1,721,440 research outputs found

    Shalat Musafir

    Full text link
    shalat ternyata musafir (sedang dalam kondisi perjalanan) bukanlah menjadi sebab bagi seseorang untuk tidak shalat, walaupun semua orang juga tahu bahwa kadang kala perjalanan yang dilukan tidak begitu nyaman, atau bahkan menyusahkan, apapun itu yang jelas shalat tetap wajib dikerjakan

    Kembara Musafir perkukuh jati diri

    Full text link
    Seramai 21 peserta yang terdiri daripada staf Universiti Malaysia Pahang (UMP) serta beberapa orang pendaki amatur berpeluang menyertai Ekspedisi Kembara Musafir @ Gunung Berembun yang berketinggian 3405 kaki

    Penerapan Kegiatan Bermain Peran untuk Meningkatkan Kemampuan Berbicara Anak di TK GMIM Musafir Kleak Manado

    No full text
    Seeing how useful role playing activities are in improving children's speaking skills, the author wants to conduct a study with the title of implementing role playing activities to improve children's speaking skills in Musafir Kleak Kindergarten. The purpose of this study was to find out how the implementation of role playing activities in improving children's speaking skills in Musafir Kleak Kindergarten. This research uses Classroom Action Research (CAR). The research method is classroom action research which refers to the research model of Kemmis and Mc. Taggart, 1988 (Trianto, 2001:17) with the following stages of research: action planning, action implementation, observation, and reflection. The subjects in this study were students in GMIM Musafir Kleak Manado Kindergarten with a total of 20 students. Sources of data are students and teachers at GMIM Musafir Kleak Manado Kindergarten, while the data collection technique is through field notes. The data in this study were collected in several ways, namely observation and document analysis. The time of the research is carried out for 4 (four) months. The place of research was carried out at GMIM Musafir Kleak Kindergarten, Manado. The success rate of the implementation of cycle 1 is 68% of children actively participating in learning, while in cycle 2, children are successful 85%. If the two cycles were compared, cycle 2 was more successful than cycle 1. Looking at the results of this classroom action research, it can be said that this role playing method is good to be applied in learning, especially in developing speaking and language skills. However, it must be considered in the provision of role-playing tools that can attract children's interest, even though the tool or media is in the simplest form. Based on the results of these studies, it can be concluded that learning by using the role playing method that is done well can improve speaking skills in group B children of GMIM Musafir Kleak Kindergarten

