96 research outputs found
Pengaruh Penambahan Surfaktan Sodium Lignosulfonat (SLS) dalam Proses Pengendapan Nano Calcium Silicate (NCS) dari Geothermal Brine
High concentration of dissolved silica in geothermal brine frequently causes operational problem in production of steam for electric generation. Mitigation of silica scaling is necessary to reduce the risk of steam production failure. In the present work, silicic acid in Dieng geothermal brine was reduced by introduction of calcium hydroxide that lead to formation of insoluble nano calcium silicates (NCS).The purpose of this work was to control size of the precipitated NCS by introducing surfactant sodium lignosulfonate (SLS) as surfactant in the Ca(OH)2 added geothermal brine. The effect of temperature (30, 50 and 70°C), pH (7, 8 and 9), and surfactant concentration (0.05, 0.15 and 0.30% (w/v)) on the particle size of the resulting NCS was studied to obtain the optimum operating condition. The precipitation-sedimentation behavior of the resulting particles was measured in a vertical tube. Having measured the solid density and solution density and viscosity, average diameter of the precipitated particles was determined using stoke’s principle. The calculated particle size was the compared with measurement result using particle size analyzer (PSA). The soluble silica concentration in the solution was measured using spectroscopy method while composition of the resulting solid particles was measured using EDX and FTIR. Experimental results showed that the dissolve silica in Dieng geothermal brine can be reduced and controlled with the addition of Ca(OH)2 and surfactant SLS. The greater the concentration of surfactant SLS, the smaller the resulting particle size. It was found that the formation of NCS particles was accompanied with precipitation of silica and salts. The optimum condition of NCS formation was at temperature 30°C and pH 9 while the concentration of surfactant SLS added to the brine was 0.3 % (w/v).ABSTRAKKonsentrasi yang tinggi dari kelarutan silika dalam larutan geothermal menyebabkan masalah dalam pengoperasian produksi uap di PLTP Dieng. Mitigasi silika scaling diperlukan untuk mengurangi resiko kegagalan produksi uap. Dalam penelitian ini, asam silika dalam larutan geothermal direaksikan dengan kalsium hidroksida (Ca(OH)2) membentuk n ano calcium silicate (NCS). Tujuan penelitian ini adalah membentuk endapan NCS dari surfaktan SLS dan Ca(OH)2 ke dalam larutan geothermal. Mempelajari perubahan suhu (30, 50 dan 70°C), pH (7, 8 dan 9), dan konsentrasi surfaktan (0,05, 0,15 and 0,30% (w/v) serta mengetahui kondisi optimum. Pengujian yang dilakukan yaitu pengendapan partikel yang dilakukan di gelas ukur vertical, densitas padatan, densitas larutan, viskositas, dan diameter rata-rata partikel yang mengendap ditentukan dari persamaan diameter stokes. Kemudian membandingkan hasil perhitungan dari diameter stokes dengan particle size analyzer (PSA). Konsentrasi silika yang terlarut dapat diukur dengan metode spectroscopy dan komposisi padatan di uji dengan instrumen EDX dan FTIR. Hasil penelitian menunjukkan bahwa silika terlarut dalam larutan geothermal berkurang dan dapat dikontrol dengan penambahan Ca(OH)2 dan penambahan surfaktan SLS. Semakin besar konsentrasi surfaktan maka ukuran partikel akan semakin kecil. Pembentukan NCS dapat dihasilkan dan disertai juga dengan partikel silika dan garam. Kondisi optimum pembentukan NCS terjadi pada suhu 30 oC pH 9 dan konsentrasi surfaktan SLS 0,30 %w/v
MEMORANDUM AKHIR JABATAN REKTOR UNIVERSITAS GADJAH MADA 2017-2022: AKSELERASI INOVASI, RELEVANSI, DAN KONTRIBUSI UNIVERSITAS GADJAH MADA UNTUK KEPENTINGAN BANGSA DAN KEMANUSIAAN
Sebagai pelopor perguruan tinggi nasional, UGM senantiasa berupaya menjadi institusi yang memimpin, unggul, inovatif, berkelas dunia, dan mengabdi kepada kepentingan bangsa dan kemanusiaan. UGM selalu memposisikan mahasiswa menjadi pusat sistem yaitu menjadi fokus kegiatan dan layanan yang menyertakan ruang-ruang partisipasi aktif yang produktif dan kritis. Program dan capaian UGM ditandai dengan karya-karya dan kinerja yang diarahkan untuk kepentingan bangsa dan kemanusiaan.
