1,722,873 research outputs found

    Kreativitas Hadi Mulyanto dalam Pembuatan Gamelan Yuna Mulya

    No full text
    Penelitian ini dilakukan untuk menganalisis proses pembuatan Gamelan Yuna Mulya yang diciptakan oleh Hadi Mulyanto, serta kreativitas yang dilakukan Hadi Mulyanto dalam pembuatan Gamelan Yuna Mulya di Dusun Sumber, Desa Candirejo, Kapanewon Semin, Kabupaten Gunungkidul. Pembuatan dan kreativitasnya Gamelan Yuna Mulya, merupakan aspek yang menarik untuk diteliti lebih lanjut. Penulis mengkaji proses pembuatan gamelan ini dari yang sebelumnya berbentuk kayu utuh hingga menjadi gamelan yang dimainkan. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif analisis dengan pendekatan studi kasus. Metode tersebut dilakukan dengan cara studi Pustaka, wawancara, observasi, dan pendokumentasian. Proses pembuatan Gamelan Yuna Mulya melalui (3) tahapan antara lain: tahap persiapan, tahap pembuatan gamelan, dan tahap pelarasan. Tahap persiapan dilakukan dengan menyiapkan alat dan bahan yang digunakan dalam proses pembuatan berupa: kayu nangka, gergaji mesin, pasah, palu, amplas, tatah, paku, mesin bor, gerinda, dan kompresor. Tahapan pembuatan gamelan meliputi: proses pembuatan kendang dan proses pembuatan demung. Tahap pelarasan meliputi: frekuensi bunyi dan bunyi resonator. Kreativitas bentuk yang dilakukan oleh Hadi Mulyanto dalam pembuatan Gamelan Yuna Mulya antara lain dalam hal wujud ricikan, teknik permainan, sumber bunyi, serta pilihan gending yang disajikan dalam permainanny

    Kapitalisme : perspektif sosio historis/ Mulyanto

    No full text
    viii, 200 hal.; 21 c

    Teknik modern fotografi digital/ Mulyanto

    No full text
    xii, 302 hal.: ill.; 23 cm

    Kreativitas Hadi Mulyanto dalam Pembuatan Gamelan Yuna Mulya

    Full text link
    Penelitian ini dilakukan untuk menganalisis proses pembuatan Gamelan Yuna Mulya yang diciptakan oleh Hadi Mulyanto, serta kreativitas yang dilakukan Hadi Mulyanto dalam pembuatan Gamelan Yuna Mulya di Dusun Sumber, Desa Candirejo, Kapanewon Semin, Kabupaten Gunungkidul. Pembuatan dan kreativitas terciptanya Gamelan Yuna Mulya, merupakan aspek yang menarik diteliti lebih lanjut. Penulis mengkaji proses pembuatan gamelan ini dari yang sebelumnya berbentuk kayu utuh hingga menjadi gamelan yang dimainkan. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif analisis dengan pendekatan studi kasus. Metode tersebut dilakukan dengan cara studi Pustaka, wawancara, observasi, dan pendokumentasian. Proses pembuatan Gamelan Yuna Mulya melalui (3) tahapan antara lain: tahap persiapan, tahap pembuatan gamelan, dan tahap pelarasan. Tahap persiapan dilakukan dengan menyiapkan alat dan bahan yang digunakan dalam proses pembuatan berupa: kayu nangka, gergaji mesin, pasah, palu, amplas, tatah, paku, mesin bor, gerinda, dan kompresor. Tahap pembuatan gamelan meliputi: proses pembuatan kendang dan proses pembuatan demung. Tahap pelarasan meliputi: frekuensi bunyi dan resonator bunyi. Bentuk kreativitas yang dilakukan oleh Hadi Mulyanto dalam pembuatan Gamelan Yuna Mulya antara lain dalam hal wujud ricikan, teknik permainan, sumber bunyi, serta pilihan gending yang disajikan dalam permainannya

