1,720,957 research outputs found
Human Trafficking and the Challenges for Social Development in Indonesia
Perdagangan manusia merupakan masalah serius di Indonesia meskipun negara telah mengesahkan dan menerbitkan Rencana Aksi Nasional dan membentuk Gugus Tugas untuk menghentikan kejahatan ini. Kajian ini mencoba untuk mengkaji hubungan antara perdagangan manusia dan pembangunan, terutama mempertanyakan mengapa beberapa daerah lebih rentan dibandingkan dengan daerah lain. Kajian ini juga membahas jenis eksploitasi di daerah tujuan serta bagaimana strategi dalam mengurangi dan menghentikan praktik perdagangan manusia. Terungkap bahwa perdagangan manusia memiliki keterkaitan dengan isu pembangunan di mana ketimpangan pembangunan, pengaruh budaya dan eksposur terhadap globalisasi meningkatkan kerentanan individu terhadap perdagangan manusia di daerah yang lebih maju. Karena perdagangan manusia melibatkan jaringan kriminal internasional, partisipasi dari semua pemangku kepentingan melalui pendekatan yang sistematis dan penguatan jaringan adalah suatu keharusan dalam mencegah dan memberantas hal ini terjadi.</jats:p
IMPLEMENTASI ALGORITMA FINITE STATE MACHINE PADA GAME PELESTARIAN ALAM BERBASIS ANDROID DI SDN 1 KARANGAJI
Kelestarian alam dan satwa merupakan hal yang sangat penting di kehidupan manusia karena kehidupan manusia tidak bisa lepas dari kedua faktor tersebut. Maka diperlukan adanya pemicu yang mampu meningkatkan kembali nilai-nilai dan rasa cinta pada tiap individu terhadap alam dan satwa. Melalui pendidikan konservasi alam perlu dilakukan sejak dini untuk menciptakan generasi muda yang cinta alam dan berwawasan lingkungan. Dengan permasalahan tersebut maka peneliti bertujuan untuk merancang game edukasi pelestarian alam yaitu aplikasi game belajar sambil bermain yang dibuat dengan aplikasi Construct 2 dan di rancang menggunakan metode ADDIE (Analysisys, Design, Development, Implementation, dan Evaluation) dan Algoritma Finite State Machine. Game dirancang bertujuan untuk meningkatkan daya tarik dan meningkatkan nilai siswa pada mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) dengan dibuatnya game edukasi pelestarian alam diharapkan anak akan lebih mudah memahami tentang materi pembelajaran yang diberikan oleh pengajar. Hasil pengujian aplikasi ini 88,33% melalui survei angket responden yang menghasilkan kesimpulan sangat layak digunakan
TRADISI MBANGUN NIKAH DI DESA NGABUL KECAMATAN TAHUNAN KABUPATEN JEPARA (Studi Tentang Aspek Hukum Mashlahah dan ‘Urf)
Perkawinan merupakan salah satu sendi kehidupan masyarakat yang tidak dapat terlepas dari tradisi masyarakat setempat yang telah dimodifikasi agar sesuai dengan ajaran yang mereka anut. Seperti adat sudah menyatu bagi masyarakat juga berperan aktif dalam mengatur hal mengenai perkawinan. Seperti kasus yang terdapat di Desa Ngabul Kecamatan Tahunan Kabupaten Jepara. Di sana terdapat suatu tradisi yang dinamakan dengan mbangun nikah. Mbangun nikah adalah tradisi dimana pasangan suami istri mendirikan nikah baru. Tradisi ini dilakukan ketika perkawinan mengalami berbagai persoalan, permasalahan yang menjerumus kepada perceraian. Faktor-faktor yang melatarbelakangi terjadinya tradisi ini adalah ketidakharmonisan rumah tangga, kepercayaan dan adat, kekhawatiran rusaknya akad nikah sebelumnya, dan faktor ekonomi. Masyarakat tersebut berharap setelah melakukan mbangun nikah segala kesulitan dalam hidup mereka dapat dihilangkan.
Sebenarnya proses pelaksanaan tradisi mbangun nikah yaitu tidak ada akad baru, tidak ada thalaq, dan tidak mewajibkan pemberian mahar kembali. Prosesnya seperti acara walimatul ‘ursy, bedanya hanya dilakukan setelah menjadi pasangan suami istri. Mengenai tradisi mbangun nikah sendiri tidak diatur dalam hukum perkawinan Islam, baik dalam al-Qur’an maupun hadits. Pokok permasalahan dalam skripsi ini adalah bagaimana pandangan hukum Islam terhadap tradisi mbangun nikah di Desa Ngabul Kecamatan Tahunan Kabupaten Jepara? Kemudian menimbulkan pertanyaan apakah tradisi ini sesuai dengan ajaran Islam dan dapat dilanjutkan ataukah bertentangan dengan ajaran Islam dan harus dihilangkan. Sampai sekarang masyarakat desa Ngabul masih melakukan tradisi ini walaupun tidak semua pasangan suami istri yang mengalami berbagai persoalan melakukannya. Tradisi ini bukan merupakan suatu kewajiban, akan tetapi sebagai sebuah pilihan bagi pasangan yang mau ataupun tidak mau melakukannya.
