7 research outputs found
Manuskrip Karya Kyai Zainulloh Bukhori Malang: Kajian Kodikologi-Struktural
Penelitian ini menyelidiki signifikansi manuskrip kuno dalam membangun identitas nasional, dengan fokus pada karya Kiai Zainulloh Bukhori dari Malang, Indonesia. Melalui pendekatan kodikologi, peneliti menganalisis manuskrip Kiai Zainulloh, memeriksa karakteristik fisiknya (kertas, tinta, skrip, jilidan, ukuran, dan kondisi) dan mengkaji kontekstual dalam lanskap keilmuan keislaman di Nusantara. Peneliti ini juga mengeksplorasi konten naskah, termasuk tema, ide-ide keagamaan, ajaran, dan nilainilai yang tertanam. Hal ini bertujuan untuk berkontribusi pada pelestarian dan pemahaman naskah Nusantara sebagai komponen penting dari warisan budaya Indonesia. Kajian ini berupaya mengungkap sumbangsih Kiai Zainulloh dan kekayaan tradisi intelektual nusantara. Peneliti berhasil mengungkap 11 karya dalam 13 manuskrip dalam bidang tasawwuf, fikih, hukum waris, dan sejarah islam. Manuskrip tersebut beberapa diantaranya memiliki hubungan dan jaringan sanad keilmuan yang kuat dengan beberapa karya populer sebelumnya. Hal ini membuktikan dedikasi Kiai Zainulloh dalam pengembangan keilmuan keislaman dalam konteks lokal yang bermuara dari sanad keilmuan yang sama
PENGGUNAAN VIDEO ANIMASI DALAM KETRAMPILAN MENULIS CERITA SISWA KELAS V SD ISLAM WAHID HASYIM SELOKAJANG
Skripsi dengan judul “Penggunaan Video Animasi dalam Ketrampilan Menulis Cerita Siswa Kelas V SD Islam Wahid Hasyim Selokajang” ini ditulis oleh Muhammad Zainulloh ‘Arif, NIM 12205193081, Program Studi Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah, Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan, Universitas Islam Negeri Sayyid Ali Rahmatullah Tulungagung, pembimbing M. Ridho Al Qodri Sri Utomo, M.A.
Kata kunci: Video Animasi, Ketrampilan, Menulis Cerita.
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh sebuah fenomena pasca pandemi covid 19 yang terjadi di lapangan bahwa ketrampilan menulis cerita siswa sangat beragam. Hal ini timbul karena selama pandemi mereka belajar daring dan banyak hal yang mereka alami selama pembelajaran tersebut. Disisi lain kemampuan ketrampilan siswa dalam menulis cerita di rasa mengalami kemrosotan pembelajaran yang tidak efektif. Banyak peserta didik ketinggalan fase dasar dalam pendidikan contoh halnya anak sekolah dasar kesukaran dalam kebahasaan, seperti halnya menulis dan membaca melekat dalam kehidupan sehari-hari dikarenakan saat pandemi kurang mendapatkan pembelajaran yang efektif dan keadaan orang tua di rumah kurang mengawasi dalam hal belajar. Menurut Tarigan, melatih ketrampilan berbahasa berarti pula melatih ketrampilan berpikir. Penggunaan video animasi termasuk salah satu strategi guru dalam upayanya meningkatkan ketrampilan berpikir peserta didiknya melalui media tulis dengan di rangsang media video animasi. Penuangan unsur-unsur cerita dari Mieke Bal dirasa menarik dalam mengasah kemampuan menulis cerita siswa sekolah dasar.
Tujuan penelitian ini untuk mendeskripsikan penggunaan video animasi dalam pembelajaran menulis dan mendeskripsikan ketrampilan menulis cerita melalui unsur-unsur dalam cerita.
Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif. Jenis penelitian ini adalah study kasus. Sumber dasar penelitian ini siswa kelas V SD Islam Wahid Hasyim Selokajang. Subjek penelitian terdiri dari 6 siswa dari dua rombongan belajar. Teknik mengumpulkan data dengan wawancara mendalam dan observasi. Analisis data dalam penelitian ini menggunakan metode perbandingan tetap teori Glaser dan Straus mencakup reduksi data, kategorisasi data, sintensisasi, dan menyusun hipotesis kerja.
