1,721,005 research outputs found

    ANALISA KONSEP MUSYARAKAH MENURUT MUHAMMAD SYAFI’I ANTONIO

    Full text link
    Dalam penelitian ini penulis mengambail tema “konsep musyarakah menurut Muhammad Syafi’i Antonio.” Karena Musyarakah merupakan akad bagi hasil ketika dua atau lebih pengusaha pemilik dana/modal bekerjasama sebagai mitra usaha. Mitra usaha pemilik modal berhak dalam ikut serta dalam manajemen perusahaan, tetapi itu tidak merupkan keharusan. Para pihak dapat membagi pekerjaan mengelola usaha sesuai kesepakatan dan mereka juga dapat meminta gaji/upah untuk tenaga keahlian yang mereka curahkan dalam usaha tersebut. Permasalahan dalam penelitian ini, dapat dirumuskan sebagai berikut: Bagaimana pemikiran Muhammad Syafi’i Antonio tentang prinsip, jenis-jenis, manfaat serta aplikasi pemikirannya terhadap musyarakah dalam perbankan Syari’ah di Indonesia . Adapun yang menjadi tujuan dalam penelitian ini, yaitu : mengetahui bagaimana prinsip, jenis-jenis manfaat serta sejauh mana musyarakah menurut pemikiran Muahammad Syaf’I Antonio dalam perbankan syari’ah di Indonesia. Data primer diambil dari literatur yang dikarang oleh Muhammad Syafi’i Antonio, data sekunder diambil dari literatur-literatur lain yang berhubungan dengan musyarakah, sedangkan data tersier diambil dari kumpulan dan kompilasi sumber primer dan sekunder. Analisa yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis deskriptif, deduktif dan komperatif. Dari hasil penelitian yang dilakukan didapat beberapa poin penting dalam pemikiran Muhammad Syafi’i Antonio, yaitu Musyarakah adalah perkongsian atau serikat, beliau memandang dari segi ekonomi islam bahwa ada beberapa faktor untuk menjalankan aktifitas usaha ( perbankan) salah satunya adalah tolong menolong. Muhammad Syafi’i Antonio juga menjelaskan tentang Musyarakah dalam perbankan Syari’ah di Indonesia yaitu: (1) dalam menjalankan aktifitas musyarakah Muhammad Syafi’i Antonio lebih memperhatikan azas kebebasan dan keadilan (2) menurut Muhammad Syafi’I Antonio Musyarakah akad terbagi atas lima yaitu Syirkah Al Inan, Syirkah Mufawadhah, Syirkah A’maal, Syirkah Wujuh, dan Syirkah Al-Mudharabah. (3) ada beberapa manfaat dari pembiayaan secara musyarakah pada perbankan syari’ah antaranya adalah pemgembalian pokok pembiayaan disesuaikan dengan cash flow / arus kas nasabah, sehingga tidak memberatkan nasabah. (4) Muhammad Syafi’I Antonio menjelaskan dan juga memperhatikan beberapa fungsi dan aplikasi dari perbankan, misalnya dengan memberikan beberapa modal untuk usaha pembiayaan proyek dan modal ventura

