169 research outputs found
Lu'lu' Al-Qamar: Nazam tauhid karya Kiai Achmad Qusyairi 1894-1972 M
Buku Lu’lu’ al-Qamar: Nazam Tauhid karya Kiai Achmad Qusyairi (1894-1972 M) karya Mukhammad Lutfi adalah hasil kajian yang mendalami karya ulama lokal Nusantara, Kiai Achmad Qusyairi, yang menggabungkan studi teks dan intertekstual nazam tauhid dari Pasuruan. Kajian ini mengeksplorasi tradisi nazam di pesantren sebagai puisi didaktis yang mengajarkan teologi Islam. Buku ini mengulas biografi Kiai Achmad Qusyairi, jaringan keilmuan, serta karya-karyanya dalam konteks sosial-religius abad ke-20. Dengan pendekatan filologi, Lutfi menyunting dan menerjemahkan nazam Lu’lu’ al-Qamar, serta mengkaji struktur, metrum, dan gagasan teologis yang terkandung di dalamnya, seperti konsep takdir, iman, dan fāsiq
Abū al-Qāsim al-Zajjājī dan Proses Selection-Choice dalam Membangun Argumen Naḥwu: Kajian Uṣūl al-Naḥwi
This research focuses on the thought of Abū al-Qāsim al-Zajjājī and his contributions in naḥwu. By using descriptive qualitative approach, it was found that al-Zajjājī, who lived in the third and fourth centuries of the Hijriyah in Baghdad, with the style “khalaṭa al-madhabayn” tradition, compromised the Basrah and Kufah schools, in other terms, selection (ikhtiyār) and choice (intikhāb) opinions his predecessors. Such traditions have a strong contribution in influencing how al-Zajjājī studied and argued. Through selection and choice, al-Zajjājī proves that it is okay to take opinions from any circles, even through selection and choice it can help explain language phenomena as an introduction to classifying them into special discussions and things similar to them with the aim of expressing the language system with not fanatical to any one sect. The history above also plays a role in having a positive impact towards the maturity of naḥwu studies in subsequent generations, namely the Andalusian naḥwu network with all its past opinions then formulates or applies principles to naḥwu which are more mature and established
PENGARUH MANAJEMEN LABA, RISIKO BETA, DAN UKURAN PERUSAHAAN TERHADAP BIAYA MODAL EKUITAS PERUSAHAAN MANUFAKTUR YANG TERDAFTAR DI BURSA EFEK INDONESIA PERIODE 2009-2011
Penelitian ini bertujuan untuk (1) mengetahui pengaruh Manajemen Laba terhadap Biaya Modal Ekuitas (COEC) pada perusahaan manufaktur yang terdaftar di BEI periode 2009-2011 (2) mengetahui pengaruh Risiko Beta terhadap Biaya Modal Ekuitas (COEC) pada perusahaan manufaktur yang terdaftar di BEI periode 2009-2011 (3) mengetahui pengaruh Ukuran Perusahaan (Size) terhadap Biaya Modal Ekuitas (COEC) pada perusahaan manufaktur yang terdaftar di BEI periode 2009-2011. Populasi pada penelitian ini adalah perusahaan manufaktur yang terdaftar di BEI. Sedangkan pemilihan sampel diambil dengan menggunakan metode purposive sampling. Jumlah sampel tersebut adalah sebanyak 11 perusahaan manufaktur yang terdaftar di BEI pada periode 2009-2011. Pengujian asumsi klasik yang digunakan pada penelitian ini adalah dengan menggunakan uji normalitas, uji linearitas, uji heteroskedastisitas, dan uji autokorelasi. Analisis data yang digunakan untuk menguji hipotesis adalah dengan menggunakan teknik analisis regresi sederhana. Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) Manajemen Laba berpengaruh positif tetapi tidak signifikan terhadap Biaya Modal Ekuitas (2) Risiko Beta berpengaruh negatif dan signifikan terhadap Biaya Modal Ekuitas (3) Ukuran Perusahaan berpengaruh positif dan signifikan terhadap Biaya Modal Ekuitas.
