1,721,345 research outputs found
Teologi Muhammad Zaini Abdul Ghani
Muhammad Zaini Abdul Ghani seorang tokoh ulama di Kalimatan Selatan
yang memiliki karisma sekaligus pengetahuan luas dan mendalam tentang ilmu
agama dalam menyampaikan ajaran-ajaran Islam termasuk teologi dan ajaran sifat
dua puluh. Muhammad Zaini Abdul Ghani mengkaitkan kajian tentang ketauhidan
dengan perilaku keberagaman, sehingga mudah diterima oleh masyarakat dalam
menyampaikan tentang ilmu ketauhidan. Pemahaman Muhammad Zaini Abdul
Ghani dapat dimasukan sebagai ulama pengikut al-Sanusi, karena melihat
pengajian dan pemahaman yang disampaikan sesuai kitab yang beliau bacakan
yaitu kitab “Sifat Dua Puluh” karangan Utsman bin Abdullah (Habib Utsman
Betawi). Figur Muhammad Zaini Abdul Ghani merupakan sosok ulama yang
memegang kuat akidah Ahlussunnah Wal Jama’ah. Ia mengajarkan prinsip-prinsip
dasar Islam yang mengedepankan pemahaman yang moderat dan menekankan
pentingnya persatuan umat.
Tujuan penelitian ini ialah untuk mengetahui teologi Muhammad Zaini
Abdul Ghani dan ajaran sifat dua puluh yang disampaikan Muhammad Zaini Abdul
Ghani.
Penelitian ini menggunakan metode penelitian lapangan (field research)
dengan jenis penelitian kualitatif dan pendekatan deskriptif yang bertujuan untuk
menggambarkan fenomena secara detail. Teknik pengumpulan data yang
digunakan ialah observasi, wawancara, dan dokumentasi.
Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan, dapat diketahui bahwa
Teologi Muhammad Zaini Abdul Ghani lebih menekankan pengesaan Allah dalam
semua aspek kehidupan, termasuk af’al, asma’, sifat, dan Zat-Nya. Hal tersebut
dapat dilakukan dengan menuntut ilmu secara mendalam. Segala sesuatu yang
terjadi adalah kehendak Allah. Teologinya mengikuti Ahlusunnah Wal Jama’ah,
lebih condong kepada paham Asy’ariah, dengan dasar al-Quran, hadis, dan ijma’
ulama, tercermin dalam pembelajaran tentang tauhid dan sifat dua puluh. Adapun
ajaran sifat dua puluh Muhammad Zaini Abdul Ghani menekankan pemahaman
mendalam tentang sifat-sifat Allah yang wajib dan mustahil. Ia mengajarkan agar
jemaah selalu mengingat Allah dalam setiap aspek kehidupan, misalnya melalui
sholat dan berdoa
K. H. Muhammad Zaini Abdul Ghani Martapura Kalimantan Selatan (telaah terhadap karisma dan peran sosial)
Disertasi ini menunjukkan bahwa K. H. Muhammad Zaini Abdul Gani adalah seorang ulama karismatik. Dia memiliki sejumlah kelebihan yang merupakan pemberian Tuhan. Seorang yang dikaruniai sifat adikodrati, adimanusiawi, serta mempunyai kualitas kepribadian yang luar biasa. Di samping sebagai pimpinan pengajian Sekumpul Martapura, sebagai guru tarikat Sammaniyyah, dia juga memiliki peran yang sangat luar biasa dalam mengembangkan sektor pendidikan, sosial dan ekonomi. Khusus di sektor ekonomi, dia berhasil mengembangkan usaha dengan membangun sebuah usaha yang dikenal dengan nama Al-Zahra. Selain itu, disertasi ini juga menunjukkan bahwa masyarakat di Martapura Kalimantan Selatan beragama Islam, dan hanya sedikit pemeluk agama lain. Kehidupan umat beragama baik intern dan antar umat sangat rukun. Masyarakat Martapura adalah masyarakat yang agamis, jumlah rumah ibadah masjid 315 buah, musala 29 buah, langgar 924 dan tempat ibadah agama lain 29 buah. Masjid terbesar adalah masjid Al-Karomah dan pesantren terbesar adalah Darussalam.xii, 271 hl
Pendidikan Akhlak Menurut K.H. Muhammad Zaini Ghani
Muhammad Ilman. 2012. Pendidikan Akhlak Menurut K.H. Muhammad Zaini Ghani. Skripsi, Jurusan Pendidikan Agama Islam, Fakultas Tarbiyah. Pembimbing: (I) Drs. H. Syarifuddin Sy, M.Ag, (II) M. Noor Fuady, M.Ag.
