7 research outputs found
The Concept of Government Treasurer: Indonesia Case Study
The determination of the functional position of treasurer which combines the duties of the treasurer with the Commitment-Making Officer (PPK) and Payment Instruction Signing Officer (PPSPM) has blurred the function of "comptable" as part of the duties of the CFO (Chief Financial Officer) and "ordonateur" as part of the duties of COO (Chief Operational Officer). This paper seeks to answer research questions about how the functional position of treasurer should be defined so that it is in accordance with the intent of the State Treasury Law, the nature of the position, the order of professional responsibilities, and the family of positions. So that the position of treasurer becomes more in line with best treasury management practices. This research was conducted in the realm of financial management of the Indonesian state budget. By using qualitative descriptive research methods, we found that: the nature of the treasurer's work is expertise and independence, has extensive knowledge in the field of state financial management, behaves professionally, according to the law is responsible to the CFO, and the treasurer's field of duties needs to be made broader so that larger workload. The implications of this research are that the position of treasurer is more in line with the intent of the state treasury law, the scope of his duties adopts best practice treasury management, the nature of the work is more focused, and his career development is not hampered
Strategi Automasi Manajemen Keuangan Publik di Indonesia
Kebanyakan negara berkembang mengadopsi COTS IFMIS (Commercial Off The Self - Integrated Financial Management Information System) dalam automasi manajemen keuangan publik. IFMIS dipandang sebagai pendukung reformasi keuangan di negara-negara berkembang. Paper ini menyajikan analisis automasi manajemen keuangan publik di Indonesia yang dinilai sukses. Analisis didasarkan pada proses perubahan prosedur keuangan dan pertimbangan faktor risiko dalam mengadopsi sistem informasi: cakupan, skedul dan anggaran biaya. Dari penelitian ini diperoleh beberapa temuan terkait Teknologi Informasi (TI), desain prosedur keuangan dan biaya. Dalam aspek strategi TI, proyek automasi manajemen keuangan di Indonesia melalui SPAN (Sistem Perbendaharaan dan Anggaran Negara) mempunyai risiko tinggi. Namun, dari aspek strategi desain prosedur keuangan dengan berbagai program tata kelola perubahan yang mempengaruhi proses bisnis, TI dan organisasi, automasi melalui SPAN mulai dari penganggaran sampai akuntansi dan pelaporan dapat dikelola dengan baik. Dari aspek biaya,  untuk menjamin keberlangsungan reformasi sistem, ditempuh dengan memanfaatkan dukungan kerja sama, pinjaman dan hibah luar negeri. Selain itu, terdapat beberapa tantangan dan permasalahan yang muncul seiring ukuran, skala, dan kompleksitas proyek SPAN. Permasalahan tersebut berakibat pada penyesuaian skedul proyek yang notabene memiliki jangka waktu sangat panjang.Â
PENGEMBANGAN KAPASITAS BISNIS UMKM PENGOLAH SINGKONG MENJADI TEPUNG MOCAF DI KABUPATEN TANGERANG
Harga Pokok Produksi merupakan salah satu bagian penting dalam suatu usaha/UMKM. Pelaku UMKM tepung mocaf (modified casava flour) merasakan penerimaan yang diterima dari penjualan mocaf cukup banyak tapi ternyata pengeluarannya juga cukup banyak. Pengelola belum mengetahui secara pasti mengenai harga pokok produksinya. Indikasi terlihat dari perhitungan harga pokok produksi tidak berdasarkan perhitungan namun hanya berdasarkan perkiraan. Solusi yang ditawarkan adalah memberikan edukasi dan pendampingan mengenai harga pokok produksi dan tata cara perhitunganya. Edukas tersebut dikemas dalam bentuk seminar yang dihadiri oleh pemilikdan bendahara UMKM serta diberikan buku saku yang berisi tata cara menghitung Harga Pokok Produksi. Dengan mengerti apa itu harga pokok produksi dan bagaimana cara perhitungannya, UMKM tersebut dapat menentukan harga jual produk yang sesuai,dan mengetahui realisasi biaya produksi sehingga bisa menghitung laba atau rugi dari UMKM tersebut. Harga Pokok Produksi tepung mocaf produksi KUBE Garage Mocaf Bonang sebesar Rp 23.248 /kg tidak bisa bersaing harga dengan kompetitor sejenis yaitu Rumah Mocaf Indonesia (RMF) dengan harga Rp 19.011 per kg. Untuk bisa bersaing dengan kompetitor, KUBE Garage Mocaf Bonang bisa melakukan 4 hal: pertama menyesuaikan pembelian harga bahan baku singkong. Kedua, menjalankan strategi pemasaran di marketplace dan media social untuk meningkatkan pesanan. Ketiga, investasi mesin pengering irisan singkong dan mencari varitas singkong dengan kandungan pati tinggi. Keempat, mengembangkan sumber daya manusia yang dimiliki untuk membenahi cara berjualan mereka di platform digital supaya menarik minat konsumen.
