789 research outputs found

    Tafsir Muhammad Abduh terhadap Tayran Ababil surat al-Fil dalam Tafsir al-Manar

    Get PDF
    Muhammad Akbar Zulkarnain, Tafsir Tayran Ababil Menurut Muhammad Abduh dalam kitab Al-Manar (Prespektif Tafsir Ilmi) Perbedaan penafsiran dalam Alquran adalah sebuah keniscayaan. Perbedaan ini bisa disebabkan banyak hal, diantaranya adalah perbedaan metode yang digunakan dalam penafsiran. Muhammad Abduh adalah mufassir yang memiliki banyak kontroversi dalam penafsirannya, ia cenderung berbeda dengan mayoritas mufassir yang lain. Salah satu penafsirannya yang berbeda adalah pada saat menafsirkan terminologi tayran ababil. Abduh menafsirkan bahwa terminologi tersebut memiliki arti lalat atau nyamuk yang di kakinya tertempel virus yang dibawa angin. Maka dalam hal ini, peneliti mengupas perihal bagaimana penafsiran Abduh serta membahasnya dari segi sains. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif yaitu penelitian yang bersifat menggambarkan dan menguraikan sesuatu hal menurut apa adanya atau karangan yang melukiskan sesuatu. Serta menggunakan jenis penelitian library research (penelitian kepustakaan), yaitu mengambil pada semua jenis data yang berhubungan dengan penelitian baik berupa buku, jurnal, dan bahan-bahan tertulis lainnya. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa Abduh menafsirkan terminologi tayran ababil sebagai lalat atau nyamuk yang di kakinya terdapat virus. Virus yang dimaksud Abduh adalah virus cacar yang bisa dilihat dari riwayat yang digunakan oleh Abduh. Penafsiran Abduh dinilai berbeda dengan mufasir lain dikarenakan selain dari riwayatnya, Abduh juga menggunakan metode yang berbeda dari segi bahasa dan corak yang digunakan. Corak di sini maksudnya adalah corak adabi ijtima’i yang pada hal ini Abduh berusaha memecahkan problematika di masyarakat berupa kecurigaannya terhadap Alquran yang dianggap tidak sesuai dengan perkembangan pengetahuan yang ada. Kemudian dari segi ilmu sains, Abduh menyebutkan wabah penyakit cacar namun tidak ditemukan kesesuaian dengan ilmu sains

    Kesungguhan dan kegigihan rahsia konsisten Muhammad Aslam raih dua kali kecemerlangan

    Get PDF
    GAMBANG, 21 Oktober 2023 - Kemanisan memperoleh diploma kelas kedua dengan Purata Nilai Gred Kumulatif (PNGK) 3.58 tiga tahun lalu menjadi pemangkin semangat kepada Muhammad Aslam Zulkarnain, 23, untuk mengulangi kejayaan itu ketika melanjutkan pelajaran ke peringkat ijazah

    Potret Gerakan Ahmadiyah di Indonesia dalam Buku Prof. Iskandar Zulkarnain

    Get PDF
    Ahmmadiyah is a religious organization founded by a reformer named Mirza Ghulam Ahmad from India. This paper aims to portray the doctrine and movement of Ahmadiyah in Indonesia in Prof.\u27s book. Iskandar Zulkarnain. As for the research by Prof. Iskandar Zulkarnain uses a historical approach. From the research results, there are several teachings of Muhammadiyah which include: (1) al-Mahdi and al-Masih; (2) (mujaddid); (3) The death of Prophet Isa as; (4) revelation; (5) prophetic; (6) caliphate; (7) jihad. The entry of Ahmadiyah started with the Ahmadiyya Movement in Indonesia at the beginning of the studies in 1920 by Maulana Kwadja Kamluddin, a prominent Lahore Ahmadiyya in India and then landed in Surabaya. In its journey, Ahmadiyah\u27s position among Indonesian people is difficult because of three factors, namely: (1) controversy in the theological field; (2) internal organizational chaos; (3) one of the Ahmadiyah figures named Muhammad Sabitun entered the PKI carriage

    Diligence and persistence are Muhammad Aslam’s secret to excel twice

    Get PDF
    GAMBANG, 21 October 2023 - The success of obtaining a second-class diploma with a Cumulative Grade Point Average (CGPA) of 3.58 three years ago is the catalyst for Muhammad Aslam Zulkarnain, 23, to repeat the success while continuing his study at the bachelor’s level