Dalam ajaran Islam pada hakikatnya menghendaki manusia untuk selalu memperbaiki akhlaknya dan mental spiritual. Akan tetapi pada kenyataannya, di zaman modern ini manusia dihadapkan pada masalah akhlak yang cukup serius. Pendidikan akhlak K.H. Muhammad Zaini Ghani yang diterapkan mampu mencetak kepribadian peserta didik yang berakhlak mulia pada waktu itu. Pendidikan akhlak yang beliau sampaikan mampu melatih jiwa manusia untuk senantiasa membersihkan dari penyakit hati dan mampu menerapkan akhlak mulia dalam kehidupan sehari-hari yang selalu dilandasi dengan nilai-nilai ketuhanan. Yang menjadi permasalahan di sini bagaimana pendidikan akhlak yang dilakukan oleh K.H. Muhammad Zaini Ghani.
Penelitian ini betujuan untuk mengetahui bagaimana konsep pendidikan akhlak menurut K.H. Muhammad Zaini Ghani, sehingga dapat mengatasi permasalahan akhlak. Hasil penelitian ini diharapkan memberikan sumbangsih dalam pengembangan khazanah ilmu pengetahuan, khsusnya dalam pendidikan Islam.
Jenis penelitian yang digunakan dalam skripsi ini adalah penelitian perpustakaan (Library Research), dimaksudkan untuk mendapatkan informasi secara lengkap dan menentukan tindakan yang diambil dalam kegiatan ilmiah. Dalam penelitian ini data diolah dan digali dari berbagai buku atau kitab, internet, CD atau VCD dan beberapa tulisan yang memiliki keterkaitan dengan penelitian ini.
Hasil penelitian menunjukkan: Pertama, pendidikan akhlak menurut K.H. Muhammad Zaini Ghani adalah melalui sikap atau tingkah laku beliau, karena dengan sikap tersebut sebagai dasar upaya pembentukan kepribadian peserta didik yang berakhlakul karimah. Kedua, materi dalam pendidikan akhlak menurut K.H. Muhammad Zaini Ghani adalah lebih menekankan pada sikap seperti sabar, pemurah dan ramah, sehingga dalam praktiknya perbuatan-perbuatan yang dilakukan dalam kehidupan sehari-hari selalu mencerminkan akhlak yang baik. Ketiga, metode yang digunakan adalah metode ceramah, metode uswataun hasanah, metode demonstrasi, metode hafalan, dan metode membaca kitab. Metode yang sering digunakan oleh K.H. Muhammad Zaini Ghani dalam penyampaian pendidikan akhlak adalah metode ceramah
PEMIKIRAN PENDIDIKAN ISLAM K.H. MUHAMMAD ZAINI ABDUL GHANI (STUDI PENDIDIKAN AKHLAK DI MARTAPURA, KALIMANTAN SELATAN)
Abstract: This study uses qualitative method using biography approach which means the study of an individual by explaining the results of K.H Muhammad Zaini Abdul Ghani's thoughts. Research findings about Islamic education thought. K. H. Muhammad Zaini Abdul Ghani include the purpose of Islamic education which means to really know Allah SWT, so always remembering Him in every situation. Then, educators mean people who change students to be better, the curriculum which is used related with experience outside of school as part of educational activities. Then the method used by K.H. Muhammad Zaini Abdul Ghani is an exemplary method, habituation, *bandongan*, demonstration, and question and answer method. While the works of KH. Muhammad Zaini Abdul Ghani included Risalah al-Mubarakah, Manakib asy-syeikh Muhammad Samman al-Madani, Ar-risalat an nuraniyah fi syarh at-tawassulat as-sammaniyah, Nubzat min manaqib al imam al-masyhur bil ustadz al a ' zham Muhammad bin ali ba'alawi, Al-amdad fi Aurad Ahl Al-Widad, Manaqib Ash-Shaykh As-Sayyid Muhammad bin Abdul Qadir Al-Qadiri and Al-Fushul Al-Ilmiyah wa Al-Ushul Al-Hikamiyah.
