9 research outputs found
NILAI-NILAI AQIDAH DAN AHLAK DALAM KITAB SIMTUT DURAR KARYA HABIB ALI BIN MUHAMMAD AL-HABSYI (Analisis Isi Akidah dan Ahlak Dalam Simtut Durar)
Abstrak: Kitab Simtut Durar sebagai kitab yang menceritakan kehidupan nabi juga tidak lepas dari nilai-nilai akhlak dan doktrin tasawuf. Karena dalam Simtut Durar sendiri menceritakan tentang orang yang menjadi sauri tauladan dalam setiap tindak tanduk beliau. Unsur ahlak sebagai salah satu cabang tasawuf bisa dilihad pada ungkapan Habib Ali dalam menjelaskan tentang nabi Muhammad sebagai suri tauladan yang baik. Selain itu terdapat pula nilai-nilai akidah dalam karyanya ini.Habib Ali al-Habsyi membungkus karyanya Simtut Durar dengan nilai-nilai akidah dan ahlak yang sangat kental. Habib Ali membungkus nilai-nilai itu dengan gaya bahsa yang indah dan mudah dipahami dan diresapi bagi pembacanya
NILAI-NILAI TASAWUF DALAM KITAB SIMTUDDURAR KARYA HABIB ALI BIN MUHAMMAD AL-HABSYI (Kajian Analisis Isi dan Semiotika Riffatere)
Pembacaan kitab maulid dalam budaya keberagamaan masyarakat Indonesia bukanlah
suatu yang asing. Masyarakat menjadikan pembacaan kitab Simṭuddurar sebagai sarana ibadah
dan untuk mendekatkan diri kepada Allah dan Rasulnya. Maka dari iu, Penelitian ini bertujuan
untuk mengetahui nilai-nilai tasawuf dalam nasr-nasr yang berisi tentang biografi Nabi
Muhammad SAW dalam kitab Simṭuddurar karangan Al Habîb Alî bin Muhammad bin Husain
Al Habsyî (1259H/1843M). Rumusan masalah adalah Apa saja konten yang terdapat dalam
kitab Simṭuddurar, kedua, Bagaimana konten tasawuf dalam Simṭuddurar berdasarkan teori
semiotika Riffatere?. Jenis penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif. Adapun kajian
teorinya adalah kajian pustaka (library research) dengan menjadikan kitab Simṭuddurar Fi
Akhbar Maulid Khairil Basyar wa Ma Lahu min Akhlaq wa Aushaf wa Siyar sebagai data
primer. Sedangkan proses pengumpulan data menggunakan metode dokumentasi yaitu suatu
cara pencarian data mengenai hal-hal atau variabel berupa catatan, transkrip, buku, surat kabar,
majalah, prasasti, notulen rapat, agenda, dan sebagainya kemudian data tersebut dianalisa
dengan dua teknik. Pertama adalah, conten analysis. Kedua adalah teori semiotika Riffatere,.
Pada teknik conten analysis peneliti menemukan nilai-nilai tasawuf dan aqidah,
diantaranya pertama Nilai tentang rasa syukur, ini tergambarkan dari pujian-pujian kepada
Allah dan pujian atas diutusnya nabi Muhmmaad. Selain itu nilai zuhud yang digambarkan
Habîb Alî al-Habsyî lewat prilaku kehidupan nabi Muhammad. Ada juga nilai tasawuf filsafi
yang tergambarkan lewat nur Muhammad yang dalam Simṭuddurar dikatakan bahwa nur
Muhammad adalah mahluk pertama yang diciptakan Allah. Selain itu juga ada nilai tentang
mahabbah, perwujudan mahhabba kepada Allah dalam Simtut Durar adalah dengan mecintai
nabi-Nya yaitu Muhammad, dan meneladaninya. Simṭuddurar sendiri tercipta karena rasa cinta
Habîb Alî al-Habsyî kepada nabi Muhammad yang sangat besar.
