21 research outputs found

    ZIONISME DAN BERDIRINYA NEGARA ISRAEL

    No full text
    Setelah timbul pertentangan antara masyarakat Arab dan Yahudi, akhirnya lewat pertemuan tokoh-tokoh Yahudi yang dipimpin oleh Ben Gurion mendeklarasikan berdirinya negara Israel pada tanggal 14 Mei 1948. Hasil ini adalah puncak dari perjuangan mereka yang sangat panjang, melewati berbagai fase, mengkristal dalam bentuk gerakan politik Zionisme sampai akhirnya tiba pada pendirian sebuah negara Yahudi di dunia. Tetapi seiring dengan itu polemik yang berkepanjangan semakin menemukan jati dirinya sejak diproklamirkan negara tersebut dan tidak pernah tuntas diselesaikan antara Israel dan Palestina. Bahkan konflik tersebut juga meluas ke negara-negara Arab lainnya.Keywords: Zionisme, Yahudi dan Negara-negara Arab-Israe

    Melacak pola interpretasi ayat-ayat mustasyabihat dalam al-Quran

    No full text
    Buku ini membahas tentang melacak pada interpretasi ayat-ayat mutasyabihat dalam Al-Quran kajian atas ayat-ayat tajassun, Al-quran saat pertama kali dan bersinggung pada batasan arab.xiv, 192 hlm, 21 c

    Melacak pola interpretasi ayat-ayat mustasyabihat dalam al-Quran

    No full text
    Buku ini membahas tentang melacak pada interpretasi ayat-ayat mutasyabihat dalam Al-Quran kajian atas ayat-ayat tajassun, Al-quran saat pertama kali dan bersinggung pada batasan arab.xiv, 192 hlm, 21 c

    Tafsir Ilmi

    No full text
    Buku daras ini hanya mengungkap sedikit ayat-ayat al-Qur’an yang berkaitan dengan ilmu pengetahuan. Apa yang mengemuka dalam pembahasan mengenai teori-teori ilmiah dan temuantemuan modern mendapatkan posisinya dalam berbagai ungkapan al-Qur’an. Tetapi seperti yang dikemukakan di atas, ini bukan sebagai justifikasi terhadap al-Qur’an bahwa al-Qur’an merupakan kitab ilmu pengetahuan. Kajian terhadap ayat-ayat ini akan semakin mendapat tempat karena ditemukannya berbagai hal yang dianggap misterius sebelumnya menjadi kenyataan

    MENYELAMI MAKNA HARI AKHIR DALAM AL-QUR’AN

    No full text
    Hari akhir adalah sebuah istilah yang dipakai oleh al-Qur’an untuk menunjuk kepada waktu kehidupan yang panjang sesudah kehidupan ini hancur lebur dan berakhir, termasuk di dalamnya semua proses dan peristiwa yang terjadi pada hari itu. Kesadaran manusia untuk mengarahkan perbuatan-perbuatan mereka kepada kebajikan dan menjadi tameng dari keinginan untuk melakukan kemaksiatan. Hari akhir sangat penting untuk menumbuhkan kesiapan mental dalam menghadapi kehadirannya. Penggunaan term yawm yang diikuti kata al-akhir mengindikasikan waktu yang panjang tetapi kemungkinannya juga bisa berakhir. Hal penting lainnya dari kepercayaan ini adalah bahwa ketaatan dan ketundukan kepada Allah harus semakin ditingkatkan seiring dengan kepercayaan bahwa semua perbuatan yang dilakukan manusia akan dibalas oleh Allah swt. Penerapan pengambilan makna berdasarkan kronologis turunnya ayat sangat membantu di dalam melihat tahapan-tahapan perkembangan makna  dari sebuah tema pokok yang ada di dalam al-Qur’an

