8 research outputs found
Ziarah dan Relasi Sunni-Syiah: Akar Serazngan Mematikan Terhadap Peziarah di Pakistan
One of the areas that had conflict and the deadliest religious
conflicts and violence in Islam world is in Pakistan, a Nation
that has strong and profound Islamic tradition. Muslims in
Pakistan are around 180 millions population, and 15 percent
among them are followers of Shia madzhab. It has been three
decades since Pakistan was declared in 17 August 1947, Sunni
and Shia community lived in Harmony. However, ahead of Islamic
revolution in Iran in 1979, Sunni-Shia’s relation heated up. In the
last two decades, Pakistan region has become the deadliest region,
especially for Pakistan Shia Pilgrims. This paper tries to see the
root of the problems. Based on study toward literary materials,
there are three factors causing Sunni-Shia conflict in Pakistan,
which are : by the appointment of General Muhammad Zia-ul-Haq
in the authority (1977), The Iranian Islamic Revolution in 1979,
and the politics of nerve war in border Kashmir and Afganistan.
Nevertheles, conflicts and the deadly violence are more complex
due to power competition in the country and intervention from
United States, Saudi Arabia, and Iran.
Keywords: Wali, Tawassul bi al-Dhāt, Salafi- Wahabi, Imāmiyah.
Salah satu wilayah yang mengalami konflik dan kekerasan
keagamaan paling mematikan di dunia Islam adalah Pakistan,
negara yang memiliki tradisi keIslaman cukup kuat dan mengakar.
Umat Muslim di Pakistan berjumlah sekitar 180 juta, dan 15
persen diantaranya merupakan penganut mazhab Syiah. Telah
tiga dasawarsa sejak Pakistan didirikan pada 17 Agustus 1947,
komunitas Sunni dan Syiah hidup dalam suasana harmonis.
Namun menjelang revolusi Islam di Iran pada 1979, hubungan
Sunni- Syiah memanas. Dua dasawarsa terakhir wilayah Pakistan
menjadi wilayah paling mematikan, khususnya bagi peziarahpeziarah
Syiah Pakistan. Tulisan ini hendak melihat akar
permasalahan tersebut. Berdasarkan telaah terhadap bahanbahan
tertulis, ada tiga faktor yang menyulut konflik Sunni-
Syiah di Pakistan, yakni: naiknya Jenderal Muhammad Zia-ul-
Haq dalam tampuk kekuasaan (tahun 1977), Revolusi Islam Iran
tahun 1979, dan politik perang syaraf di perbatasan Kashmir dan
Afghanistan. Namun, konflik dan kekerasan mematikan tersebut
semakin kompleks akibat persaingan kekuasaan di dalam negeri,
dan campur tangan Amerika Serikat, Saudi Arabia, dan Iran.
Kata Kunci: Wali, Tawassul bi al-Dhāt, Salafi- Wahabi, Imāmiyah
Resepsi Aktivis Rohani Islam Terhadap Bacaan Keagamaan Di SMAN 1 Dan 3 Banda Aceh
Beberapa hasil penelitian menunjukkan, bahwa beberapa siswa sekolah dan guru agamanya lebih mendukung ide-ide gerakan Islam radikal. Mereka juga mendukung aktifitas kekerasan atas nama agama. Hal ini menjadikan penting untuk melihat apakah kecenderungan terhadap radikalisme di kalangan siswa tersebut dipengaruhi oleh bahan bacaan yang mereka baca. Dengan menggunakan kerangka teori resepsi media, penelitian ini menjelaskan bahan bacaan keagamaan dan resepsi (penerimaan/tanggapan) siswa terhadap bahan bacaan tersebut. Rohis (Rohani Islam) adalah salah satu kegiatan ekstrakurikuler keagamaan di sekolah. Penelitian dilakukan di SMAN 1 dan 3 Kota Banda Aceh. Peneliti menemukan, bahwa Rohis SMAN 1 dan 3 Kota Banda Aceh lebih memilah secara selektif buku-buku keagamaan tertentu berdasarkan ikatan tradisinya, motivasi beragama, dan gaya bahasa dan penyampaian
Penagaruh buku-buku terbitan mizan terhadap wacana intelektual islam mahasiswa UIN syarif Hidayatullah Jakarta
Sakaratul Maut (SMLK): Kritik ?Abd al-Ra?ūf al-Jāwī al-Fanṣūrī terhadap Tradisi Islam Jawi di Aceh Abad XVII
