2 research outputs found

    HUBUNGAN HARGA DIRI DENGAN GAYA HIDUP HEDONIS PADA MAHASISWA TIDORE DI KOTA MAKASSAR

    No full text
    Gaya Hidup Hedonis dipengaruhi oleh tingkat harga diri dimana apabila usaha mempertahankan atau meningkatkan gaya hidup hedonis berlangsung lancar maka kebiasaan gaya hidup hedonis akan semakin kuat dan berujung menjadi kebtuhan yang mendasar. Berdasarkan penjelasan diatas, maka peneliti tertarik untuk meniliti tentang Hubungan Harga Diri dengan Gaya Hidup Hedonis Pada Mahasiswa Tidore di Kota Makassar. Penelitian dengan pendekatan kuantiatif menekankan analisis pada data-data numerical (angka) yang diolah dengan metode statistika. Pada dasarnya pendekatan kuantitatif dilakukan pada penelitian inferensial (dalam rangka pengujian hipotesis) dan menyadarkan kesimpulan hasilnya pada suatu probabilitas kesalahan penolakan hipotesis nihil

    DETERMINAN PERILAKU MENGONSUMSI MIE INSTAN PADA MAHASISWA

    No full text
    Gaya hidup yang semakin modern dan serba instan menuntut berbagai produk makanan yang cepat saji dan enak. Bagi kalangan mahasiswa, mie instan merupakan pilihan menu makanan yang dapat dinikmati di tengah kesibukan perkuliahan, daripada sayuran atau bahan makanan lain yang membutuhkan waktu memasak lebih lama. Studi ini bertujuan untuk mendapatkan gambaran mengenai determinan perilaku mengonsumsi mie instan pada mahasiwa ditinjau dari Organismic Integration Theory. Teori ini menyatakan bahwa determinan suatu perilaku berada dalam lima kontinum yaitu Amotivation, External Regulation, Introjected Regulation, IdentifiedRegulation,dan Instrinsic Regulation. Penelitian dilakukan pada 85 orang mahasiswa Fakultas PsikologiUniversitas Padjadjaran angkatan 2011 menggunakan kuesioner yang mewakili lima kontinum Organismic Integration Theory. Hasil penelitian menggambarkan: 46 mahasiswa (54,11%) tidak termotivasi mengomsumsi mie instan; 13 mahasiswa (15,29%) pada tahap introjected regulation; lima mahasiswa (5,88%) pada tahap internal regulation; enam mahasiswa (7,06%) memiliki skor hampir sama (selisih 1 poin) pada tahap amotivation dan introjected regulation;tujuh mahasiswa (8,23%) memiliki skor hampir sama (selisih 1 poin) pada tahap introjected regulation dan internal regulation; satu mahasiswa pada tahap introjected dan identified regulation; sertatujuh mahasiswa (8,23%) menunjukkan inkonsistensi sehingga menghasilkan skor yang sama pada setiap dimensi yang bertolak belakang. Pada tahap external regulation dan identified regulation diperoleh skor nol yang menunjukkan tidak ada mahasiswa yang berada pada tahap ini
    corecore