    ANALISIS PEMIKIRAN MUHAMMAD SYAFI’I ANTONIO TENTANG RIBA DAN BUNGA BANK

    Full text link
    Skripsi ini berjudul Analisis Pemikiran Muhammad Syafi’i Antonio tentang Riba dan Bunga Bank dengan latar belakang masalah bahwa dalam menjaga kemaslahatan hidup manusia dari kerusakan moral (akhlak), sosial, dan ekonominya maka Islam dengan tegas dan pasti mengharamkan riba. Akan tetapi seiring perkembangan zaman, umat Islam mulai dihadapkan dengan kontak peradaban dunia Barat di mana perbankan sekarang ini mensyaratkan adanya bunga. Oleh karena itu, konsep riba yang dianggap final status hukumnya mulai menjalani peninjauan kembali oleh para tokoh pembaharu Islam di antaranya Muhammad Syafi’i Antonio. Adapun masalah yang diangkat dalam penulisan skripsi ini adalah bagaimana pemikiran Muhammad Syafi’i Antonio tentang riba dan bunga bank, serta apa dasar pemikiran Muhammad Syafi’i Antonio tentang riba dan bunga bank dalam praktik perbankan Indonesia. Adapun metodologi penelitian ini menggunakan jenis studi literatur (Library Reseach) yang menekankan sumber informasinya dari berbagai bahan kepustakaan, teknik pengumpulan data dalam penelitian ini adalah dengan cara mengumpulkan data-data yang berkaitan dengan pemikiran Muhammad Syafi’i Antonio. Kemudian data tersebut dianalisis dengan menggunakan metode analisis data deskriptif kualitatif. Berdasarkan hasil penelitian diperoleh kesimpulan bahwa Muhammad Syafi’i Antonio memutuskan kedudukan bunga bank dan riba adalah sama dan hukumnya haram, dengan menggunakan adillat al-syari’ah (al-Qur’an dan Sunnah), metode istinbath hukum maslahah al-mursalah serta istihsan. Menggunakan dalil khusus dan mengamalkan dalil umum sebagai sasaran yang tepat. Sebagaimana di dalam kaidah ushul fiqh, dan pandangan ekonomi. Kemudian Muhammad Syafi’i Antonio juga menegaskan bahwa cendikiawan di antaranya A. Hasan yang telah menghalalkan riba, kurang komprehensif dalam pemahaman dan pengambilan dalil hukumnya

    KONSEP MENGUBAH TAKDIR MENURUT MUHAMMAD SYAFI’I SARAGIH DAN IMPLIKASINYA TERHADAP PEMBELAJARAN PAI

    Full text link
    Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui konsep mengubah takdir menurut Muhammad Syafi’i Saragih dan implikasinya bagi pembelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI). Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode penelitian kepustakaan. Sumber data primer penelitian ini adalah buku Mengubah Takdir karya Muhammad Syafi’i Saragih. Adapun sumber data sekunder penelitian ini adalah buku-buku, artikel jurnal, media masa, dan lain-lain yang terkait dengan tema penelitian ini. Teknik pengumpulan data menggunakan studi dokumen dan data diolah dengan metode reduksi data, display data, dan penarikan kesimpulan. Hasil dari penelitian ini berupa konsep mengubah takdir menurut Muhammad Syafi’i Saragih yaitu sikap bijak dalam menyikapi takdir dan dimensinya, taubat sebagai langkah awal mengubah takdir, metode pembiasaan untuk mengubah takdir serta macam-macam pembiasaan berupa pembiasaan pada sektor akidah, ibadah, dan akhlak. Selain itu, Implikasi konsep mengubah takdir menurut buku karya Muhammad Syafi’i Saragih terhadap pembelajaran PAI yaitu implikasi terhadap tujuan pembelajaran PAI, pendidik, peserta didik, materi ajar dan metode pembelajaran PAI. Penulis berharap penelitian ini dapat memberikan sumbangsih pengetahuan terkait konsep mengubah takdir dengan pembiasaan sehingga dapat diimplikasikan secara nyata pada proses pembelajaran PAI sehari-hari

    Akad Wadiah Yad Dhamanah pada Perbankan Syariah Menurut Muhammad Syafi’i Antonio dan Ammi Nur Baits

