1,721,076 research outputs found
STRATEGI GURU DALAM MENINGKATKAN KUALITAS PEMBELAJARAN AKIDAH AKHLAK PADA KELAS VII DI MTS NU KOTA BLITAR
ABSTRAK
Skripsi yang berjudul “Strategi Guru Dalam Meningkatkan Kualitas
Pembelajaran Akidah Akhlak Pada Kelas Vii Di Mts Nu Kota Blitar” ini ditulis
oleh Ridho Muhammad Rosyid, NIM 12201183359. Jurusan Pendidikan Agama
Islam, Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan, Universitas Islam Negeri Sayyid Ali
Rahmatullah Tulungagung, yang dibimbing oleh Saiful Bahri, M.Pd.I.
Kata Kunci : Strategi Guru, Kualitas Pembelajaran Aqidah Akhlak.
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh fenomena dimana proses pembelajaran
hanya menghasilkan segelintir siswa yang berhasil, sementara sebagian besarnya
kurang tertangani dengan baik. Menyadari kondisi tersebut seyogyanya lembaga
pendidikan utamanya guru harus memiliki strategi tertentu untuk meningkatkan
pembelajarannya. Sehingga pada akhirnya dapat membantu siswa menemukan
makna dalam pembelajaran dengan cara menghubungkan materi ajar dengan
konteks kehidupan sehari-hari. guru pendidikan agama islam di MTs NU Kota
Blitar, khususnya pada mata pelajaran akidah akhlaq memiliki strategi khusus
dalam meningkatkan kualitas pembelajaran akidah akhlak. Meskipun berada di
bawah naungan pondok pesantren, sekolah disini seperti pada pembelajaran
akidah akhlak tidak hanya menjalaskan dengan metode ceramah dan tanya jawab
saja, melainkan juga memberdayakan metode yang lebih variatif seperti : Praktek
mengamalkan isi materi pembelajaran, Information search, presentasi, diskusi
kelompok.
Tujuan penelitian ini meliputi antara lain : (1) Untuk mendeskripsikan
Strategi Ekspositori Guru dalam Meningkatkan Kualitas Pembelajaran Akidah
Akhlak pada Kelas VII. (2) Untuk mendeskripsikan Strategi Inkuiri Guru dalam
Meningkatkan Kualitas Pembelajaran Akidah Akhlak pada Kelas VII. (3) Untuk
mesdeskripsikan Strategi Kooperatif Guru dalam Meningkatkan Kualitas
Pembelajaran Akidah Akhlak pada Kelas VII.
Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis data
deskriptif. Metode pengumpulan data dalam penelitian ini adalah observasi
partisipan, wawancara mendalam, dan dokumentasi. Teknik analisis data yang
digunakan dalam penelitian ini yaitu analisis data kualitatif dengan alur reduksi
data, penyajian data, penarikan kesimpulan atau verifikasi.
Adapun hasil penelitian ini menunjukkan hasil : (1) Strategi ekspositori
guru dalam meningkatkan kualitas pembelajaran akidah akhlak pada kelas VII di
MTs NU Kota Blitar adalah sebagai berikut : (a) Tahap persiapan (b) Tahap
penyajian yaitu menyajikan pembelajaran adalah menggunakan metode ceramah
dengan bantuan media alat peraga dan smart TV. (c) Korelasi (menghubungkan
pembelajaran dengan pengalaman siswa) (d) Menyimpulkan yaitu keterampilan
menyimpulkan pelajaran bertujuan untuk memberikan deskripsi atau gambaranxi
secara menyeluruh mengenai apa yang telah dipelajari oleh siswa. (f)
Mengaplikasikan hasil pembelajaran. (2) Strategi inkuiri guru dalam
meningkatkan kualitas pembelajaran akidah akhlak pada kelas VII adalah sebagai
berikut : (a) Tahap orientasi pembelajaran. (b) Tahap perumusan masalah. (c)
Kegiatan merumuskan hipotesis. (d) Tahap pengumpulan data. (e) Tahap menguji
hipotesis (f) Merumuskan kesimpulan. (3) Strategi kooperatif guru dalam
meningkatkan kualitas pembelajaran akidah akhlak pada kelas VII di MTs NU
Kota Blitar adalah sebagai berikut : (a) Tahap penjelasan materi. (b) Tahap belajar
dengan kelompok. (c) Tahap penilaian standar. (d) Penetapan tim kelompok yang
