1,721,032 research outputs found
Petroliam Nasional Berhad (PETRONAS) / Muhammad Tajuddin Shafek Hamlan
On 1st of March 2023, the student started his internship programme at Petroliam Nasional Berhad (PETRONAS) under Petronas Management Training Sdn. Bhd. In the Learning Academy Department, Level 1 Unit at PETRONAS Leadership Centre (PLC). This report will discuss various aspects of the company including the company’s profile which consists of the brief history of the company, the organizational structured the products and services. Furthermore, this report will also highlight on the training reflection of the student where it discusses the duration, details, and gains during the internship period. The main highlight of the report will be discussing the SWOT analysis of the company and will also provide recommendation for every aspect on how to improve each element
JIHAD DALAM PERSPEKTIF HASAN AL-BANNA: ANALISIS KITAB NAZARAT FI KITABILLAH
ABSTRAK
Skripsi dengan judul JIHAD DALAM PERSPEKTIF HASAN AL-BANNA:
ANALISIS KITAB NAZARAT FI KITABILLAH ini ditulis oleh Muhammad Tajuddin Romli, NIM. 17301153040, Fakultas Ushuluddin Adab dan Dakwah IAIN Tulungagung, 2019, pembimbing Ahmad Muhdhor, Lc., M.Pd.I NIP. 198503282014031002.
Dari sekian banyak syariat ibadah yang tertera dalam Alquran salah satu syariat yang harus dijalankan oleh setiap umat Muhammad adalah jiha>d fililla>h. Jihad adalah salah satu tema besar yang ada dalam Alquran. Istilah jihad sering disamakan dengan istilah terorisme. Meskipun salah satu dari maknanya adalah perang, namun dalam peperangan bukan berarti tanpa aturan. Islam mengatur dan memberikan undang-undang pelaksanaan perang. Jihad menjadi tema yang sangat unik, menarik untuk diteliti dan dikaji. Jihad sebagai research theme, selalu dalam perdebatan yang terus menerus dan tidak kunjung usai.
Dengan demikian perlu adanya kajian mengenai bagaimana jihad menurut beberapa tokoh. Dalam hal ini penulis akan mengkaji konsep jihad perspektif Hasan al-Banna yang tertuang dalam kitab Naz}ara>t Fi> Kita>billa>h serta relevansi jihad al-Banna dalam konteks masa kini. Penelitian ini adalah penelitian pustaka (library research), dengan sumber rujukan primer kitab Naz}ara>t Fi> Kita>billa>h. Kitab Naz}ara>t Fi> Kita>billa>h adalah kumpulan artikel-artikel Hasan al-Banna yang dibukukan oleh ‘Is}am Tali>mah. Pendekatan dalam penelitian ini adalah pendekatan historis sosiologis
Penelitian ini menemukan: (1) makna jihad menurut Hasan al-Banna yang berarti peperangan atau perjuangan fisik. Al-Banna memaknai jihad lebih cenderung kepada perjuangan fisik atau peperangan karena jihad dengan perang lebih utama dan akan mengantarkan pelakunya mendapatkan syahid kubro (2) objek sasaran jihad, meliputi jihad melawan hawa nafsu, jihad melawan Ahl al-Kita>b dan jihad melawan orang-orang musyrik. (3) Bentuk-bentuk jihad, meliputi jihad fisik dan jihad non-fisik. Jihad fisik yaitu jihad dengan senjata dan jihad non-fisikyaitu amar ma’ruf nahi munkar dan jihad dengan harta. (4) aturan dan tatacara jihad, meliputi tidak boleh merusak tempat ibadah, dilarang membunuh anak-anak, orang tua renta dan wanita, dilarang mengejar musuh yang menyerah, dan lain-lain. (4) Relevansi Jihad al-Banna dalam konteks masa kini meliputi jihad membela kedaulatan negara, jihad bidang sosial, dan amar ma’ruf nahi munkar
Automated helmet and plates number detection using deep learning / Muhammad Zakwan Arif Muhammad Tajuddin, Noraini Hassan and Raihah Aminuddin
The increasing use of motorcycles and the corresponding rise in related accidents, particularly among riders not wearing helmets, necessitates an efficient and cost-effective solution for helmet detection. Despite the existence of laws mandating helmet use, enforcement remains a challenge due to the need for manual human assistance in monitoring compliance. This study aims to address this issue by 1) designing a system capable of detecting motorcyclists not wearing helmets and identifying their license plate numbers, 2) developing an automatic detection system using ResNet50 and EasyOCR, and 3) testing the functionality and accuracy of the developed system. The system was trained using a dataset of 500 images sourced from Kaggle, featuring riders both with and without helmets. The application of ResNet50 and EasyOCR demonstrated significant performance in recognizing helmets and license plates across various scenarios. The results indicate that the helmet detection model using ResNet50 has achieved a significant performance with a 90% accuracy rate in recognizing helmets and license plates. Despite certain limitations, this project opens avenues for future research to refine further and advance detection systems, ultimately benefiting users in monitoring and enhancing their safety on the road
Going Beyond Counting First Authors in Author Co-citation Analysis
The present study examines one of the fundamental aspects of author co-citation analysis (ACA) - the way co-citation
counts are defined. Co-citation counting provides the data on which all subsequent statistical analyses and mappings
are based, and we compare ACA results based on two different types of co-citation counting - the traditional type that
only counts the first one among a cited work's authors on the one hand and a non-traditional type that takes into
account the first 5 authors of a cited work on the other hand. Results indicate that the picture produced through this non-traditional author co-citation counting contains more coherent author groups and is therefore considerably clearer. However, this picture represents fewer specialties in the research field being studied than that produced through the traditional first-author co-citation counting when the same number of top-ranked authors is selected and analyzed. Reasons for these effects are discussed
HAK-HAK PEREMPUAN DALAM AL-QUR’AN (Studi Komparatif Tafsir Al-Huda Karya Bakri Syahid dan Tafsir Al-Iklil Fi Ma’ani al-Tanzil Karya Misbah Mustafa)
ABSTRAK
Tesis dengan judul “Hak-Hak Perempuan Dalam Al-Qur’an (Studi Komparatif
Tafsir Al-Huda Karya Bakri Syahid dan Tafsir Al-Iklil Karya Misbah
Mustafa)” adalah hasil karya Muhammad Tajuddin dengan NIM.