    Full text link
    Akad wadiah yad dhamanah dalam produk perekonomin Syariah telah menjadi salah satu instrumen yang populer. Jenis wadiah ini, yang memberikan kewenangan kepada penerima titipan untuk memanfaatkan harta titipan, telah mengalami evolusi signifikan seiring dengan perkembangan industri perbankan syariah. Muhammad Syafi’i Antonio dan Ammi Nur Baits merupakan dua tokoh Ulama di Indonesia yang ahli tentang hukum ekonomi Syariah telah menuangkan pikiran atau gagasan terhadap produk akad wadiah yad dhamanah pada perbankan Syariah. Terdapat perbedaan yang mencolok diantara kedua tokoh Ulama tersebut terkait perkara ini bahwa menurut Muhammad Syafi’i Antonio, wadiah terbagi menjadi dua yaitu wadiah yad Amanah dan wadiah yad dhamanah. Sedangkan Ammi Nur Baits berpendapat bahwa wadiah sifatnya hanya yad amanah, tidak ada wadiah yad dhamanah. Penelitian ini menggunakan penelitian hukum normatif deskriptif dengan pendekatan komparatif. Penelitian ini menyelidiki buku-buku hukum Islam, terutama yang berkaitan dengan masalah yang diangkat oleh penulis yaitu akad wadiah yad dhamanah perbankan Syariah menurut Muhammad Syafi’i Antonio dan Ammi Nur Baits dan kitab-kitab fikih muamalah khususnya yang berkaitan dengan permasalahan tersebut bahan hukum. Berdasarkan hasil penelitian Muhammad Syafi’i Antonio mengakui adanya wadiah yad dhamanah sebagai bentuk inovasi hukum untuk memenuhi kebutuhan transaksi perbankan modern. Sedangkan Ammi Nur Baits memiliki pandangan yang berbeda. Ia tidak mengakui adanya wadiah yad dhamanah karena konsep wadiah adalah amanah yaitu uang yang ditipkan tidak boleh dimanfaatkan serta pihak yang dititipi tidak menanggung resiko apapun. Jika bank memanfaatkan uang yang ditipkan, maka itu bukanlah wadiah, melainkan berubah menjadi akad qard (pinjaman). Dasar hukum yang digunakan oleh Muhammad Syafi’i Antonio yang menyatakan adanya akad wadiah yad dhamanah adalah hadits Riwayat Muslim dari Abu Rafie tentang memberi bonus berbeda dengan bunga dan Fatwa DSN MUI tentang tabungan dan giro wadiah. Sementara itu, dasar argumentasi Ammi Nur Baits yaitu hadits yang diriwayatkan al-Baihaqi dalam al-Kubro tentang penerima wadiah tidak menanggung resiko dan pernyataan di ensiklopedia fiqih tentang wadiah hanya amanah bukan dhamanah. Dengan demikian, terdapat perbedaan antara Muhammad Syafi’i Antonio dan Ammi Nur Baits tentang konsep wadiah yad dhamanah, yang masing-masing didasarkan pada argumentasi dan dasar hukum yang berbeda

    PEMIKIRAN MUHAMMAD SYAFI’I ANTONIO TENTANG RIBA DALAM PERSPEKTIF EKONOMI ISLAM (STUDY TENTANG RIBA DALAM BUKU BANK SYARIAH DARI TEORI KE PRAKTIK)