paling menonjol
Analisis Proses Produksi Ikan Tuna Sirip Kuning (Thunnus albacares) Beku di PT. Bumi Menara Internusa Surabaya
ANALISIS PROSES PRODUKSI IKAN TUNA SIRIP KUNING (Thunnus albacares) BEKU DI PT. BUMI MENARA INTERNUSA SURABAYA Arsyi Hisyam Farabi, Mohammad Risko Alfarizi, Muhammad Rosyid Redha, dan Eka Saputra. 2024. 14 hal. Abstrak Ikan tuna sirip kuning (Thunnus albacares) merupakan komoditas unggulan dengan permintaan tinggi di pasar internasional dan domestik. Kebutuhan pasar yang terus meningkat mengharuskan industri pengolahan tuna di Indonesia perlu mengoptimalkan proses produksinya agar tetap kompetitif dan sesuai standar mutu internasional. Praktik Kerja Lapang (PKL) ini dilakukan di PT. Bumi Menara Internusa, Surabaya, dari 24 Juni hingga 23 Agustus 2024. Metode yang digunakan meliputi observasi langsung, wawancara, dan partisipasi dalam proses produksi, mulai dari penerimaan bahan baku hingga penyimpanan rantai dingin. Hasil pengamatan menunjukkan bahwa manajemen penerimaan bahan baku di perusahaan ini telah mengikuti standar ketat, yang memastikan kualitas tuna sirip kuning tetap terjaga. Selain itu, PT. Bumi Menara Internusa telah menerapkan sistem penyimpanan rantai dingin yang efektif untuk menjaga mutu produk selama distribusi. Dari hasil analisis, perusahaan berhasil meminimalkan potensi bahaya yang meliputi bahaya kimia (histamin), fisika (kontaminasi logam), dan biologi (bakteri dan toksin). Adanya pengelolaan yang baik, perusahaan mampu menjaga kualitas produk tuna fillet yang memenuhi kebutuhan pasar global
PENGGUNAAN CAMPUR KODE PADA PIDATO KARYA SISWA KELAS XI IIS MAN 1 BLITAR
Skripsi dengan judul “Penggunaan Campur Kode Pada Pidato Karya Siswa Kelas XI Ilmu Ilmu Sosial MAN 1 Blitar” ini ditulis oleh Muhammad Rosyid Ridlo Safii, NIM 17210163043, Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan, Institut Agama Islam Negeri Tulungagung 2020, pembimbing Prof. Dr. Mohammad Jazeri, S.Ag., M.Pd.
Kata kunci : campur kode, Pidato
Masyarakat Indonesia termasuk masyarakat bilingual. Hal ini dapat dilihat dari kekayaan ragam bahasa yang dimiliki Indonesia. Setiap masyarakat daerah mempunyai bahasa daerah yang beragam utuk dijadikan bahasa dalam berkomunikasi sehari-hari. Oleh sebab itu jika masyarakat berkomunikasi dalam bahasa formal atau bahasa Indonesia sering mengalami suatu fenomena yang disebut campur kode. campur kode dapat terjadi apa bila seorang penutur menyisipkan atau mencampur dua atau lebih bahasa dengan memasukkan unsur-unsur bahasa yang satu ke dalam bahasa yang lainnya. Campur kode dapat terjadi dimana saja salah satunya Ketika berpidato.
Penelitian ini membahas jenis atau wujud dan faktor penyebab campur kode dalam pidato siswa kelas XI Ilmu Ilmu Sosial MAN 1 Blitar. Tujuan dari penelitian ini adalah (1) mendeskripsikan wujud atau jenis campur kode yang digunakan siswa kelas XI Ilmu Ilmu Sosial MAN 1 Blitar, (2) mendeskripsikan faktor penyebab terjadinya campur kode pada siswa kelas XII IIS MAN 1 Blitar.
Penelitian ini termasuk dalam penelitian kualitatif. Sumber data berasal dari dokumentasi rekaman pidato siswa dan wawancara dengan guru dan Sebagian siswa. Wawancara yang digunakan dalam mencari tahu faktor penyebab terjadinya campur kode ini bersifat wawancara bebas atau tidak terikat. Dengan data berupa kata dan frasa. Total data keseluruhan berjumalah dua puluh tiga data. Metode penyediaan data menggunakan metode simak, dan Teknik catat. Untuk menganalisis data menggunakan Teknik bagi unsur langsung .
