1,720,961 research outputs found
Gambaran Pengetahuan masyarakat tentang lmunisasi NON PPI Pada Anak di Makassar Tahun 2012
Penyebab kematian terbesar adalah penyakit infeksi. Salah satu usaha pencegahan terhadap timbulnya penyakit infeksi adalah dengan melaksanakan imunisasi. Imunisasi adalah tindakan untuk memberikan imunitas (perlindungan, proteksi, antibodi, kekebalan, resistensi) dari serangan penyakit kedalam tubuh manusia. Di Indonesia terdapat jenis imunisasi yang
diwajibkon (imunisasi dasar) dan Imunisasi (NON PPI) sifatnya swadaya yang tidak ditanggung oleh pemerintah.
Penelitian ini bertujuan Untuk mengetahui pengetahuan Masyarakat tentang imunisasi NON PPI pada anak di Makassar tahun 2012 yang di laksanakan di empat puskesmas yaiu puskesmas Kassi — Kassi. Bara — Baraya, Mamajang dan Batua. Penelitian ini hersifat deskriptif dcngan jumlah sampel 135 yang dipilih secara accidental sampling dengan menggunakan data primer, diolah secara manual dan ditampilkan dalam tabel distribusi frekuensi dan persentase.
Hasil penelitian ini menunjukan bahwa Pengetahuan Masyarakat tentang pengertian
imunisasi NON PPI masih kurang dengan persentase (71,9%). Pengetahuan masyarakat tentang jenis jenis imunisasi NON PPI juga kurang dengan persentase (73,3%). Begitupun dengan jadwal pemberian imunisasi masih kurang dengan persentase (70,4%). Hal ini menyebabkan swadaya imunisasi NON PPI dikalangan masyarakat menengah kebawah masih kurang memadai.
Pengetahuan masyarakat umum tentang imunisasi NON PPI masih kurang, sehingga Perlunya penyuluhan kepada orang tua tentang manfaat imunisasi NON PP1, dan peranan pemerintah untuk mengadakan imunisasi NON PPI yang terjangkau, sehingga semua kalangan masyarakat dapat men ilanatinya
Model Continuity of Care dalam Asuhan Kehamilan dan Persalinan terhadap Pencegahan Stunting: Continuity of Care Model in Pregnancy and Childbirth Care for Stunting Prevention
Stunting (gagal tumbuh) merupakan masalah kesehatan global yang berakar pada masa 1000 Hari Pertama Kehidupan (HPK), dimulai sejak kehamilan. Salah satu upaya untuk meningkatkan kualitas asuhan dan luaran kehamilan adalah melalui implementasi model Continuity of Care (CoC), yang menjamin asuhan berkelanjutan dan terpadu oleh penyedia layanan yang sama atau tim yang terkoordinasi. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui pengaruh penerapan Model CoC selama masa kehamilan dan persalinan terhadap kejadian stunting pada anak usia dua tahun. Mtode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu desain Quasy-Experimental dengan total sampel yang dibagi menjadi Kelompok Intervensi 15 responden dan 15 Kelompok Kontrol. Model CoC diterapkan sejak kunjungan antenatal trimester I hingga masa nifas dan bayi baru lahir. Variabel independen adalah Model Asuhan CoC dan Standar, dan variabel dependen adalah status stunting (diukur berdasarkan Panjang Badan menurut Usia dan Berat badan). Analisis data dilakukan menggunakan uji Fisher's Exact dengan tingkat signifikan 0,05. Hasil penelitian ini yaitu kejadian stunting pada Kelompok Intervensi adalah 6,7 % jauh lebih rendah dibandingkan Kelompok Kontrol yaitu 26,7% dan Hasil uji statistik Fisher's Exact menunjukkan nilai 0,04 dapat disimpulkan bahwa terdapat pengaruh yang signifikan dari Model Continuity of Care dalam asuhan kehamilan dan persalinan terhadap pencegahan stunting. Penerapan Model ini secara signifikan berhubungan dengan penurunan risiko stunting dan dapat direkomendasikan untuk diintegrasikan ke dalam pelayanan kesehatan ibu dan anak guna memastikan asuhan yang komprehensif dan berkelanjutan di masa 1000 HPK
Pengaruh Pemberian Madu Terhadap Kadar Hemoglobin, Berat Badan Lahir Dan Plasenta Pada Ibu Hamil Dengan Anemia
One of the efforts made to prevent anemia in pragnancy is to use local plants in the community, namely honey. In general honey is effective for producing energy, increasing endurance, and increasing stamina. Honey also contains vitamin C, vitamin A, iron (Fe), and vitamin B12 which functions as the formation of red blood cells and hemoglobin. This study aimed to assess the difference between the intervention group Honey + Fe and the dick Fe group by measuring Hemoglobin levels, birth weight and placenta in pregnant women with anemiaMethods: This research is a quantitative study with a type of quasi experiment research. A sample of 46 people was selected by purposive sampling.Result: The results showed a significant difference in hemoglobin levels between the intervention group Honey + Fe (mean: 11.86 ± 0.94) and the Fe control group (mean: 10.16 ± 1.05) with a value of p = 0,000 (<0,05). The same was found in the measurement of Birth Weight showing a significant difference between the intervention group Honey + Fe (mean 3030 ± 495.53) and the Fe control group (mean 2521 ± 390.75), with a p value: 0,000 (<0.05 ) In contrast to the results of placental weight measurements, no significant differences were found between the intervention group Honey + Fe (mean 520 ± 43.37) and the Fe control group (mean 504 ± 47.65), with a p value: 0.250 (>0.05)
Efek Kartu Kendali Edukasi Inisiasi Menyusu Dini pada Ibu Hamil Trimester III
Pencapaian Inisiasi Menyusu Dini (IMD) di Indonesia masih sangat rendah, hal ini disebabkan rendahnya pengetahuan ibu dalam pelaksanaan IMD. Terkait dengan hal ini maka dibutuhkan instrumen yang tepat untuk menambah pengetahuan ibu hamil secara komperehensif.
