1,721,014 research outputs found

    Actuating dakwah bil-lisan Kiai Muhammad Mukhid pada pengajian rabu pon di Desa Bulusari Sayung Demak

    Full text link
    SARI MURNI LARASATI (1501036075) : ACTUATING DAKWAH BIL-LISAN KIAI MUHAMMAD MUKHID PADA PENGAJIAN RABU PON DI DESA BULUSARI SAYUNG DEMAK Skripsi ini membahas tentang Actuating Dakwah Bil-Lisan KIai Muhammad Mukhid Pada Pengajian Rabu Pon. Kajiannya dilatarbelakangi oleh Para anggota panitia pengajian rabu pon diawali dari para anggota panitia mengadakan perkumpulan seminggu sekali pada setiap malam sabtu di halaman Musholla Nurul Yaqin Sedran Bulusari Rt 1/ Rw 1 Sayung Demak yang mana musyawarah tersebut membahas tentang dana pemasukan dan pengeluaran kegiatan pengajian Rabu Pon, Evaluasi Sarana dan Prasarana, Mengatur Mempublikasikan lewat sosial media, Para Tamu Undangan yang akan diundang, Desain kegiatan Pengajian Rabu Pon setiap sebulan sekali berbeda-beda tema, dan masalah konsumsi sesuai dana yang tersedia, selain itu Actuating Dakwah Bil-Lisan Kiai Muhammad menggunakan metode dakwah yang unik yaitu melalui Pengajian Rabu Pon yang didalamnya terdapat kegiatan: yasinan, Manakiban dengan nada yang indah, istighosah, Maulid Nabi Muhammad SAW dengan iringan rebana dan saat berdiri dengan tradisi pengolesan minyak terhadap jama’ah. Sehingga secara tidak langsung perlahan masyarakat mulai sadar dan mampu berubah menjadi masyarakat lebih baik dari sebelumnya. Adapun aktifitas tercela yang dulu pernah dilakukan telah hilang sedikit demi sedikit. Penelitian ini dengan tujuan: 1. Untuk mengetahui Actuating Dakwah Bil-Lisan Kiai Muhammad Mukhid Pada Pengajian Rabu Pon di Desa Bulusari Sayung Demak. 2.Untuk Mengetahui Faktor Hambatan dan Pendukung Actuating Dakwah Bil-Lisan Kiai Muhammad Mukhid Pada Pengajian Rabu Pon di Desa Bulusari Sayung Demak. Metode penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif. Dalam pengumpulan data peneliti menggunakan metode observasi, wawancara, dan dokumentasi. Dan Analisis datanya menggunakan deskriptif-analitis.ix Hasil penelitian menunjukkan bahwa Actuating Dakwah Bil�Lisan Kiai Muhammad Mukhid Pada Pengajian Rabu Pon di Desa Bulusari Sayung Demak berjalan dengan lancar, hal ini dibuktikan dengan menggunakan langkah-langkah: pertama, Memberikan penjelasan secara komprehensif kepada seluruh elemen dakwah yang ada dalam kegiatan dakwah; kedua, Menyadari, memahami, dan menerima baik tujuan yang telah ditetapkan; ketiga, Mengerti struktur organisasi yang dibentuk, Memperlakukan bawahan secara baik, dan keempat, memberikan penghargaan yang diiringi dengan bimbingan alat petunjuk untuk semua anggotanya. Selain itu, Kiai Muhammad Mukhid dalam Selain itu, Kiai Muhammad Mukhid Metode Dakwah Bil-Lisannya jikalau sesuai dengan Q.S. An-Nahl: 125 yang di dalamnya menggunakan metode Al-Hikmah, Al-Mauidzatul Khasanah, dan Al-Mujadalah. Namun beliau dalam berdakwah terkadang menggunakan langkah-langkah: Qaulan Ma’rufan (perkataan yang baik), Qaulan Kariman (perkataan yang mulia), Qaulan Balligha (perkataan yang jelas), Qaulan Maysura (perkataan yang mudah),Qaulan Layyina (perkataan yang lemah lembut), dan Qaulan Sadida (perkataan yang publik).dan penelitian ini memiliki faktor pendukung: Adanya niat untuk mengikuti kegiatan Pengajian Rabu Pon, aktif mengikuti semua rangkaian kegiatan Pengajian Rabu Pon dan Mengaplikasikan ilmu yang didapatkan setelah mendengarkan Dakwah Bil-Lisan Kiai Muhammad Mukhid Pada Pengajian Rabu Pon dalam kehidupan sehari-hari, dan Sering Mendapatkan Shadaqah dari Jama’ah Pengajiannya melalui kotak amal keliling demi kelancaran kegiatan tersebut.Sedangkan faktor penghambat adalah: Jikalau Hujan Para Jama’ah yang hadir tidak seperti biasanya, Sedikitnya Jama’ah yang kurang memperhatikan pesan dakwah, dan Pernah Terjadi Kekurangan Konsumsi dikarenakan bertambahnya jama’ah. Secara keseluruhan Actuating Dakwah Bil-Lisan Kiai Muhammad Mukhid Pada Pengajian Rabu Pon di Desa Bulusari Sayung Demak dapat terlaksana dengan baik

