4,367 research outputs found
KISAH NABI MUSA DALAM TAFSIR JALALAIN (KAJIAN SEMIOTIK STRUKTURALISME-NARATIF A.J. GREIMAS)
Kisah Nabi Musa merupakan kisah yang paling banyak diceritakan dalam Al-Qur’an. hal ini tentunya memberikan petunjuk pentingya adanya kajian mendalam terhadap kisah Nabi Musa. Sebanyak 136 kali nama Musa disebutkan. Dari berbagai penyebutan tersebut menceritakan berbagai kisah dalam kehidupan Nabi Musa. Al-Qur’an merupakan kitab suci umat islam yang di dalamnya mengandung banyak kandungan. Untuk menggali kandungan yang ada di dalamnya, perlu dilakukan sebuah usaha penafsiran. Ulama’ banyak memberikan penafsirannya. Banyak model penafsiran yang dilakukan oleh para ulama’, di lihat dari berbagai sisinya. Salah satu kitab tafsir yang banyak dikaji di lingkungan masyrakat Indonesia adalah Tafsi>r Jala>lain. Mengingat pentingnya kajian terhadap kisah Nabi Musa dan banyaknya kajian Tafsi>r Jala>lain di masyarakat Indonesia. Penelitian ini menggali makna mendalam Kisah Nabi Musa dalam Tafsi>r Jala>lain.
Penelitian ini adalah library research, sumber yang digunakan berasal dari literatur yang terkait dengan tema penelitian. Penelitian ini menggunakan metode penyajian deskriptif-analitis. Kisah Nabi Musa dalam Tafsi>r Jala>lain dipaparkan dan dianalisis menggunakan teori yang dipilih. Dalam pemaparan kisah Nabi Musa, dilakukan dengan cara mengumpulkan ayat dan dilanjutkan dengan memaparkannya sesuai dengan konsep yang telah ditentukan. Penelitian ini menggunakan pisau analisis semiotik strukturalisme-naratif yang digagas oleh A.J. Greimas. Teori ini digunakan untuk menggali makna mendalam dari Kisah Nabi Musa, mulai dari struktur lahir sampai dengan struktur batin. Penelitian ini menjabarkan tiga permasalahan: 1.) tentang penafsiran Kisah Nabi Musa dalam kitab Tafsi>r Jala>lain; 2.) strukturalisme-naratif Kisah Nabi Musa dalam kitab Tafsi>r Jala>lain; 3.) kontribusi teori strukturalisme-narati dalam kajian terhadap Kisah Nabi Musa.
Hasil dari penelitian ini adalah kisah Nabi Musa dalam Tafsi>r Jala>lain diceritakan dengan lengkap mulai dari kelahirannya sampai dengan kemenangan dakwahnya. Kisah tersebut disajikan dengan konsep kronologis, sesuai dengan teknis analisis menggunakan strukturalisme-naratif. Kisah disajikan mulai dari kelahiran, awal kenabian, awal dakwah, puncak dakwah, dan hasil akhir dakwah Nabi Musa. Penyajian dilakukan tentunya dengan menggunakan Tafsi>r Jala>lain sebagai sumber utamanya. Hasil dari analisis strukturalisme-naratif adalah bahwa ditemukan banyak aktan, dengan aktan utamanya Allah Swt. sebagai pengirim, Fir’aun dan kaum Bani Isra’il sebagai penerima, risalah Nabi Musa sebagai objek yang dikirim, dan Nabi Musa sebagai subjek pengirim. Ada dua hal yang mendukung dan melemahkan, orang terdekat Fir’aun dan keangkuhan Fir’aun merupakan penentang terhadap dakwah Nabi Musa, serta keluarga Nabi Musa dan Harun sebagai penolong atau pendukung dalam dakwahnya. Banyak struktur batin yang ditemukan dalam kisah Nabi Musa, namun struktur batin utamanya adalah Berusaha : Pasrah :: Tidak Berusaha : Tidak Pasrah
Kisah Nabi Musa dan Fir’aun dalam Al-Qur’an: Analisis semiotika Ferdinand de Saussure dan A.J Greimas
Penelitian ini mengkaji kisah Nabi Musa dan Fir’aun dalam Al-Qur’an melalui pendekatan semiotika berdasarkan teori semiotika Ferdinand de Saussure dan A.J. Greimas. Kisah ini, menggambarkan konflik antara Nabi Musa dan Fir’aun, tidak hanya memiliki nilai sejarah dan teologis tetapi juga menyimpan berbagai makna simbolis didalamnya. Pendekatan semiotika digunakan sebagai alat analisis mendalam tentang bagaimana tanda dan simbol yang terdapat dalam kisah ini dibentuk dan diinterpretasikan. Penelitian ini terdiri dari beberapa bagian utama yang mencakup biografi Nabi Musa dan Fir’aun, analisis variasi alur narasi kisah mereka dalam Al-Qur'an, dan kajian semiotika yang meliputi struktur, aktan, serta hubungan paradigmatik. Selain itu, penelitian ini juga menguraikan pesan di balik penyusunan ayat dan simbol dalam kisah tersebut, termasuk relevansinya dengan konsep kepemimpinan di Indonesia saat ini. Penelitian ini mengungkapkan bahwa variasi penyusunan alur kisah Nabi Musa dan Fir’aun dalam Al-Qur'an menunjukkan perbedaan detail, dengan beberapa surat memberikan narasi yang lebih lengkap. Analisis semiotika Saussure dan Greimas menunjukkan bahwa Musa mencerminkan akhlak mulia, sedangkan Fir’aun menggambarkan akhlak tercela dan status sosial yang tinggi. Pesan Al-Qur'an menekankan bahwa kekuasaan zalim seperti Fir’aun akan hancur, relevan dengan kepemimpinan di Indonesia. Saran bagi peneliti berikutnya untuk menggunakan pendekatan multidisiplin dan mengeksplorasi kisah lain untuk pemahaman yang lebih mendalam
Variable number of tandem repeat markers in the genome sequence of Mycosphaerella fijiensis, the causal agent of black leaf streak disease of banana (Musa spp)