    HADIS-HADIS TENTANG TAWAF

    No full text
    Tawaf yang dilakukan oleh kaum muslimin pada hakikatnya adalah mengelilingi Ka’bah tujuh kali dengan syarat tertentu disertai niat mendekatkan diri kepada Allah swt., dimulai dari Hajar Aswad dan berakhir disana, tiga diantaranya harus dilakukan dengan lari-lari kecil ketika kondisi memungkinkan dan bertakbir ketika sampai  di sudut Hajar Aswad. Termasuk pula dalam pengertian ini adalah kegiatan ritual sa’i antara Shafa dan Marwah. Wujud tawaf dapat dilihat pada bagian-bagian tawaf yang terdiri atas tawaf qudūm, ifadhah, dan wada’. Manfaat tawaf yang berasal dari hadis Rasulullah adalah barangsiapa yang melakukan tawaf di Baytullāh selama tujuh hari, maka nilai pahalanya sama dengan memerdekakan seorang budak

    MEMAKNAI KISAH ASHAB AL-KAHFI DALAM AL-QUR’AN

    No full text
    Sayyid Quthub adalah tokoh yang tidak saja diakui keulamaannya tetapi juga kegigihannya dalam memperjuangkan tegaknya Islam, dengan pemberontakan melawan penguasa sekalipun. Dengan gaya dakwahnya yang demikian keras maka pengamat gerakan Islam menjulukinya radikalis Islam generasi al-Banna'. Dibalik "kekerasannya" dalam berdakwah Quthub sangat produktif dalam menulis dan salah satu karya monumentalnya adalah Tafsir Fi Zhilal al-Qur'an yang ia tulis selama menjalani hukuman di penjara atas tuduhan makar. Inilah kemudian yang menjadi fokus kajian dalam artikel ini, apakah kehidupan Quthub dalam kancah politik dan situasi pergolakan sosial ketika tafsirnya ditulis berpengaruh teradap kontent tafsirnya? Melalui pendekatan historis dan content analysis (analisis wacana) penelitian ini menemukan bahwa situasi kebatinan Quthub ketika menulis tafsir, serta situasi sosial-politik di Mesir letika itu sangat terasa ketika membaca tafsir Fi Zhilal al-Qur'an. Akibatnya tafsir itu sering di sebut Tafsir Harakah (Tafsir Gerakan)

    WAWASAN AL-QUR’AN TENTANG HOAKS (Suatu Kajian Tafsir Tematik)

    No full text
    Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif yang bertujuan untuk mengkaji tentang wawasan al-Qur’an mengenai penyebaran berita hoaks. Hoaks menjadi masalah yang serius dalam masyarakat informasi, utamanya di media sosial. Hoaks dianggap meresahkan karena merupakan berita bohong yang digunakan untuk menarik opini massa demi kepentingan material. Hoaks memiliki dampak yang sangat besar yang mengancam keharmonisan dan kerukunan dalam kehidupan bermasyarakat. Maka penelitian ini mengkaji ayat-ayat al-Qur’an yang berkenaan dengan hoaks demi mendapatkan pelajaran dalam memberantas hoaks dewasa ini. Sumber data penelitian adalah kitab-kitab tafsir, buku-buku dan website yang berkaitan dengan media, komunikasi Islam, perkembangan hoaks dari masa ke masa. Metode pengumpulan data menggunakan observasi dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukan bahwa hoaks dapat dikenali dengan mengecek kapasitas pembawa informasi dan berita yang dibawakannya, selain itu hoaks juga dikenali dengan sifat-sifatnya yang bertentangan dengan fakta, mengherankan, menggemparkan masyarakat dan memukau serta menipu orang banyak. Adapun dampak yang dapat ditimbulkan oleh penyebaran hoaks adalah menyebabkan orang lain tersesat dengan hoaks yang ditetapkan dengan prasangka dan dugaan belaka, pembunuhan karakter bagi orang yang difitnah dan menyebabkan bercampurnya antara berita fakta dengan kebohongan yang sulit untuk dibedakan

