1,720,976 research outputs found

    Going Beyond Counting First Authors in Author Co-citation Analysis

    Full text link
    The present study examines one of the fundamental aspects of author co-citation analysis (ACA) - the way co-citation counts are defined. Co-citation counting provides the data on which all subsequent statistical analyses and mappings are based, and we compare ACA results based on two different types of co-citation counting - the traditional type that only counts the first one among a cited work's authors on the one hand and a non-traditional type that takes into account the first 5 authors of a cited work on the other hand. Results indicate that the picture produced through this non-traditional author co-citation counting contains more coherent author groups and is therefore considerably clearer. However, this picture represents fewer specialties in the research field being studied than that produced through the traditional first-author co-citation counting when the same number of top-ranked authors is selected and analyzed. Reasons for these effects are discussed

    Evaluasi Kinerja Teknis PDAM Tirta Kepri Provinsi Kepulauan Riau

    Full text link
    Penilaian kinerja aspek pelayanan PDAM terdiri dari aspek teknis, keuangan dan manajemen. Evaluasi kinerja pelayanan PDAM bertujuan untuk mendapatkan gambaran dan penilaian terhadap pelayanan PDAM sehingga dapat merumuskan rencana tindak pelayanan PDAM. Dalam penelitian ini, evaluasi kinerja difokuskan pada kinerja teknis PDAM Tirta Kepri Kota Tanjungpinang Provinsi Kepulauan Riau yang terdiri dari 6 indikator kinerja teknis antara lain: pertumbuhan pelanggan, persentase pelayanan, volume produksi air, volume distribusi air, volume penjualan air, dan kehilangan air PDAM Tirta Kepri selama rentang waktu 3 tahun dari tahun 2012 hingga tahun 2015. Penelitian berdasarkan data sekunder Laporan Teknik PDAM Tirta Kepri tahun 2016 dan audit BPKP PDAM Tirta Kepri Kota Tanjungpinang tahun 2012-2014. Kinerja pelayanan teknis PDAM Tirta Kepri untuk kategori jumlah pelanggan dan tingkat kebocoran mengalami peningkatan dari tahun 2012 hingga tahun 2015, namun volume produksi, distribusi dan penjualan mengalami penurunan dan prosentase pelayanan belum memenuhi target nasional, dimana jumlah pelanggan tahun 2012 sebesar 14.769 SR meningkat menjadi 5.306 SR di tahun 2015 sementara prosentase pelayanan pada tahun 2015 sebesar 30% tidak menunjukkan peningkatan dari tahun 2012. Rencana tindak dalam peningkatan pelayanan PDAM Tirta Kepri meliputi peningkatan sambungan rumah, meningkatkan produksi dan distribusi air melalui optimalisasi IPA, meningkatkan penjualan air dan non air, dan menekan kebocoran

    Relevansi Nilai-Nilai Tasawuf bagi Pengembangan Etika Lingkungan Hidup

    No full text
    Masalah lingkungan hidup merupakan realitas global yang timbul akibat ketidakramahan manusia terhadap alam. Sikap manusia yang mereduksi makna nilai, dan memandang alam hanya sebatas instrumental-ekonomis merupakan bukti pemangkasan dimensi nonfisik yang bersifat spiritual pada alam itu sendiri. Manusia lebih memposisikan diri sebagai pusat alam semesta, dengan istilah lain bersifat antroposentris. Hal tersebut memicu perbuatan eksploitatif dan destruktif yang pada akhirnya menyebabkan krisis lingkungan secara global. Dengan demikian, untuk mengatasi krisis lingkungan sangat dibutuhkan paradigma ilmu pengetahuan yang tidak hanya bersifat mekanistik-reduksionalistis, tetapi bersifat holistik. Pada penelitian ini akan diungkap nilai-nilai tasawwuf  yang merupakan sebuah madzhab intusionalisme dalam Islam yang fokus terhadap pembinaan moral manusia, kemudian menggali relevansinya bagi pengembangan etika terhadap lingkungan hidup. Dalam proses penelitian, peneliti menggunakan metode deskripsi, interpretasi dan heuristika untuk menganalisi data. Peneliti juga menggunakan metode induktif yaitu menarik kaidah-kaidah khusus untuk memperoleh kesimpulan umum. Kesimpulan penelitian ini menunjukkan bahwa tasawwuf memiliki beberapa hubungan moralitas, yang secara epistemologis didasarkan pada sumber tertinggi yang berasal dari Tuhan yaitu al-Qur’an dan al-Sunnah. Nilai dari hubungan moralitas dalam tasawwuf tersebut memiliki relevansi yang sangat signifikan terhadap pengembangan etika lingkungan hidup, sebagai sebuah upaya untuk mewujudkan lingkungan yang lebih baik. Nilai tersebut antara lain; nilai Illahiyyah, insaniyyah dan makhluqiyyah

