1,724,956 research outputs found
Het voornemen van de muis
Een muis wil een toespraak houden, maar omdat hij geen idee heeft waarover of hoe dat moet, raadpleegt hij alle dieren in het bo
Asdar Muis RMS dalam Perteateran Makassar
ABSTRAK
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: (1) Siapa Asdar Muis RMS dalam perteateran Makassar, (2) Karya Asdar Muis RMS dalam perteateran Makassar, (3) Gaya Teater Asdar Muis RMS dalam perteateran Makassar. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif. Teknik pengumpulan data yang dilakukan dalam penelitian ini yaitu: observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian disimpulkan : (1).Asdar Muis Lahir di Pangkep, Sulawesi Selatan, 13 Agustus 1963. Pengetahuan teater di masa kecil yang diperoleh dari ibunya yang berprofesi sebagai guru teater, merupakan “warisan sosial” dari keluarga. Secara genetis kesenimanannya diturunkan dari darah ibunya. Ia adalah sosok seniman teater yang memilki kesadaran diri, bahwa pendidikan dan pengetahuan itu sangat penting untuk mendukung profesi yang dilakoninya. Ilmu yang diperolehnya baik saat di Asdrafi dan di jurusan Sosiologi Pascasarjana Program Magister Universitas Hasanuddin diaplikasikan dalam setiap pertunjukan teater di berbagai tempat. Ia memiliki kesadaran tinggi untuk mengembangkan ilmunya melalui dunia teater dengan mendirikan “Komunitas Sapi Berbunyi“. (2) Karya-karya Asdar Muis RMS mengandung nilai-nilai budaya Sulawesi Selatan, dan sangat mewarnai perteateran di Makassar. Nilai-nilai budaya tersebut dibuktikan dalam karya-karyanya, antara lain: “Perut Bicara”, “Meraja di Negeri Leluhur”, “Sawerigading Gagap Pulang Kampung”, “Tragedi Pakaian Dalam”, “Kabar dari Pelaut” dan beberapa pentas yang tidak diarsipkan dalam bentuk naskah seperti pentas dalam bus Damri, dalam WC, di Empang, di jalan raya, di pulau dan di depan kantor instansi pemerintahan. Hal ini membuktikan bahwa Asdar Muis RMS memiliki kesadara diri dan kesadaran ruang sebagai seniman Sulawesi Selatan yang menghargai kebudayaannya dalam melahirkan karya teater.(3) Gaya teater Asdar Muis RMS dalam perteateran Makassar, yaitu gaya teater “Legislatif”, dan menjadi konsep teaternya yaitu sebuah gaya pertunjukan dengan memanfaatkan tiga konsep, yaitu sadar diri, sadar ruang, dan sadar bentuk. Pemainnya dapat berinteraksi dengan penonton. Melalui pemainnya, ia melakukan aksi teater dengan mengkritisi ketimpangan sosial, mengecam tindakan kekerasan, dan mengecam ketidakadilan. Asdar Muis RMS termasuk seniman yang memiliki ideologi untuk menyadarkan penguasa untuk melakukan keberpihakan kepada masyarakat bawah atau orang-orang miskin.
Kata Kunci: Asdar Muis RMS, Perteateran
Correlation of MUIS and SSRS scores.
(A): Support availability was negatively correlated with total MUIS scores of hospitalized patients with SLE. (B-C): Analysis of the sub-items in the MUIS and Social Support Scale showed a negative correlation between support availability and the indeterminacy and lack of information in the MUIS scale. The confounders as gender, marital status, educational level, disease duration, self-perceived severity of disease, payment of medicine and family income were adjusted during the analysis.</p
Jan Muis
Jan Muis stond in de wijde omtrek bekend als een vermaard belezer, afstrijker en leverancier van katte- en hondevet, een veel gevraagd geneesmiddel. Hij was de laatste medicijnman-wonderdokter van Soest. Van beroep was hij bezembinder-boendermake
Kiprah Abdul Muis dalam Sarekat Islam (SI) Tahun 1912-1927
Abdul Muis merupakan tokoh Sarekat Islam, peran Abdul Muis dalam pergerakan nasional melalui SI merupakan salah satu hal yang menarik, karena ada beberapa gagasan yang dilahirkan oleh Abdul Muis yang pada selanjutnya menjadi berkembang dan penting dalam perjalanan sejarah indonesia. Abdul Muis dalam awal periode berkembangnya SI merupakan salah satu tokoh yang diperhitungkan. Menurut Suryanegara, ia dikatakan sebagai salah satu tokoh pembangkit gerakan kesadaran berpolitik nasional. Abdul Muis bersama H.O.S Cokroaminoto, H. Agus Salim dan Wignyadisastra mempelopori sosialisasi istilah nasional melalui Kongres Nasional CSI di Bandung pada tahun 1916.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kiprah Abdul Muis dalam Sarekat Islam tahun 1912-1927 dan percaturan politiknya dalam Sarekat Islam serta mengedepankan kepentingan rakyat terhadap kolonial Belanda.