    ANALISIS DIKSI DAN GAYA BAHASA AUDISI STAND UP COMEDY DODIT MULYANTO DI KOMPAS TV

    Full text link
    Latar belakang penelitian ini dilatarbelakangi oleh kata-kata diksi yang khas (denotasi dankonotasi) dan gaya bahasa (berdasarkan makna langsung maupun tidak langsung) yangdigunakan Dodit Mulyanto dalam audisi Stand Up Comedy di Kompas TV. Fokus penelitian iniadalah untuk mengetahui bagaimana penggunaan diksi dan gaya bahasa Dodi Mulyanto dalamStand Up Comedy Kompas TV. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendeskripsikanpenggunaan diksi dan gaya bahasa Stand Up Comedy Dodit Mulyanto di Kompas TV. Denganmenggunakan penelitian deskriptif kualitatif, peneliti mengambil bentuk diksi dan gaya bahasadalam Stand Up Comedy Dodit Mulyanto di Kompas TV, sedangkan sumber penelitian adalahhasil Stand Up Comedy Dodit Mulyanto di Kompas TV. Teknik pengumpulan data dalampenelitian ini adalah teknik dokumentasi dan teknik perhatian tertulis. Instrumen penelitian iniadalah instrumen pengumpulan data dan instrumen analisis, sedangkan proses analisis dataterdiri dari pengkodean data, klasifikasi data, interpretasi data, dan kesimpulan. Berdasarkanhasil penelitian, hasil deskripsi diksi (denotasi dan konotasi) dan gaya bahasa (berdasarkanmakna langsung dan tidak langsung). Diksi yang digunakan adalah konotasi, sedangkan gayabahasanya adalah hiperbole, ironi, dan sindiran. Saran yang diberikan peneliti adalah agar guruBahasa Indonesia menggunakan hasil deskripsi diksi dan gaya bahasa dalam penelitian inisebagai salah satu alternatif cara mengembangkan materi pembelajaran bahasa dan sastraIndonesia yang bertujuan untuk melatih. keterampilan siswa dalam berbicara dan menulis.Khusus untuk siswa kelas III SMA, hasil deskripsi diksi dan gaya bahasa dari penelitian ini akan dijadikan acuan dalam pembelajaran diaolog, tuturan, atau puisi wtite. Untuk peneliti selanjutnyadisarankan untuk mengembangkan penelitian yang lebih luas yang mengkaji dikte dan gayabahasa atau fokus pada penelitian yang sama tetapi dalam rincian diskusi yang berbeda. Bagipara pelawak (Stand Up Comedy) disarankan untuk menjadikan hasil penelitian ini sebagaibahan masukan dalam pertunjukan Stand Up Comedy