    Memahami Metodologi Imam Al-Naisābūrī dalam Kitab Tafsirnya

    No full text
    Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui biografi Imam al-Naisābūrī, metodologi Tafsīr al-Naisābūrī, dan kecenderungan penafsiran Imam al-Naisābūrī. Jenis penelitian ini adalah kualitatif yang bersifat deskriptif. Penelitian ini, berfungsi menelusuri, menggambarkan, dan menguraikan metodologi yang digunakan oleh al-Naisa>bu>ri> dalam kitab tafsirnya. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan multidisipliner dengan pendekatan tafsiri, filosofis, historis, dan sosiologis. Hasil dari penelitian ini adalah biografi Imam al-Naisābūrī adalah seorang ulama tafsir yang bernama lengkap Niza>m al-Di>n, al-H{asan Ibn Muh}ammad Ibn al-H{usain al-Khura>sa>ni> al-Naisa>bu>ri>, yang dikenal dengan sebutan Niza>m al- a'raj  (Si Pincang Metodologi Tafsīr al-Naisābūrī terbagi dua yaitu metode tafsir dalam bentuk tafsir taḥlīlī dan pendekatannya adalah tafsir bi al-ra’y. Kecenderungan Penafsiran Imam al-Naisābūrī adalah tafsir isyārī. Penelitian ini dapat dijadikan referensi tambahan dan cara pandangan baru mengkaji metodologi tafsirPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui biografi Imam al-Naisābūrī, metodologi Tafsīr al-Naisābūrī, dan kecenderungan penafsiran Imam al-Naisābūrī. Jenis penelitian ini adalah kualitatif yang bersifat deskriptif. Penelitian ini, berfungsi menelusuri, menggambarkan, dan menguraikan metodologi yang digunakan oleh al-Naisa>bu>ri> dalam kitab tafsirnya. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan multidisipliner dengan pendekatan tafsiri, filosofis, historis, dan sosiologis. Hasil dari penelitian ini adalah biografi Imam al-Naisābūrī adalah seorang ulama tafsir yang bernama lengkap Niza>m al-Di>n, al-H{asan Ibn Muh}ammad Ibn al-H{usain al-Khura>sa>ni> al-Naisa>bu>ri>, yang dikenal dengan sebutan Niza>m al- a'raj  (Si Pincang Metodologi Tafsīr al-Naisābūrī terbagi dua yaitu metode tafsir dalam bentuk tafsir taḥlīlī dan pendekatannya adalah tafsir bi al-ra’y. Kecenderungan Penafsiran Imam al-Naisābūrī adalah tafsir isyārī. Penelitian ini dapat dijadikan referensi tambahan dan cara pandangan baru mengkaji metodologi tafsi

    Tafsir Bahasa Bugis AG. H. Daud Ismail: Aplikasi Penafsiran dengan Metode Hida’i tentang al-Rijs

    No full text
    Salah satu Tafsiran al-Qur’an dengan menggunakan Bahasa daerah yaitu Tafsir al-Munir karya AG. H. Daud Ismail yang merupakan ulama besar dari tanah Bugis yang pertama menafsirkan al-Qur’an secara utuh. Beliau menghadirkan Tafsir Bahasa Bugis agar pesan-pesan Ilahi yang tertuang dalam al-Qur’an bisa dipahami masyrakat luas, khususnya Bugis.  Penelitian ini adalah penelitian kualitatif yang bersifat deskriptif, setidaknya memberikan gambaran terkait AG. H. Daud Ismail serta karakteristik Tafsirnya dan penerapan penafsiran dengan Metode Hida>’i tentang Arrijs. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah linguistik, pendekatan ilmu Tafsir, serta pendekatan sosial masyarakat. Tafsir al-Munir Mabbasa Ugi yang ditulis oleh AG. H. Daud Ismail mengikuti pola mushafi, beliau menulisnya dalam 10 jilid, tiap jilidnya terdiri dari 3 juz. Sistematika penulisannya dengan menuliskan ayat-ayat Al-Qur’an berdampingan dengan terjemahan, ayat Al-Qur’an di tulis di bagian kanan dan terjemahan Bahasa Bugisnya di bagian kiri, Menyebutkan urutan surah dan ayat pada awal pemBahasannya, pada setiap penafsiran satu ayat, dua ayat, atau beberapa ayat Al-Qur’an di susun sedemikian rupa sehingga memberikan pengertian yang menyatu, atau ayat-ayat tersebut di anggap satu kelompok. Penafsiran al-Qur’an dengan metode Hida’i adalah upaya untuk memudahkan pembaca atau pendengar dalam memahami pesan-pesan al-Qur’an dalam bentuk narasi singkat, padat dan jelas yang memiliki unsur hidayah
    corecore