Kata Kunci: Manajemen Laba, COEC, Risiko Beta, Siz
Kisah nyeleneh para kekasih allah tahun 2021
Bagi para pemegang syari'ah "garis lurus", tindak- tanduk para kekasih Allah (waliyullah) sering kali hanya mengundang tanda tanya, bahkan tak jarang dihukumi "menyimpang". Namun, bagi para ahli hikmah, perilaku "nyeleneh" adalah tanda-tanda kekuasaan Allah yang penuh hikmah dan mutiara.xvii, 196 hlm, 19 x 13,1 c
أسلوب لغة نثر نشيد الإنسان في مجموعة نثر "دمعة وابتسامة" لجبران خليل جبران: دراسة تحليلية أسلوبية
مستخلص البحث
أسلوب لغة من ناحية بنية الجملة هي كأساس لإنشاء أسلوب اللغة. المقصود ببنية الجملة هنا هو كيفية وضع عنصر الجملة المهم في الجملة. هناك جمل دورية، فضفاضة، ومتوازنة. ينقسم أسلوب اللغة القائم على بنية الجملة إلى؛ ذروة (klimaks)، هبوط مفاجئ (antiklimaks)، التوازي (pararelisme)، مناقضة (antitesis)، التكرار (repetisi). وإحدى منها هي أسلوب في نثر نشيد الإنسان.
الأسئلة من هذا البحث هي: أ) ما أسلوب لغة نثر نشيد الإنسان من ناحية بنية الجملة، ب) كيف تركيب أسلوب لغة بين الجمل في نثر نشيد الإنسان من ناحية بنية الجملة. الهدف من هذا البحث هو معرفة أسلوب لغة من ناحية بنية الجملة في النثر و تركيب أسلوب لغة بين الجمل في نثر نشيد الإنسان من ناحية بنية الجملة.
مدخل هذا البحث هو البحث الكيفي ونوعه هو البحث المكتبي. طريقة جمع البيانات المستخدمة في هذا البحث هي طريقة القراءة والتسجيل. وحلل الباحث البيانات المجموعة باستخدام تحليل الوصفي عند ميليز وهوبرمان، وهي تقليل البيانات، وعرض البيانات، واستنباط الخلصة.
أما نتائج هذا البحث هي: أ) أسلوب لغة من ناحية بنية الجملة في هذا النثر يوجد ستة وعشرون أسلوبا. منها ثلاثة أسلوب ذروة (klimaks)، وأربعة أسلوب هبوط مفاجئ (antiklimaks)، وثلاثة أسلوب التوازي (pararelisme)، وستة أسلوب مناقضة (antitesis)، و عشرة أسلوب التكرار (repetisi). وجد الباحث نوعين أسلوب التكرار في هذا النثر، يعني التكرار الأنافورا (anaphora) وتكرار إيباناليبسيس (epanalepsis). تسعة التكرار الأنافورا (anaphora) وواحد تكرار إيباناليبسيس (epanalepsis). ب) تركيب أسلوب لغة بين الجمل في نثر نشيد الإنسان من ناحية بنية الجملة يوجد عشرة أسلوبا. منها أربعة تكرار، مناقضة، هبوط مفاجئ (repetisi, antitesis, antiklimaks ) و اثنين تكرار، مناقضة، توازي (repetisi, antitesis, pararelisme)، ثلاثة تكرار، ذروة (repetisi, klimaks)، وواحد تكرار، توازي، هبوط مفاجئ (repetisi, pararelisme, antiklimaks).
ABSTRACT
Style of language based on sentence structure can be used as a basis for creating language style. What is meant by sentence structure here is how to place an element of sentence that is important in the sentence. There are sentences that are periodic, are loose, and are balanced. Language style based on sentence structure is divided into; climax, anticlimax, parallelism, antithesis, repetition. One of them is the language style in prose “نشيد الإنسان” by Gibran Khalil Gibran.
The questions of this research are: a) what style of language based on the structure of the sentence in prose “نشيد الإنسان” by Gibran Khalil Gibran, b) how structure of style based on the structure of the sentence between sentenses in prose “نشيد الإنسان” by Gibran Khalil Gibran. The research’s aim is find out style of language based on the structure of the sentence in prose and structure of style based on the structure of the sentence between sentenses.
The kind of this research is qualitative. The data collection technique used in this research is a reading and noting technique. Then, data were analyzed by researchers used descriptive analysis with data analysis models according to Miles and Huberman, it was data reduction, data presentation, and verification.