    Teknik modern fotografi digital/ Mulyanto

    No full text
    xii, 302 hal.: ill.; 23 cm

    Humor Komika Dodit Mulyanto dalam Stand Up Comedy Indonesia IV Kompas TV

    Full text link
    Orang tertawa bila melihat dan mendengar sesuatu merupakan sifat yang dimiliki manusia. Orang tertawa bisa disebabkan oleh berbagai macam hal dari yang di lihat dan didengar. Bila orang melihat dan mendengar sesuatu yang lucu ia akan tertawa atau sedikitnya tersenyum. Sesuatu yang lucu bisa karena yang dilihat dan disengar adalah humor dari seseorang. Ada berbagai seni pertunjukan yang disiarkan oleh berbagai macam stasiun televisi (TV) di Indonesia yang kemudian diunggah di You tube. Stand Up Comedy (SUCI) IV Kompas TV yang di unggah di You tube adalah suatu kompetisi seni pertunjukan yang mengundang tertawa orang yang melihat dan mendengar dalam hal ini adalah pentonnya. Tertawanya penonton SUCI IV Kompas TV disebabkan oleh penampilan peserta kompetisi tersebut antara lain Hifdzi Khoir, David Nurbianto,Abdur Arsyad, Dzawin, Dodit Mulyanto dan lain-lain. Dodit Mulyanto dalam kompetisi tersebut hanya sampai pada penghargaan lima besar. Akan tetapi setiap penampilannya selama kompetisi ia selalu mendapat sambutan tawa yang luar biasa dengan penampilannya. Begitupun setelah meninggalkan ajang kompetisi ia tampil di berbagai kota di Indonesia dalam berbagai acara dan para penotonnya selalu tertawa dan terhibur dalam oleh humor-humor yang ia tampilkan. Humor-humor dalam penampilan Dodit Mulyanto di kompetisi SUCI IV Kompas TV dengan penampilan sebagai orang desa yang lugu dengan mimik tanpa ekspresi begitu ia mucul di panggung langsung mendapat sambutan. Perkataan-perkataan atau kata-kata yang disampaikan oleh Dodit Mulyanto selalu mengundang tawa penonton. Tawa para penonton merupakan idikasi gembira karena kelucuan kata-kata humor yang ia dengan dan saksikan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bentuk humor apa yang membuat para penonton Dodit Mulyanto yang secara spontan tertawa melihat dan mendengar yang di sampaikan dalam setiap penampilan pada SUCI IV Kompas TV.Tahapan penelitian melalui empat tahap. Tahap pertam pengumpulan data melalui mencari data setiap penampilan Dodit Mulanto dalam SUCI IV Kompas TV yang informasinya atau datanya di ambil dari You Tube yang menayangkan penampilan Dodit Mulyanto dalam ajang kompetisi. Dari setiap penampilan credit title di screenshot, kemudian di tulis ulang dalam catatan yang sudah di persiapkan. Selanjutnya setiap penampilan Dodit Mulyanto dari awal sampai akhir ditonton dengan seksama sebanyak empat kali. Menonton yang pertama hanya menyimak, menonton yang kedua mencatat berapa kali para penonton yang tertawa karena melihat penampilan,yang ketiga menoton sekaligus mendengarkan kata perkata dan mentransliterasikan sampai tidak ada yang terlewat.,yang keempat mencatat kata-kata dan mendengarkan berapa kali penonton tertawa pada perkataan apa. Tahap Kedua setelah data tersebut sudah terkumpul kemudian di simak dengan seksama kemudian ditulis kembali menjadi fakta dalam bentuk deskripsi. Tahap ketiga deskripsi fakta di analisis menggunakan tiga teori. Teori yang pertama adalah teori superioritas dan degradasi.Teori yang kedua adalah teori penyimpangan frustasi dala harapan dan bisosiasi. Teori yang ketiga adalah pelepasan ketegangan dan pembebasan. Luaran yang ditargetkan dalam penelitian ini adalah berupa publikasi ilmiah Jurnal Nasional terakreditasi Sinta 4 atau Jurnal Tonil. Untuk Tingkat Kesiapan Teknologi (TKT) setara pada level 2

    Maxim of Cooperative Principle Violation by Dodit Mulyanto in Stand-up Comedy Indonesia Season 4

    Full text link
    This study focuses on cooperative principle violation done by Dodit Mulyanto in Stand Up Comedy Indonesia season 4 using Grice’s theory. Grice expressed cooperative principle to suggest that in conversational interaction people work on the assumption that a certain set of rules is in operation, unless they receive indications to the contrary. The aims of this research are to classify the maxims of cooperative principle and to explain how Dodit Mulyanto violates cooperative principle to raise humor in Stand Up Comedy Indonesia season 4. Besides, this research is also directed to discover the types of violation maxims, the most dominant violation maxim, and to explain the causes of the most dominant violation maxim in Dodit Mulyanto’s Stand Up Comedy Indonesia season 4. This research is conducted using qualitative method.  The sources of data are the 17 videos of Dodit Mulyanto’s speech during his performance in Stand Up Comedy Indonesia Kompas TV season 4 by downloading from YouTube site. The data are the utterances of Dodit Mulyanto which considered contain the violation of cooperative principles. The data are collected using the check list instrument and then analyzed based on the violation on each maxim. At the end, the researcher draws the conclusion which is in accordance with the research finding. The results of the analysis shows that all types of maxim were violated; 12 utterances violation maxim of quantity (24,4%), 13 utterances violation maxim of quality (26,5%), 22 utterances violation maxim of relation (44,9%), and 2 utterances violation maxim of manner (4,1%). The most dominant type of violation maxims was the violation maxim of relation because Dodit Mulyanto delivered too much message, which is unmatched with the topic or changed conversation topic abruptly or did the wrong causality, than is required to raise humor in Stand Up Comedy Indonesia Kompas TV season 4.Keywords: Cooperative Principle, Maxim Violation, Stand Up Comedy
    corecore