8 research outputs found
Perjalanan Menjadi Cina Benteng: Studi Identitas Etnis di Desa Situgadung
This article argue that “Chinese-ness” is an achievable entity to a social group with indigenous cultural identity. Previous studies tend to define ethnic identity as a single and objective entity. This study offers a new understanding on ethnic identity. Identity is defined as a process to identify a certain collectivity in which an individual feels he/she belonged to, while ethnicity is one of the manifestations of collectivities. Thus, identity is a subjective process, where each individual plays a significant role in determining his/her collectivity as his/her alter-ego. While ethnicity is an objective process, in which the society determine an individual’s collectivity. This qualitative research is conducted by interviewing seven informants with grounded approach, in which the researcher tries to build concepts from the collected data. This study pinted out that Cina Benteng is the whole community of Peranakan Chinese living in the countryside of Tangerang. However, some of its communities rejected that notion, and identified themselves as “orang keturunan”, a term which bought them closer to the indigenous identity. Through a long process, as a result of historic, infrastructure, demographic, and economic change, they eventually identified themselves as Cina Benteng, a term which bought them closer to the Chinese identity
Perjalanan Menjadi Cina Benteng: Studi Identitas Etnis di Desa Situgadung
This article argue that “Chinese-ness” is an achievable entity to a social group withindigenous cultural identity. Previous studies tend to define ethnic identity as asingle and objective entity. This study offers a new understanding on ethnic identity.Identity is defined as a process to identify a certain collectivity in which an individualfeels he/she belonged to, while ethnicity is one of the manifestations of collectivities.Thus, identity is a subjective process, where each individual plays a significant role indetermining his/her collectivity as his/her alter-ego. While ethnicity is an objectiveprocess, in which the society determine an individual’s collectivity. This qualitativeresearch is conducted by interviewing seven informants with grounded approach, inwhich the researcher tries to build concepts from the collected data. This study pintedout that Cina Benteng is the whole community of Peranakan Chinese living in thecountryside of Tangerang. However, some of its communities rejected that notion,and identified themselves as “orang keturunan”, a term which bought them closer tothe indigenous identity. Through a long process, as a result of historic, infrastructure, demographic, and economic change, they eventually identified themselves as CinaBenteng, a term which bought them closer to the Chinese identity. Artikel ini memiliki argumen bahwa “ke-Tionghoa-an” merupakan sesuatu yang dapat dicapai oleh sekelompok individu yang pada dasarnya memiliki identitas yang dekat dengan etnis pribumi. Selama ini, identitas etnis didefinisikan sebagai entitas tunggal yang bersifat objektif. Namun, penelitian ini memberikan definisi baru mengenai identitas etnis. Identitas adalah sebuah proses mengidentifikasi kolektivitas yang menjadi acuannya, sedangkan etnisitas merupakan salah satu dari banyak kolektivitas. Identitas adalah suatu proses subyektif dimana individu berperan penting untuk menentukan kolektivitas mana yang merupakan alter ego-nya. Sedangkan etnisitas adalah proses obyektif, dimana kelompoklah yang menetapkan keanggotaan seorang individu. Hasil penelitian ini menunjukkan umumnya Cina Benteng dianggap sebagai seluruh Tionghoa “peranakan” yang menetap di daerah pinggiran Tangerang. Namun, beberapa anggotanya di Desa Situgadung pada awalnya menolak hal itu, dan mengaku sebagai orang “keturunan”, suatu istilah yang mendekatkan komunitas ini pada kelompoketnis pribumi. Melalui proses yang panjang, sebagai akibat dari perubahan sejarah,infrastruktur, demografis, dan ekonomi, mereka akhirnya mengaku dan bangga sebagai Cina Benteng, satu istilah yang mendekatkan mereka dengan etnis Tionghoa. Penelitian kualitatif ini dilakukan dengan mewawancarai tujuh informan dengan menggunakan pendekatan grounded, dimana peneliti berusaha membangun konsep dari data yang dihimpun di lapangan. 