    Akhlak pemimpin dalam Hikayat Iskandar Zulkarnain: satu analisis pendekatan adab

    No full text
    Kajian ini membincangkan mengenai akhlak pemimpin dalam Hikayat Iskandar Zulkarnain. Pemimpin yang difokuskan dalam kajian ini adalah Iskandar Zulkarnain yang merupakan seorang penakluk yang hebat. Nama Iskandar Zulkarnain yang disebut dalam al-Quran dan sejarah Islam adalah sama dengan Alexander the Great di Barat. Perbezaan nama itu timbul kerana Raja Iskandar Zulkarnain menguasai empayar yang luas melangkaui dari benua Eropah sampai ke Timur Jauh. Beliau memerintah dua kerajaan dunia iaitu Timur dan Barat. Perbincangan ini melihat keperibadian akhlak yang dimiliki oleh Raja Iskandar Zulkarnain bagi melahirkan insan yang dikenali sebagai insan adabi. Data kajian ini adalah teks Hikayat Iskandar Zulkarnain yang diselenggarakan Khalid M. Hussain (2013). Kajian ini mengaplikasikan pendekatan adab berasaskan model kerangka pemikiran Syed Muhammad Naquib Al-Attas (2001). Syed Muhammad Naquib Al-Attas menggariskan bahawa antara prinsip adab yang harus ada dalam diri seseorang bagi melahirkan seorang insan adabi ialah amal ihsan. Amal ihsan ialah perbuatan yang saling berhubung dengan prinsip ilmu, kebijaksanaan dan keadilan yang berlaku dalam kehidupan manusia. Apabila prinsip tersebut diamalkan, akan terlahirlah insan yang memiliki akhlak yang mulia serta budi pekerti yang baik seperti yang digambarkan melalui watak Raja Iskandar Zulkarnain. Hal ini menunjukkan bahawa adab, akhlak dan budi saling berkaitan dalam membentuk insan adabi. Selain itu, Hikayat Iskandar Zulkarnain turut menjadi panduan kepada khalayak dalam menjalin hubungan dengan Allah (hablumminallah) dan hubungan sesama manusia (hablumminannas) yang menjelaskan status peranan bagi setiap manusia di dunia sebagai khalifah Allah serta sebagai hamba-Nya. Berdasarkan kepada pendekatan adab, Raja Iskandar Zulkarnain memenuhi kriteria seorang pemimpin yang berakhlak tinggi. Akhlak yang dimiliki Raja Iskandar Zulkarnain melayakkan beliau digelar sebagai insan adabi kerana menepati prinsip-prinsip pendekatan adab yang digariskan

    Iskandar zulkarnain, dewa mendu, muhammad bakir dan kawan - kawan : lima belas karangan tentang sastra indonesia lama tahun 2014

    No full text
    Iskandar Zulkarnain adalah tokoh sejarah Barat yang menjadi mitos di Timur. Dewa Mendu manusia fiktif yang berpetualang di alam dewa, indra dan cendra. Muhammad Bakir pengarang yang menulis cerita untuk sesamanya rakyat Betawi. Banyak tokoh lain menghuni halaman-halaman buku ini.v, 395 hlm, 24 x 16 c

    Iskandar zulkarnain, dewa mendu, muhammad bakir dan kawan - kawan : lima belas karangan tentang sastra indonesia lama tahun 2014

    No full text
    Iskandar Zulkarnain adalah tokoh sejarah Barat yang menjadi mitos di Timur. Dewa Mendu manusia fiktif yang berpetualang di alam dewa, indra dan cendra. Muhammad Bakir pengarang yang menulis cerita untuk sesamanya rakyat Betawi. Banyak tokoh lain menghuni halaman-halaman buku ini.v, 395 hlm, 24 x 16 c

    Kisah raja Zulkarnain perspektif Muhammad Ahmad Khalafullah: kajian tafsir Qs. Al-Kahf (18): 83-98 dalam kitab al-Fann al-Qasas fi al-Qur'an al-Karim