Nilai tentang aqidah tasawuf diantaranya adalah tentang irâdah (kehendak) Allah,
irâdah adalah salah satu dari sifat-sifat yang dimiliki Allah, sifat ini dibarengi dengan adanya
sifat qudrah (kuasa). Habib Ali dalam kitab Simṭuddurarnya mengatakan bahwa semua yang
terjadi dialam ini adalah karena sesuai dengan qudrah dan irâdah Allah diilmunya yang qadim.
Selain itu, diterangkan pula sifat-sifat Rasul yaitu sidiq amaha, tablig dan fatanah disertai
keistimewaan yang diberikan Allah kepada nabinya yaitu berupa Mujizat-mujizat, dan
kehususan yang diberikan Allah kepada nabi Muhammad berupa Isra’ dan Mi’raj.
Sedangkan dalam mengunakan teknik semiotika Riffatere nilai-nilai tasawuf yang di
dapat adalah, pertama peneliti menemukan dalam bab 4 (empat) dari Simṭuddurar pembahasan
tentang nur Muhammad. Selanjutnya, pada bab 13 dan 14 dari Simṭuddurar ditemukan tentang
gambaran insan kamil, yang digambarkan lewat diri nabi Muhammad yang sempurna dalam
fisik, rupa, sifat-sifat, tabiat dan ahlaknya. Dengan telah ditemukanya nilai-nilai tasawuf dalam
Simṭuddurar diharapkan dalam membaca Simṭuddurar bisa dihayati makna yang
terkandungdidalamnya
ANALISA PENGARUH PANJANG KUMPARAN PRIMER PADA TRANSFORMATOR TERHADAP GAYA GERAK LISTRIK YANG DIHASILKAN
Transformator dibuat untuk menyesuaikan tegangan yang dibutuhkan dalam konsumsi energi listrik arus bolak balik. Dimana sebuah peralatan elektronik memiliki spesifik tegangan tertentu dalam menjalankannya. Seperti tegangan listrik yang dijual oleh pembangkit listrik Negara (PLN) yaitu 220 V, sehingga dibutuhkan sebuah transformator yang dapat menghasilkan tegangan keluaran tetap pada kisaran tersebut. Berdasarkan kebutuhan tersebut sehingga dilakukan penelitian untuk mengkaji pengaruh variasi panjang kumparan primer terhadap tegangan yang dihasilkan.
Tujuan dilakukannya penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan pengaruh variasi panjang kumparan primer terhadap tegangan yang dihasilkan. Hubungan variasi panjang kumparan primer terhadap tegangan keluaran kumparan sekunder dibuat dalam bentuk tabel dan grafik. Selain itu, juga dilakukan analisis pengaruh variasi panjang kumparan primer terhadap daya listrik pada transformator. Dimana daya listrik yang diukur untuk mengetahui besar konsumsi listrik dari setiap variasi kumparan pada transformator.
Pengukuran tegangan keluaran kumparan sekunder dilakukan pada setiap variasi panjang kumparan primer. Variasi panjang kumparan primer dari 1 cm hingga 15 cm dengan selisih 1 cm. Sedangkan untuk kumparan sekunder berjumlah 3 yaitu dengan panjang 3 cm, 6 cm, dan 9 cm. Begitu juga pengukuran daya listrik dilakukan pada setiap variasi panjang kumparan primer, dengan metode 3 volt meter. Dari hasil pengukuran tersebut dihitung daya listrik dan sudut faktor daya. Sedangkan untuk menentukan besar kesalahan pengukuran digunakan standart deviasi.
