1,721,462 research outputs found

    PEMIKIRAN FIKIH SYAIKH MUHAMMAD ZAIN BATU BARA: Fidiah Salat dan Puasa

    No full text
    &lt;strong&gt;Abstrak: &lt;/strong&gt;Artikel ini membahas pemikiran Syaikh Muhammad Zain Batu Bara, seorang ulama besar alumni Makkah awal abad 20 dan berasal dari Batu Bara yang namanya tidak dikenal, namun mempunyai kontribusi besar dalam perkembangan dakwah Islam di daerah tersebut. Salah satu kontribusinya adalah praktik dan tradisi Fidiah salat dan puasa bagi orang yang sudah meninggal, yang sampai sekarang masih dilestarikan oleh masyarakatnya. Dalam konteks wilayah Nusantara, kajian ini membandingkan pemikiran Syaikh Muhammad Zain dengan pemikiran-pemikiran ulama Nusantara lainnya baik sebelum, semasa atau sesudahnya, untuk menemukan titik persamaan dan perbedaan dan sejauhmana implikasinya, dengan  menggunakan telaah kepustakaan karya-karya dan sejarah biografi masing-masing tokoh. Penulis menyimpulkan bahwa Syaikh Muhammad Zain Batu Bara adalah kelompok ulama Kaum Tua di Sumatera Timur yang tetap mempertahankan amaliah dan tradisi Fidiah salat dan puasa bagi orang yang sudah meninggal, dengan memilih pendapat mazhab Hanafi yang memasukkan masalah ini dalam pendapat yang dipedomani dan berkembang terus di masyarakat.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Abstract: Islamic Legal Thought of &lt;/strong&gt;&lt;strong&gt;Syaikh Muhammad Zain Batu Bara&lt;/strong&gt;&lt;strong&gt;: A Case of &lt;em&gt;Fidyah&lt;/em&gt; for Fasting and Prayer&lt;/strong&gt;. This article discusses the thought of Shaykh Muhammad Zain Batu Bara, a prominent scholar of early 20th century Mecca originating from Batu Bara whose name is unknown, but has a major contribution in the development of Islamic da'wah in the area. One of his contributions is the practice and tradition of &lt;em&gt;fidyah&lt;/em&gt; for the five prayers and fasting for the dead, which until now is still preserved by the society. In the context of the archipelago territory, this study compares the thought of Shaykh Muhammad Zain with the thoughts of other learned Islamic thinkers of the archipelago throughout the history, to unveil the points of similarities and differences as well as the extent of their implications, using literature review of works and the biographical history of respective figure. The author concludes that Shaykh Muhammad Zain Batu Bara appears to be bounded by conventional school of thought in East Sumatra, who retains the tradition of &lt;em&gt;fidyah&lt;/em&gt; for prayer and fasting of the dead person, by choosing the opinion of the Hanafi school that eventually developed in the society.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Kata Kunci:&lt;/strong&gt; fikih, ulama, Nusantara, Syaikh Muhammad Zain, fidiah, salat, puasa</jats:p