    Variations on the Author

    Full text link
    “Variations on the Author” discusses two of Eduardo Coutinho’s recent films (Um Dia na Vida, from 2010, and Últimas Conversas, posthumously released in 2015) and their contribution to the general question of documentary authorship. The director’s filmography is characterized by a consistent yet self-effacing form of authorial self-inscription: Coutinho often features as an interviewer that rather than express opinions propels discourses; an interviewer that is good at listening. This mode of self-inscription characterizes him as an author who is not expressive but who is nonetheless markedly present on the screen. In Um Dia na Vida, however, Coutinho is completely absent form the image, while Últimas Conversas, on the contrary, includes a confessional prologue that moves the director from the margins to the center of his films. This article examines the ways in which these works stand out in the filmography of a director who offers new insights into the notion of cinematic authorship

    Appropriate Similarity Measures for Author Cocitation Analysis

    Full text link
    We provide a number of new insights into the methodological discussion about author cocitation analysis. We first argue that the use of the Pearson correlation for measuring the similarity between authors’ cocitation profiles is not very satisfactory. We then discuss what kind of similarity measures may be used as an alternative to the Pearson correlation. We consider three similarity measures in particular. One is the well-known cosine. The other two similarity measures have not been used before in the bibliometric literature. Finally, we show by means of an example that our findings have a high practical relevance.information science;Pearson correlation;cosine;similarity measure;author cocitation analysis

    Evaluasi Kualitas Udara Studi Kasus 3 Lokasi Puskesmas di Kota Cimahi Provinsi Jawa Barat

    Full text link
    Pencemar udara dapat berupa gas yang terdiri dari nitrogen oksida (NO, NO2), sulfur oksida (SO, SO2), karbon monoksida (CO), oksidan (O3), gas volatil yang tersebar ke udara. dan berupa debu (TSP) atau partikulat. Pencemar udara telah terbukti berdampak negatif pada kesehatan manusia, tumbuhan dan lingkungan. Pencemar udara diketahui dihasilkan dari berbagai sektor antara lain sektor industri, permukiman, perkantoran, dan transportasi. Sektor pelayanan publik seperti Puskesmas merupakan sarana kesehatan yang memiliki peranan vital sebagai tempat pertama upaya penyembuhan penyakit. Maksud dari penelitian ini adalah untuk mengevaluasi kualitas udara di 3 lokasi Puskesmas di Kota Cimahi Provinsi Jawa Barat dengan tujuan adalah menguji parameter kualitas udara meliputi gas dan partikulat yakni nitrogen dioksida (NO2), sulfur dioksida (SO2), karbon monoksida (CO), oksidan (O3), dan partikulat (TSP) serta menganalisa tingkat pencemar udara di 3 lokasi Puskesmas di Kota Cimahi Provinsi Jawa Barat. Metode penelitian dengan cara pengukuran kualitas udara langsung di lokasi penelitan bekerja sama dengan PDAM Tirta Wening Kota Bandung. Parameter kualitas udara yang diukur meliputi gas dan partikulat yakni nitrogen dioksida (NO2), sulfur dioksida (SO2), karbon monoksida (CO), oksidan (O3), dan partikulat (TSP). Pengukuran dilakukan pada waktu siang hari sebanyak satu kali pengukuran. Pengukuran nitrogen dioksida (NO2), sulfur dioksida (SO2), oksidan (O3), dan partikulat (TSP) menggunakan peralatan tabung dan impinger, sementara untuk karbon monoksida (CO) menggunakan CO Analyzer dengan metode direct reading. Hasil penelitian menunjukkan bahwa semua parameter udara gas dan partikulat yang diuji yakni nitrogen dioksida (NO2), sulfur dioksida (SO2), karbon monoksida (CO), oksidan (O3), dan partikulat (TSP) pada 3 lokasi Puskesmas di Kota Cimahi masih memenuhi baku mutu udara ambien berdasarkan Peraturan Pemerintah No. 41 Tahun 1999 tentang pengendalian pencemaran udara. Hal ini membuktikan bahwa kondisi udara di 3 lokasi Puskesmas di Kota Cimahi memenuhi kualitas mutu sehingga dapat mendukung Puskesmas dalam upaya menjalankan fungsi penyembuhan penyakit dan pemulihan kesehatan dengan baik