Dengan menggunakan teori the great man yang dikemukakan oleh Thomas Carlyle dan James A Proude, mereka berpendapat bahwa yang menjadi faktor utama dalam perkembangan sejarah, yaitu tokoh-tokoh besar seperti negarawan, kaisar, raja, panglima perang, dan lain-lain. Penulis ingin mengetahui kiprah Abdul Muis dalam Sarekat Islam (SI) tahun 1912-1927.
Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan menggunakan metode penelitian historis, yaitu suatu penelitian yang mempelajari tentang kejadian-kejadian atau peristiwa-peristiwa di masa lalu, dengan tujuan untuk membuat rekonstruksi terhadap masa lalu secara sistematis dan objektif dengan cara mengumpulkan, mengevaluasi, dan mensintesiskan bukti-bukti untuk menerjemahkan fakta, sehingga diperoleh kesimpulan yang benar. Adapun langkah-langkahnya dilakukan dengan melalui tahapan heuristic, kritik, interpretasi dan istoriografi.
Kesimpulan: Abdul Muis memiliki peranan penting dalam dunia politik Sarekat Islam pada masanya, yaitu menjabat sebagai Wakil Ketua Sarekat Islam Afdeeling Bandung (1912-1913), Abdul Muis sebagai Wakil Ketua Central Sarekat Islam (1916) dan Masa Akhir Kiprah Abdul Muis dalam Sarekat Islam (1927)
surge monthly maxima from GTSR
<p>Monthly maxima surge values from GTSR (Muis et al., 2016). Selected tide gauge locations for Southeast Asia.</p>
<p> </p>
<p> </p>
<p>Muis, S., Verlaan, M., Winsemius, H. C., Aerts, J. C. J. H., & Ward, P. J. (2016). A global reanalysis of storm surges and extreme sea levels. <em>Nature Communications</em>, <em>7</em>. http://doi.org/10.1038/ncomms11969</p>
Konsep Pendidikan Akidah dan Akhlak Menurut Gusti Haji Abdul Muis
Pendidikan akidah dan akhlak termasuk bagian atau ranah dalam
pendidikan Islam pada pelaksanaannya memerlukan dukungan semua aspek
terkait, baik di rumah, di sekolah maupun di masyarakat oleh orang tua, guru,
tokoh, ulama atau pendidik yang ada di masyarakat. Akidah yang lurus mampu
memberikan pembebasan dari segala taklid dan ketundukan kepada selain Allah.
Akal sebagai karunia Allah yang paling berharga harus diberdayakan untuk
memikirkan masalah kedunian dan keagamaan. Namun walaupun demikian
sebagai makhluk, akalpun bisa bersifat relatif, oleh karenanya akal memerlukan
bimbingan wahyu. Di situlah peran dan fungsi agama bagi manusia. Karena
agama tidak hanya terbatas mengajarkan tentang norma-norma baik atau buruk
(etika). Namun agama lebih jauh mengajarkan tentang berprilaku, baik terhadap
Tuhannya, sesamanya, maupun terhadap lingkungannya atau yang disebut dengan
akhlak.
Fokus utama penelitian ini adalah konsep pendidikan akidah dan akhlak
menurut Gusti Haji Abdul Muis. Fokus utama tersebut dijabarkan dalam sub.
fokus penelitian yang lebih khusus, yaitu: 1. apa dasar dan tujuan pendidikan
akidah dan akhlak menurut Gusti Haji Abdul Muis ?, 2. bagaimana materi
pendidikan akidah dan akhlak menurut Gusti Haji Abdul Muis ?,3. bagaimana
metode pembelajaran pendidikan akidah dan akhlak menurut Gusti Haji Abdul
Muis?