    PEMIKIRAN FIKIH SYAIKH MUHAMMAD ZAIN BATU BARA: Fidiah Salat dan Puasa

    Get PDF
    Abstrak: Artikel ini membahas pemikiran Syaikh Muhammad Zain Batu Bara, seorang ulama besar alumni Makkah awal abad 20 dan berasal dari Batu Bara yang namanya tidak dikenal, namun mempunyai kontribusi besar dalam perkembangan dakwah Islam di daerah tersebut. Salah satu kontribusinya adalah praktik dan tradisi Fidiah salat dan puasa bagi orang yang sudah meninggal, yang sampai sekarang masih dilestarikan oleh masyarakatnya. Dalam konteks wilayah Nusantara, kajian ini membandingkan pemikiran Syaikh Muhammad Zain dengan pemikiran-pemikiran ulama Nusantara lainnya baik sebelum, semasa atau sesudahnya, untuk menemukan titik persamaan dan perbedaan dan sejauhmana implikasinya, dengan  menggunakan telaah kepustakaan karya-karya dan sejarah biografi masing-masing tokoh. Penulis menyimpulkan bahwa Syaikh Muhammad Zain Batu Bara adalah kelompok ulama Kaum Tua di Sumatera Timur yang tetap mempertahankan amaliah dan tradisi Fidiah salat dan puasa bagi orang yang sudah meninggal, dengan memilih pendapat mazhab Hanafi yang memasukkan masalah ini dalam pendapat yang dipedomani dan berkembang terus di masyarakat. Abstract: Islamic Legal Thought of Syaikh Muhammad Zain Batu Bara: A Case of Fidyah for Fasting and Prayer. This article discusses the thought of Shaykh Muhammad Zain Batu Bara, a prominent scholar of early 20th century Mecca originating from Batu Bara whose name is unknown, but has a major contribution in the development of Islamic da'wah in the area. One of his contributions is the practice and tradition of fidyah for the five prayers and fasting for the dead, which until now is still preserved by the society. In the context of the archipelago territory, this study compares the thought of Shaykh Muhammad Zain with the thoughts of other learned Islamic thinkers of the archipelago throughout the history, to unveil the points of similarities and differences as well as the extent of their implications, using literature review of works and the biographical history of respective figure. The author concludes that Shaykh Muhammad Zain Batu Bara appears to be bounded by conventional school of thought in East Sumatra, who retains the tradition of fidyah for prayer and fasting of the dead person, by choosing the opinion of the Hanafi school that eventually developed in the society. Kata Kunci: fikih, ulama, Nusantara, Syaikh Muhammad Zain, fidiah, salat, puas

    Pemikiran Fikih Syaikh Muhammad Zain Batu Bara: Fidiah Salat dan Puasa

    Get PDF
    Artikel ini membahas pemikiran Syaikh Muhammad Zain Batu Bara, seorang ulama besar alumni Makkah awal abad 20 dan berasal dari Batu Bara yang namanya tidak dikenal, namun mempunyai kontribusi besar dalam perkembangan dakwah Islam di daerah tersebut. Salah satu kontribusinya adalah praktik dan tradisi Fidiah salat dan puasa bagi orang yang sudah meninggal, yang sampai sekarang masih dilestarikan oleh masyarakatnya. Dalam konteks wilayah Nusantara, kajian ini membandingkan pemikiran Syaikh Muhammad Zain dengan pemikiran-pemikiran ulama Nusantara lainnya baik sebelum, semasa atau sesudahnya, untuk menemukan titik persamaan dan perbedaan dan sejauhmana implikasinya, dengan menggunakan telaah kepustakaan karya-karya dan sejarah biografi masing-masing tokoh. Penulis menyimpulkan bahwa Syaikh Muhammad Zain Batu Bara adalah kelompok ulama Kaum Tua di Sumatera Timur yang tetap mempertahankan amaliah dan tradisi Fidiah salat dan puasa bagi orang yang sudah meninggal, dengan memilih pendapat mazhab Hanafi yang memasukkan masalah ini dalam pendapat yang dipedomani dan berkembang terus di masyarakat

    Data Extracted from Selected Primary Studies

    No full text
    This dataset consists of a list of data that have been extracted from selected primary studies and it is used as part of the analysis for our research paper entitled &quot;Application of Deep Learning in Software Defect Prediction: Systematic Literature Review and Meta-analysis.&quot