Setelah melaksanakan penelitian, pelaksanaan tradisi mbangun nikah yang ada di Desa Ngabul Kecamatan Tahunan Kabupaten Jepara dalam hukum Islam adalah diperbolehkan, karena sudah berlaku secara umum dan bertujuan untuk meraih kemaslahatan dan menghindarkan dari kemadharatan. Mashlahah dari tradisi ini adalah tergolong mashlahah mursalah, sebab tradisi mbangun nikah tidak diakui secara eksplisit oleh syara’ dan tidak pula ditolak dan dianggap batil oleh syara’, tetapi masih sejalan secara subtansi dengan kaidah-kaidah hukum yang universal. Sedangkan menurut ‘urf, tradisi mbangun nikah diperbolehkan dan temasuk ‘urf shahih, karena keberadaannya tidak bertentangan dengan hukum Islam, dengan meraih kemashlahatam sebagai upaya dalam menjaga keharmonisan dalam rumah tangga dan mencegah perceraian
PENGARUH PERMOHONAN MODAL, KAS, PIUTANG DAN PERSEDIAAN TERHADAP PROFITABILITAS PERUSAHAAN MAKANAN DAN MINUMAN YANG TERDAFTAR DI BEI
Penelitian Penelitian yang dimuat dalam makalah ini bertujuan untuk menguji pengaruh perputaran modal, kas, wesel, dan persediaan terhadap profitabilitas perusahaan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia 2016-2020 di sektor makanan dan minuman. Dalam penelitian ini pendekatan yang digunakan untuk mengetahui variabel pengaruh dan menggunakan pendekatan kuantitatif dengan analisis regresi linier berganda dimana populasi yang digunakan dalam penelitian ini adalah laporan tahunan industri makanan dan minuman periode 2016-2020 dengan teknik pengambilan sampel menggunakan teknik purposive sampling. Berdasarkan uji t variabel perputaran modal dan variabel perputaran kas menunjukkan pengaruh yang signifikan terhadap profitabilitas, dan variabel perputaran persediaan dan perputaran tidak berpengaruh signifikan terhadap profitabilitas
School-to-work transition of young people in Greater Jakarta: the determinants of success
Going Beyond Counting First Authors in Author Co-citation Analysis
The present study examines one of the fundamental aspects of author co-citation analysis (ACA) - the way co-citation
counts are defined. Co-citation counting provides the data on which all subsequent statistical analyses and mappings
are based, and we compare ACA results based on two different types of co-citation counting - the traditional type that
only counts the first one among a cited work's authors on the one hand and a non-traditional type that takes into
account the first 5 authors of a cited work on the other hand. Results indicate that the picture produced through this non-traditional author co-citation counting contains more coherent author groups and is therefore considerably clearer. However, this picture represents fewer specialties in the research field being studied than that produced through the traditional first-author co-citation counting when the same number of top-ranked authors is selected and analyzed. Reasons for these effects are discussed
Variations on the Author
“Variations on the Author” discusses two of Eduardo Coutinho’s recent films (Um Dia na Vida, from 2010, and Últimas Conversas, posthumously released in 2015) and their contribution to the general question of documentary authorship. The director’s filmography is characterized by a consistent yet self-effacing form of authorial self-inscription: Coutinho often features as an interviewer that rather than express opinions propels discourses; an interviewer that is good at listening. This mode of self-inscription characterizes him as an author who is not expressive but who is nonetheless markedly present on the screen. In Um Dia na Vida, however, Coutinho is completely absent form the image, while Últimas Conversas, on the contrary, includes a confessional prologue that moves the director from the margins to the center of his films. This article examines the ways in which these works stand out in the filmography of a director who offers new insights into the notion of cinematic authorship
Appropriate Similarity Measures for Author Cocitation Analysis
We provide a number of new insights into the methodological discussion about author cocitation analysis. We first argue that the use of the Pearson correlation for measuring the similarity between authors’ cocitation profiles is not very satisfactory. We then discuss what kind of similarity measures may be used as an alternative to the Pearson correlation. We consider three similarity measures in particular. One is the well-known cosine. The other two similarity measures have not been used before in the bibliometric literature. Finally, we show by means of an example that our findings have a high practical relevance.information science;Pearson correlation;cosine;similarity measure;author cocitation analysis
Dispelling the Myths Behind First-author Citation Counts
We conducted a full-scale evaluative citation analysis study of scholars in the XML research field to explore just how different from each other author rankings resulting from different citation counting methods actually are, and to demonstrate the capability of emerging data and tools on the Web in supporting more realistic citation counting methods. Our results contest some common arguments for the continued
use of first-author citation counts in the evaluation of scholars, such as high correlations between author rankings by first-author citation counts and other citation
counting methods, and high costs of using more realistic citation counting methods that are not well-supported by the ISI databases. It is argued that increasingly available digital full text research papers make it possible for citation analysis studies to go beyond what the ISI databases have directly supported and to employ more
sophisticated methods
- …