    Penilaian Dampak Lingkungan dan Upaya Pengelolaan Lingkungan Kegiatan Peternakan Unggas (Studi Kasus: Peternakan Unggas, Garut-Indonesia)

    No full text
    Poultry farm is one of the important sectors in meeting human needs for animal protein, but it was not correlated with the availability of poultry meats due to their limited production. In order to provide an adequate source of animal protein, especially in Garut Regency, the initiator plans to develop the poultry farm located in Sirnagalih Village, Garut Regency. It is necessary to build environmentally friendly poultry farms that implement sustainable development. This study analyzes the environmental impact of poultry farm in accordance with sustainable development. This study aims to analyze the environmental impact of “Sirnagalih Poultry Farm” in Garut Regency as an Environmentally Friendly Poultry Farm. The research was conducted by using quantitative and qualitative descriptive analysis. Quantitative analysis was used to analyse land use, water concumption, poulty manure and poultry carcass. The qualitative descriptive analysis explains the environmental management. Based on land use analysis, the BSC (Basic Structural Coefficient) is 65.92% consisting of poultry buildings, feed warehouses and supporting facilities. The GBC (Green Basic Coefficient) is 16.42%. Wastewater from poulty farm can be treated by a wastewater treatment plant. Animal manure waste can be managed by composting, while poultry carcass management and green open space can refer to Government Regulations.Peternakan unggas merupakan salah satu sektor penting dalam memenuhi kebutuhan manusia akan protein hewani, namun hal ini tidak berkorelasi dengan ketersediaan daging unggas karena terbatasnya produksi. Dalam rangka menyediakan sumber protein hewani yang cukup, khususnya di Kabupaten Garut, pemrakarsa berencana mengembangkan peternakan unggas yang berlokasi di Desa Sirnagalih, Kabupaten Garut. Perlu dibangun peternakan unggas ramah lingkungan yang menerapkan pembangunan berkelanjutan. Studi ini menganalisis dampak lingkungan peternakan unggas berdasarkan pembangunan berkelanjutan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dampak lingkungan “Peternakan Unggas Sirnagalih” di Kabupaten Garut sebagai Peternakan Unggas Ramah Lingkungan. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan analisis kuantitatif dan kualitatif deskriptif. Analisis kuantitatif digunakan untuk menganalisa penggunaan lahan, penggunaan air bersih, kotoran unggas dan bangkai unggas. Analisis kualitatif deskriptif menjelaskan tentang upaya pengelolaan lingkungan. Berdasarkan analisa penggunaan lahan, KDB (Koefisien Dasar Bangunan) sebesar 65,92% yang terdiri dari bangunan ternak, gudang pakan dan fasilitas pendukung. KDH (Koefisien Dasar Hijau) sebesar 16,42%. Air limbah dari peternakan unggas dapat diolah melalui instalasi pengolahan air limbah. Limbah kotoran ternak dapat dikelola dengan pengomposan, sedangkan pengelolaan bangkai unggas dan ruang terbuka hijau dapat mengacu pada Peraturan Pemerintah

    AIR QUALITY SETTLEMENT ASSESSMENT NEAR LOCAL COMMUNITY HEALTH CENTERS (LCHC) IN CIMAHI CITY, WEST JAVA PROVINCE

    Full text link
    The Settlements near the Local Community Health Centers (LCHC) may have a negative impact on the settlement environment, especially is air quality due to the transportation sector near LCHC and community activities around the LCHC. This study evaluated air quality in three Settlements near the LCHC in Cimahi City, West Java Province, among others were: settlements in Cimahi Selatan, Cimahi Tengah and Cimahi Utara Districts. The air quality parameters were Nitrogen Dioxide (NO2), Sulfur Dioxide (SO2), Carbon Monoxide (CO), Ozone (O3), and Total Suspended Particulate (TSP) at three Locations of the Settlement. Air Quality Evaluation results indicate that all gaseous parameters were below air quality standards based on Government Law No.41 Year 1999 about Air Pollution Control, but Total Suspended Particulate (TSP) concentration in settlements of Cimahi Tengah and Cimahi Selatan Districts have exceeded the standard. However the lowest gaseous concentration was found in Settlement of Cimahi Tengah District. The community can play a role in improving the air quality in the settlements by providing green open space. Keywords: Air Quality, Local Community Health Centers (LCHC), Settlement