Hasil penelitian adalah sebagai berikut, peneliti menemukan jenis campur kode yang dilakukan oleh siswa kelas XI Ilmu Ilmu Sosial MAN 1 Blitar, yaitu (1) campur kode dalam bentuk bahasa daerah (inner code mixing) dan (2) campur kode dalam bentuk bahasa asing (outer code mixing). Kedua, peneliti menemukan wujud campur kode, yaitu (1) kata, dan (2) frasa. Ketiga, peneliti menemukan faktor penyebab terjadinya campur kode yang dilakukan oleh siswa kelas XII Ilmu Ilmu Sosial MAN 1 Blitar yaitu dari segu kebahasaan dan dari segi penutur. yaitu (1) Faktor keterbiasaan, (2) Penguasaan kaidah kebahasaan yang kurang (3) Pembendaharaan kata yang sempit, (4) Sopan santun dengan maksud memuliakan mitra tutur. (5) Tenaga pengajar yang masih sering menggunakan bahasa campuran (campur kode) pada saat mengajar didalam kelas
Going Beyond Counting First Authors in Author Co-citation Analysis
The present study examines one of the fundamental aspects of author co-citation analysis (ACA) - the way co-citation
counts are defined. Co-citation counting provides the data on which all subsequent statistical analyses and mappings
are based, and we compare ACA results based on two different types of co-citation counting - the traditional type that
only counts the first one among a cited work's authors on the one hand and a non-traditional type that takes into
account the first 5 authors of a cited work on the other hand. Results indicate that the picture produced through this non-traditional author co-citation counting contains more coherent author groups and is therefore considerably clearer. However, this picture represents fewer specialties in the research field being studied than that produced through the traditional first-author co-citation counting when the same number of top-ranked authors is selected and analyzed. Reasons for these effects are discussed
Variations on the Author
“Variations on the Author” discusses two of Eduardo Coutinho’s recent films (Um Dia na Vida, from 2010, and Últimas Conversas, posthumously released in 2015) and their contribution to the general question of documentary authorship. The director’s filmography is characterized by a consistent yet self-effacing form of authorial self-inscription: Coutinho often features as an interviewer that rather than express opinions propels discourses; an interviewer that is good at listening. This mode of self-inscription characterizes him as an author who is not expressive but who is nonetheless markedly present on the screen. In Um Dia na Vida, however, Coutinho is completely absent form the image, while Últimas Conversas, on the contrary, includes a confessional prologue that moves the director from the margins to the center of his films. This article examines the ways in which these works stand out in the filmography of a director who offers new insights into the notion of cinematic authorship
Appropriate Similarity Measures for Author Cocitation Analysis
We provide a number of new insights into the methodological discussion about author cocitation analysis. We first argue that the use of the Pearson correlation for measuring the similarity between authors’ cocitation profiles is not very satisfactory. We then discuss what kind of similarity measures may be used as an alternative to the Pearson correlation. We consider three similarity measures in particular. One is the well-known cosine. The other two similarity measures have not been used before in the bibliometric literature. Finally, we show by means of an example that our findings have a high practical relevance.information science;Pearson correlation;cosine;similarity measure;author cocitation analysis
Dispelling the Myths Behind First-author Citation Counts
We conducted a full-scale evaluative citation analysis study of scholars in the XML research field to explore just how different from each other author rankings resulting from different citation counting methods actually are, and to demonstrate the capability of emerging data and tools on the Web in supporting more realistic citation counting methods. Our results contest some common arguments for the continued
use of first-author citation counts in the evaluation of scholars, such as high correlations between author rankings by first-author citation counts and other citation
counting methods, and high costs of using more realistic citation counting methods that are not well-supported by the ISI databases. It is argued that increasingly available digital full text research papers make it possible for citation analysis studies to go beyond what the ISI databases have directly supported and to employ more
sophisticated methods
koamabayili/VECTRON-author-checklist: VECTRON author checklist
We have done our best to complete the author checklist relating to the use of animals in the hut study. Note that the objective for the hut study was to evaluate the IRS treatment applications for residual efficacy against Anopheles mosquitoes, including the local An. coluzzii mosquito population. Cows were only used to attract mosquitoes into the huts and no tests were carried out directly on the cows. The author checklist is intended for use with studies where experiments are carried out on animals, which is why we have had such difficulty in completing this for the hut study, as many of the questions do not relate to how the cows were used
- …