12503194003, program studi Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir Pascasarjana UIN
Sayyid Ali Rahmatullah Tulungagung yang dibimbing Dr. Salamah
Noorhidayati, M.Ag dan Dr. Ahmad Zainal Abidin, M.A.
Penelitian ini dilatar belakangi oleh adanya permasalahan gender yang
disebabkan oleh diskriminasi terhadap perempuan karena anggapan status
perempuan lebih rendah dan anggapan bahwa kaum kali-laki lebih superioritas
dari perempuan. Maka dianggap wajar jika laki-laki mendapatkan hak lebih
dibandingkan wanita. Seperti hak waris antara laki-laki dan perempuan yang
jumlahnya lebih banyak laki-laki. Dalam konteks bangsa Indonesia, suku Jawa
masih terkenal kental dengan budaya patriarkinya. Para feminis menganggap
bahwa kultur Jawa adalah sebuah kultur yang tidak memberi kesejajaran antara
laki-laki dan wanita. Menjadi menarik jika ditelisik bagaimana mufassir dari Jawa
bersikap atas fenomena yang ada pada suku dan budaya mereka. Seperti karya
tafsir berbahasa Jawa adalah kitab tafsir Al-Ikli>l Fi> Ma„a>ni> Al-Tanzi>l karya
Miṣba>ḥ Muṣṭafa dan tafsir Al-Huda karya Bakri Syahid, yang kedua karya
tersebut akan menjadi sumber primer dari penelitian ini.
Penelitian ini mendeskripsikan sisi komparatif kedua tafsir dengan melihat
latar belakang tafsirnya. Sementara yang menjadi pokok bahasan pada penelitian
ini adalah sisi komparatif dari kedua kitab tafsir tersebut serta relevansinya
terhadap permasalahan gender. Penelitian ini merupakan penelitian kepustakaan
(library research) yang sumber utamanya dari kitab Al-Ikli>l Fi> Ma„a>ni> AlTanzi>l karya Miṣba>ḥ Muṣṭafa dan tafsir Al-Huda karya Bakri Syahid. Karena
penelitian ini termasuk jenis penelitian komparatif maka temuan data dan
analisisnya dijelaskan menggunakan metode analisis-komparatif. Adapun teori
yang digunakan untuk menentukan relevansi penafsiran adalah teologi
pembebasan Asghar Ali Engineer dan teori gender Mansour Fakih.
Dengan menggunakan metode tersebut diperoleh kesimpulan: Pertama,
Bakri Syahid dan Misbah Mustafa menafsirkan ayat-ayat tentang hak-hak
perempuan dalam ranah domestik, memandang bahwa perempuan memiliki hak
yang bersifat harus dipenuhi. Terlihat dalam penafsiran tentang hak mahar yang
menjadi milik istri secara penuh dan pihak lain tidak boleh memilikinya, Misbah
juga menambahkan hokum wajib mutlak pemberian mahar terhadap perempuan,
hak nafkah yang menjadi kewajiban suami dalam keadaan kaya maupun miskin
menurut kadar kemampuannya. Misbah menambahkan bahwa perempuan yang di
tala’ raja’i maka ia berhak mendapatkan nafkah ijma’i dari suaminya. Hak
poligami yang mengaharuskan laki-laki memenuhi syarat adil dan mendapatkan
izin dari istri pertama, hak diperlakukan dengan baik yang mengharuskan suami
berlaku baik dalam hal perkataan maupun perbuatan kepada istri dan bersabar
ketika ada suatu hal yang tidak disukai dari istri dan hak waris bahwa Bakri
menyetujui dengan formulasi waris 1:2. Kedua, Menurut hemat penulis seperti
hak mahar, hak nafkah, hak keadilan poligami, hak waris dan hak diperlakukanxx
dengan baik Dapat dikatakan relevan karena berdasarkan analisis teori kesetaraan
gender Mansour Faqih dan teologi pembebasan Asghar Ali Engineer. Mereka
sama-sama mengusung kesetaraan gender dengan memberikan hak-hak yang
seharusnya diberikan kepada perempuan.