I-PRESENT TM: An Involutive Lightweight Block Cipher
This paper proposes a new involutive light-weight block cipher for resource-constraint environments called I-PRESENT TM. The design is based on the Present block cipher which is included in the ISO/IEC 29192 standard on lightweight cryptography. The advantage of I-PRESENT TM is that the cipher is involutive such that the encryption circuit is identical to decryption. This is an advantage for environments which require the implementation of both circuits. The area requirement of I-PRESENT TM compares reasonably well with other similar ciphers such as PRINCE
Pola Silvopastura Pada Hutan Pinus Perhutani Kph Kedu Selatan (Studi Kasus: Kecamatan Kaligesing, Purworejo)
Silvopastura merupakan bagian dari ragam implementasi agroforestry yang menggabungkan antara pohon dengan ternak atau hijauan pakan ternak. Kecamatan Kaligesing, Kabupaten Purworejo merupakan wilayah dengan program tahunan kontes kambing Peranakan Etawa (PE) dimana sumber pakan utama adalah Calliandra calothyrsus (kaliandra). Implementasi silvopastura dilakukan di lahan Perhutani dengan penanaman kaliandra dibawah tegakan Pinus merkusii (Pinus). Agroforestri sebagai praktek lama, ilmu baru menimbulkan konsekuensi adanya gap penelitian yang masih lebar. Terlebih lagi pada kasus agroforestri pinus dan kaliandra sebagai pakan ternak yang masih sangat terbatas. Penelitian ini bertujuan mendokumentasi implementasi pola silvopastura berbasis pinus dan eksplorasi aktivitas silvopastura yang diharapkan menjadi pondasi dalam rencana pengembangan silvopastura. Hasil penelitian yang diperoleh yakni (1) pola agroforestri yang terbentuk adalah alternate rows dan alley cropping; (2) aktivitas masyarakat berkaitan dengan silvopastura masih dominan terbatas pada penanaman dan pemanenan. Silvopastura di Kecamatan Kaligesing, Kabupaten Purworejo dapat dikategorikan sebagai praktek tradisional silvopastura. Penelitian ini dapat menjadi baseline dalam penyusunan rencana pengembangan dan penelitian lanjutan di masa mendatang
A review: Towards practical attack taxonomy for industrial control systems
Supervisory Control and Data Acquisition (SCADA) system is the underlying control system of most national critical infrastructures such as power, energy, water, transportation and telecommunication. In order to understand the potential threats to these infrastructures and the mechanisms to protect them, different types of cyber-attacks applicable to these infrastructures need to be identified. Therefore, there is a significant need to have a comprehensive understanding of various types of cyber-attacks and its classification associated with both Opera-tion Technology (OT) and Information Technology (IT). This paper presents a comprehensive review of existing cyber-attack taxonomies available in the literature and evaluates these taxonomies based on defined criteria
Mudah Berbahasa Arab Madrasah Tsanawiyah Fase D-VII (sertifikat hak cipta)
Buku Mudah Berbahasa Arab (Al Arabiyah Al Muyassarah) hadir sebagai alternatif bahan ajar pembelajaran Bahasa Arab berdasarkan Implementasi Kurikulum Merdeka untuk Fase D kelas VII Madrasah Tsanawiyah. Buku ini disusun dengan mengikuti Alur Tujuan Pembelajaran (ATP) dengan memperhatikan Capaian Pembelajaran (CP), kemudian diturunkan menjadi Tujuan Pembelajaran dengan mempertimbangkan tingkatan usia dan kemampuan peserta didik, serta sarana pendukung. Sementara materi ajar disusun sesuai dengan urutan materi esensial berdasarkan elemen Bahasa Arab (Istma’, Kalam, Qiro’ah, dan Kitabah)
Al Arabiyah Al Muyassarah, sesuai dengan nama yang dipilih, menyajikan materi ajar yang mudah untuk digunakan oleh guru sebagai sumber pembelajaran, dan peserta didik dalam belajar untuk bisa mengusai bahasa Arab secara aktif dan pasif. Pilihan kosakata (mufrodat) untuk al Istima’ diutamakan dari lingkungan dimana peserta didik tinggal dan mengenalnya, sehingga tanpa disadri mereka mudah menirukan, memahami dan hafal. Begitu juga pilihan ungkapan sederhana dengan pola kalimat Ismiyah pada keterampilan bercakap (al Kalam) mudah diucapkan dan ditirukan, serta dimodifikasi untuk praktek keseharian baik di kelas maupun di lingkungan madrasah bahkan di rumah.
Pada keterampilan membaca (al Qiro’ah) sajian teks bacaan dirangkai dari bahan percakapan dengan memperhatika pola kalimat yang sudah dipelajari dan dipraktekkan sebelumnya, hal ini akan memudahkan peserta didik membaca dan memahami isi teks bacaan secara mandiri. Dan pada sajian akhir untuk keterampilan menulis (al Kitabah) latihan disusun secara gradatif untuk memudahkan peserta didik berlatih menulis dalam bahasa Arab dengan baik dan benar. selamat memanfaatkan buku ini
Mudah Berbahasa Arab Madrasah Tsanawiyah Fase D-VII (sertifikat hak cipta)
Buku Mudah Berbahasa Arab (Al Arabiyah Al Muyassarah) hadir sebagai alternatif bahan ajar pembelajaran Bahasa Arab berdasarkan Implementasi Kurikulum Merdeka untuk Fase D kelas VII Madrasah Tsanawiyah. Buku ini disusun dengan mengikuti Alur Tujuan Pembelajaran (ATP) dengan memperhatikan Capaian Pembelajaran (CP), kemudian diturunkan menjadi Tujuan Pembelajaran dengan mempertimbangkan tingkatan usia dan kemampuan peserta didik, serta sarana pendukung. Sementara materi ajar disusun sesuai dengan urutan materi esensial berdasarkan elemen Bahasa Arab (Istma’, Kalam, Qiro’ah, dan Kitabah)
Al Arabiyah Al Muyassarah, sesuai dengan nama yang dipilih, menyajikan materi ajar yang mudah untuk digunakan oleh guru sebagai sumber pembelajaran, dan peserta didik dalam belajar untuk bisa mengusai bahasa Arab secara aktif dan pasif. Pilihan kosakata (mufrodat) untuk al Istima’ diutamakan dari lingkungan dimana peserta didik tinggal dan mengenalnya, sehingga tanpa disadri mereka mudah menirukan, memahami dan hafal. Begitu juga pilihan ungkapan sederhana dengan pola kalimat Ismiyah pada keterampilan bercakap (al Kalam) mudah diucapkan dan ditirukan, serta dimodifikasi untuk praktek keseharian baik di kelas maupun di lingkungan madrasah bahkan di rumah.
Pada keterampilan membaca (al Qiro’ah) sajian teks bacaan dirangkai dari bahan percakapan dengan memperhatika pola kalimat yang sudah dipelajari dan dipraktekkan sebelumnya, hal ini akan memudahkan peserta didik membaca dan memahami isi teks bacaan secara mandiri. Dan pada sajian akhir untuk keterampilan menulis (al Kitabah) latihan disusun secara gradatif untuk memudahkan peserta didik berlatih menulis dalam bahasa Arab dengan baik dan benar. selamat memanfaatkan buku ini