UGM memiliki dua mandat filosofis, yaitu mandat nasional dan mandat akademik. Mandat nasional adalah mandat yang diberikan kepada UGM untuk berkontribusi dalam pembangunan bangsa, sedangkan mandat akademik adalah mandat yang diberikan kepada UGM untuk berkontribusi dalam pengembangan dan pelestarian ilmu pengetahuan. Selama periode kepemimpinan 2017-2022, UGM telah berusaha untuk mewujudkan mandat, memimpin perubahan, menguatkan ekosistem inovasi, membangun kompetensi tinggi dan kompetitif, meningkatkan rekognisi global, serta selaras dengan pentahapan dalam Rencana Induk Kampus 2017-2037. UGM berkomitmen untuk selalu memperbarui diri dan mengembangkan diri terhadap the emerging higher education.
Terima kasih kepada seluruh sivitas akademika, alumni, mitra, dan semua pihak yang telah mendukung UGM dalam mewujudkan berbagai target yang telah ditetapkan. Semoga kepemimpinan selanjutnya dapat mempertahankan dan terus meningkatkan prestasi UGM yang menjadi kebanggaan nasional
Laporan Rektor Tahun 2021: Menguatkan Resiliensi UGM Menuju Kenormalan Berikutnya Pasca Pandemi
Analisis sistem teknik kimia : dilengkapi dengan soal dan penyelesaian
Dalam buku ini, selain disajikan konsep dan teori terkait dengan sistem, juga disajikan soal-soal dan penyelesaiannya dengan tujuan untuk mempermudah para pembaca dalam memahami konsep dan teori tentang sistem. Keragaman jenis soal yang disajikan dari yang paling sederhana hingga yang kompleks dapat mempermudah para pembaca dalam mempelajari analisis sistem teknik, khususnya analisis sistem-sistem dalam bidang teknik kimia. Pemahaman yang baik terhadap konsep dan teori tentang sistem akan mempermudah para pembaca untuk mempelajari optimasi sistem
KOEFISIEN PERPINDAHAN PANAS VOLUMETRIS PADA SISTEM PENYIMPANAN ENERGI PANAS KONTAK LANGSUNG MENGGUNAKAN LARUTAN Na2CO3.10H2O
Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari koefisien perpindahan panas volumetris pada sistem penyimpanan energi panas kontak langsung menggunakan larutan Na2CO3.10H2O. Sistem penyimpanan energi panas kontak langsung mempunyai efisiensi yang lebih tinggi dibandingkan dengan sistem penyimpanan energi panas tidak kontak langsung. Larutan dipilih sebagai media penyimpan energi panas karena mempunyai kapasitas penyimpanan energi yang relatif lebih besar dibandingkan dengan zat lain. Kerosin digunakan sebagai model media pembawa energi panas karena tidak dapat bercampur dengan larutan Na2CO3.10H2O. Pada penelitian ini dibuat sebuah model matematis untuk mengevalusi koefisien perpindahan panas volumetris sistem yang dipelajari. Untuk menguji kesesuaian model yang dikembangkan, maka pada penelitian ini juga dilakukan percobaan laborato-rium. Evaluasi koefisien perpindahan panas volumetris yang terdapat pada model matematis dilakukan dengan cara trial and error dan menyelesaikan persamaan pada model matematis itu secara numeris sehingga hasil hitungan (suhu fluida panas keluar sistem dan suhu larutan) mendekati data percobaan laboratorium. Koefisien perpindahan panas volumetris sebagai fungsi dari peubah-peubah yang mempengaruhinya lalu disajikan dalam bentuk daftar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kecepatan perpindahan panas dari kerosin ke larutan Na2CO3.10H2O cukup besar pada awal proses lalu menurun dan akhirnya mendekati tetap di akhir proses. Kenaikan kecepatan volumetris kerosin masuk kolom meningkatkan koefisien perpindahan panas volumetris-nya. Kenaikan kecepatan volumetris kerosin sebesar 242,9% menaikkan koefisien perpindahan panas volumetris sebesar 136,75%. Koefisien perpin-dahan panas volumetris tidak dipengaruhi oleh kenaikan suhu kerosin masuk kolom dari 40,5oC sampai dengan 60,5oC. Kenaikan konsentrasi larutan Na2CO3.10H2O dari 10% berat menjadi 30% berat menurukan nilai koefisien perpindahan panas volumetris dari 5,9125 x 10-2 J/(detik cm3 oC) menjadi 4,7602 x 10-2 J/(detik cm3 oC). Pengurangan ukuran diameter lubang sparger dari 5 mm menjadi 1 mm meningkatkan nilai koefisien perpindahan panas volu-metris dari 4,3292 x 10-2 J/(detik cm3 oC) menjadi 5,4999 x 10-2 J/(detik cm3 oC)
Analisis sistem teknik kimia: dilengkapi dengan soal dan penyelesaian
v, 249 halaman : 23 c
- …