Besar tegangan keluaran yang terukur pada kumparan sekunder berubah secara linier terhadap variasi panjang kumparan primer, yaitu semakin panjang kumparan primer tegangan yang terukur semakin kecil. Besar R-square dari grafik untuk kumparan sekunder 3 cm, 6 cm, dan 9 cm yaitu 0.9603, 0.9775, dan 0.9822. Namun bila dilihat dari seluruh data pada kumparan sekunder yang sama, terdapat beberapa anomali, yaitu dengan bertambah panjang kumparan primer, tegangan yang terukur tidak mengalami penurunan. Yaitu untuk kumparan sekunder 3 cm terjadi pada panjang kumparan primer 12 cm. Sedangkan pada kumparan sekunder 6 cm terjadi pada panjang kumparan primer 10 cm, dan 14 cm. Dan pada kumpran sekunder 9 cm terjadi pada kumparan primer 15 cm. Untuk sudut faktor daya didapatkan nilai yang perubahannya tidak terlalu baik. Hal ini bila ditinjau dari pengaruh panjang kumparan terhadap pergeseran daya tidak terlau besar berdasarkan persamaan. Besar sudut faktor daya yang didapatkan bekisar pada 760 hingga 780 untuk setiap variasi panjang kumparan primer dengan panjang kumparan sekunder 3 cm. Untuk panjang kumparan sekunder 6 cm didapatkan besar sudut berkisar 760 hingga 770. Sedangkan pada kumparan sekunder 9 cm besar sudut faktor daya yaitu berkisar pada 760 hingga
790. Ketika dilihat dari besar kesalah pengukuran dengan standar deviasi nilai terkecil pada kumparan sekunder 3 cm yaitu 12.70 pada kumparan primer 13 dan 15 cm dan terbesar 13.50 pada kumparan primer 1 dan 2 cm. Untuk panjang kumparan sekunder 6 cm kesalan pengukuran dari standar deviasi yaitu terkecil 12.40 pada kumparan primer 14 cm dan terbesar 13.10 pada kumparan primer 2 cm. Sedangkan pada kumparan sekunder 9 cm besar keslahan dari standar deviasi yaitu terkecil 12.60 pada kumparan primer 15 cm dan terbesar 13.20 pada kumparan primer 2 cm
أسرار تعدية الفعل بحرف الجر في سورة الأعراف
Al-Quran merupakan firman Tuhan yang memiliki kemukjizatan dalam berbagai aspeknya. Salah satu aspek kemukjizatannya adalah aspek bahasa dimana Al-quran memiliki gaya bahasa yang sangat indah dan menarik untuk dikaji. Di dalamnya terdapat keharmonisan dalam pemilihan kata-kata, baik dari segi kalimat maupun ketepatan maknanya. Oleh karena itu penulis tertarik untuk membahas masalah ta’diyah al-fi’il bi harf al-Jer pada Surat Al-A'raf karena di dalamnya terdapat beberapa fi’il muta’addi (transitif) yang bersambung dengan beberapa huruf jer yang berbeda, hal tersebut mengakibatkan perbedaan makna pada fiil tersebut. Adapun rumusan masalah dalam Skripsi ini, yaitu; Fiil dan huruf jer apa saja yang terdapat pada surat Al-A'raf,Apa saja makna fiil dan rahasia dibalik perbedaan huruf jer yang bersambung dengan fiil tersebut?Dalam penelitian ini, penulis menggunakan metode kualitatif. Penulis mengumpulkan data-data dari kepustakaan yang berhubungan dengan fi’il muta’addi bi harf al-Jer. kemudian penulis membaca Surat Al-A’raf dengan teliti dan berulang-ulang sehingga menemukan data yang berkaitan dengan aspek-aspek yang diteliti yaitu tentang ta’diyah al-Fi’il bi harf al-Jer.Setelah Penulis melakukan penelitian, penulis dapat menyimpulkan bahwa pada penelitian ini terdapat 15 fiil yang bersambung dengan huruf jer yang bermacam-macam Adapun huruf-huruf jar yang bersambung dengan fi’il di Surat Al A'raf pada huruf (،على ، في ، ب ، ل، إلى ، من ، عن). Huruf-huruf ini masuk pada fiil yang berbeda-beda dan mengakibatkan perubahan makna pada fiil tersebut.sehingga membuat bahasa Al-quran lebih indah dan sesuai dengan konteksnya
Tranformasi pendidikan agama Islam dalam Deradikalisme di MAN 2 Model Padangsidimpuan
Radikalisme merupakan suatu paham ekstrim yang mengacu pada kekerasan. Radikalisme sudah menjadi topik pembicaraan di berbagai Negara termasuk Indonesia khususnya radikalisme agama. Isu-isu radikalisme agama tidak hanya terdapat pada ruang lingkup masyarakat biasa saja, akan tetapi paham radikal ini sudah masuk ke dunia pendidikan. Oleh karena itu, merupakan tanggung jawab lembaga pendidikan dalam mengantisipasi radikalisme agar tidak masuk ke lingkungan sekolah dan merupakan peran guru pendidikan agama Islam dalam menangkal radikalisme agama di sekolah agar peserta didik tidak terpapar radikalisme. Berangkat dari permasalahan tersebut, rumusan masalah penelitian