79 research outputs found
PENGELOLAAN BUDAYA RELIGIUS DI MTs SABILUL MUHTADIN
Pendidikan merupakan suatu yang penting bagi manusia dalam kehidupan ini. Pendidikan hendaknya memiliki kualitas yang lebih baik. Kualitas tersebut tidak saja tertuju pada kemampuan yang bersifat kognitif, tetapi lebih dari pada itu adalah pada kualitas yang bersifat afektif dan psikomotorik yang berupa aspek sikap dan prilaku. Hal tersebut karena perkembangan zaman yang semakin pesat, teknologi yang semakin canggih begitu juga moralitas generasi muda yang semakin dipertanyakan. Terkait hal teresebut MTs Sabilul Muhtadin menerapkan kegiatan keagamaan dalam bentuk budaya religius yang diterapkan disekolah. Penelitian ini difokuskan pada pengelolaan budaya religius di MTs Sabilul Muhtadin dengan rumusan masalah sebagai berikut: pengelolaan budaya religius di MTs Sabilul Muhtadin. faktor-faktor yang mempengruhi pengelolaan budaya rreligius di MTs Sabilul Muhtadin. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan dua hal tersebut. Untuk mencapai tujuan tersebut, menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian metode deskriptif. Penelitian ini berusaha memahami dan mendiskripsikan pengelolaan dan faktor-faktor yang mempengaruhi budaya religius di MTs Sabilul Muhtadin. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan teknik observasi, wawancara dan dokumentasi. Data yang terkumpul terangkan dan di analisis dengan reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian mengungkapkan bahwa dalam pengelolaan budaya religius di MTs Sabilul Muhtadin dapat terwujud karena adanya proses sosialisasi yang dilakukan oleh para pemimpin kepada seluruh warga sekolah dalam mewujudkan visi, misi dan tujuan sekolah secara optimal. Dalam proses pengelolaan melalui beberapa tahap-tahap perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan, dan evaluasi. Bentuk-bentuk kegiatan kegiatan religius meliputi pelaksanaan sholat dhuha berjama’ah, pelaksanaan sholat dhuhur berjama’ah, tahfidhul Qur’an, pengajian dan hadroh. Dalam pengelolaan budaya religius di MTs Sabilul Muhtadin terdapat faktor penghambat dan faktor pendukung. Faktor-faktor yang menjadi penghambat adalahguru yang kurang mumpuni, dan peralatan yang kurang mencukupi. Sedangkan faktor-faktor pendukungnya adalah kerjasama semua warga sekolah, keaktifan siswa, kerjasama dari wali murid, waktu yang tersedia dan dana yang mencukupi
PENGARUH STATUS SOSIAL EKONOMI ORANGTUA TERHADAP MOTIVASI BELAJAR SISWA DI MI SABILUL MUHTADIN PAKISREJO REJOTANGAN TULUNGAGUNG
ABSTRAK
Skripsi dengan judul ” Pengaruh status sosial ekonomi orangtua terhadap motivasi belajar siswa di MI Sabilul Muhtadin Pakisrejo Rejotangan Tulungagung” ini ditulis oleh Rifaatul Mahmudah, NIM. 17205153195, pembimbing Dr. Chusnul Chotimah, M.Ag
Kata Kunci: Status Sosial Ekonomi, Motivasi Belajar
Latar belakang penelitian ini adalah perbedaan status sosial ekonomi pada masing- masing orang tua siswa yang menjadi salah satu faktor yang mempengaruhi motivasi siswa dalam belajar. Dalam penelitian ini peneliti meneliti pengaruh status sosial ekonomi orang tua siswa terhadap motivasi belajar siswa di MI Sabilul Muhtadin Pakisrejo Rejotangan Tulungagung.
Tujuan penelitian ini adalah (1) Untuk mengetahui adanya pengaruh latar belakang tingkat pendidikan orangtua siswa terhadap motivasi belajar siswa di MI Sabilul Muhtadin Pakisrejo Rejotangan Tulungagung, (2) Untuk mengetahui adanya pengaruh pekerjaan orangtua siswa terhadap motivasi belajar siswa di MI Sabilul Muhtadin Pakisrejo Rejotangan Tulungagung, (3) Untuk mengetahui adanya pengaruh penghasilan orangtua siswa terhadap motivasi belajar siswa di MI Sabilul Muhtadin Pakisrejo Rejotangan Tulungagung, (4) Untuk mengetahui adanya pengaruh status sosial ekonomi orangtua siswa terhadap motivasi belajar siswa di MI Sabilul Muhtadin Pakisrejo Rejotangan Tulungagung.
Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif non eksperimental, populasi dari penelitian ini adalah siswa MI Sabilul Muhtadin Pakisrejo Rejotangan Tulungagung sebanyak 505 siswa dan sampel jang diambil peneliti sebanyak 51 siswa . Untuk pengambilan data peneliti menggunakan metode angket dan metode dokumentasi. Analisis data menggunakan bantuna program komputer SPSS versi 16.0.
Hasil penelitian menunjukan: (1) Terdapat pengaruh signifikan antara tingkat pendidikan orang tua terhadap motivasi belajar siswa di MI Sabilul Muhtadin Pakisrejo Rejotangan Tulungagung. Dengan taraf signifikansi sebesar 0,000 < 0,005dan nilai R Square sebesar 0,262 yang artinya berpengaruh sebesar 26,2%.(2) Terdapat pengaruh yang signifikan antara jenis pekerjaan orang tua terhadap motivasi belajar siswa di MI Sabilul Muhtadin Pakisrejo Rejotangan Tulungagung. Dengan hasil penelitian menunjukan taraf signifikan 0,000 < 0,005 dan nilai R Square sebesar 0,542 yang artinya berpengaruh sebesar 54,2%. (3) Terdapat pengaruh yang signifikan antara tingkat penghasilan orang tua terhadap motivasi belajar siswa di MI Sabilul Muhtadin Pakisrejo Rejotangan Tulungagung. Dengan hasil penelitian menunjukan taraf signifikan 0,000 < 0,005 dan nilai R Square sebesar 0,327 yang artinya berpengaruh sebesar 32,7%. (4) Terdapat pengaruh yang signifikan antara status sosial ekonomi orang tua terhadap motivasi belajar siswa di MI Sabilul Muhtadin Pakisrejo Rejotangan Tulungagung. Dengan hasil penelitian menunjukan taraf signifikansi = 0,000 < 0,05 dan nilai R Square sebesar 0,634 yang artinya berpengaruh sebesar 63,4% dan 36,6% dari variabel lain
PENGARUH KEBIASAAN BELAJAR TERHADAP MOTIVASI BELAJAR DAN HASIL BELAJAR SISWA MI SABILUL MUHTADIN PAKISREJO
ABSTRAK
Skripsi dengan judul “Pengaruh Kebiasaan Belajar terhadap Motivasi Belajar dan Hasil Belajar Siswa MI Sabilul Muhtadin Pakisrejo” ini ditulis oleh Umi Mahmudah, NIM 17205153188, Jurusan Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah IAIN Tulungagung, dengan dosen pembimbing Dr. Hj. Binti Maunah, M.Pd.I.
Kata Kunci : Kebiasaan Belajar, Motivasi Belajar, dan Hasil Belajar
Penelitian ini dilatar belakangi oleh masalah tentang kegiatan belajar siswa karena di MI Sabilul Muhtadin ini masih banyak dijumpai kegiatan belajar siswa yang kurang maksimal. Hal ini menunjukkan belum terbentuknya suatu kebiasaan belajar yang efektif. Pembentukan suatu kebiasaan belajar yang baik dapat dilihat dari aktivitas dan kesiapan belajar siswa pada saat di sekolah. Latar belakang tersebut yang membuat peneliti tergerak untuk mengangkat permasalahan seberapa erat pengaruh antara kebiasaan belajar dengan motivasi belajar dan hasil belajar siswa.
Rumusan masalah dalam penelitian ini antara lain: 1) Adakah pengaruh kebiasaan belajar terhadap motivasi belajar siswa MI Sabilul Muhtadin Pakisrejo?; 2) Adakah pengaruh kebiasaan belajar terhadap hasil belajar siswa MI Sabilul Muhtadin Pakisrejo?; 3) Adakah pengaruh kebiasaan belajar terhadap motivasi belajar dan hasil belajar siswa MI Sabilul Muhtadin Pakisrejo?
Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dan jenis penelitian korelasional. Jenis pengambilan sampel yang digunakan adalah quota random sampling. Data yang digunakan data primer yang diperoleh dari penyebaran angket dan data sekunder dari nilai Ujian Tengah Semester (UTS) yang diperoleh dari guru kelas, profil sekolah, dan informasi jumlah peserta didik. Untuk mengetahui seberapa besar pengaruh variabel kebiasaan belajar terhadap motivasi belajar dan hasil belajar siswa MI Sabilul Muhtadin Pakisrejo, digunakan analisis regresi linear sederhana dan uji manova.