Kata kunci: UMKM, Harga pokok produksi, bahan baku, mesin, pemasaranHarga Pokok Produksi merupakan salah satu bagian penting dalam suatu usaha/UMKM. Pelaku UMKM tepung mocaf (modified casava flour) merasakan penerimaan yang diterima dari penjualan mocaf cukup banyak tapi ternyata pengeluarannya juga cukup banyak. Pengelola belum mengetahui secara pasti mengenai harga pokok produksinya. Indikasi terlihat dari perhitungan harga pokok produksi tidak berdasarkan perhitungan namun hanya berdasarkan perkiraan. Solusi yang ditawarkan adalah memberikan edukasi dan pendampingan mengenai harga pokok produksi dan tata cara perhitunganya. Edukas tersebut dikemas dalam bentuk seminar yang dihadiri oleh pemilikdan bendahara UMKM serta diberikan buku saku yang berisi tata cara menghitung Harga Pokok Produksi. Dengan mengerti apa itu harga pokok produksi dan bagaimana cara perhitungannya, UMKM tersebut dapat menentukan harga jual produk yang sesuai,dan mengetahui realisasi biaya produksi sehingga bisa menghitung laba atau rugi dari UMKM tersebut. Harga Pokok Produksi tepung mocaf produksi KUBE Garage Mocaf Bonang sebesar Rp 23.248 /kg tidak bisa bersaing harga dengan kompetitor sejenis yaitu Rumah Mocaf Indonesia (RMF) dengan harga Rp 19.011 per kg. Untuk bisa bersaing dengan kompetitor, KUBE Garage Mocaf Bonang bisa melakukan 4 hal: pertama menyesuaikan pembelian harga bahan baku singkong. Kedua, menjalankan strategi pemasaran di marketplace dan media social untuk meningkatkan pesanan. Ketiga, investasi mesin pengering irisan singkong dan mencari varitas singkong dengan kandungan pati tinggi. Keempat, mengembangkan sumber daya manusia yang dimiliki untuk membenahi cara berjualan mereka di platform digital supaya menarik minat konsumen.
Kata kunci: UMKM, Harga pokok produksi, bahan baku, mesin, pemasara
Review Of Electricity Subsidies In Indonesia 2015-2020
To meet the adequacy of electricity needs and help people's purchasing power, the government through the State Revenue and Expenditure Budget (APBN) provides cheap and affordable electricity services for certain segments of society every year. Electricity subsidies are assistance provided by the government to consumers in the form of electricity tariffs that are lower than their economic tariffs. The difference between the subsidized tariff and the economic tariff is borne by the Government, which is then paid to PT Perusahaan Listrik Negara (PT PLN Persero). This research will review the burden of subsidy spending that must be borne by the government and the journey of electricity subsidy reform on target. In addition, it will also review the role of electricity as an instrument in handling COVID-19 in 2020. Based on data on the realization of electricity subsidy spending for the last 5 years which have been audited (2015-2020), it can be seen that starting in 2015 there was a decline in spending as policy reforms began. more targeted electricity subsidies. However, since 2018 electricity subsidies have again increased due to one of the reasons for the increase in the cost of providing electricity (BPP) of electricity in FY 2018 compared to FY 2017 and a significant increase in the number of 450 VA customers. In 2020, an increase in electricity subsidies also occurred due to the electricity discount policy for certain groups of people and business entities as part of handling the impact of COVID-19
BUDGET FOR INDIGENOUS PEOPLE: CASE STUDY OF THE INDONESIAN BADUY TRIBE
We believe that the budget can improve the welfare of communities including indigenous tribes. However, the perspective of welfare in each community can be different. The Indonesian Baduy tribe, for example, only wants to live and maintain their natural environment well. They prohibit the development of modern infrastructure in their area. With a qualitative study, we interviewed and observed the Baduy community and environment. The Baduy stated that the modern budget system with complicated accountability and documentation is not suitable for them. Therefore, they have rejected the government's aid budget since 2019. Alternative budgeting techniques are needed to help their problems. The form of a budget tagging scheme in the local government budget of the nearest area that has a positive economic impact on certain communities (budget tagging impacts specific communities), in this case, Baduy, can be a solution for them in getting the benefits of the state budget.