    Tugas Bahasa Indonesia Muhammad Zain Mutawakkil I0219059

    No full text
    All universities in Indonesia are expected to be world class university. Including the Sebelas Maret University should be a world class university, but is the UNS to be a world class university? World Class University certainly has the requirements, including the adequate infrastructure. Therefore, it is discussed about one of the most important infrastructures, the auditorium. Assessment of the readiness of the auditorium as the infrastructure of UNS to world class university is done using a survey observation research method to use Google's form of community randomly, both students and students outside of UNS, and did comparisons to other university auditoriums. The research result is the UNS auditorium not yet ready to be part of the world class university infrastructure. Need improvement and addition of facilities and infrastructure. Keywords: world class university, infrastructure, UN

    Pemikiran Turki Uthmaniyah Menurut Syeikh Wan Ahmad Bin Muhammad Zain Al-Fatani Dalam Bukunya Hadīqat Al-Azhār Wa Al-Rayāhīn

    Get PDF
    Kajian ini bertujuan untuk mengkaji biografi Syeikh Wan Ahmad bin Muhammad Zain al-Fatani, buku beliau berjudul Hadīqat al-Azhār wa al-Rayāhīn, dan mengkaji sejarah kerajaan Turki Uthmaniyah yang dimuatkan dalam buku tersebut. Kajian ini juga ingin mengkaji sumbangan penulisan beliau terhadap masyarakat Melayu Patani secara khusus. Data yang berkaitan telah dikumpulkan melalui kaedah kepustakaan yang terdiri daripada artikel-artikel ilmiah, buku-buku yang berkaitan dengan sejarah Turki Uthmaniyah dan lain-lain dalam pelbagai bahasa termasuk bahasa Melayu, Arab, Inggeris dan Thai. Hasil kajian mendapati bahawa pertama, di Patani terdapat para ilmuwan yang berkebolehan dalam bidang sejarah selain daripada bidang agama dan lain-lain. Kedua, Syeikh Wan Ahmad bin Muhammad Zain al-Fatani merupakan seorang tokoh yang pakar dalam bidang sejarah khususnya sejarah kerajaan Turki Uthmaniyah. Ketiga, buku Hadīqat al-Azhār wa al-Rayāhīn merupakan karya sejarah yang memberikan gambaran tentang sejarah kerajaan Turki Uthmaniyah sejak zaman sultan pertama sehingga kepada zaman akhir hayat beliau sendiri. Keempat, beliau terpengaruh dengan kaedah penulisan sejarah yang ditulis oleh Al-Saiyid Ahmad bin Zaini Dahlān seorang tokoh sejarah terkemuka Saudi Arabia pada masa itu yang juga merupakan guru kepadanya. Kelima, buku ini memberi sumbangan kepada bidang sejarah yang sekali gus dapat menyifatkan bahawa Syeikh Wan Ahmad bin Muhammad Zain al-Fatani merupakan salah seorang ahli sejarah Islam dari kalangan orang Melayu

    Cikgu Muhammad Zain Haji Ayob pengasas Majalah Panduan Guru

    No full text
    Artikel ini menganalisis peranan Cikgu Muhammad Zain Haji Ayob dalam mengasaskan penerbitan majalah terbitan guru yang pertama iaitu Panduan Guru. Beliau bersama-sama rakan-rakan guru menubuhkan Persatuan Guru Melayu Pulau Pinang pada tahun 1920 dan dalam waktu yang sama menerbitkan Panduan Guru sebagai wadah pemikiran dan kepimpinan guru. Majalah terbitan guru-guru Melayu Pulau Pinang ini menjadi asas kepada kewujudan majalahmajalah terbitan guru yang lain termasuk Majalah Guru yang lebih berimpak dan bersifat kebangsaan. Walaupun jangka hayatnya pendek, Panduan Guru berjaya memainkan peranan membangkitkan kesedaran kebangsaan dan memperkaya maklumat kepada guru-guru dan masyarakat Melayu. Artikel berfokus kepada guru-guru Melayu Pulau Pinang dalam persatuan guru. Tulisan ini penting untuk memaparkan kepada masyarakat akan peranan besar yang dimainkan oleh para guru khususnya Pulau Pinang dalam meningkatkan keintelektualan, kepentingan pendidikan dan usaha memartabatkan bahasa Melayu