Keywords: Thought, Islamic Education, K.H. Muhammad Zaini Abdul Ghani
PEMIKIRAN PENDIDIKAN ISLAM K.H. MUHAMMAD ZAINI ABDUL GHANI (STUDI PENDIDIKAN AKHLAK DI MARTAPURA, KALIMANTAN SELATAN)
Abstract: This study uses qualitative method using biography approach which means the study of an individual by explaining the results of K.H Muhammad Zaini Abdul Ghani\u27s thoughts. Research findings about Islamic education thought. K. H. Muhammad Zaini Abdul Ghani include the purpose of Islamic education which means to really know Allah SWT, so always remembering Him in every situation. Then, educators mean people who change students to be better, the curriculum which is used related with experience outside of school as part of educational activities. Then the method used by K.H. Muhammad Zaini Abdul Ghani is an exemplary method, habituation, *bandongan*, demonstration, and question and answer method. While the works of KH. Muhammad Zaini Abdul Ghani included Risalah al-Mubarakah, Manakib asy-syeikh Muhammad Samman al-Madani, Ar-risalat an nuraniyah fi syarh at-tawassulat as-sammaniyah, Nubzat min manaqib al imam al-masyhur bil ustadz al a \u27 zham Muhammad bin ali ba\u27alawi, Al-amdad fi Aurad Ahl Al-Widad, Manaqib Ash-Shaykh As-Sayyid Muhammad bin Abdul Qadir Al-Qadiri and Al-Fushul Al-Ilmiyah wa Al-Ushul Al-Hikamiyah.
Keywords: Thought, Islamic Education, K.H. Muhammad Zaini Abdul Ghani.Abstrak: Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan biografi yang berarti studi tentang seorang individual dengan memaparkan hasil pemikiran K.H.Muhammad Zaini Abdul Ghani. Temuan penelitian tentang pemikiran pendidikan Islam K.H. Muhammad Zaini Abdul Ghani meliputi tujuan pendidikan Islam yang berarti mengenal Allah SWT dengan sebenarnya, sehingga tidak lupa kepada-Nya pada setiap keadaan. Kemudian pendidik berarti orang yang merubah perilaku murid menjadi lebih baik, peserta didik, kurikulum yang digunakan adalah menyangkut pengalaman-pengalaman di luar sekolah sebagai bagian dari kegiatan pendidikan. Kemudian metode yang digunakan oleh K.H. Muhammad Zaini Abdul Ghani adalah metode keteladanan, pembiasaan, ceramah, bandongan demonstrasi, dan metode tanya jawab. Adapun karya-karya K.H.Muhammad Zaini Abdul Ghani antara lain Risalah al mubarakah, Manakib asy- syeikh Muhammad samman al-madani, Ar risalat an nuraniyah fi syarh at-tawassulat as-sammaniyah, Nubzat min manaqib al imam al-masyhur bil ustadz al a’zham Muhammad bin ali ba’alawi, Al-amdad fi Aurad Ahl Al-Widad, Manaqib Asy-Syaikh As-Sayyid Muhammad bin Abdul Qadir Al-Qadiri dan Al-Fushul Al-Ilmiyah wa Al-Ushul Al-Hikamiyah.
Kata Kunci : Pemikiran, Pendidikan Islam, K.H. Muhammad Zaini Abdul Ghani
KARISMA K.H. MUHAMMAD ZAINI ABDUL GHANI DAN PERAN SOSIALNYA (1942-2005)
In this exposure, the author proposed about KH Muhammad Zaini Abdul Ghani, the study on charisma and social role and Kharisma of KH Muhammad Zaini Abd. Ghani also supported by the ability to master the classical Islamic sciences. He was able to explain the concepts and to construct elaborate religious in simple language. Therefore, when listening to the description of his talk was easy to understand, understood and grown the love (awe) to him. Feelings of love and admiration were also growing in the hearts of thousands of his disciples. Therefore, a lot of people who liked to tell his karamah - Karamah, although teachers themselves said, Karamah not very important for one's piety, but the consistency in doing good, more better than a thousand Karamah. Once passed away into Rahmatullah, the tomb of K.H. Muhammad Zaini Abd. Ghani always visited by the public until now. Hundreds of people come every day from various parts of this city. This shows that his charisma is not lost when the person dies
Kepercayaan Dan Perilaku Masyarakat Pejambuan Kecamatan Sungai Tabuk Berziarah Ke Makam K.H Muhammad Zaini Bin Abdul Ghani
K.H Muhammad zaini bin Abdul Ghani merupakan salah satu ulama yang
terkenal dan memiliki pengaruh kuat di kalimantan selatan. Pada tahun 2005 bulan
7 tanggal 10 beliau wafat di sekumpul martapura, dan di makamkan didekat
mushalla Ar- Raudah, kelurahan sekumpul, kecamatan martapura kota. dimana
Saat beliau wafat banyak sekali orang yang ikut hadir di acara pemakaman beliau,
dan makam beliau sampai sekarang masih ramai dikunjingi orang banyak.