    Full text link
    Skripsi ini berjudul “Pemikiran Muhammad Syafi’i Antonoio Tentang Riba Menurur Persfektif Ekonomi Islam (Study Tentang Riba Dalam Buku Bank Syariah Dari Teori Ke Praktik”. Pembahasan ini dilatarbelakangi oleh pemikiran beliu tentang Konsep Riba. Zaman sekarang banyak masyarakat yang tidak tahu bahwa kegiatan atau transaksi yang mereka lakukan dalam berjual beli dan pinjam-meminjam yang mereka lakukan terdapat unsur riba atau tidak. Oleh karena itu penulis mengambil pemikiran Muhammad Syafi’i Antonio tentang riba dalam bukunya Bank Syariah Dari Teori Ke Praktik. Pokok permasalahan dalam penelitian ini adalah : Apa saja Referensi Muhammad Syafi’i Antonio dalam menulis buku Bank Syariah Dari Teori Ke Praktik, Bagaimana pemikiran Muhammad Syafi’i Antonio tentang Riba, dan Bagaimana tinjauan Islam tentang pemikiran Muhammad Syafi’i Antonio. Metode penelitian yang penulis gunakan adalah kepustakaan (Library Research) di mana data dan sumber datanya diperoleh dari penelaahaan terhadap literatur-literatur yang sesuai dengan permasalahan. Dalam memperoleh data penulis menggunakan bahan primer yaitu literatur yang dikarang oleh Muhammad Syafi’i Antonio yang membahas tentang riba dengan judul buku Bank Syariah Dari Teori Ke Praktik, bahan sekunder, dan bahan tersier. Tujuan penelitian ini adalah untuk mngetahui referensi Muhammad Syafi’i Antonio dalam menulis buku Bank Syariah Dari Teori Ke Praktik, untuk mengetahui pemikiran Muhammad Syafi’i Antonio tentang riba, dan untuk mengetahui tinjauan Islam tentang pemikiran Muhammad Syafi’i Antonio. Sebagaimana Muhammad Syafi’i Antonio bahwa riba adalah haram hukumnya. Menurut beliau dalam pengertian riba secara bahasa adalah tambahan, namun tambahan yang dimaksud yaitu penambahan yang diambil tanpa adanya transaksi pengganti atau penyeimbang yang dibenarkan syariah. Banyak pendapat mengenai bunga. Para ahli pendukung doktrin bunga pun berbeda pandangan soal alasan untuk apa bunga harus dibayarkan. Diantara alasan yang dikemukakan untuk pembenaran pengambilan bunga adalah alasan abstinence. Pelopor teori ini (Marshall) menegaskan bahwa ketika kreditor menahan diri (abstinence), ia menangguhkan keinginannya memanfatakan uangnya sendiri semata-mata untuk memenuhi keinginan orang lain. Ia meminjamkan modal yang semestinya dapat mendatangkan keuntungan bagi dirinya sendiri. Jika peminjam menggunakan uang itu untuk memenuhi keinginan pribadi, ia dianggap wajib membayar sewa atas uang yang dipinjamnya. Ini sama halnya ia membayar sewa terhadap sebuah rumah, perabotan, maupun kendaraan. Menutut beliau, kreditor hanya akan meminjamkan uang yang tidak ia gunakan sendiri. Kreditor hanya akan meminjamkan uang berlebih dari yang ia perlukan. Dengan demikian, sebenarnya kreditor tidak menahan diri atas apa pun. Tentu, ia tak boleh menuntut imbalan atas hal yang tak dilakukannya tersebu

    Analsis Studi Komparatif Pemikiran M. Quraish Shihab dan Muhammad Syafi’i Antonio Tentang Bunga Bank

    Full text link
    Persamaan tidak terdapat dalam penelitian ini karena kajian keilmuan keduanya berbeda. Perbedaannya, M. Quraish Shihab membolehkan bunga karena bunga bank saat ini tidak mengandung unsur penindasan dan penganiayaan, berbeda dengan pada saat diturunkannya ayat al-Qur’an tentang riba. Sedangkan Muhammad Syafi’i Antonio memandang bunga bank sebagai sesuatu yang haram karena bunga bank merupakan beban pinjaman pokok yang harus dibayar pada saat jatuh tempo, meskipun usaha atau proyek mengalami kerugian. Sehingga peminjam merasa terbebani dengan penambahan bunga bank tersebut