Hasil penelitian ini mengungkapkan bahwa penggunaan video animasi mampu memberikan stimulus dalam ketrampilan menulis cerita berupa dorongan semangat belajar, pembelajaran tidak monoton, menambah fokus pembelajaran, dan pembelajaran lebih menyenangkan tidak membosankan, serta penuangan unsur-unsur dalam cerita siswa kelas V di nilai sebagai berikut: kemampuan menentukan tema di nilai baik, kemampuan menentukan tokoh di nilai baik, kemampuan menentukan latar di nilai baik, kemampuan menentukan alur di nilai cukup baik, dan kemampuan menentukan amanat di nilai cukup baik
Kontribusi Tingkat Keterampilan Teknik dan Kematangan Vokasional Terhadap Minat Berwirausaha Siswa SMKN Kelas XI Kompetensi Keahlian Teknik Instalasi Tenaga Listrik di Kabupaten Pasuruan
ABSTRAK Zainulloh, Muhammad. 2018. Kontribusi Tingkat Keterampilan Teknik dan Kematangan Vokasional Terhadap Minat Berwirausaha Siswa SMKN Kelas XI Kompetensi Keahlian Teknik Instalasi Tenaga Listrik di Kabupaten Pasuruan. Skripsi Jurusan Teknik Elektro, Program Studi Pendidikan Teknik Elektro, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Malang. Kata Kunci : Keterampilan Teknik, Kematangan Vokasional, Minat Berwirausaha Pendidikan di SMK bisa dibilang memilii sistem pembelajaran yang berbeda dengan sistem pendidikan yang terdapat di SMA. SMK memiliki banyak jurusan yang berbeda yang diharapkan mampu mengasah kemampuan setiap siswa saat memilih jurusan yang mereka sukai, salah satunya adalah Teknik Instalasi Tenaga Listrik (TITL). Tidak hanya teori, siswa juga mendapatkan ilmu praktik agar siswa lebih mengasah keterampilan yang dimiliki dalam semua hal yang mengenai ketenagalistrikan. Selain itu SMK juga memberikan fasilitas Praktik Industri dimana siswa tersebut di kirim ke perusahaan untuk menangani dalam bidang ketenagalistrikan. Tujuannya mengenalkan pada siswa bagaimana suasana di dalam dunia kerja, siswa dapat mengembangkan keterampilan yang sudah diasah di sekolah untuk di terapkan di dalam dunia kerja. Peran tersebut ternyata belum dimaksimalkan siswa saat duduk di bangku SMK. Saat mereka sudah lulus, banyak siswa yang bingung mencari pekerjaan yang sesuai dengan apa yang mereka geluti saat berada di SMK. Alhasil kebanyakan dari lulusan SMK tersebut belum bisa memaksimalkan keterampilan dan keahlian vokasional saat berada di SMK terpaksa harus bekerja di luar apa yang mereka pelajari saat berada di sekolah. Jika siswa tersebut belum bisa mengasah keahlian TITL saat di SMK, mereka akan kalah bersaing dengan siswa yang sudah mengasah keterampilan mereka dan memaksimalkannya saat berada di dunia industri. Penelitian ini bertujuan untuk mengungkap hubungan antara (1) kontribusi tingkat keterampilan teknik () dengan minat berwirausaha (Y); (2) kematangan vokasional ( dengan minat berwirausaha (Y); (3) kontribusi tingkat keterampilan teknik () dan kematangan vokasional ( dengan minat berwirausaha (Y). Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kuantitatif. Jenis penelitian yang digunakan yaitu expose facto dengan rancangan penelitian kuantitatif korelasional. Sampel penelitian ini adalah siswa SMKN kelas XI jurusan Teknik Instalasi Tenaga Listrik yang terdapat di Kabupaten Pasuruan. Untuk mengungkap adanya hubungan antara variabel X1 dengan Y ataupun X2 dengan Y menggunakan analisis data korelasi parsial. Sedangkan untuk mengungkap hubungan X1 dan X2 secara simultan dengan Y menggunakan regresi ganda. Semua analisis tersebut dilakukan dengan bantuan SPSS
MENINGKATKAN KETERAMPILAN BERBICARA DALAM MATERI PRESENTASI DENGAN MODEL TIME TOKEN ARENDS PADA SISWI KELAS XI MA. BUSTANUL ULUM BULUGADING TAHUN AJARAN 2017
Berbicara merupakan salah satu komponen dasar yang paling penting
dalam berkomunikasi.Berbicaraberarti kemampuan dasar yang harus dimiliki oleh
setiap orang supaya dapat berkomunikasi secara normal dengan manusia lain.