Hasil Penelitian menunjukkan bahwa: 1) Ada pengaruh kebiasaan belajar terhadap motivasi belajar di MI Sabilul Muhtadin Pakisrejo. Dengan hasil analisis diperoleh nilai thitung > ttabel yaitu 2,131 > 1,684 dan sig sebesar 0,038 ttabel yaitu 19,636 > 1,684 dan sig sebesar 0,000 < 0,05, maka H0 ditolak dan Ha diterima; 3) Ada pengaruh kebiasaan belajar terhadap motivasi belajar dan hasil belajar di MI Sabilul Muhtadin Pakisrejo. Dengan hasil signifikasi 0,000 < 0,05, maka H0 ditolak dan Ha diterima. Berdasarkan hasil penelitian, maka dapat disimpulkan bahwa kebiasaan belajar mampu mempengaruhi motivasi belajar dan hasil belajar, jika kebiasaan belajar baik maka motivasi belajar dan hasil belajar siswa juga baik di MI Sabilul Muhtadin Pakisrejo
KOMPETENSI GURU DALAM MENGADAKAN VARIASI PEMBELAJARAN TEMATIK KURIKULUM 2013 DI KELAS RENDAH MADRASAH IBTIDAIYAH PLUS SABILUL MUHTADIN PAKISREJO REJOTANGAN TULUNGAGUNG
ABSTRAK
Skripsi dengan judul “Kompetensi Guru dalam Mengadakan Variasi
Pembelajaran Tematik Kurikulum 2013 di Kelas Rendah MI Plus Sabilul
Muhtadin Pakisrejo Rejotangan Tulungagung” ini ditulis oleh Dewi Mas Ulatul
Ulfa, NIM. 17205163289, Pembimbing Dr. Hj. Chusnul Chotimah, M.Ag.
Kata Kunci: Kompetensi Guru, Variasi Pembelajaran, Tematik Kurikulum 2013.
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh beberapa guru di MI Plus Sabilul
Muhtadin Pakisrejo Rejotangan Tulungagung belum menerapkan keterampilan
dasar mengajar secara tepat khususnya dalam mengadakan variasi pembelajaran.
Sehingga berpengaruh pada jalannya proses pembelajaran yang menyebabkan
hasil belajar kurang optimal. Selain itu, siswa kurang dapat memahami proses
pembelajaran yang berlangsung karena pembelajaran kurang bervariasi cenderung
membosankan. Sesuai hal tersebut, menjadikan alasan peneliti untuk mengetahui
kemampuan guru dalam mengadakan variasi pembelajaran sebagai solusi
alternatif pemecahan masalah dalam menghadapi masalah pembelajaran.
Fokus penelitian dalam penulisan skripsi ini adalah (1) Bagaimana
kompetensi guru dalam mengadakan variasi gaya mengajar pembelajaran tematik
Kurikulum 2013 di kelas rendah MI Plus Sabilul Muhtadin Pakisrejo Rejotangan
Tulungagung? (2) Bagaimana kompetensi guru dalam mengadakan variasi
penggunaan media pembelajaran tematik Kurikulum 2013 di kelas rendah MI Plus
Sabilul Muhtadin Pakisrejo Rejotangan Tulungagung? (3) Bagaimana kompetensi
guru dalam mengadakan variasi penggunaan bahan ajar pembelajaran tematik
Kurikulum 2013 di kelas rendah MI Plus Sabilul Muhtadin Pakisrejo Rejotangan
Tulungagung? (4) Bagaimana kompetensi guru dalam mengadakan variasi pola
interaksi kegiatan pembelajaran tematik Kurikulum 2013 di kelas rendah MI Plus
Sabilul Muhtadin Pakisrejo Rejotangan Tulungagung?.
Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode
kualitatif deskriptif untuk menganalisis data-data berupa kalimat atau kata. Teknik
pengumpulan data yang dilakukan melalui wawancara, observasi, dan
dokumentasi. Teknik analisis data menggunakan pengumpulan data, reduksi data,
penyajian data, dan verifikasi data. Pengecekan keabsahan data dilakukan dengan
pengujian credibility, pengujian transferability, pengujian dependability, dan
pengujian confirmability.
Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa: (1) Variasi gaya mengajar
pembelajaran tematik Kurikulum 2013 di kelas rendah MI Plus Sabilul Muhtadin
Pakisrejo Rejotangan Tulungagung dalam bentuk visualisasi, auditorisasi, dan
kinestetika yakni, variasi suara; memusatkan perhatian siswa; gerakan badan dan
mimik; dan mengubah posisi dengan bergerak. (2) Variasi penggunaan media
pembelajaran tematik Kurikulum 2013 di kelas rendah MI Plus Sabilul Muhtadin
Pakisrejo Rejotangan Tulungagung adalah guru memanfaatkan media pembelajaran
dalam jenis media pandang (visual aids) dan media dengar (auditif aids) (3) Variasi penggunaan bahan ajar pembelajaran tematik Kurikulum 2013 di kelas rendah MI
Plus Sabilul Muhtadin Pakisrejo Rejotangan Tulungagung adalah guru
menggunakan variasi bahan ajar multi reference berupa: LKS, buku paket
pegangan guru, dan buku paket siswa. (4) Variasi pola interaksi kegiatan
pembelajaran tematik Kurikulum 2013 di kelas rendah MI Plus Sabilul Muhtadin
Pakisrejo Rejotangan Tulungagung yaitu guru mengupayakan mengadakan pola
interaksi dalam bentuk klasikal, kelompok kecil, berpasangan, dan perseorangan
sesuai keperluan
PENGEMBANGAN PEMBELAJARAN MATEMATIKA BERBASIS LITERASI TEKNOLOGI PADA MTS DAN MA SABILUL MUHTADIN DESA JADA BAHRIN KABUPATEN BANGKA
MTs dan MA Sabilul Muhtadin Desa Jada Bahrin Kabupaten Bangka telah berdiri lebih dari 10 (sepuluh) tahun. Namun, saat ini hanya memiliki guru matematika berjumlah 4 (orang). Keempat guru matematika tersebut pun bukan berlatarbelakang dari pendidikan di bidang matematika. Ada yang berlatar belakang guru sains hingga guru agama. Karena berada dalam satu wilayah, terkadang guru MA pun diperbantukan untuk mengajar di MTs Sabilul Muhtadin begitu juga sebaliknya. Keterbatasan akses dan informasi membuat guru-guru matematika ini hanya mengajarkan pembelajaran matematika secara tradisional. Untuk itu, tim pengabdian merancang program pengabdian untuk memberdayakan guru MTs dan MA Sabilul Muhtadin dalam pengembangan pembelajaran matematika berbasis literasi teknologi guna menunjang budaya guru pembelajar. Berdasarkan hasil evaluasi, diperoleh bahwa 98% guru-guru setuju bahwa pengembangan pembelajaran matematika diperlukan oleh MTs dan MA Sabilul Muhtadin. Keaktifan, sikap, pengetahuan dan keterampilan peserta masing-masing mengalami kenaikan lebih dari 15% setelah program pengabdian terselesaikan. Artinya, pelaksanaan program pengabdian ini berpengaruh terhadap peningkatan sumber daya manusia di MTs dan MA Sabilul Muhtadin. Harapannya kegiatan ini dapat meningkatkan pengetahuan dan keterampilan guru-guru dalam meningkatkan pembelajaran matematika secara maksimal.MTs dan MA Sabilul Muhtadin Desa Jada Bahrin Kabupaten Bangka telah berdiri lebih dari 10 (sepuluh) tahun. Namun, saat ini hanya memiliki guru matematika berjumlah 4 (orang). Keempat guru matematika tersebut pun bukan berlatarbelakang dari pendidikan di bidang matematika. Ada yang berlatar belakang guru sains hingga guru agama. Karena berada dalam satu wilayah, terkadang guru MA pun diperbantukan untuk mengajar di MTs Sabilul Muhtadin begitu juga sebaliknya. Keterbatasan akses dan informasi membuat guru-guru matematika ini hanya mengajarkan pembelajaran matematika secara tradisional. Untuk itu, tim pengabdian merancang program pengabdian untuk memberdayakan guru MTs dan MA Sabilul Muhtadin dalam pengembangan pembelajaran matematika berbasis literasi teknologi guna menunjang budaya guru pembelajar. Berdasarkan hasil evaluasi, diperoleh bahwa 98% guru-guru setuju bahwa pengembangan pembelajaran matematika diperlukan oleh MTs dan MA Sabilul Muhtadin. Keaktifan, sikap, pengetahuan dan keterampilan peserta masing-masing mengalami kenaikan lebih dari 15% setelah program pengabdian terselesaikan. Artinya, pelaksanaan program pengabdian ini berpengaruh terhadap peningkatan sumber daya manusia di MTs dan MA Sabilul Muhtadin. Harapannya kegiatan ini dapat meningkatkan pengetahuan dan keterampilan guru-guru dalam meningkatkan pembelajaran matematika secara maksimal