ABSTRACT. We searched the genome of Mycosphaerella fijiensis for molecular markers that would allow population genetics analysis of this plant pathogen. M. fijiensis, the causal agent of banana leaf streak disease, also known as black Sigatoka, is the most devastating pathogen attacking bananas (Musa spp). Recently, the entire genome sequence of M. fijiensis became available. We screened this database for VNTR markers. Forty-two primer pairs were selected for validation, based on repeat type and length and the number of repeat units. Five VNTR markers showing multiple alleles were validated with a reference set of isolates from different parts of the world and a population from a banana plantation in Costa Rica. Polymorphism information content values varied from 0.6414 to 0.7544 for the reference set and from 0.0400 and 0.7373 for the population set. Eighty percent of the polymorphism information content values were above 0.60, indicating that the markers are highly informative. These markers allowed robust scoring of agarose gels and proved to be useful for variability and population genetics studies. In conclusion, the strategy we developed to identify and validate VNTR markers is an efficient means to incorporate markers that can be used for fungicide resistance management and to develop breeding strategies to control banana black leaf streak disease. This is the first report of VNTR-minisatellites from the M. fijiensis genome sequence. Key words: Molecular markers; VNTRs; Genetic diversity; Population genetics; Black Sigatok
Drag Reduction by Applying Speedstrips on Rowing Oars
AbstractThe objective of this study was to determine the advantage of the application of speedstrips to rowing oars for a lightweight single sculler. The research method comprehended three steps: (1) the analysis of the rowing oar movement, (2) the determination of the change in drag and (3) the composition of a rowing model to establish the advantage that could be achieved. The parameters needed for the model: boat velocity, oar angle velocity and power delivered by the rower, were recorded on a real single sculler. The change in drag due to speedstrips on cylinders was determined by performing wind tunnel experiments. The rowing model (Matlab) simulates a race by using real stroke data of a world-class rower as input, while calculating the drag with the coefficients determined by the wind tunnel experiments. The output of the model is the final advantage by the application of speedstrips to rowing oars. Speedstrips induce a 0.1% advantage over a 2000 m race under calm wind conditions. The advantage increases up to .4% with a headwind velocity of 5 m s-1. For bigger boats, the advantage could be even more significant
Drag and Power-loss in Rowing Due to Velocity Fluctuations
AbstractThe flow motions in the turbulent boundary layer between water and a rowing boat initiate a turbulent skin friction. Reducing this skin friction results in better rowing performances. A Taylor-Couette (TC) facility was used to verify the power losses due to velocity fluctuations PV′ in relation to the total power , as a function of the velocity amplitude A. It was demonstrated that an increase of the velocity fluctuations results in a tremendous decrease of the velocity efficiency eV . The velocity efficiency eV for a typical rowing velocity amplitude A of 20 – 25% was about 0.92 – 0.95%. Suppressing boat velocity fluctuations with 60% will increase boat speed with 1.6%. Riblet surfaces were applied on the inner and outer cylinder wall to indicate the drag reducing ability of such surfaces. The results of the measurements at constant velocity are identical as the results reported earlier, while the experimental configuration was different. This confirms once more the consistency of the TC-system for drag studies. The maximum drag reduction DR was 3.4% at a Reynolds number Res 4.7 × 104, which corresponds to a shear velocity in this TC-system with water of V 4.7 m/s. For typical rowing velocity fluctuations, the riblets maintain to reduce the drag with 2.8% and corresponds to a averaged velocity increase of 0.9%. The drag reducing ability of riblets is partly lost due to velocity fluctuations with high amplitudes (A > 20%). From these results, it is concluded that the friction coefficient Cf will vary within one cycle. Higher acceleration/deceleration leads to a additional level of turbulent kinetic energy
A.J. Cronin. A doctor into lifelong writer
Reality and fiction might be strictly coexistent in the narrative world. The author of this article, after a deep reading of A.J. Cronin’s novels, has tried to find out the right key to penetrate into the novelist’s intricate world. After many interrogatives on A.J. Cronin both as a man and writer, the author , finally, has been able to grasp from the pages of the novelist, the suffering of a man who has made of his romance the history of his own life
Analisis strukturalisme naratologi A.J.Greimas pada kisah Nabi Musa dalam Al-Qur'an
Kisah-kisah dalam al-Qur’an menempati posisi yang sangat penting, selain menjadi ibroh, kisah dalam al-Qur’an juga menjadi alat pembenar kerasulan Muhammad SAW. Kisah para nabi adalah bagian dari sekian banyak kisah yang dihimpun al-Qur’an dan diantara kisah para nabi yang dihimpun al-Qur’an, kisah Nabi Musa adalah kisah yang paling sering diceritakan al-Qur’an. Hampir disetiap surat dalam al-Qur’an terdapat kisah Nabi Musa. kisah Nabi Musa dalam al-Qur’an tidak diceritakan secara utuh, melainkan, potongan-potongan kisah, yang disimpan di berbagai surat. Oleh karenanya sajian kisah dalam satu narasi utuh menjadi satu kebutuhan yang penting.