Penelitian ini menggunakan model kepustakaan murni (library research)
artinya data penelitian berasal dari sumber-sumber kepustakaan, baik berupa
buku-buku, naskah, jurnal, majalah, kaset atau cd. Penelitian ini juga adalah
penelitian kualitatif, karena jenis data yang dikumpulkan berbentuk narasi atau
pengisahan (deskripsi) suatu cerita atau kejadian. Data dalam penelitian ini terdiri
dari data primer dan data sekunder. Data primer adalah data yang diperoleh
langsung ditempat kejadian berupa tulisan langsung dan atau rekaman ceramah
Gusti Haji Abdul Muis. Sedangkan data sekunder adalah laporan hasil observasi,
hasil penelitian, buku yang diterbitkan, atau wawancara orang lain tentang Haji
Gusti Abdul Muis. Termasuk juga dalam data sekunder adalah tulisan–tulisan
yang memaparkan pemikiran-pemikiran pendidikan Islam tokoh lain.
Hasil penelitian ini menemukan bahwa: Berkenaan pendidikan akidah,
yaitu : Menurut Gusti Haji Abdul Muis, akidah adalah kepercayaan, tetapi
kepercayaan tidak sama dengan akidah, akidah adalah ajaran Islam yang memberi
petunjuk kepada manusia untuk mengenali Allah Tuhannya, melahirkan Iman atau
v
keyakinan yang kuat berupa tauhid dalam segala aspeknya. Terkait masalah akal,
Muis menyatakan akal adalah untuk memikirkan tentang dunia dan masalah
keagamaan, tetapi akal terbatas untuk memikir tentang zat Allah. Pemikiran
semacam ini lebih cenderung kepada paham tradisionalis dalam Islam. Jadi wahyu
berfungsi sebagai informasi tentang hal-hal yang akal tidak dapat memikirkannya.
Gusti Haji Abdul Muis menyatakan bahwa manusia bebas untuk
menentukan perbuatan baik dan buruk, serta bukan ditentukan oleh Allah SWT.
Pemikiran semacam ini sesuai dengan kalam rasionalis dalam Islam, yaitu bahwa
manusia bebas berbuat dan berkehendak. Gusti Haji Abdul Muis menyatakan
bahwa Ahlussunnah wal Jama’ah adalah orang Islam yang selalu berpegang teguh
kepada al Qur’an dan Hadits yang shahih. Pemikiran seperti ini sesuai dengan
pendapat aliran salafiyah, yaitu memurnikan ajaran Islam sesuai dengan al Qur’an
dan al Hadits.
Tujuan pendidikan aqidah yang Muis laksanakan adalah membentuk
aqidah tauhid yang kuat, yakni mengesakan Allah dan menjauhkan diri dari
kemusyrikan. Materi pendidikan akidah menurut Gusti Haji Abdul Muis berkisar
tentang ketauhidan. Metode pendidikan Akidah Gusti Haji Abdul Muis adalah :
metode ceramah, metode diskusi, metode keteladanan , metode kisah
Konsep pendidikan akhlak Gusti Haji Abdul Muis adalah pembersihan
jiwa atau tazkiyyatun nafs, Gusti Haji Abdul Muis lebih menekankan pada usaha
pembersihan jiwa (tazkiyyatus nafs). Tujuan pendidikan akhlak yang ingin dicapai
oleh Muis adalah untuk mewujudkan atau menjadikan akhlak yang mahmudah
melekat dan menjadi sifat dan sikap dalam hidup dan kehidupan kaum muslimin.
Materi pendidikan akhlak yang paling ditekankan dan paling sering diajarkan atau
didakwahkan oleh Muis tentang cara mewujudkan akhlak yang mulia
(mahmudah) melalui pendidikan hati atau riyaadhah dengan tahapan takhalli,
tahalli, dan tajalli. Metode pendidikan akhlak yang Muis terapkan, yaitu :
a. Metode ceramah
b. Metode diskusi
c. Metode kisah
d. Metode keteladana
Abdul muis' Quick Files
The Quick Files feature was discontinued and it’s files were migrated into this Project on March 11, 2022. The file URL’s will still resolve properly, and the Quick Files logs are available in the Project’s Recent Activity
- …