Keywords: Complicated Accountability, Indonesian Baduy Tribe, lternative Budgeting, Budget Tagging Impact
PENINGKATAN LITERASI KEUANGAN INSTANSI PEMERINTAH DALAM PEMBAYARAN DIGITAL MENGGUNAKAN KARTU KREDIT PEMERINTAH
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dampak penggunaan Kartu Kredit Pemerintah (KKP) terhadap peningkatan literasi keuangan instansi pemerintah di daerah Batam dan Karimun, Kepulauan Riau. Penggunaan KKP merupakan terobosan pembayaran belanja Negara secara non tunai. Penelitian ini menggunakan pendekatan analisis kualitatif untuk mengekplorasi penggunaan KKP. Pengolahan data menggunakan software ATLAS.ti sehingga menghasilkan network diagram, yang membantu menjelaskan hasil kodifikasi yang diolah dari hasil wawancara. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan KKP dapat meningkatkan literasi keuangan instansi pemerintah khususnya dalam melaksanakan pembayaran belanja Negara. Proses internalisasi penggunaan KKP efektif menggunakan pendekatan role model sehingga menumbuhkan kepercayaan satuan kerja instansi pemerintah dalam menggunakan KKP. Meskipun demikian terdapat kendala internal dan eksternal yang dihadapi dalam penggunaan KKP, seperti keterbatasan Electronic Data Capture (EDC), keterlambatan penerbitan kartu, pengenaan biaya transaksi tambahan, dan ketidakpahaman dalam penggunaannya. Upaya penyelesaian permasalahan dalam penggunaan KKP dilakukan melalui sosialisasi, focus group discussion, konsultansi dan koordinasi dengan stakeholder
Meningkatkan Potensi Kewirausahaan dan Inovasi Produk di SMK N 1 Mojosongo
ABSTRAK. Kewirausahaan merupakan salah satu tuntutan kompetensi lulusan siswa di SMK Negeri 1 Mojosongo. Kompetensi tersebut menjadi salah satu indikator kualitas sumber daya manusia lulusan SMK. Tim Manajemen sekolah selalu berusaha meningkatkan kualitas sumber daya siswa dan tenaga pengajarnya. Salah satu terobosan yang dilakukan adalah bekerjasama dengan Prodi D3 Teknik Kimia Universitas Sebelas Maret untuk meningkatkan wawasan siswanya. Konsep kerjasama ini berupa transfer keilmuan yang dikemas dalam kegiatan pengabdian masyarakat. Kegiatan ini memiliki beberapa tahapan dimulai dari identifikasi masalah mitra yaitu perlunya pemahaman konsep kewirausahaan, business plan, pemodalan dana hibah, konsep desain dan inovasi produk dan pemasaran usaha. Pada tahap awal kegiatan siswa diminta mengikuti pretest untuk mengetahui tingkat mula pemahaman. Tahap kedua paparan materi kewirausahaan dan diskusi, tahap ketiga demo sekaligus praktik langsung pembuatan inovasi produk pangan dari buah nipah. Kegiatan diakhiri dengan post test dan testimoni hasil kegiatan. Dari kegiatan yang telah dilakukan, menunjukkan hasil bahwa terdapat peningkatan pemahaman peserta tentang kewirausahaan dan inovasi produk menggunakan teknologi sederhana. Kata kunci: Kewirausahaan, inovasi pangan, nipah, sirupABSTRACT. Entrepreneurship is one of the required competencies for students' graduation at SMK Negeri 1 Mojosongo. Thus, this competency is one of the indicators to determine the quality of graduates from SMK N 1 Mojosongo. The School management has been trying to improve the quality of students and teaching staff. Collaboration between SMK N 1 Mojosongo and Diploma 3 of the Chemical Engineering Study Program of Universitas Sebelas Maret is one of the breakthroughs to increase students' insight. The concept of this collaboration is in the form of knowledge transfer which is packaged in community service activities. This activity begins with identifying the problems experienced by partners such as the need to understand the concept of entrepreneurship, business plans, grant funding, design concepts, product innovation, and business marketing. Before the main agenda begins, students are asked to take a pretest to determine their initial level of understanding. After a presentation on entrepreneurship, the students practice making food product innovations from Nypa fruticans. Finally, the students took the post-test and gave testimonials on the results of the activities. The results of this activity indicate that there is an increase in participants' understanding of entrepreneurship and product innovation with simple technology.Keywords: Food innovation, nypa fruticans, entrepreneurship, syru