    Get PDF
    Diskursus mengenai kisah Zulkarnain dalam Alquran semakin menarik jika dibaca dari sudut pandang sastra. Misi utama penggunaan metode sastra dalam pembacaan ayat-ayat Alquran adalah untuk mendapatkan hasil pembacaan objektif dan otoritatif, serta terlepas dari subjektifitas dan tendensi kepentingan mufasir. Dengan kata lain, penafsiran atau pembacaan Alquran yang dibangun berdasarkan kerangka sastra akan mampu mendekati pada makna sejati Alquran. Faktanya, pembacaan mengenai kisah Zulkarnain sendiri selama ini belum bisa keluar seutuhnya dari nilai-nilai historisitas dan faktualitas kisahnya. Sebagian besar penafsiran yang ada masih menyoal siapa sosok dan dimana lokasi pasti yang dikunjungi Zulkarnain dalam perjalanannya. Bukan pada alasan dan tujuan fundamental kenapa kisah ini menjadi sangat penting untuk dikisahkan dalam Alquran dan dibaca umat Muhammad sampai akhir zaman nanti. Permasalahan yang dikaji melalui studi ini ialah penafsiran Muhammad Ahmad Khalafullah dalam menguraikan kisah Zulkarnain dengan pendekatan sastranya dan ‘ibrah di balik kisah Zulkarnain dalam Alquran. Orientasi permasalahannya terletak pada pernyataan Khalafullah bahwa yang utama dan paling utama dari kisah-kisah Alquran adalah ideal moral yang terkandung di dalamnya dan bukan pada historisitas dan faktualitasnya. Karena menurutnya, pendekatan historis seperti yang diberlakukan selama ini akan mengantarkan para pengkaji Alquran pada kesimpulan bahwa kisah Alquran adalah mutashabih yang akan terus dipertentangkan kebenarannya. Penelitian ini menggunakan model kualitatif dengan jenis penelitian kepustakaan atau library research, dimana sumber data penelitian diambil dari literatur-literatur yang berkaitan dengan tema penelitian. Analisis data menggunakan metode analisis-deskriptif untuk menganalisis penafsiran dan ‘ibrah kisah Zulkarnain berdasarkan perspektif Khalafullah. Hasil dari penelitian menunjukkan bahwa kisah Zulkarnain tergolong ke dalam kisah sejarah atau al-qissah al-tarikhiyyah. Namun demikian kisah ini tidak terlepas dari pengaruh dimensi sastra dalam pemaparannya. Sehingga selain meletakkan posisi kisah ini ke dalam kisah sejarah, Khalafullah juga menempatkan beberapa fragmen dalam kisah ini sebagai kisah perumpamaan atau al-qissah al-tamthiliyyah. Sementara ‘ibrah atau hikmah di balik kisah Zulkarnain berdasarkan pendapat Khalafullah adalah sebagai bukti dan jawaban atas keraguan kaum kafir Makkah bahwa Muhammad adalah benar utusan Allah dan mendapat wahyu dari langit. Pengungkapan pola penyampaian dan tujuan utama dikisahkannya kisah ini memperkuat bahwa kisah Zulkarnain merupakan bagian dari kesastraan Alquran

    Iskandar zulkarnain, dewa mendu, muhammad bakir dan kawan - kawan : lima belas karangan tentang sastra indonesia lama tahun 2014

    No full text
    Iskandar Zulkarnain adalah tokoh sejarah Barat yang menjadi mitos di Timur. Dewa Mendu manusia fiktif yang berpetualang di alam dewa, indra dan cendra. Muhammad Bakir pengarang yang menulis cerita untuk sesamanya rakyat Betawi. Banyak tokoh lain menghuni halaman-halaman buku ini.v, 395 hlm, 24 x 16 c

    ESTIMASI LOAD SHEDDING MENGGUNAKAN NEURAL NETWORK PADA PLN SURABAYA

    No full text
    Estimasi Load Shedding Menggunakan Neural Network Pada PLN Wilayah Surabaya Muhammad Idris Zulkarnain Irrine Budi Sulistiawati [email protected] ABSTRAK Skema pelepasan beban menggunakan rele frekuensi pada sistem tenaga listrik Surabaya. Pelepasan beban dilakukan sebagai usaha memperbaiki kestabilan sistem yang terganggu karena beban lebih. Kemampuan sistem untuk mensuplai beban secara terus-menerus sangatlah penting. Salah satu faktor yang mempengaruhi kemampuan sistem tersebut yaitu stabilitas frekuensi. Stabilitas frekuensi dan perlu dipertimbangkan selama perencanaan dan pengoperasian tenaga listrik untuk menghindari ketidakstabilan pada sistem yang dapat mengakibatkan pemadaman pada sistem. Untuk memulihkan sistem kembali dalam keadaan normal setelah terjadi ketidakstabilan pada sistem atau gangguan pada sistem perlu dilakukan load shedding. Pada penelitian ini akan dibahas analisis pengaruh pelepasan beban terhadap frekuensi dengan waktu sistem dan estimasi pelepasan beban. Kata Kunci :Pelepasan Beban, Stabilitas Frekuensi, Load Shedding. iii Load Shedding Estimation Using Neural Network in Surabaya Regional PLN Muhammad Idris Zulkarnain [email protected] Dr. Irrine Budi Sulistiawati, ST, MT ABSTRACT This thesis discusses the load release scheme using frequency relay on the Surabaya power system. The release of expenses is carried out in an effort to improve the stability of the system which is disrupted due to overload. The ability of the system to supply loads continuously is very important. One factor that influences the ability of the system is frequency stability. Frequency stability and need to be considered during the planning and operation of electric power to avoid instability in the system which can result in system outages. To restore the system back to its normal state after instability in the system or interference with the system, load shedding is required. In this research will be discussed the analysis of the effect of load release on frequency with system time and load release estimation. Keywords : Load Release, Frequency Stability, Load shedding
    corecore