    NILAI – NILAI TASAWUF DAN RELEVANSINYA BAGI PENGEMBANGAN ETIKA LINGKUNGAN HIDUP

    Full text link
    Masalah lingkungan hidup merupakan sebuah realitas yang tidak dapat dipungkiri bagi masyarakat global saat ini. Masalah ini sebagian besar timbul akibat perbuatan manusia yang tidak lagi bersikap ramah terhadap alam.Perilaku tersebut merupakan etika antroposentris yang berpandangan bahwa manusia merupakan pusat alam semesta, dan hanya manusia yang memiliki nilai, sementara alam dan segala isinya hanya bersifat instrumental-ekonomisyang digunakan sebagai alat bagi pemuas kepentingan dan kebutuhan hidup manusia. Pemahaman semacam ini merupakan pemahaman parsial yang mereduksi realitas nilai yang ada pada alam, yaitu nilai spiritual. Hal tersebut sangat dipengaruhi oleh pandangan sekuler yang memisahkan antara dimensi non-fisikyang bersifat spiritual dengan dunia fisik yang bersifat inderawi. Dengan kata lain memisahkan aspek material dengan aspek spiritual. Keadaan demikian memicu perbuatan manusia yang cenderung eksploitatif dan destruktif yang pada akhirnya merugikan dan merusak, bahkan menghancurkan alam dan lingkungan hidup.Maka demikian, untuk mengatasi krisis lingkungan sangat dibutuhkan perubahan paradigma ilmu pengetahuan yang tidak hanya bersifat mekanistik-reduksionistis, tetapi bersifat holistik. Berkaitan dengan hal ini, etika biosentrisme dan ekosentrisme yang cenderung bersahabat kepada alam, kemudian harus menjadi tanggungjawab dan komitmen bersama. Relevan dengan uraian di atas, tasawuf sebagai sebuah madzhab instusionalisme dalam Islam yang fokus terhadap pembinaan moral, mengajarkan tentang kesadaran manusia dari sifat-sifat material menuju sifat spiritual. Ini menunjukkan tidak hanya nilai kesalehan individu saja, tetapi kesalehan sosial yang terkandung dalam ajaran tasawuf. Hal tersebut sangat berkaitan dengan krisis lingkungan yang didasari oleh krisis spiritual dalam diri manusia. Maka dalam penelitian ini muncul permasalahan, apa hakikat tasawuf kaitannya dengan hubungan Tuhan, Manusia dan alam?, dan bagaimana relevansi nilai-nilai tasawuf bagi pembinaan etika lingkungan? Penelitian ini merupakan penelitian kepustakaan (library research), yang bersifat analisis filosofis. Literatur merupakan sumber data dengan membedakan data primer dan sekunder. Metode yang digunakan untuk menganalisis data adalah metode deskripsi, interpretasi dan heuristika. Dan dalam pengambilan kesimpulan metode yang digunakan adalah metode induktif, yaitu penggunaan pola pengambilan kaidah-kaidah khusus untuk memperoleh kesimpulan umum. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa ajaran tasawuf meliputi beberapa hubungan moralitas, yaitu hubungan manusia dengan Tuhan, hubungan manusia dengan manusia dan hubungan manusia dengan alam. Hubungan tersebut secara epistemologis didasarkan pada ajaran al-Qur’an dan al-Sunnah yang merupakan sumber tertinggi yang berasal dari Tuhan. Secara implementatif, nilai-nilai yang terkandung dalam tasawuf tidak hanya digunakan sebagai wujud kesalehan individu, melainkan dapat dijadikan dasar kesalehan sosial, dalam hal ini kesalehan berlingkungan atau etika lingkungan. Bertitiktolak dari kenyataan bahwa krisis lingkungan disebabkan oleh krisi spiritual, maka nilai-nilai tasawuf sebagai olah ruhani sangat relevan dengan pembinaan etika lingkungan hidup. Nilai-nilai tersebut anataralain; nilai Ilahiyyah, insaniyyah dan alamiyyah. Ketiga nilai tersebut saling kait mengait, dan tidak dapat dipisahkan antara satu dengan yang lainnya. Dalam hal ini, nilai Ilahiyyah menjiwai setiap nilai setelahnya karena nilai Ilahiyyah merupakan nilai tertinggi, kudus dan bersifat universal. Implikasi penelitian ini adalah, bahwa nilai-nilai tasawuf sangat dibutuhkan dalam menanggulangi permasalahan lingkungan hidup dan bagi pengembangan etika lingkungan hidup
    corecore