The result of this research showed that; a) style of language based on the structure of the sentence there are twenty-six style. Including three climax , four antiklimaks, three paralleisme, six antitesis, and ten repetition. The researcher found two types of repetition in this prose, namely anaphora and epanalepsis. Nine anaphora and one epanalepsis. b) structure of style based on the structure of the sentence between sentenses there are ten style including four repetition, antitesis, anticlimax; two repetition, antitesis, pararelisme; three repetition, climax; and one repetition, pararelisme, anticlimax.
ABSTRAK
Gaya bahasa berdasarkan struktur kalimat, struktur sebuah kalimat dapat dijadikan landasan untuk menciptakan gaya bahasa. Yang dimaksud dengan struktur kalimat disini adalah bagaimana tempat sebuah unsur kalimat yang dipentingkan dalam kalimat tersebut. Ada kalimat yang bersifat periodik, bersifat kendur, dan bersifat berimbang. Gaya bahasa berdasarkan struktur kalimat terbagi atas; klimaks, antiklimaks, pararelisme, antitesis, repetisi. Fenomena gaya bahasa itupun juga ada dalam prosa نشيد الإنسان karya Gibran Khalil Gibran.
Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah: a) apa gaya bahasa berdasarkan struktur kalimat dalam prosa نشيد الإنسان karya Gibran Khalil Gibran, b) bagaimana susunan gaya bahasa berdasarkan struktur kalimat yang ada di prosa نشيد الإنسان karya Gibran Khalil Gibran. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui gaya bahasa berdasarkan struktur kalimat dalam prosa dan susunan gaya bahasa berdasarkan struktur kalimat, antar kalimat yang ada di prosa.
Jenis penelitian ini adalah kualitatif. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah teknik membaca dan mencatat. Kemudian, data dianalisis oleh peneliti menggunakan analisis deskriptif dengan model analisis data menurut Miles dan Huberman, yaitu reduksi data, penyajian data, dan verifikasi.
Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa; a) gaya bahasa berdasarkan struktur kalimat ada dua puluh enam gaya. Diantaranya tiga klimaks, empat antiklimaks, tiga paralleisme, enam antitesis, dan sepuluh repetisi. Peneliti menemukan dua jenis repetisi dalam prosa ini, yaitu anafora dan epanalepsis. Sembilan anafora dan satu epanalepsis. b) struktur gaya berdasarkan pada struktur kalimat yang ada antar kalimat dalam prosa ada sepuluh gaya bahasa diantaranya empat repetisi, antitesis, antiklimaks; dua repetisi, antitesis, pararelisme; tiga repetisi, klimaks; dan satu repetisi, pararelisme, antiklimaks
VARIASI PERLOKUSI DALAM CERPEN SANDALKARYA NURYANA ASMAUDI: SEBUAH TINJAUAN PRAGMATIK PERSPEKTIF LEECH
Kisah nyeleneh para kekasih allah tahun 2021
Bagi para pemegang syari'ah "garis lurus", tindak- tanduk para kekasih Allah (waliyullah) sering kali hanya mengundang tanda tanya, bahkan tak jarang dihukumi "menyimpang". Namun, bagi para ahli hikmah, perilaku "nyeleneh" adalah tanda-tanda kekuasaan Allah yang penuh hikmah dan mutiara.xvii, 196 hlm, 19 x 13,1 c
VARIASI PERLOKUSI DALAM CERPEN SANDALKARYA NURYANA ASMAUDI: SEBUAH TINJAUAN PRAGMATIK PERSPEKTIF LEECH
VARIASI PERLOKUSI DALAM CERPEN SANDALKARYA NURYANA ASMAUDI: SEBUAH TINJAUAN PRAGMATIK PERSPEKTIF LEECH
Kisah nyeleneh para kekasih allah tahun 2021
Bagi para pemegang syari'ah "garis lurus", tindak- tanduk para kekasih Allah (waliyullah) sering kali hanya mengundang tanda tanya, bahkan tak jarang dihukumi "menyimpang". Namun, bagi para ahli hikmah, perilaku "nyeleneh" adalah tanda-tanda kekuasaan Allah yang penuh hikmah dan mutiara.xvii, 196 hlm, 19 x 13,1 c
- …