ini adalah mengukur tingkat radikalisme siswa di MAN 2 Model Padangsidimpuan dan bagaimana transformasi pendidikan agama Islam dalam deradikalisme di MAN 2 Model Padangsidimpuan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat pemahaman radikalisme siswa dan bagaimana transformasi pendidikan agama Islam dalam deradikalisme (menangkal radikalisme) di MAN 2 Model Padangsidimpuan. Jenis penelitian ini adalah mix methods, yaitu menggabungkan metode kuantitatif dan kualitatif menggunakan model sequental (berurutan) dengan pendekatan exlanatory yaitu analisis kuantitatif pada tahap pertama dan diikuti analisis data kualitatif. Analisis data penilitian ini adalah analisis statistik deskriptif dan analisis statistik inferensial. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat radikalisme siswa di MAN 2 Model Padangsidimpuan sangat rendah (50%). Adapun transformasi pendidikan agama Islam dalam deradikalisme di MAN 2 Model Padangsidimpuan berkenaan dengan tranformasi bidang pendidikan keimanan, pendidikan akhlak mulia dan penanaman toleransi beragama melalui proses pembelajaran yaitu persiapan awal; telaah buku-buku PAI secara korektif, serius menyusun perangkat pembelajaran, proses pembelajaran; pembelajaran kooperatif (berkelompok, diskusi, tanya jawab), menyenangkan, mengkaitkan materi pada kegiatan-kegiatan toleransi beragama, meningkatkan media pembelajaran melalui media internet, penilaian secara autentik (nyata/objektif) tidak diskriminasi, selanjutnya pengawasan dan perhatian yang memadai terhadap peserta didik baik di dalam dan di luar sekolah
ANALYSIS THE EFFECT OF PRIMARY COIL LENGTH OF TRANSFORMATOR TO THE RESULTED ELECTROMOTIF FORCE
Transformator is an electrical device that uses a principle of solenoid wrapped in kern, and there are usually two or more coils. Each coil of the taranformator is electromagnetically connected. The transformator is made to fulfill the specific level of voltage required in the devices or systems that use alternating current electrical energy. For example, transformator tap change is design to have different number of primary turns to produce a fixed output voltage, in term there is a changing in the input voltage. This research tries to analyze the effect of the length of primary coil difference of transformator to the voltage resulted in the secondary coil. The objective of the study is producing a relationship of primary coil length variation to the resulting voltage. Variation of coil length is made from 1 cm to 15 cm with interval of 1 cm coil length. The length of the secondary coil is also varied imto 3 cm, 6 cm, and 9 cm. The test is performed by providing the same input voltage at each variation of the primary coil length and then measure the output voltage. The results show that the longer primary coil will produce the smaller output voltage in the secondary coil of tranformator. Based on the resulted graph, the relationship of the length variant of primary coil is linear to the voltage measured in the secondary coil.with determination coefficient (R2) of
0.9603, 0.9775, and 0.9822 respectively forlength of 3 cm, 6 cm, and 9 cm of the secondary coil
??? ?????? ?? ??? ????? ???? ???? ???? ???? ?????? ??? ?? ???? ?????? ????? ??????/ Madh al-Rasul fi syi'ri shalawatullah taghsa wa lakum basyari li khabib Ali bin muhamad al-Habsyi dirasah arudiyah
?.? 61.?.? ????.? 25 ? ?
Analysis The Effect of Primary Coil Length of Transformer to the Resulted Electromotive Force
The transformer is an electrical device that uses a principle of solenoid
wrapped in kern, and there are usually two or more coils. Each coil of
the transformer is electromagnetically connected. The transformer is
made to fulfill the specific level of voltage required in the devices or
systems that use alternating current electrical energy. For example,
transformer tap change is design to have a different number of primary
turns to produce a fixed output voltage; in the term, there is a changing
in the input voltage. This research tries to analyze the effect of the
length of the primary coil difference of transformer to the voltage
resulted in the secondary coil. The objective of the study is producing
a relationship of primary coil length variation to the resulting voltage.