    PENERAPAN NILAI-NILAI ETIKA BISNIS ISLAM UNTUK MENINGKATKAN JUMLAH PENGUNJUNG DI PENGINAPAN PONDOK MUSAFIR TULUNGAGUNG

    Full text link
    ABSTRAK Skripsi dengan judul “Penerapan Nilai-Nilai Etika Bisnis Islam untuk Meningkatkan Jumlah Pengunjung di Penginapan Pondok Musafir Tulungagung” ini ditulis oleh Rima Rohmatul Fadlilah, NIM. 1742143231, pembimbing Hj. Amalia Nuril Hidayati, SE., M.Sy. Penelitian ini bertujuan untuk mejelaskan penerapan nilai-nilai etika bisnis Islam untuk meningkatkan jumlah pengunjung dan kendala penerapannya di Penginapan Pondok Musafir Tulungagung. Dengan adanya pendirian hotel atau penginapan berbasis syariah, dapat dikatakan mampu membawa misi untuk membersihkan jiwa masyarakat baik secara kolektif maupun individual dari adanya fitnah, gharar, maksiat dan sebagainya sehingga mampu mewujudkan terciptanya ketertiban masyarakat. Penginapan syariah merupakan salah satu tawaran yang menarik dalam rangka meningkatkan kualitas moral dan karakter bangsa Indonesia yang luhur. Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah (1) Bagaimana penerapan nilai-nilai etika bisnis Islam untuk meningkatkan jumlah pengunjung di Penginapan Pondok Musafir Tulungagung? (2) Apa saja kendala penerapan nilai-nilai etika bisnis Islam untuk meningkatkan jumlah pengunjung di Penginapan Pondok Musafir Tulungagung?. Penelitian ini merupakan pendekatan penelitian kualitatif dengan jenis penelitian lapangan, pengumpulan data dengan teknik observasi, wawancara dan dokumentasi. Dalam penelitian ini, peneliti menggunakan data primer dan data sekunder. Data primer diperoleh dari hasil wawancara sedangkan data sekunder diperoleh dari dokumentasi Penginapan Pondok Musafir Tulungagung. Berdasarkan hasil penelitian diperoleh bahwa penerapan nilai-nilai etika bisnis Islam untuk meningkatkan jumlah pengunjung sudah diterapkan di Penginapan Pondok Musafir Tulungagung diantaranya yakni, tauhid, khilafah, ibadah, tazkiyah dan ihsan. Sedangkan kendala penerapan nilai-nilai etika bisnis Islam untuk meningkatkan jumlah pengunjung yang terdapat di Penginapan Pondok Musafir Tulungagung antara lain kendala pada regulasi, jika Pemerintah Daerah tidak menyokong penginapan yang berbau syariah, maka Penginapan Pondok Musafir Tulungagung tidak bisa berkembang dengan cepat. Selain itu, pada seleksi tamu ada beberapa pengunjung/ tamu yang protes apabila diminta untuk menunjukkan surat nikah Kata Kunci : Etika Bisnis Islam, Pengunjung atau Konsumen, Penginapan Syariah, dan Penginapan Pondok Musafir Tulungagun

    IMPLEMENTASI PROGRAM KAJIAN ISLAM NONFORMAL DALAM MENINGKATKAN RELIGIUSITAS PADA KOMUNITAS SANG MUSAFIR

    Full text link
    Aslim, La. 2023. Implementasi Program Kajian Islam Nonformal dalam Meningkatkan Religiusitas Pada Komunitas Sang Musafir. Skripsi Program Strata Satu (S1) Prodi Pendidikan Agama Islam, Fakultas Agama Islam, Universitas Muhammadiyah Ponorogo. Pembimbing: (I) Dr. Katni, M.Pd.I. (II) Nurul Abidin, M.Ed. Kata Kunci: Program kajian Islam, Peningkatan Religiusitas Implementasi Program Kajian Islam Nonformal dalam Meningkatkan Religiusitas Pada Komunitas Sang Musafir yaitu anggota Komunitas Sang Musafir dalam menambah wawasan ilmu pengetahuan tentang agama Islam ikut aktif dalam program kajian Islam nonformal di Universitas Muhammadiyah Ponorogo yang diadakan di Masjid Al Manar, dan UKM Tapak Suci. Tujuan dari penelitian ini yaitu: (1) Mengetahui bagaimana implementasi program kajian Islam nonformal dalam meningkatkan Religiusitas pada Komunitas Sang Musafir di Universitas Muhammadiyah Ponorogo. (2) Mengetahui bagaimana hasil dari implementasi program kajian Islam nonformal dalam meningkatkan Religiusitas pada Komunitas Sang Musafir di Universitas Muhammadiyah Ponorogo. (3) Mengetahui apa saja faktor pendukung dan penghambat implementasi program kajian Islam nonformal dalam meningkatkan Religiusitas pada Komunitas Sang Musafir di Universitas Muhammadiyah Ponorogo. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif jenis deskriptif. Deskripsi objek atau subjek penelitian secara objektif merupakan tujuan penelitian deskriptif, yang juga berupaya mendeskripsikan fakta secara metodis, ciri-ciri objek, dan frekuensi diperiksa dengan cermat. Penelitian ini menemukan bahwa: (1) Implementasi program kajian Islam nonformal dalam meningkatkan Religiusitas pada Komunitas Sang Musafir di Universitas Muhammadiyah Ponorogo yaitu anggota komunitas Sang Musafir dalam menambah wawasan dan ilmu pengetahuan tentang agama Islam ikut aktif dalam program kajian Islam nonformal yang diadakan di Masjid Al Manar, UKMI Al Manar dan UKM Tapak Suci. (2) Hasil dari implementasi program kajian Islam nonformal tersebut menimbulkan adanya peningkatan pemahaman agama pada anggota Komunitas Sang Musafir, adanya pengembangan pada pelaksanaan ibadah mahdhah pada anggota Komunitas Sang Musafir, adanya pengembangan sikap dan etika Islami pada anggota Komunitas Sang Musafir, adanya penguatan identitas muslim pada anggota Komunitas Sang Musafir, serta adanya kesadaran sosial dan pemberdayaan masyarakat. (3) Faktor pendukung dan penghambat implementasi program kajian Islam nonformal dalam meningkatkan Religiusitas pada Komunitas Sang Musafir di Universitas Muhammadiyah Ponorogo diantaranya yaitu adanya kesediaan sarana pra sarana, alat transportasi, pemateri yang mumpuni, adanya kerjasama yang baik, dukungan dari teman dan rasa ingin tahu yang tinggi tentang ilmu pengetahuan. Adapun faktor penghambatnya meliputi jarak tempuh yang cukup jauh, kurangnya alat transportasi anggota Komunitas Sang Musafir, kurangnya dalam memanajemen waktu dengan baik