Tujuan : Penelitian ini bertujuan mendesain dan memvalidasi kartu kendali edukasi IMD pada ibu hamil trimester III yang dapat digunakan oleh bidan dalam meningkatkan pengetahuan IMD pada ibu kartu tersebut di desain dan diuji coba terlebih dahulu oleh beberapa tim ahli untuk divalidasi kepada beberapa orang sampel sebelum akhirnya digunakan kepada sampel pasien.
Metode Penelitian : jenis penelitian ini adalah quasi eksperiment dengan desain one gruppretest – posttes with kontrol. Populasi penelitian ini adalah semua ibu hamil di Puskesmas Jumpandang Baru Makassar, tehnik pengambilan sampel menggunakan accidental sampling. jumlah sampel sebanyak 60 orang kemudian dibagi menjadi 2 kelompok. Yang akan di berikan perlakuan satu kelompok menggunakan kartu kendali satu kelompok tanpa menggunakan kartu kendali Pengumpulan data menggunakan kuesioner yang diberikan kepada responden sebelum dan sesudah edukasi. Analisis menggunakan uji Chisquare, Mannwhitney dan Friedman. kartu kendali edukasi divalidasi oleh 3 tim ahli yaitu ahli komunikasi, konselor laktasi dan kebidanan.
Hasil Penelitian : terdapat pengaruh kartu kendali edukasi dalam meningkatkan pengetahuan ibu hamil tentang IMD dengan nilai P = 0,000 yaitu pengetahuan kurang sebelum edukasi 40,5, setelah pemberian edukasi pertama menggunakan kartu pengetahuan ibu meningkat menjadi 50,17, pada edukasi edukasi ke dua menjadi 60,17 dan pada edukasi terakhir menjadi 73,17 Hal ini membuktikan bahwa kartu kendali edukasi dapat meningkatkan pengetahuan ibu hamil akan praktik IMD
Kesimpulan : kartu kendali edukasi IMD pada ibu hamil terbentuk dan terbukti dapat meningkatkan pengetahuan ibu hamil tentang IMD secara signifikan.
Saran : penggunaan kartu kendali edukasi dalam meningkatkan pengetahuan praktik IMD perlu dimulai sejak trimester II kehamilan
Going Beyond Counting First Authors in Author Co-citation Analysis
The present study examines one of the fundamental aspects of author co-citation analysis (ACA) - the way co-citation
counts are defined. Co-citation counting provides the data on which all subsequent statistical analyses and mappings
are based, and we compare ACA results based on two different types of co-citation counting - the traditional type that
only counts the first one among a cited work's authors on the one hand and a non-traditional type that takes into
account the first 5 authors of a cited work on the other hand. Results indicate that the picture produced through this non-traditional author co-citation counting contains more coherent author groups and is therefore considerably clearer. However, this picture represents fewer specialties in the research field being studied than that produced through the traditional first-author co-citation counting when the same number of top-ranked authors is selected and analyzed. Reasons for these effects are discussed
Variations on the Author
“Variations on the Author” discusses two of Eduardo Coutinho’s recent films (Um Dia na Vida, from 2010, and Últimas Conversas, posthumously released in 2015) and their contribution to the general question of documentary authorship. The director’s filmography is characterized by a consistent yet self-effacing form of authorial self-inscription: Coutinho often features as an interviewer that rather than express opinions propels discourses; an interviewer that is good at listening. This mode of self-inscription characterizes him as an author who is not expressive but who is nonetheless markedly present on the screen. In Um Dia na Vida, however, Coutinho is completely absent form the image, while Últimas Conversas, on the contrary, includes a confessional prologue that moves the director from the margins to the center of his films. This article examines the ways in which these works stand out in the filmography of a director who offers new insights into the notion of cinematic authorship
Appropriate Similarity Measures for Author Cocitation Analysis
We provide a number of new insights into the methodological discussion about author cocitation analysis. We first argue that the use of the Pearson correlation for measuring the similarity between authors’ cocitation profiles is not very satisfactory. We then discuss what kind of similarity measures may be used as an alternative to the Pearson correlation. We consider three similarity measures in particular. One is the well-known cosine. The other two similarity measures have not been used before in the bibliometric literature. Finally, we show by means of an example that our findings have a high practical relevance.information science;Pearson correlation;cosine;similarity measure;author cocitation analysis
Dispelling the Myths Behind First-author Citation Counts
We conducted a full-scale evaluative citation analysis study of scholars in the XML research field to explore just how different from each other author rankings resulting from different citation counting methods actually are, and to demonstrate the capability of emerging data and tools on the Web in supporting more realistic citation counting methods. Our results contest some common arguments for the continued
use of first-author citation counts in the evaluation of scholars, such as high correlations between author rankings by first-author citation counts and other citation
counting methods, and high costs of using more realistic citation counting methods that are not well-supported by the ISI databases. It is argued that increasingly available digital full text research papers make it possible for citation analysis studies to go beyond what the ISI databases have directly supported and to employ more
sophisticated methods
- …