    ANALISIS UNSUR INTRINSIK DRAMA RAHWANA KARYA ABDUL MUKHID SEBAGAI BAHAN PEMBELAJARAN SISWA KELAS VIII SMP NEGERI 4 KOTA SUKABUMI TAHUN PELAJARAN 2018/2019

    Full text link
    This research is motivated by drama as one of the learning materials contained in the 2013 Curriculum syllabus for SMP / MTs. The formulation of the problem in this study is 1) What is the intrinsic element of Rahwana's work by Abdul Mukhid? 2) Can the results of the analysis of Rahwana's drama by Abdul Mukhid be used as learning material for Class VIII Students of SMP Negeri 4 Sukabumi City 2018/2019 Academic Year ?. This study aims to determine the analysis of the intrinsic elements of Abdul Mukhid's drama Ravana as learning material. The method used in this research is the leather method using the technique of collecting data on observations, tests, questionnaires and documentation. Based on the results of the research conducted by the author, it can be concluded that the drama Rahwana by Abdul Mukhid can be used as learning material in schools while still referring to the curriculum and syllabus that applies in the school. This can be seen based on the data the authors collected in the form of observations that the author did, tests that showed more than 50% of students could analyze the drama's intrinsic elements that have been selected and the results of the student response questionnaire that showed all students gave a positive response

    Going Beyond Counting First Authors in Author Co-citation Analysis

    Full text link
    The present study examines one of the fundamental aspects of author co-citation analysis (ACA) - the way co-citation counts are defined. Co-citation counting provides the data on which all subsequent statistical analyses and mappings are based, and we compare ACA results based on two different types of co-citation counting - the traditional type that only counts the first one among a cited work's authors on the one hand and a non-traditional type that takes into account the first 5 authors of a cited work on the other hand. Results indicate that the picture produced through this non-traditional author co-citation counting contains more coherent author groups and is therefore considerably clearer. However, this picture represents fewer specialties in the research field being studied than that produced through the traditional first-author co-citation counting when the same number of top-ranked authors is selected and analyzed. Reasons for these effects are discussed

    Variations on the Author

    Full text link
    “Variations on the Author” discusses two of Eduardo Coutinho’s recent films (Um Dia na Vida, from 2010, and Últimas Conversas, posthumously released in 2015) and their contribution to the general question of documentary authorship. The director’s filmography is characterized by a consistent yet self-effacing form of authorial self-inscription: Coutinho often features as an interviewer that rather than express opinions propels discourses; an interviewer that is good at listening. This mode of self-inscription characterizes him as an author who is not expressive but who is nonetheless markedly present on the screen. In Um Dia na Vida, however, Coutinho is completely absent form the image, while Últimas Conversas, on the contrary, includes a confessional prologue that moves the director from the margins to the center of his films. This article examines the ways in which these works stand out in the filmography of a director who offers new insights into the notion of cinematic authorship

    Appropriate Similarity Measures for Author Cocitation Analysis

    Full text link
    We provide a number of new insights into the methodological discussion about author cocitation analysis. We first argue that the use of the Pearson correlation for measuring the similarity between authors’ cocitation profiles is not very satisfactory. We then discuss what kind of similarity measures may be used as an alternative to the Pearson correlation. We consider three similarity measures in particular. One is the well-known cosine. The other two similarity measures have not been used before in the bibliometric literature. Finally, we show by means of an example that our findings have a high practical relevance.information science;Pearson correlation;cosine;similarity measure;author cocitation analysis

    PENJUALAN LANGSUNG BERJENJANG JASA LAYANAN UMRAH DAN HAJI PLUS DALAM PERSPEKTIF HUKUM ISLAM (Studi Multisitus PT. Armina Reka Perdana dan PT. Reward Indonesia Madani Jakarta)