Oleh karena itu maka di buatlah penelitian ini dengan tujuan untuk
mengetahui Bagaimana kepercayaan berziarah ke makam K.H Muhammad Zaini
Bin Abdul Ghani dan Bagaimana perilaku pengunjung terhadap makam K.H
Muhammad Zaini Bin Abdul Ghani.
Penelitian ini merupakan penelitian budaya dalam memahami peristiwa
yang terjadi pada masyarakat dengan menggunakan metode deskriptif yang
dilakukan penulis dalam mengumpulkan informasi lisan dan beberapa orang yang
mengetahui perilaku objek yang diamati secara langsung oleh penulis. Data yang
digunakan berupa data kualitatif dan diperoleh melalui studi lapangan. Adapun
pendekatan yang digunakan adalah pendekatan Antropologi Agama.
Hasil penelitian ini menunjukan bahwa terdapat beberapa perilaku berziarah
ke makam K.H Muhammad Zaini Bin Abdul Ghani yaitu membaca yasin, membaca
sholawat atau berdoa dan meletakkan kembang. Para pengunjung berperilaku
seperti ini karena adanya sebuah kepercayaan yakni menganggap makam K.H
Muhammad Zaini Bin Abdul Ghani keramat dan mempunyai banyak keberkahan
di dalamnya. Masyarakat Pejambuan mempercayai berziarah ke makam K.H
Muhammad Zaini Bin Abdul Ghani untuk melepas nazar, sebagai perantara agar
terkabulnya berbagai permohonan, sekedar berziarah biasa dan mengenal sejarah.
Adapun kepercayaan tersebut didorong oleh harapan akan terkabulnya hajat jika
berkunjung ke makam K.H Muhammad Zaini Bin Abdul Ghani, berdasarkan saran
dari orang-orang terdahulu
MANAJEMEN PEMASARAN PONDOK PESANTREN
The purpose of this study was to describe the natural setting, marketing planning for Islamic boarding schools services, organizing Islamic boarding schools services marketing, implementing Islamic boarding schools services marketing, supervision of Islamic boarding schools services marketing, Islamic boarding schools marketing mix strategy, and results of service marketing at the Nuruzzaman Islamic Boarding School, Bandung City.The method used in this research is descriptive qualitative method. Data collection techniques were carried out using interviews, observation, documentation studies and copying. Whereas in analyzing the data used is purely descriptive interpretation and data validity tests are carried out by extending participation, observation persistence, negative case analysis, adequacy of references, detailed descriptions, triangulation, peer examination, member checking and auditing.The results of this study indicate that Service Marketing Management at the Nuruzzaman Islamic Boarding School in Bandung City in terms of marketing is an educational institution that predominantly uses indirect marketing, namely through websites, Facebook, and other applications. Educational marketing planning is carried out every time before the acceptance of new students including the formulation of the institution's vision and mission, market segmentation and placement, product positioning, and educational marketing pricing. Educational Marketing Organization is carried out to develop a marketing organization and develop its members. The implementation of educational marketing is carried out in a committed manner in accordance with the rules that have been planned including promotion and communication as well as delivery or distribution. Supervision of educational marketing is carried out to discuss oversight of annual plans, oversight of profitability, oversight of efficiency and oversight of educational marketing strategies as material for recommendations for further marketing. Promotion and communication is carried out through advertising/online, word of mouth, public relations, and direct marketing as well as delivery or distribution. The result of education marketing management is an increase in the number of applicants from year to year
PEMEROLEHAN BAHASA ANAK USIA 3 BULAN — 2 TAHUN (Studi Kasus pada Muhammad Zaini)