HUBUNGAN INTERAKSI SOSIAL TEMAN SEBAYA TERHADAP PERILAKU MENYIMPANG SISWA DI MTS SABILUL MUHTADIN DESA LANGKAN KECAMATAN BANYUASIN III KABUPATEN BANYUASIN
Judul penelitian ini tentang hubungan interaksi sosial teman sebaya terhadap perilaku menyimpang siswa di MTs Sabilul Muhtadin Desa Langkan Kecamatan Banyuasin III Kabupaten Banyuuasin. Permasalahan yang berkenaan dengan interaksi sosial antara lain, adanya cara interaksi siswa yang kurang baik seperti memanggil dengan nama panggilan yang berkonotasi buruk, masih ada siswa berkata jorok serta mencela dengan membawa nama orang tua. Hal ini menyebabkan adanya ketersinggungan yang pada akhirnya mengundang timbulnya perilaku menyimpang di lingkungan sekolah. Permasalahan dalam penelitian ini adalah : bagaimana interaksi sosial teman sebaya siswa di MTs Sabilul Muhtadin Desa Langkan Kecamatan Banyuasin III Kabupaten Banyuasin? Bagaimana perilaku menyimpang di MTs Sabilul Muhtadin Desa Langkan Kecamatan Banyuasin III Kabupaten Banyuasin?Adakah hubungan interaksi sosial teman sebaya terhadap perilaku menyimpang siswa di MTs Sabilul Muhtadin Desa Langkan Kecamatan Banyuasin III Kabupaten Banyuasin? Tujuan penelitian ini adalah :untuk mengetahui interaksi sosial teman sebaya siswa di MTs Sabilul Muhtadin Desa Langkan Kecamatan Banyuasin III Kabupaten Banyuasin, untuk mengetahui perilaku menyimpang siswa di MTs Sabilul Muhtadin Desa Langkan Kecamatan Banyuasin III Kabupaten Banyuasin, untuk mengetahui hubungan interaksi sosial teman sebaya terhadap perilaku menyimpang siswa di MTs Sabilul Muhtadin Desa Langkan Kecamatan Banyuasin III Kabupaten Banyuasin Jenis penelitian ini ialah jenis penelitian kuantitatif. Adapun sumber data primer dalam penelitian ini meliputi siswa sebagai sampel penelitian. Sedangkan sumber data skunder meliputi buku-buku dan dokumentasi sekolah. Populasi dan sampel pada penelitian ini adalah seluruh kelas IX yang terdiri dari kelas IX a, IX b, dan IX c dengan jumlah 62 siswa. Data diperoleh dengan metode observasi, angket dan dokumentasi. Terlebih dahulu data dikumpulkan, kemudian direkapitulasi, selanjutnya dianalisis dengan statistik yaitu dengan menggunakan rumus mean, standar deviasi, TSR dan presentase, serta rumus Korelasi Product Moment. Hasil penelitian ini adalah : pertama, interaksi sosial teman sebaya siswa di MTs Sabilul Muhtadin Desa Langkan Kecamatan Banyuasin III Kabupaten Banyuasin diketegorikan sedang karena dari 62 responden terdapat 34 responden yang menyatakan sebesar (55%). Kedua perilaku menyimpang siswa di MTs Sabilul Muhtadin Desa Langkan Kecamatan Banyuasin III Kabupaten Banyuasin dikategorikan sedang karena dari 62 responden 30 responden yang termasuk kategori sedang sebesar (48%). Ketiga, ada hubungan yang signifikan antara interaksi sosial teman sebaya terhadap perilaku menyimpang siswa di MTs Sabilul Muhtadin Desa Langkan Kecamatan Banyuasin III Kabupaten Banyuasin. Berdasarkan hasil analisis statistik bahwa “r” tabel (Product Moment), (0,423) lebih besar dari pada “r” hitung baik dari taraf signifikasi 5% (0,250) maupun pada taraf signifikasi 1% (0,325)
STRATEGI KEUNGGULAN BERSAING UNTUK MENINGKATKAN JUMLAH ANGGOTA DI KOPERASI SIMPAN PINJAM DAN PEMBIAYAAN SYARI’AH (KSPPS) BMT SABILUL MUHTADIN PLUMBON