Dalam membaca kisah-kisah al-Qur’an, sekurang-kurangnya ada empat paradigma yang digunakan oleh para peneliti kisah-kisah dalam al-Qur’an. Pertama, kesejarahan, dua, kisah sebagai media dakwah, tiga, kesastraan, dan empat kesastraan modern.
Dalam penelitian ini, penulis, menggunakan teori Strukturalisme Naratologi A.J. Greimas,satu teori kritik sastra modern. Toeri ini, mampu menganalis satuan terkecil kisah yang disebut dengan aktan, dan merangkainya menjadi satu struktur aktansial.
Tujuan penelitian ini adalah Untuk mengetahui struktur kisah Nabi Musa berdasarkan skema aktansial model A.J. Greimas. Penulis menggunakan metode content analysis (analisis isi). Content Analysis merupakan sebuah metode penelitian khusus untuk ilmu sosial humaniora yang menyangkut data kualitatif. Dari hasil penelitian ini, ditemukan satu struktur utama kisah Nabi Musa, yang kemudian, melahirkan Sembilan struktuk aktansial yang membangun kisah Nabi Musa
Ramichloridium spp. on Musa in northern Queensland: introducing Ramichloridium ducassei sp. nov. on leaf streaks of Ducasse banana
The fungi associated with tropical leaf speckle diseases of banana (Musa spp. and cultivars) in northern Queensland were examined from fresh leaves and herbarium specimens. Ramichloridium biverticillatum was predominantly found associated with leaves of Cavendish banana (Musa acuminata cv. Cavendish) and a new species, R. ducassei was found associated with dark brown streaks on leaves of Ducasse banana (Musa acuminata x balbisiana cv. Pisang awak). A key is provided for all of the species of Ramichloridum that are known to occur on Musa
Computing with cables: Towards massively parallel neuro computers
Electrical Engineering, Mathematics and Computer Scienc
Radio Frequency Interference Mitigation in Radio Astronomy
The next generation of radio telescopes is expected to be one to two orders of magnitude more sensitive than the current generation. Examples of such new telescopes are the Low Frequency Array (LOFAR), currently under construction in the Netherlands, and the Square Kilometer Array (SKA), currently in a concept study phase. Another trend is that technological advances in the fields of electronics and communications systems have led to a vast increase in radio communication applications and systems, and also to an increasing demand for radio spectrum. These two trends, more sensitive telescopes and a much denser spectrum use, imply that radio astronomy will become more vulnerable to interference from radio transmitters. Although protection criteria exist for radio astronomy, it becomes increasingly difficult to keep the radio astronomy frequency bands free from interference. In order to mitigate interference in radio astronomical data, filtering techniques can be used. In this thesis, modern array signal processing techniques have been applied to narrow-band multichannel interference detection and excision, and to narrow-band spatial interference filtering. By investigating the subspace structure of the telescope array output covariance matrices, new results were found, such as upper limits on interference residuals after excision and spatial filtering. The effect of bandwidth, extendedness of the interfering sources, and multipath effects on the detection and spatial filter effectiveness were studied as well. The advantage of a multichannel approach over a single telescope approach was demonstrated by using experimental data from the Westerbork Synthesis Radio Telescope (WSRT). As the performance of mitigation algorithms can be improved by calibration of the telescope gains and noise powers, calibration algorithms were developed. These algorithms were verified both for single and dual polarised arrays. Finally, a LOFAR interference mitigation strategy was developed.Electrical Engineering, Mathematics and Computer Scienc
- …