Variation of coil length is made from 1 cm to 15 cm with an interval
of 1 cm coil length. The length of the secondary coil is also varied into
3 cm, 6 cm, and 9 cm. The test is performed by providing the same
input voltage at each variation of the primary coil length and then
measure the output voltage. The results show that the longer primary
coil will produce a smaller output voltage in the secondary coil of the
transformer. Based on the resulted graph, the relationship of the length
variant of the primary coil is linear to the voltage measured in the
secondary coil, with determination coefficient (R
2
) of 0.9603, 0.9775,
and 0.9822 respectively for the length of 3 cm, 6 cm, and 9 cm of the
secondary coil
The Influence of COVID-19 Severity on Maternal and Perinatal Outcomes: Evidence from a Cohort Study in Indonesia
Objective: This study aimed to assess the association between COVID-19 severity and maternal and neonatal outcomes at Dr. Hasan Sadikin General Hospital, Bandung, Indonesia.Methods: A retrospective cohort study was conducted among pregnant women with confirmed COVID-19 who delivered between March 1, 2020, and March 31, 2022. Patients were categorized by disease severity (asymptomatic, mild, moderate, severe, or critical). Demographic, clinical, maternal, and neonatal data were collected. Statistical analyses included Fisher’s exact and Kruskal-Wallis tests for bivariate analysis and Poisson regression for multivariate analysis (significance level α = 0.05).Results: Among 199 pregnant women, most were asymptomatic (42.7%) or had mild symptoms (37.2%). Higher COVID-19 severity was significantly associated with increased ICU/semi-ICU admission and oxygen therapy, as well as neonatal complications. After adjustment, moderate to critical cases showed significantly increased risks for ICU/semi-ICU care (p = 0.012, aRR 14.6; 95% CI: 1.8–118.2) and oxygen therapy (p = 0.001, aRR 12.2; 95% CI: 2.7–55.3). Mild cases were not linked to adverse outcomes.Conclusion: Moderate to critical COVID-19 during pregnancy is associated with higher risks of adverse maternal and neonatal outcomes, emphasizing the importance of early detection and close monitoring.Dampak Keparahan COVID- 19 pada Luaran Kehamilan: Studi Kohort di IndonesiaAbstrakTujuan: Penelitian ini bertujuan mengevaluasi hubungan antara tingkat keparahan COVID-19 dan luaran kehamilan serta neonatal di RSUP Dr. Hasan Sadikin, Bandung.Metode: Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah kohort retrospektif pada ibu hamil dengan konfirmasi COVID-19 yang melahirkan antara 1 Maret 2020 hingga 31 Maret 2022. Pasien dikelompokkan berdasarkan tingkat keparahan (asimtomatik, ringan, sedang, berat, kritis). Data demografi, klinis, serta luaran ibu dan bayi dikumpulkan. Analisis statistik dilakukan menggunakan SPSS, dengan uji Fisher’s exact dan Kruskal-Wallis untuk bivariat, serta regresi Poisson untuk multivariat (α=5%).Hasil: Hasil penelitian menunjukkan dari 199 ibu hamil yang dianalisis, mayoritas bersifat asimtomatik (42,7%) atau ringan (37,2%). Keparahan penyakit yang lebih tinggi secara signifikan berhubungan dengan peningkatan kebutuhan perawatan ICU/semi-ICU dan terapi oksigen, serta komplikasi neonatal. Setelah penyesuaian, COVID-19 sedang–kritis berkorelasi dengan peningkatan risiko ICU/semi-ICU (p=0,012, aRR 14,6; 95% CI 1,8–118,2) dan terapi oksigen (p=0,001, aRR 12,2; 95% CI 2,7–55,3). Kasus ringan tidak menunjukkan hubungan dengan luaran buruk.Kesimpulan: Keparahan COVID-19 sedang hingga kritis pada kehamilan meningkatkan risiko luaran buruk sehingga diperlukan identifikasi dini dan pemantauan ketat