Ragil Setyo Hadi Wibowo (13240047), "Strategi Keunggulan Bersaing Untuk Meningkatkan Jumlah Anggota di Koperasi Simpan Pinjam dan Pembiayaan Syari’ah (KSPPS) BMT Sabilul Muhtadin Plumbon". Skripsi, Yogyakarta, Fakultas Dakwah dan Komunikasi UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta, 2017. Penelitian ini bertujuan mengetahui strategi keunggulan bersaing yang dilakukan KSPPS BMT Sabilul Muhtadin Plumbon dalam menigatkan jumlah anggotanya. Persaingan dalam dunia usaha sangatlah kuat, salah satunya adalah persaingan dunia usaha jasa keuangan syariah. Hal ini harus di antisipasi oleh pihak manajemen KSPPS BMT Sabilul Muhtadin agar bisa tetap berinovasi dari segi pelayanan maupun kemudahan bertransaksi untuk mengambil hati calon anggota/masyarakat dan bisa tetap dalam lingkaran persaingan. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif. Teknik pengumpulan data menggunakan teknik observasi, wawancara dan dokumentasi. Untuk uji validitas data penulis menggunakan metode triangulasi teknik. Hasil yang didapatkan adalah strategi keunggulan bersaing dalam five force model yang diterapkan oleh KSPPS BMT Sabilul Muhtadin untuk menambah jumlah nasabah. KSPPS BMT Sabilul Muhtadin menerapkan strategi keunggulannya dengan cara pendekatan kepada masyarakat melalui program atau unit sosial. Selain itu KSPPS BMT Sabilul Muhtadin menerapkan strategi berupa mengajak bermitra jika ada pendatang baru di dunia penyedia jasa keuangan. Kemitraan ini diharapkan dapat membangun iklim bersaing yang sehat antara lembaga penyedia jasa keuangan yang ada. Meyakinkan serta melobi pemilik dana bahwa keuangan mereka tetap aman dan sehat serta produktif menjadi penting agar kepastian dana di BMT ini tetap tersedia. Mengenai persaingan di antara pesaing yang ada, KSPPS BMT Sabilul Muhtadin menerapkan sistem bersaing yang sehat tanpa merusak harga. Terhadap ketahanan BMT, KSPPS BMT Sailul Muhtadin menggunakan strategi berupa penggandengan dan memberikan dukungan berupa pinjaman modal kepada beberapa usaha yang dijalankan oleh masyarakat Plumbon
PENGARUH SNOWBALL THROWING TERHADAP KONSENTRASI DAN HASIL BELAJAR PESERTA DIDIK KELAS IV MI SABILUL MUHTADIN PAKISREJO REJOTANGAN TULUNGAGUNG
ABSTRAK
Skripsi yang berjudul “Pengaruh Snowball Throwing Terhadap Konsentrasi
dan Hasil Belajar Peserta Didik Kelas IV MI Sabilul Muhtadin Pakisrejo
Rejotangan Tulungagung” ini ditulis oleh Siti Nur Aisyah Azzahro, NIM.
17205153046, Jurusan Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah (PGMI), Fakultas
Tarbiyah Ilmu Keguruan (FTIK), IAIN Tulungagung, dibimbing oleh Dr. H. Abd.
Aziz, M.Pd.I.
Kata Kunci : Snowball Throwing, Konsentrasi, Hasil Belajar.
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh Guru dalam menyusun Rencana
Program Pembelajaran yang digunakan hanya mengutamakan materi dan evaluasi
pembelajaran yang berlangsung kurang bermakna,kurang menarik dan siswa
kurang memiliki pengalaman belajar yang bervariasi. Peserta didik di MI Sabilul
Muhtadin Pakisrejo Rejotangan Tulungagung merasa kurang tertarik pada saat
proses belajar mengajar berlangsung. Sehingga berdampak pada rendahnya
konsentrasi dan hasil belajar peserta didik, oleh sebab itu diperlukan sebuah
inovasi pembelajaran yang dapat membuat konsentrasi dan hasil belajarnya lebih
baik, yaitu dengan model pembelajaran snowball throwing.
Rumusan masalah dalam skripsi ini adalah (1) Adakah pengaruh Snowball
Throwing terhadap konsentrasi belajar peserta didik Kelas IV MI Sabilul
Muhtadin Pakisrejo Rejotangan Tulungagung? (2) Adakah pengaruh Snowball
Throwing terhadap hasil belajar Matematika peserta didik kelas IV MI Sabilul
Muhtadin Pakisrejo Rejotangan Tulungagung? (3) Adakah pengaruh Snowball
Throwing terhadap konsentrasi dan hasil belajar Matematika peserta didik kelas
IV MI Sabilul Muhtadin Pakisrejo Rejotangan Tulungagung?. Adapun yang
menjadi tujuan penelitian ini adalah (1) Untuk menjelaskan pengaruh Snowball
Throwing terhadap konsentrasi belajar peserta didik kelas IV MI Sabilul
Muhtadin Pakisrejo Rejotangan Tulungagung (2) Untuk menjelaskan pengaruh
Snowball Throwing terhadap hasil belajar Matematika peserta didik kelas IV MI
Sabilul Muhtadin Pakisrejo Rejotangan Tulungagung (3) Untuk menjelaskan
pengaruh Snowball Throwing terhadap konsentrasi dan hasil belajar Matematika
peserta didik kelas IV MI Sabilul Muhtadin Pakisrejo Rejotangan Tulungagung.
Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitaif dengan jenis penelitian
eksperimen semu. Populasinya adalah seluruh peserta didik kelas IV MI Sabilul
Muhtadin Pakisrejo Rejotangan Tulungagung. Teknik pengambilan sampel
dilakukan dengan cara sampling jenuh. Yang dijadikan sampel seluruh peserta
didik kelas IV yang berjumlah 49 peserta didik. Dengan rincian kelas IV Dzulkifli
(kelas eksperimen) 25 peserta didik dan kelas IV Harun (kelas kontrol) 24 peserta
didik. Teknik pengumpulan datanya menggunakan angket, dan tes. Teknik
analisis data yang digunakan adalah uji t dan manova, yang sebelumnya diuji
prasyarat yaitu dengan normalitas dan homogenitas.Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa (1) Berdasarkan perhitungan uji t
angket konsentrasi diproleh nilai Sig.(2-tailed) 0,00 < 0,05. Sehingga Ho ditolak
dan Ha diterima, artinya ada pengaruh yang signifikan snowball throwing
terhadap konsentrasi belajar matematika peserta didik kelas IV MI Sabilul
Muhtadin Pakisrejo Rejotangan Tulungagung. (2) Berdasarkan perhtitungan uji t
post test diperoleh nilai Sig. (2-tailed) 0,037 < 0,05. Sehingga Ho ditolak dan Ha
diterima, artinya ada pengaruh yang signifikan snowball throwing terhadap hasil
belajar matematika peserta didik kelas IV MI Sabilul Muhtadin Pakisrejo
Rejotangan Tulungagung. (3) Berdasarkan perhitungan uji manova angket
konsentrasi dan post test diperoleh nilai ke-empat p-value (sig) sebesar 0,00. 0,00
< 0,05 sehingga Ho ditolak dan Ha diterima, artinya ada pengaruh yang signifikan
snowball throwing terhadap konsentrasi dan hasil belajar matematika peserta
didik kelas IV MI Sabilul Muhtadin Pakisrejo Rejotangan Tulungagung
PELAKSANAAN SUPERVISIPEMBELAJARAN DI PONDOK PESANTREN SABILUL MUHTADIN DESA LANGKAN BANYUASIN III
Skripsi in berjudul “Pelaksanaan Supervisi Pembelajaran di Pondok Pesantren
Sabilul Muhtadin Desa Langkan Banyuasin III”. Kajian ini dilatar belakangi kurang
efektifnya kegiatan pembelajaran karena masih ada beberapa tenaga pendidik yang
mengajar tidak sesuai bidangnya, dan sering terjadi kesalahan dalam menyusun
jadwal mengajar serta metode mengajar guru masih memakai metode mengajar yang
lama sehingga tidak ada kreatifitas dan innovatif dari para guru dalam proses belajar
mengajar, hal ini juga tentunya tidak terlepas dari peran seorang kepala madrasah
selaku seorang pemimpin serta supervisor dalam pelaksanaan supervisi pembelajaran
itu sendiri, terutama memberikan bantuan kepada para guru dalam proses belajar
mengajar.
Adapun yang menjadi pokok kajian dalam penelitian ini adalah bagaimana
pelaksanaan supervisi pembelajaran di pondok pesantren sabilul muhtadin langkan
banyuasin III dan faktor-faktor pendukung dan penghambat pelaksanaan supervisi
pembelajaran di pondok pesantren sabilul muhtadin desa langkan banyuasin III?.
Tujuan dari penelitian ini sendiri adalah untuk mengetahui pelaksanaan supervisi
pembelajaran, dan untuk mengetahui faktor-faktor pendukung dan penghambat
pelaksanaan supervisi pembelajaran.
Dalam penelitian ini menggunakan jenis penelitian kualitatif. Informan
penelitian adalah kepala madrasah dan guru-guru, sedangkan sumber data sekunder
berupa buku-buku dan dokumentasi madrasah yang berkaitan dengan penelitian ini.
Data dikumpulkan melalui tehnik pengumpulan data observasi, wawancara,
dokumentasi. Tehnik analisis data dalam penelitian ini dengan cara yaitu reduksi data,
penyajian data, dan penarikan kesimpulan serta disempurkan dengan pengcekan
keabsahan data melalui metode triangulasi.