Kata Kunci: Hak Perempuan, Komparatif , Tafsir Temati
Variations on the Author
“Variations on the Author” discusses two of Eduardo Coutinho’s recent films (Um Dia na Vida, from 2010, and Últimas Conversas, posthumously released in 2015) and their contribution to the general question of documentary authorship. The director’s filmography is characterized by a consistent yet self-effacing form of authorial self-inscription: Coutinho often features as an interviewer that rather than express opinions propels discourses; an interviewer that is good at listening. This mode of self-inscription characterizes him as an author who is not expressive but who is nonetheless markedly present on the screen. In Um Dia na Vida, however, Coutinho is completely absent form the image, while Últimas Conversas, on the contrary, includes a confessional prologue that moves the director from the margins to the center of his films. This article examines the ways in which these works stand out in the filmography of a director who offers new insights into the notion of cinematic authorship
Appropriate Similarity Measures for Author Cocitation Analysis
We provide a number of new insights into the methodological discussion about author cocitation analysis. We first argue that the use of the Pearson correlation for measuring the similarity between authors’ cocitation profiles is not very satisfactory. We then discuss what kind of similarity measures may be used as an alternative to the Pearson correlation. We consider three similarity measures in particular. One is the well-known cosine. The other two similarity measures have not been used before in the bibliometric literature. Finally, we show by means of an example that our findings have a high practical relevance.information science;Pearson correlation;cosine;similarity measure;author cocitation analysis
Kelemahan Akta Pendaftaran Pengangkatan 1952 (Akta 253) dan Enakmen Pentadbiran Undang-undang Keluarga Islam Negeri dalam menangani keperluan pengangkatan
Akta Pendaftaran Pengangkatan 1952 adalah satu-satunya mekanisme yang boleh digunakan oleh orang Islam untuk memberi pengiktirafan undangundang kepada pengangkatan yang dilakukan. Persoalannya, adakah akta tersebut dapat menangani keperluan-keperluan khusus yang dituntut dalam
proses pengangkatan anak menurut perspektif Islam? Kajian ini menjawab persoalan ini dan mengenalpasti keperluan orang Islam terhadap satu peraturan khusus berkaitan pengangkatan anak. Analisis yang dilakukan terhadap Akta Pendaftaran Pengangkatan 1952 dan Enakmen-enakmen Pentadbiran Keluarga Islam di setiap negeri di Malaysia mendapati bahawa Akta Pendaftaran
Pengangkatan 1952 dan Enakmen-enakmen Pentadbiran Keluarga Islam belum mencukupi untuk menangani keperluan ini. Akta tersebut lebih menjurus kepada tatacara bagaimana pendaftaran pengangkatan dilakukan. Ada syarat-syarat pendaftaran pengangkatan yang diperuntukkannya mengelirukan jika dilihat dari perspektif Islam. Enakmen-enakmen Pentadbiran Keluarga Islam pula
hanya memfokuskan terhadap kewajipan memberi nafkah kepada anak angkat, sedangkan konsep pengangkatan anak adalah lebih luas. Walaupun akta dan enakmen-enakmen ini boleh digunakan untuk penjagaan kebajikan anak angkat, namun ia tidak berupaya untuk memberikan panduan kepada orang Islam tentang tatacara pengangkatan Islam. Oleh kerana umat Islam adalah golongan yang paling ramai memohon untuk mengambil anak angkat, adalah wajar sekiranya satu usaha diinisiatifkan untuk menggubal enakmen atau peraturan-peraturan khusus yang boleh dikuatkuasakan sebagai panduan yang mesti dipatuhi oleh setiap keluarga angkat Islam
Dispelling the Myths Behind First-author Citation Counts
We conducted a full-scale evaluative citation analysis study of scholars in the XML research field to explore just how different from each other author rankings resulting from different citation counting methods actually are, and to demonstrate the capability of emerging data and tools on the Web in supporting more realistic citation counting methods. Our results contest some common arguments for the continued
use of first-author citation counts in the evaluation of scholars, such as high correlations between author rankings by first-author citation counts and other citation
counting methods, and high costs of using more realistic citation counting methods that are not well-supported by the ISI databases. It is argued that increasingly available digital full text research papers make it possible for citation analysis studies to go beyond what the ISI databases have directly supported and to employ more
sophisticated methods
- …