Permasalahan yang munculdarilatarbelakangadalahBagaimanakah cara
meningkatkan keterampilan berbicara dalam materi presentasi dengan model Time
Token Arends pada siswi kelas XI MA Bustanul Ulum Bulugading Tahun
2016/2017. Tujuan penelitian ini adalah Mendeskripsikan cara meningkatkan
keterampilan berbicara dalam materi presentasi dengan model Time Token Arends
pada siswi kelas XI MA Bustanul Ulum Bulugading Tahun 2016/2017.
Jenis Penelitianinimerupakanpenelitiantindakan kelas (PTK). Sasaran
penelitian ini adalah siswi kelas XI MA Bustanul Ulum Bulugading.Tempat
penelitian di MA Bustanul Ulum Bulugading Langkap Bangsalsari. Pengumpulan
data dalam penelitian ini adalah model Time Token Arends tes berbicara siswi
selama kegiatan berbicara, hasil tes siswi, hasil wawancara dengan siswi dan guru
mata pelajaran Bahasa Indonesia. Instrumen dalam penelitian ini adalah instrumen
tes dan non-tes. Instrumen tes dalam penelitian ini adalah berupa tes berbicara dan
instrumen non-tes adalah observasi, lembarwawancara, dandokumentasi.
Berdasarkan hasil observasi dapat disimpulkan bahwa model Time Token
Arends dapat meningkatkan kemampuan atau kualitas berbicara siswi dari 44
siswi terdapat 35 siswi yang berkembang berbicaranya secara individual dan 21
siswi diantaranya sedikit berkembang berbicaranya. Dari perhitungan tersebut
dapat diketahui peningkatan kualitas berbicara yang diperoleh 78,40% yang
berarti peningkatan kualitas berbicara siswi tercapai. Hal ini berarti model Time
Token Arends dapat meningkatkan kualitas berbicara siswi kelas XI MA Bustanul
Ulum Bulugading
Sistem otomatisasi perawatan aquascape berbasis arduino
Aquascape merupakan cabang dari pembelajaran yang berisi ekosistem air tawar, mulai dari tanaman, batu, karang, kayu, serta ikan air tawar, yang ditata dengan indah hingga serupa dengan berkebun di dalam air. Aquascape membutuhkan perawatan untuk menjaga biota di dalamnya hidup dan sehat. Beberapa perawatan yang harus diberikan secara rutin antara lain terkait dengan kualitas air yang jernih, suhu, dan tingkat ketersediaan air (pH); penggantian air apabila terjadi kekeruhan; serta mempersembahkan pupuk dan pakan untuk menjaga kehidupan biota di dalam aquascape. Agar perawatan dapat dilakukan dengan mudah, dibuat alat otomatis untuk mengetahui tingkat kekeruhan udara yang akan terus berlanjut pada penggantian udara dan pemberian pupuk otomatis. Alat tersebut dirancang menggunakan mikrokontroler arduino mega 2560 R3. Secara umum, metode yang digunakan dimulai dengan melakukan studi literatur untuk membuat rancangan sistem yang kemudian dirancang sesuai dengan kebutuhan sebelum dilakukan pengujian dan analisis hasil. Tahap alat dilakukan terhadap RTC untuk pengujian waktu penyemprotan pupuk cair dan pemberian dosis pupuk, serta melalui kalibrasi sensor turbiditas yang dapat mendeteksi kekeruhan untuk mengaktifkan alat penggantian air otomati
Reexamining The First Hijrah as A Foundation for Ethical Pluralism in Ethiopia
Abstract
This article revisits the First Hijrah to Abyssinia and the Muslim community’s engagement with the Christian kingdom of Najāshī as a foundational narrative for ethical pluralism and shared political sovereignty within Islamic thought. In contrast to conventional historiography that marginalizes Islam’s role in Ethiopia’s state formation, this study foregrounds the early interfaith alliance between Muslim migrants and their Christian host, King Najāshī. Drawing on classical sources such as Ibn Hishām, al-Sarakhsī, and al-Shāfiʿī, the article reconstructs the legal and ethical discourse surrounding Muslim military involvement in Najāshī’s defense. It critiques traditional jurisprudential interpretations that condition Muslim solidarity on Najāshī’s conversion to Islam and instead emphasizes a paradigm of mutual protection founded on trust and civic responsibility. By contextualizing this episode within Ethiopia’s religious historiography and political tensions, the study challenges nationalist and colonial narratives that erase Muslim agency. The findings advocate for reviving this legacy of interfaith coexistence as a model for ethical citizenship in plural societies—affirming the right to live together through a shared commitment to justice rather than doctrinal uniformity.