Hasil dari penelitian ini menunjukan bahwa pelaksanaan supervisi
pembelajaran yang dilakukan oleh kepala sekolah di Pondok Pesantren Sabilul
Muhtadin Desa Langkan Banyuasin III dengan menggunakan beberapa tehnik yakni
tehnik supervisi langsung dan tidak langsung, tehnik supervisi langsung meliputi (a)
Tehnik kunjungan kelas, (b)Percakapan individual (pribadi),(c)Diskusi kelompok
(rapat), sedangkan tehnik tidak langsung meliputi (a)Pemantauan melalui cctv, (b)
Mengikut sertakan para guru dalam penataran dan pelatihan. Faktor-faktor
pendukung pelaksanaan supervisi pembelajaran di Pondok Pesantren Sabilul
Muhtadin Desa Langkan Banyuasin III sebagai berikut: 1. Pengalaman dan keahlian
kepala madrasah, 2. Sarana dan prasarana, 3. Adanya respon baik dari para
guru.Faktor-faktor penghambat pelaksanaan supervisi pembelajaran di Pondok
Pesantren Sabilul Muhtadin Desa Langkan Banyuasin III sebagai berikut: 1. Sarana
dan prasarana, 2. Kondisi kerja, 3. Dana yang dialokasikan
HUBUNGAN EMOTIONAL QUOTIENT TERHADAP PRESTASI BELAJAR SISWA KELAS IV MI SABILUL MUHTADIN PAKISREJO REJOTANGAN TULUNGAGUNG
ABSTRAK
Skripsi dengan judul “Hubungan Emotional Quotient Terhadap Prestasi
Belajar Siswa Kelas IV MI Sabilul Muhtadin Pakisrejo Rejotangan Tulungagung”
ini ditulis oleh Binti Zakiatul Munadhiroh, NIM.17205163058, pembimbing Dr.
Hj. Binti Maunah, M.Pd.I.
Kata Kunci: Emotional Quotient, Prestasi Belajar.
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh sebuah fenomena bahwa ada jenis
kecerdasan lain selain kecerdasan intelektual yaitu Emotional Quotient yang dapat
mempengaruhi prestasi belajar siswa. Dalam hal ini peneliti menghubungkan
masalah Emotional Quotient berupa kemampuan mengenali emosi diri dan
kemamapuan membina hubungan dengan prestasi belajar siswa kelas IV di MI
Sabilul Muhtadin Pakisrejo Rejotangan Tulungagung.
Rumusan masalah dalam penulisan skripsi ini adalah (1) Bagaimana
hubungan Emotional Quotient terhadap prestasi belajar siswa? (2) Apakah
terdapat hubungan Emotional Quotient berupa kemampuan mengenali emosi diri
terhadap prestasi belajar siswa kelas IV MI Sabilul Muhtadin Pakisrejo
Rejotangan Tulungagung? (3) Apakah terdapat hubungan Emotional Quotient
berupa kemampuan membina hubungan terhadap prestasi belajar siswa kelas IV
MI Sabilul Muhtadin Pakisrejo Rejotangan Tulungagung? (4) Apakah terdapat
hubungan Emotional Quotient berupa kemampuan mengenali emosi diri dan
kemampuan membina hubungan terhadap prestasi belajar siswa kelas IV MI
Sabilul Muhtadin Pakisrejo Rejotangan Tulungagung?
Penelitian ini menggunakan penelitian kuantitatif bersifat korelasional.
Adapun yang menjadi populasi penelitian ini adalah seluruh siswa MI Sabilul
Muhtadin Pakisrejo Rejotangan Tulungagung. Teknik pemngambilan sampel jenis
Nonprobability Sampling. Sampel yang digunakan sebanyak 37 siswa.
Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan skala kecerdasan emosional,
observasi dan juga dokumentasi. Analisis data dan uji hipotesis dalam penelitian
ini menggunakan uji korelasi Product momen dan korelasi ganda.
Hasil penelitian menunjukkan (1) Emotional quotient merupakan salah
satu faktor penting yang seharusnya dimiliki oleh siswa yang memiliki kebutuhan
untuk meraih prestasi belajar lebih baik di sekolah. Pada penelitian ini, terbukti
bahwa Emotional quotient berhubungan dengan prestasi belajar siswa. Semakin
tinggi kemampuan siswa dalam mengenal emosi diri dan juga membina hubungan
maka akan semakin tinggi pula prestasi belajar yang dihasilkan. (2) Terdapat
hubungan Emotional quotient berupa kemampuan mengenali emosi diri dengan
prestasi belajar siswa sebesar 0,416. (3) Terdapat hubungan Emotional quotient
berupa kemampuan membina hubungan dengan prestasi belajar siswa sebesar
0,505. (4) Terdapat hubungan yang positif dan signifikan antara Emotional
quotient berupa kemampuan mengenali emosi diri dan kemampuan membina
hubungan dengan prestasi belajar siswa sebesar 9.026
- …