Berdasarkan temuan dan analisis terhadap sumber-sumber yang diperoleh,
maka kesimpulan dari penelitian ini adalah: pertama, kesimpulan filologis. Bahwa
naskah Sakaratul Maut (SMLK) adalah benar karya ?Abd al-Ra?ūf ibn ?Alī al-Jāwī
al-Fanṣūrī. Naskah Sakaratul Maut merupakan naskah terjemahan Melayu-Jawi dari
naskah yang aslinya berbahasa Arab, Lubb al-Kashf wa al-Bayān limā Yarāhu al-
Muhtaḍar bi al- Iyān. Di Nusantara edisi Melayu dari naskah ini dikenal sebagai
naskah Sakaratul Maut. Namun, terdapat naskah Sakaratul Maut lain (SMKM),
yang juga merupakan terjemahan dari naskah Arab yakni Kashf al-Muntaẓar limā
Yarāhu al-Muḥtaḍar karya Ibrāhim al-Kūrānī. Kedua naskah ini merupakan respon
atas permasalahan yang sama yakni ajaran sakaratul maut Jawi yang menurut
sumber-sumber lain diajarkan oleh Shams al-Dīn al-Sumaṭrā?ī. Sebagian ajaran
tersebut terdapat dalam tiga naskah SMJI
Koleksi dan Katalogisasi Naskah Klasik Keagamaan Bidang Tasawuf
Buku memberikan informai berbagai ragam naskah klasik keagamaan di bidang tasawuf. yang ada di wilayah Aceh, Padang, Medan, Palembang, Banten dan Cirebon. Keberadaan buku ini berfungsi sebagai sarana infrastruktur penelitian naskah keagamaan, penyediaan basis data naskah-naskah Islam bidang Tasawuf, yang bermanfaat bagi para peneliti dan masyarakat yang fokus di bidang pernaskahan
Koleksi dan Katalogisasi Naskah Klasik Keagamaan Bidang Tasawuf
Buku memberikan informai berbagai ragam naskah klasik keagamaan di bidang tasawuf. yang ada di wilayah Aceh, Padang, Medan, Palembang, Banten dan Cirebon. Keberadaan buku ini berfungsi sebagai sarana infrastruktur penelitian naskah keagamaan, penyediaan basis data naskah-naskah Islam bidang Tasawuf, yang bermanfaat bagi para peneliti dan masyarakat yang fokus di bidang pernaskahan
Naskah-Naskah Tauhid di Indonesia Bagian Barat
Buku menghadirkan beragam naskah-naskah Tauhid yang ada di Indonesia Bagian Barat, tepatnya di Propinsi Nanggroe Aceh Darussalam, Sumatera Barat, Sumatera Utara, Riau, Sumatera Selatan, Kepulauan Riau, Banten dan Cirebon. Hadirnya buku tentunya menambah khazanah informasi dan pengetahuan mengenai berbagai naskah-naskah Tauhid yang disimpan baik oleh lembaga atau perorangan. Inventarisasi naskah-naskah Tauhid dalam buku ini dilatarbelakangi karena dari beberapa studi literatur dan katalog-katalog yang ada, naskah-naskah yang berisikan teks-teks taūhid di Nusantara cukup banyak dan menempati urutan ketiga setelah naskah-naskah fiqih dan Tasawuf.7 Selain itu, perkembangan Islam di wilayah Nusantara pada abad 16-19 memberikan warna dan khazanah tersendiri, dimana kajian dan pembahasan taūhid banyak dikaji dan dibahas oleh para ulama Nusantara, seperti naskah Hidayat al-Muhtadin karya Shaykh ‘Abd al-Shamad al-Jawi al-Fanshuri, Nur al-shalam karya Shaykh Nawawi al-Bantani, Hamzah Fansuri, Shamsu al-din al-Sumatrai, Nur aldin al-Raniri, dan ‘Abd al-Rauf al-Jawi al-Fanshuri, yang luar biasa produktif dalam menghasilkan naskah, baik untuk kepentingan belajar mengajar maupun untuk kepentingan lainnya
Penelusuran Naskah-Naskah Kuno Keagamaan di Cirebon dan Indramayu
Buku ini mendata berbagai naskah-naskah kuno keagamaan yang ada di wilayah Cirebon dan Indramayu, baik milik perorangan maupun lembaga atau keraton, dengan menunjukkan berbagai kekhasan naskah di masing-masing koleksi. Buku in dapat menjadi database untuk melengkapi katalog naskah yang telah ada, dan sekaligus sebagai informasi bagi siapapun, peneliti dan pemerhati naskah bahkan masyarakat umum, yang berminat mempelajari naskah-naskah klasik keagamaan