    OPTIMASI KINERJA BALLAST WATER TREATMENT SYSTEM DI MV. PHOENIX SKY : SEBUAH PENDEKATAN DENGAN MIXED METHODS

    Full text link
    ABSTRAKSI Muhammad Syafi’i. 2025. “Optimasi Kinerja Ballast Water Treatment System di MV. Phoenix Sky : Sebuah Pendekatan Mixed Methods ”. Skripsi. Program Diploma IV, Program Studi Teknika. Politeknik Ilmu Pelayaran Semarang, Pembimbing I: Prof. Dr. A Agus Tjahjono M.M, M.Mar. E., Pembimbing II: Anicitus Agung Nugroho, S. Si. T. M.Si. Penelitian ini mengkaji peran Ballast Water Treatment System (BWTS) dalam operasi maritim, dengan fokus pada kepatuhan terhadap peraturan lingkungan dan keberlanjutan transportasi laut. Penelitian ini juga menyoroti evaluasi terhadap teknologi BWTS yang tepat untuk kapal, terutama UV reactor, untuk mengurangi risiko transfer spesies invasif. Tujuan penelitian adalah untuk menganalisis faktor penyebab, dampak, dan penurunan kinerja BWTS, serta upaya optimasi dan pengaruhnya terhadap operasional kapal di MV Phoenix Sky. Penelitian ini menggunakan metodologi yang berlandaskan prinsip-prinsip ilmiah dengan pendekatan kuantitatif, yang diterapkan melalui metode Smart PLS untuk mengumpulkan data dan menganalisis hubungan antara berbagai faktor yang mempengaruhi kinerja BWTS. Selain itu, penelitian ini mengadopsi metode campuran (mixed methods), yang mengintegrasikan pendekatan kuantitatif dan kualitatif, guna memperoleh wawasan yang lebih mendalam mengenai persepsi dan pengalaman praktis operator kapal terkait penerapan serta tantangan yang dihadapi dalam pengoperasian BWTS. Untuk pengumpulan data kualitatif, digunakan metode observasi, wawancara, dan dokumentasi, yang bertujuan menggambarkan konteks, faktor-faktor yang memengaruhi keputusan operasional, serta kendala yang dihadapi selama pengoperasian BWTS di kapal. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh UV reaktor, perawatan, dan sumber daya manusia (SDM) terhadap kinerja BWTS dan operasional kapal. Dengan menggunakan metode SmartPLS, hasil penelitian menunjukkan bahwa UV reaktor, perawatan, dan SDM memiliki pengaruh signifikan terhadap kinerja BWTS, meskipun dengan korelasi yang lemah (27%, 23,7%, 20,5%, 21,5%, 27,8%, 22,5%, dan 34,2%, berturut-turut). Kinerja BWTS yang optimal berperan penting dalam kelancaran operasional kapal, karena kerusakan pada BWTS dapat menyebabkan gangguan pada proses deballasting, stabilitas kapal, dan jadwal operasional. Perawatan yang rutin dan tepat waktu terbukti memiliki dampak besar pada kelancaran sistem BWTS, sedangkan pengelolaan SDM yang efektif melalui pelatihan dan pengawasan juga penting untuk deteksi dini masalah teknis. Oleh karena itu, untuk menjaga stabilitas kapal dan efisiensi operasional, perlu perhatian khusus terhadap pemeliharaan BWTS, pengelolaan SDM, dan kinerja UV reaktor

    Muhammad Syafi’i : si pemberani dari batu bara bagai mengalir darah satria pangeran asal kerajaan Alam Pagaruyung

    No full text
    buku ini tentang Biografi Muhammad Syafi’i, pria yang lahir 1 November 1961 di Batu Bara, Provinsi Sumatera Utara. Muhammad (Mhd) Syafi’i yang pada masa kecil dan remaja terbiasa masuk hutan keluar hutan dan ke laut bagaikan nelayan benaran, nyatanya pada usia dewasa silih berganti kesuksesan yang diraih berkat kegigihan dan perjuangan pantang mundur setelah hijrah ke kota besar. Dalam kisah hidupnya yang diungkap dalam buku ini, Mhd. Syafi’i sudah sejak bayi punya keberanian luar biasa dengan berbagai bukti dalam catatan dan ingatan saudara-saudaranya. Rupanya ada rahasia Illahi di balik kesemua itu. Pada usia dewasa, tanpa disadari, Mhd. Syafi’i itu mampu melakukan berbagai terobosan luar biasa sehingga telah menempatkan dirinya sebagai anak desa yang pernah tinggal di hutan bersama sederetan nama-nama orang penting dan sukses di Provinsi Sumatera Utara dan malah di Indonesia