    Full text link
    ABSTRAK Tesis dengan judul “Penjualan Langsung Berjenjang Jasa Layanan Umrah dan Haji Plus dalam Perspektif Hukum Islam (Studi multisitus PT. Arminareka Perdana dan PT. Reward Indonesia Madani Jakarta)” ini ditulis oleh Mukhid dibimbing oleh Dr. H. M. Saifudin Zuhri, M.Ag dan Dr. H. Ahmad Muhtadi Anshor, M.Ag. Kata Kunci: Penjualan langsung berjenjang, Umrah dan Haji Plus, PT. Arminareka Perdana dan Reward Indonesia Madani, Perspektif Hukum Islam. Penelitian dalam tesis ini dilatar belakangi oleh fenomena bahwa di era globalisasi saat ini, sistem pemasaran menjadi faktor penting dalam suatu perusahaan untuk dapat bersaing dan bertahan. Berbagai macam sistem pemasaran diterapkan oleh PT. Arminareka Perdana dan PT. Reward Indonesia Madani untuk memasarkan jasa layanan perjalanan umrah dan haji plus salah satunya menggunakan sistem penjualan berjenjang yang menurut sebagian kalangan masih diragukan kehalalannya. Rumusan masalah dalam tesis ini adalah: (1) Bagaimana sistem pemasaran umrah dan haji plus PT. Arminareka Perdana; (2) Bagaimana sistem pemasaran umrah dan haji plus PT. Reward Indonesia Madani; (3) Bagaimana tinjauan Hukum Islam terhadap sistem pemasaran umrah dan haji plus PT. Arminareka Perdana dan PT. Reward Indonesia Madani. Tesis ini bermanfaat bagi penulis untuk menambah wawasan pola pikir, sikap, pengalaman sebagai upaya peningkatan pemahaman terhadap ekonomi syariah, yakni dengan memahami sistem pemasaran umrah dan haji plus yang sesuai syariat. Penjualan langsung berjenjang jasa layanan umrah dan haji plus dalam perspektif hukum Islam menjelaskan bahwa suatu sistem yang menerangkan permasalahan pemasaran umrah dan haji plus guna menciptakan sistem pemasaran yang syar’i, khususnya yang ditinjau dalam perspektif hukum Islam. Dari hasil penelitian ini, penulis menyimpulkan bahwa: (1) Mekanisme penjualan yang dijalankan oleh PT. Arminareka Perdana termasuk dalam katagori sistem penjualan langsung berjenjang (PLB), meskipun pengelola PT. Arminareka Perdana menyatakan bahwa pemasaran yang dilakukan bukan termasuk penjualan langsung berjenjang. Mereka juga mengungkapkan ketika mengurus perijinan penjualan dengan sistem berjenjang atau MLM pada Kementerian Perdagangan ternyata ditolak karena tidak memenuhi syarat, (2) PT. Reward Indonesia Madani menerapkan konsep pemasaran berjenjang yang mengedepankan sistem saling menguntungkan, kerjasama dan transparan. Sistem pemasaran PT. Reward Indonesia Madani ini hampir sama dengan sistem pemasaran yang dipraktekkan PT. Arminareka Perdana. Perbedaannya, PT. Arminareka Perdana memiliki biro perjalanan umrah dan haji plus untuk memberangkatkan jama’ah yang sudah membayar lunas, sedangkan PT. Reward Indonesia Madani tidak memiliki biro perjalanan umrah dan haji untuk memberangkatkan member yang telah membayar lunas. Member PT. Reward Indonesia Madani yang telah melunasi biaya perjalanan umrah atau haji akan diberangkatkan dengan biro perjalanan umrah dan haji lain, (3) Sistem pemasaran umrah dan haji plus PT. Arminareka Perdana dan PT. Reward Indonesia madani belum sepenuhnya memenuhi ketentuan fatwa DSN-MUI tentang penjualan langsung berjenjang syariah jasa layanan umrah, masih ada beberapa ketentuan fatwa yang belum terpenuhi

    Dispelling the Myths Behind First-author Citation Counts

    Full text link
    We conducted a full-scale evaluative citation analysis study of scholars in the XML research field to explore just how different from each other author rankings resulting from different citation counting methods actually are, and to demonstrate the capability of emerging data and tools on the Web in supporting more realistic citation counting methods. Our results contest some common arguments for the continued use of first-author citation counts in the evaluation of scholars, such as high correlations between author rankings by first-author citation counts and other citation counting methods, and high costs of using more realistic citation counting methods that are not well-supported by the ISI databases. It is argued that increasingly available digital full text research papers make it possible for citation analysis studies to go beyond what the ISI databases have directly supported and to employ more sophisticated methods

    Author Index

    No full text
    Nao informado

    koamabayili/VECTRON-author-checklist: VECTRON author checklist

    No full text
    We have done our best to complete the author checklist relating to the use of animals in the hut study. Note that the objective for the hut study was to evaluate the IRS treatment applications for residual efficacy against Anopheles mosquitoes, including the local An. coluzzii mosquito population. Cows were only used to attract mosquitoes into the huts and no tests were carried out directly on the cows. The author checklist is intended for use with studies where experiments are carried out on animals, which is why we have had such difficulty in completing this for the hut study, as many of the questions do not relate to how the cows were used
    corecore