Abstrak
Artikel ini meninjau kembali peristiwa Hijrah Pertama ke Habasyah dan keterlibatan komunitas Muslim dengan kerajaan Kristen Najāshī sebagai narasi dasar bagi pluralisme etis dan kedaulatan politik bersama dalam tradisi pemikiran Islam. Berbeda dengan historiografi konvensional yang meminggirkan peran Islam dalam pembentukan negara di Ethiopia, kajian ini menyoroti aliansi antaragama pada masa awal antara para migran Muslim dan tuan rumah Kristen mereka, Raja Najāshī. Dengan merujuk pada sumber-sumber klasik seperti Ibn Hishām, al-Sarakhsī, dan al-Shāfiʿī, artikel ini merekonstruksi wacana hukum dan etika mengenai keterlibatan militer Muslim dalam membela Najāshī. Tulisan ini mengkritisi pandangan fikih tradisional yang menggantungkan legitimasi solidaritas Muslim pada konversi Najāshī ke dalam Islam, dan justru menekankan paradigma perlindungan timbal balik yang didasarkan pada rasa saling percaya dan tanggung jawab sipil. Dengan membingkai episode ini dalam lanskap historiografi keagamaan dan ketegangan politik di Ethiopia, studi ini menantang representasi nasionalis dan kolonial yang menghapus agensi Muslim. Temuan artikel ini menegaskan pentingnya menghidupkan kembali warisan koeksistensi lintas iman tersebut sebagai model kewargaan etis dalam masyarakat plural, yang menegaskan hak untuk hidup berdampingan melalui komitmen bersama terhadap keadilan, bukan melalui keseragaman doktrinal.
Keywords: Abyssinia; Ethical pluralism; Ethiopia; Interfaith relations; Islamic political ethic
Ragam Kegiatan KKN untuk Mengembangkan Potensi Desa Mahela Kabupaten Hulu Sungai Tengah
Desa Mahela merupakan salah satu desa di Kecamatan Batang Alai Selatan, Kabupaten Hulu Sungai Tengah, Provinsi Kalimantan Selatan. Desa ini memiliki potensi alam yang subur dan luas. Masyarakat desa beragama Islam dan menjunjung tinggi nilai religius. Di desa ini, terdapat pula lembaga-lembaga pendidikan. Berdasarkan berbagai potensi yang ada di desa ini tim KKN bermaksud melaksanakan berbagai kegiatan untuk membantu masyarakat Desa Mahela dalam mengembangkan potensinya. Kegiatan-kegiatan yang dilakukan meliputi bidang pendidikan dan keagamaan. Pengabdian kepada masyarakat ini menggunakan metode ABCD. Ragam kegiatan KKN diimplementasikan dari 19 September 2022 hingga 19 Oktober 2022. Hasil ragam kegiatan KKN ini menunjukkan bahwa Desa Mahela terbantu mengembangkan potensinya. Berbagai kegiatan yang telah diselenggarakan dapat dilaksanakan kembali secara berkesinambungan oleh masyarakat desa dan tim KKN berikutnya