This study aims to describe and explain the first syllable and words or phrases spoken by Muhammad Zaini from the age of 3 months to 2 years of age. This study uses a longitudinal approach with observing and recording techniques. The theory used in this study is the theory of the language acquisition from Steinberg, Nagata, and Aline and Crystal. This research is also supported by theory of first utterance phases from Steinberg, Nagata, and Aline and Piaget. The researcher manages to find the first syllable acquired by Muhammad Zaini, namely ma [mل]. This study also found other syllables Muhammad Zaini obtained after the first syllable, i.e bah ‘father’, a ‘eat’, tah ‘vomit’, dah ‘finished, da ‘three’, dai ‘cake’, ti ‘extinguished’, and pu ‘lights’. After acquiring syllables, then later Muhammad Zaini obtain such word abah ‘father’, totot ‘baby bottle’, inah ‘which means no or do not’, lalai ‘do not’, emma ‘mother’, mother, kaka ‘brother’, I, edah ‘already’, atit ‘ill’, eka or keka ‘open’, deda or kededa ‘no’, uah ‘fruit’, babah ‘sleep’, uka or kuka ‘open’, atu ‘ghost’, au ‘smell’, apu ‘light’ tutu ‘lid’, mau ‘want’, kukura ‘turtle’, ame ‘crowd’, auh ‘far’, dada ‘no’, manas ‘hot’, ngin ‘cold’ lalas ‘hard’, obiy ‘car’, babaluh ‘deep pool’, abis ‘end or finish’, aju ‘forward’, sawat ‘airplane’, and wak ‘fish’. In addition there are also phrases, namely abah...ku ‘my...father’, mama...ku ‘ my...mother’, kaka...ku ‘...my...brother’, sakit babarut ‘stomach ache’, ta api ‘train’, and mati puaw ‘die back or die again’
Manajemen Penyelenggaraan Haul KH. Muhammad Zaini Abdul Ghani (Abah Guru Sekumpul) Martapura Tahun 2020
Latar Belakang masalah ini bertolak dari adanya penyelenggaraan haul KH.
Muhammad Zaini Abdul Ghani yang pastinya dibutuhkan suatu pengaplikasian ilmu
manajemen yang tepat pada acara tersebut, mengingat antusiasme masyarakat yang
ikut serta dalam acara itu sangatlah banyak. Tujuan penelitian untuk mengetahui
manajemen penyelenggaraan haul KH. Muhammad Zaini Abdul Ghani pada tahun
2020 dan faktor penunjang serta kendala yang ada pada penyelenggaraan tersebut.
Penelitian ini berfokus pada permasalahan manajemen penyelenggaraan haul KH.
Muhammad Zaini Abdul Ghani (Abah Guru Sekumpul) Martapura tahun 2020. Dalam
penelitian ini juga membahas faktor penunjang dan kendala yang dihadapi dalam
penyelenggaraan haul KH. Muhammad Zaini Abdul Ghani (Abah Guru Sekumpul)
Martapura tahun 2020. Jenis penelitian ialah penelitian lapangan (field research)
dengan pendekatan deskriptif-kualitatif. Metode pengumpulan data menggunakan
observasi, wawancara dan dokumentasi.
Berdasarkan hasil penelitian, manajemen penyelenggaraan haul KH. Muhammad
Zaini Abdul Ghani tahun 2020 sudah cukup baik dan telah mengaplikasikan fungsi�fungsi manajemen yaitu adanya perencanaan yang matang, pengorganisasian yang
sesuai dalam pembagian tugas masing-masing, pelaksanaan dan pengawasan yang
tepat oleh orang-orang yang sudah berpengalaman dalam penyelenggaraan haul Abah
Guru Sakumpul di Kota Martapura tersebut.. Ditemukan faktor pendukung manajemen
haul Abah Guru Sekumpul seperti faktor pendukung perencanaan; tersedianya
pasokan air dan listrik, keamanan, lahan parkir, penerangan, konsumsi, dan
perlengkapan medis. Pendukung pengorganisasian; pembagian tugas telah sesuai
dengan keahliannya. Pendukung pelaksanaan; berhasil menggerakkan organisasi
sesuai dengan rencana dan pembagian kerjanya masing-masing. Pendukung
pengawasan; pengawasan sudah sesuai dengan rencana sebelumnya, sumber daya
manusia digunakan secara efektif dan efisien. Kendala pada manajemen
penyelenggaraan haul diantaranya kendala perencanaan terdapat relawan berbeda
disetiap tahunnya yang baru melengkapi datanya ketika mendekati kegiatan haul,
kendala pengorganisasian tidak ada organisasi terstruktur acara haul, kendala
pelaksanaan ditemukan kemacetan dan rawan kecelakaan, dan kendala pengawasan
seperti kurangnya penginapan, serta sampah berserakan setelah acara selesa
- …