    ARGUMEN AL-QUR’AN TENTANG SIFAT-SIFAT ALLAH MENURUT SYEKH MUHAMMAD ZAIN

    No full text
    Pemikiran teologi Syekh Muhammad dipengaruhi faham Asy’ariyah yang dituangkannya di dalam karya-karyanya yaitu Qat}ar al-Laban fi Aqa&gt;’id al-Ima&gt;n. Fawa&gt;’id al-Zain fi&gt;‘Ilm al-‘Aqa&gt;id wa Ushu&gt;luddi&gt;n, Mifta&gt;h{ ash-S{ibya&gt;n fi Aqa&gt;id al-Ima&gt;n. Pemikiran tentang sifat Allah dipengaruhi oleh pemikiran Asy’ariyah, seperti Baqillani, al-Juwaini, al-Ghazal, Imam Sanusi dan lain-lain,  demikian juga tentang persoalan kasab atau iktisa&gt;b. Dengan demikian Syekh Muhammad Zain disebut sebagai Asy’ariyah. Penggunaan ayat-ayat Alquran sebagai argumen untuk menjelaskan tentang sifat-sifat Allah, intensitasnya  relatif sama dengan penggunaan logika. Sehingga kesejajaran antara logika dan wahyu yang digunakan oleh Syekh Muhammad Zain dapat dilihat melaui karya-karyanya tersebut. Ayat-ayat yang digunakannya sesuai dengan ulama-ulama tafsir baik klasik  maupun kontemporer. Penggunaan takwil sebagai metode yang digunakan oleh aliran khala&gt;f untuk menjelaskan ayat-ayat mutasya&gt;biha&gt;t, dilakukan oleh Syaikh Muhmmad Zain. Karena dia menganggap dengan metode ini masyarakat awam akan lebih mudah memahami tentang sifat-sifat Allah. Tentu saja penggunaan takwil disini yang memenuhi kriteria yang dibenarkan, sehingga tidak menyalahi ketentuan Alquran maupun sunnah.Kata Kunci: Tafsir, Argumen, Relatif, Wahy

    Review on the modern analytical advancements in impurities testing

    Get PDF
    Impurities in active pharmaceutical ingredients (APIs) and pharmaceutical drug products (DPs) lead to broader antithetical effects related to drug safety, efficacy, and regulatory compliance. This review discusses organic, elemental, and inorganic impurities, and residual solvents and stresses their impact on the quality of APIs and pharmaceutical DPs regarding patient safety. It endorses immensely developed contemporary analytical techniques like High-performance Liquid Chromatography (HPLC), and Gas Chromatography (GC), for organic impurities and discusses their hyphenated Mass Spectrometry (MS) chromatographic methodologies. Atomic Absorption Spectroscopy (AAS), Inductively Coupled Plasma (ICP) hyphenated with MS, and Optical Emission Spectroscopy (OES) techniques are discussed for mainly improved sensitivity and accuracy in the detection and identification of elemental and inorganic impurities. High-Resolution Mass Spectrometry (HRMS), Supercritical Fluid Chromatography (SFC), and ICP-hyphenated techniques alongside automation are among the emerging technologies that are discussed concerning their impending potential to solve intricacies related to complex drug matrices, challenging regulatory requirements, and new impurity profiles. The review underlines the discussion on harmonized global regulations and affordable access to advanced analytical techniques so that wider adoption is facilitated in the pharmaceutical industry. Imminent prospects are Artificial Intelligence (AI) incorporation, Machine Learning (ML), and green analytical methodologies to overcome the present confinements and to cater to the growing demands of the progressive pharmaceutical sector. This in-depth analysis is intended to help pharmaceutical stakeholders embrace novel impurity management approaches resulting in significantly enhanced drug quality and better healthcare outcomes on a global scale
    corecore