    Konsep Ibnu Sabil dan Musafir Perspektif Hukum Islam: Studi tentang Praktek Salat Qasar Anak Indekos

    No full text
    Judul skripsi ini muncul karena ada sebagian dari komunitas anak indekos yang melakukan praktek salat jama� maupun qasar. Dengan alasan mereka termasuk dalam kategori ibnu sabil dan musafir, sehingga mereka beranggapan bahwa mereka berhak untuk menerima rukhshah tersebut. Pada prinsipnya antara ibnu sabil dan musafir adalah sama, yaitu orang yang melakukan perjalanan ke luar daerah dengan syarat dan ketentuan yang berlaku dalam hukum Islam. Perbedaannya adalah istilah ibnu sabil berlaku dalam tataran hukum zakat, sedangkan istilah musafir berlaku diluar tataran hukum zakat. Dan ketika seorang mukallaf telah mencapai derajat tersebut, maka ia berhak menerima rukhshah agama. Seperti bagi ibnu sabil berhak mendapatkan bagian dari harta zakat, dan bagi musafir berhak menjalani ifthar dan qasar sebagai keringanan dari Allah SWT. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa konsep ibnu sabil dan musafir menurut imam mazhab pada hakikatnya adalah sama, yaitu orang yang sedang melakukan perjalanan. dan memiliki pengaruh terhadap pelaksanaan hukum ibadah, dalam hal ini adalah qasar salat. Mazhab Hanafiyah, mewajibkan bagi musafir untuk mengqasar salat. Sedangkan mazhab Malikiyah, berpendapat bahwa meringkas salat hukumnya sunnah muakkad. Dan adapun mazhab Syafi�iyah dan Hanabilah memandang hal ini adalah rukhshah dari Allah SWT, dan mengqasar salat adalah lebih utama daripada itsmam. Keterkaitan konsep ibnu sabil dan musafir menurut imam mazhab dengan konteks sekarang adalah apakah anak indekos termasuk ibnu sabil, musafir, atau mukim?,dan bagaimana hukumnya jika anak anak indekos melakukan qasar salat?,tentunya tentang jawaban dari pertanyaan-pertanyaan tersebut diatas, akan penulis sajikan dalam skripsi ini

