mikrokontroller (arduino) , sensor deteksi heart rate (finger clip sensor) , dan media transmisi wireless (modul esp 8266) dengan Database Web dan Aplikasi Mobile, yang telah diterapkan pada penelitian ini. Penelitian ini, merancang perangkat elektronika untuk deteksi HR bagi aktifitas lari, dimana hasilnya kemampuan dari device ini mencapai 0,5 % keakuratannya untuk menghitung Target Heart rate (THR) berdasarkan metode Karvonen serta kesalahan transmisinya hanya mencapai 0.3% untuk lingkungan berpenghalang dengan jarak jauh, serta
akses Riel Time dari teknologi tertunda sebesar 34,5 detik pada pantauan web maupun aplikasi mobile
LPM : IPTEK Bagi Masyarakat Membangun Warnet untuk Peningkatan Life Skill Siswa SMK PGRI 13 Surabaya
Perkembangan jaringan komputer saat ini sudah pesat, penerapannya pun beragam dari bidang perkantoran, industri, kesehatan, bisnis, pertanian dan sebagainya. Penerapan jaringan computer memberikan berbagai macam kemudahan, karena menghilangkan batasan fisik dan geografik. Jaringan komputer juga mudah terhubung dan dihubungkan satu dengan yang lainnya, dalam kumpulan node, link, dan memanfaatkan peralatan seperti: router, switch, hub, media wired, media wireless. Penerapan router Cisco maupun Mikrotik telah banyak di pendidikan seperti halnya di Sekolah Menengah dan Perguruan Tinggi. Tidak hanya untuk memudahkan pekerjaan civitas akademika seperti sharing printer, sharing computer, pengaturan internet, akan tetapi penggunaanya juga dalam bidang pengembangan pembelajaran. Institut Bisnis dan Informatika Stikom Surabaya memiliki Program Studi S1 Sistem Komputer (Prodi S1 SK) yang membekali calon lulusannya dengan sertifikasi standart internasional yaitu CCENT (Cisco Certification) dan sertifikasi Mikrotik. Untuk memenuhi tri dharma perguruan tinggi, maka institusi khususnya dosen tidak hanya melakukan pengajaran di kelas, penelitian tetapi juga pengabdian kepada masyarakat. Sebagai perwujudan dari pengabdian masyarakat tersebut, disusunlah proposal kegiatan pengabdian di bidang Jaringan, khususnya penerapan Mikrotik. Pengabdian kepada masyarakat ini ditujukan kepada SMK PGRI 13 Surabaya, khususnya Program Keahlian Teknik Komputer dan Jaringan (TKJ). Dalam rangka membekali siswa SMK yang nantinya diharapkan agar dapat meningkatkan pengetahuan, kemampuan serta jiwa technopreneurship, kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini diarahkan pada bidang jaringan, khususnya mikrotik dan pengaplikasiannya.
Kegiatan pengabdian masyarakat yang berupa “IbM membangun warnet untuk peningkatan life skill siswa SMK PGRI 13 Surabaya” telah selesai dilaksanakan sesuai dengan jadwal yang direncanakan. Materi yang telah disampaikan adalah:pengenalan konsep dasar Jarkom, IP address dan subnetting, pengenalan Mikrotik dan konfigurasinya, Firewall dan Hotspot, Manajemen bandwith. Setelah dilakukan pengamatan, indikator keberhasilan yang telah dicapai dalam pelatihan ini, adalah: Peserta memahami materi yang diberikan, Peserta mampu menyelesaikan latihan yang ada di dalam modul, dan Peserta antusias meminta pelatihan lanjutan. Berdasarkan tanggapan, respon, dan partisipasi dari peserta, dapat disimpulkan secara kuantitatif 75% peserta sangat setuju dan 25% setuju bahwa Materi dapat menambah wawasan tentang penggunaan Mikrotik
LKP : Rancang Bangun Aplikasi Manajemen Karcis Antrian Berbasis Desktop pada Balai Riset dan Standardisasi Industri Surabaya
Balai Riset dan Standardisasi di Industri Surabaya atau yang biasa disingkat Baristand adalah suatu lembaga sertifikasi produk di surabaya banyaknya pelayanan yang diberikan didalam Baristand serta banyaknya pengunjung yang datang untuk menguji produknya menjadikan Baristand memiliki jumlah pengunjung yang tidak sedikit, namun Baristand masih memiliki kendala dalam operasionalnya dalam memanajamen pengunjung, seperti antrian yang masih manual. Selama ini proses antrian yang dilakukan didalam Baristand masih dilakukan secara manual yaitu dengan mengambil kartu yang berisikan nomor antrian sehingga berisiko mengalami kesalahan dalam pemanggilan hingga kehilangan kartu antrian.
Balai Riset dan Standardisasi Industri Surabaya memerlukan suatu aplikasi yang dapat mendukung operasional antrian secara tepat dan tidak membingungkan pengunjung dalam pengambilan tiket antrian. Aplikasi ini diharapkan dapat mempermudah jalannya manajemen antrian agar lebih mudah dalam operasional serta lebih efektif dan efisien.
Rancang Bangun Manajemen Karcis Antrian membantu Customer Service dalam memanajemen antrian, sehingga meningkatkan efektivitas dan efisiensi bagi Baristand
LP : Estimasi Parameter Sinyal Quantitative Ultrasound (QUS) Menggunakan Algoritma SAGE pada Pengukuran Kepadatan Tulang
Kerapuhan tulang dapat dideteksi dengan menggunakan sinyal ultrasound pada teknik pengukuran QUS (Quantitative Ultrasound). Sinyal Utrasound tersebut akan mengalami pergeseran fase akibat berubahnya struktur jaringan tulang, sehingga dibutuhkan estimasi parameter fase dengan menggunakan algoritma tertentu. Algoritma SAGE digunakan untuk mendeteksi parameter respon phase dan respon amplitude pada gelombang fast dan gelombang slow, yang ditunjukkan dengan nilai MSE dari algoritma SAGE terhadap perubahan SNR. Estimasi parameter phase untuk gelombang phase dan gelombang slow pada SNR 15dB mendapatkan nilai MSE berturut-turut1.58 x 10−5 dan dan 1.467 x 10−5, sedangkan esimasi parameter amplitude berturut-turut 1.405 x 10−5 dan 8.079 x 10−6