    PEMIKIRAN EKONOMI ISLAM MUHAMMAD SYAFI’I ANTONIO (ANALISIS TERHADAP PERBANKAN SYARIAH DI INDONESIA) Muhammad Syafi’i Antonio’s Islamic Economic Thought (An Analysis Towards Sharia Banking In Indonesia)

    No full text
    Muhammad Syafi’i Antonio is a popular figure in the development of sharia banking in Indonesia. This study is intended to examine and describe specifically his thoughts on sharia banking in Indonesia. The approach used is library study whose primary source is derived from his monumental works. The findings of this study show that his thoughts on sharia banking in Indonesia are based on his thinking that bank interest will make miserable and destroy society because there is an injustice element (dzulmun), besides its prohibition of usury (riba) in al-Quran. In contrast to the usury (riba) system, the sharia economic system has the main characteristic of profit sharing financing (profit sharing (mudhârabah) and joint venture (musyârakah) which includes profit sharing and loss sharing shared by the capital provider and entrepreneur. The practice of sharia bank has a high risk because it manages the large amount of public money. Therefore, it is required a strict supervision both from internal and external parties to maintain trust in society. The sharia supervisory board is a clear evidence of the bank’s supervisor to always apply the principles of sharia in all its activities

    Analysis of Islamic Banking Supervision in Indonesia (A Study of the Economic Thoughts of Muhammad Syafi’i Antonio)

    No full text
    The development of Islamic banking in Indonesia cannot be separated from the global progress of Islamic banking. The idea of establishing an Islamic bank emerged alongside the growth of Islamic banking on the international stage, which began in the 1970s, as previously mentioned. The emergence of Islamic banks globally influenced financial institutions in Indonesia. However, Syafi’i Antonio explains that the specific initiative to establish an Islamic bank in Indonesia only began in 1990. On August 18-20, 1990, the Indonesian Ulema Council (MUI) held a workshop on Bank Interest and Banking in Cisarua, Bogor, West Java. The outcomes of this workshop were further discussed during the Fourth National Conference of the MUI held at Sahid Hotel, Jakarta, on August 22-25, 1990. Based on the mandate of the Fourth National Conference of the MUI, a working group was formed to establish an Islamic bank in Indonesia. Oversight of banking operations became a significant topic in the development of Islamic banking in Indonesia. This is primarily due to the unique oversight method implemented by the National Sharia Council (DSN) under the supervision of Bank Indonesia (BI). Muhammad Syafi’i Antonio (MSA), a Muslim intellectual specializing in Islamic economics, particularly Islamic banking, conducted an in-depth study on all aspects of Islamic banks, including the supervision of banking management. What makes this topic compelling is MSA’s proposal of various alternatives for Islamic banks, focusing particularly on the aspect of supervision. Through a sharia-based approach authorized by the country's constitution, MSA compares personal compliance of banking practitioners with institutional professionalism. This method proves to be highly effective in implementing layered oversight for Islamic banks. Therefore, the author finds it intriguing to bring MSA’s thoughts into a thesis titled An Analysis of Islamic Banking Supervision in Indonesia (A Study of Muhammad Syafi’i Antonio’s Islamic Economic Thought). This research specifically aims to uncover MSA’s remarkable thoughts, as someone who has both theoretical and practical expertise in Islamic banking and its supervisory mechanisms, while also serving as a strategic step to understand the regulations established by Islamic law (sharia) and statutory laws regarding supervisory patterns for Islamic banking practitioners
    corecore