    Analisis Kepuasan Jamaah Umroh Pada Pt Musafir Tour & Travel Kota Pekanbaru

    No full text
    This research is motivated by the increasing number of institutions engaged in the implementation of Umrah, PT Musafir Tour &; Travel Kota Pekanbaru provides good service to its pilgrims so that PT Musafir continues to gain the trust of its pilgrims, Satisfaction is a fulfillment of expectations. Customers can be said to be satisfied with the products and services provided if customer expectations of the products / services provided have met or even exceeded their expectations. This study aims to determine the satisfaction of Umrah pilgrims at PT Musafir Tour & Travel in Pekanbaru. The subject in this study was the Umrah Jamaah at PT Musafir Tour &; Travel Kota Pekanbaru. While the object in this research is the satisfaction of Umrah Pilgrims at PT Musafir Tour &; Travel Kota Pekanbaru. The data sources used in this study are primary and secondary data sources. The sampling technique is to use the Slovin formula, with the number of samples With a total research sample of 87 respondents. While the data collection technique is using questionnaires. This type of research is quantitative research, in analyzing data descriptive analysis is carried out. Based on the results of this study on the analysis of Umrah Pilgrim satisfaction at PT Musafir Tour &; Travel Pekanbaru City obtained from respondents' answers, it can be concluded 93.83% which means that the analysis of Umrah Pilgrim satisfaction at PT Musafir Tour &; Travel Pekanbaru City is classified as "Strongly Agree" with a percentage of 81%-100%. Which means that the satisfaction of Umrah pilgrims at PT Musafir Tour &; Travel Pekanbaru City is 'very satisfied

    Musafir Cinta

    No full text
    Pembaca yang mulia izinkan saya menyapa Anda terlebih dahulu sebelum Anda sekalian membaca buku ke-3 dari trilogi Makrifat Cinta. Trilogi Makrifat Cinta ini terdiri dari syahadat cinta musafir cinta dan makrifat cinta. Tiga novel religius pembangun iman ini dapat Anda baca secara terpisah tanpa kehilangan kekuatan cerita dan maknanya sekaligus bisa sebagai kesatuan utuh yang sangat detail dan mendalam. Trilogi ini mengusung semangat pencarian kebenaran Islam yang kaffah dengan basis laku syariat tarekat dan makrifat : impian terbesar para abdullah untuk berjumpa dengan wajah sang kekasih.331 hlm; 13.7 x 19.9 Cm

    KONTEKSTUALISASI RASA AMAN BAGI PEREMPUAN MUSAFIR TANPA MAHRAM PERSPEKTIF HADIS

    Full text link
    ABSTRAK Skripsi ini berjudul "Kontekstualisasi Aman Bagi Perempuan Musafir Tanpa Mahram Perspektif Hadis". Perempuan berpergian jauh tanpa ditemani mahramnya menjadi suatu problematika yang masih sering diperdebatkan hingga saat ini. Banyak perbedaan pandangan mengenai permasalahan ini. Di satu sisi beranggapan bahwa perempuan mutlak tidak boleh berpergian jauh tanpa ditemani mahramnya. Di sisi lain beranggapan bahwa perempuan boleh dengan syarat aman untuk berpergian jauh tanpa ditemani mahramnya, dan pada zaman sekarang semuanya serba mudah, baik dari hubungan komunikasi, transportasi, maupun hal lainnya yang memudahkan seseorang untuk dapat memantau keadaan perempuan tersebut. Dari permasalahan tersebut dapat dirumuskan masalahnya yaitu bagaimana kualitas dan pemahaman hadis tentang kebolehan safar perempuan tanpa mahram dan bagaimana kontekstualisasi rasa aman bagi perempuan musafir tanpa mahram. Penelitian skripsi ini menggunakan metode penelitian kualitatif dan jenis penelitian skripsi ini yaitu penelitian kepustakaan (Library Research). Data primer yang diambil pada penelitian ini ialah kitab Shahih Bukhari dan kitab Syarah Fathul Bari, serta data sekunder yang diambil dari berbagai studi kepustakaan seperti jurnal, skripsi, tesis, disertasi, buku-buku ilmiah, dan lainnya. Dari hasil penelitian ini hadis tentang adanya perempuan pergi safar sendirian yaitu bernilai shahih. Kontekstualisasi rasa aman bagi perempuan musafir tanpa mahram, yaitu terletak pada kata mahram, khususnya pada zaman sekarang yaitu teknologi semakin canggih sehingga memberi kemudahan pada perempuan untuk melakukan aktivitas dengan aman. Kemudian adanya hukum di suatu negara khususnya di Indonesia membuat perempuan tidak perlu khawatir untuk melakukan safar. Kata Kunci: Kontekstualisasi, Aman, Musafir, Mahram, Hadis
    corecore