197 research outputs found
Tawassul dan robithoh sebagai metode terapi Islam: studi mekanisme tawassul dan robithoh KH. Muhammad Ali Hanafiah Akbar di Pondok Pesantren Suryalaya Korwil Indonesia Timur
Ada tiga persoalan yang dikaji dalam skripsi ini, yaitu (1) Bagaimana mekanisme tawassul dan robithoh KH. Muhammad Ali Hanafiah Akbar (2) Bagai mana mekanisme tesebut dalam perspektif Bimbingan Konseling Islam (3) Bagaimana aplikasi tawassul dan robithoh tersebut sebagai metode terapi dalam mengatasi seorang pemuda yang malas mendirikan shalat. Adapun tujuan penelitian ini adalah (1) Untuk mengetahui mekanisme tawassul dan robithoh KH. Muhammad Ali Hanafiah Akbar (2) Untuk mengetahui mekanisme tersebut dalam perspektif Bimbingan Konseling Islam (3) Untuk mengetahui aplikasi tawassul dan robithoh sebagai metode terapi dalam mengatasi seorang pemuda yang malas mendirikan shalat. Untuk mengungkapkan persoalan tersebut secara menyeluruh dan mendalam, dalam penelitian ini digunakan metode penelitian kualitatif eksploratif yang berguna untuk memberikan fakta dan data mengenai mekanisme tawassul dan robithoh KH. Muhammad Ali Hanafiah Akbar. Dari hasil penelitian ini ditemukan bahwa (1) Mekanisme tawassul dan robithoh KH. Muhammad Ali Hanafiah Akbar terdiri dari dua tahapan yaitu robithoh tahap I terdiri dari wudhu, talqin, dzikir, nasehat, tobat, sholat dan tawassul robithoh tahap II dengan cara menghadirkan guru mursyid (2) Mekanisme tawassul dan robithoh KH. Muhammad Ali Hanafiah Akbar sangat sesuai dengan perspektif Bimbingan Konseling Islam. Yaitu dapat dibuktikan dengan hilangnya semua gejela-gejala yang dialami klien dengan terapi tawassul dan robithoh (3). Aplikasi tawassul dan robithoh KH. Muhammad Ali Hanafiah Akbar dapat dikatakan baik dengan prosentase 100%. Hal itu dapat dilihat dari perubahan kondisi yang lebih baik, yang dinampakkan klien dalam kesehariannya yaitu klien sudah dapat mendirikan shalat lima waktu walaupun belum dapat tepat waktu dan aplikasi ini sama dengan ajaran Rasulullah ketika membai'at Ali dan kisahnya Nabi Yusuf yang digoda Siti Zulaikha dan kisah murid Syekh. Abdul Qodir Al-Jaelani yang hampir diperkosa oleh laki-laki jahat
Focus Group Discussion mengenai Analisis Pemenuhan Prinsip-Prinsip Penataan Dapil dan Alokasi Kursi dalam Penyelenggaraan Pemilu di Kabupaten Sambas
This Community Service Program (PKM) aims to analyze the fulfillment of the principles of electoral district (dapil) delineation and seat allocation in the administration of the 2024 General Election (Pemilu) in Sambas Regency. Conducted through a collaboration between the General Election Commission (KPU) of Sambas Regency and the Institute for Research and Community Service (LP2M) of Sultan Muhammad Syafiuddin University Sambas, this activity took the form of a Focus Group Discussion (FGD) involving academics, election organizers (KPU and Bawaslu), the Sambas Office of National Unity and Politics (Kesbangpol), and university students. The study was based on seven fundamental principles of electoral district delineation, namely equality of vote value, proportionality, adherence to the proportional electoral system, territorial integrity, coterminous, cohesiveness, and continuity. The results indicate that the seven-district model is more ideal than the five-district model, as it better fulfills the principles of territorial integrity, cohesiveness, and proportional seat allocation, although the five-district model performs better in terms of vote value equality and continuity. Therefore, the delineation of seven electoral districts in Sambas Regency is considered to reflect a more just, democratic, and contextually relevant balance of political representation according to the region’s socio-geographical characteristics
Author Correction: Smartphone‑based device for point‑of‑care diagnostics of pulmonary infammation using convolutional neural networks (CNNs)
Correction to: Scientific Reportshttps://doi.org/10.1038/s41598-024-54939-4, published online 22 March 2024 The original version of this Article contained an error in the author name S. Mohammad-Reza Taheri which was incorrectly given as Seyed Mohammad Reza Taheri. In addition, an affiliation was omitted for S. Mohammad-Reza Taheri. The correct affiliations for S. Mohammad-Reza Taheri are listed below. Groningen University, University Medical Center groningen, Antonius Deusinglaan 1, 9713AW Groningen, the Netherlands. Condensed Matter National Laboratory, Institute for Research in Fundamental Sciences (IPM), Tehran, Iran. Moreover, Hossein Simaee was incorrectly affiliated with ‘Institute of Biochemistry and Biophysics, University of Tehran, Tehran 1417614335, Iran’ and ‘Integrated Biophysics and Bioengineering Lab (iBL), Institute of Biochemistry and Biophysics, University of Tehran, Tehran 1417614335, Iran’. The correct affiliation for Hossein Simaee is listed below. Cardiac Primary Prevention Research Center, Cardiovascular Diseases Research Institute, Tehran University of Medical Sciences, Tehran, Iran. The original Article has been corrected.</p
Paradigma Penentuan Awal Waktu Subuh: Tinjauan Fikih dan Ilmu Falak
Determining the Beginning of Fajr Time is an important issue that requires synergy between scientific and shar‘i approaches. The fajr ṣādiq (true dawn) as the indicator marking the beginning of Fajr time has become the main focus of various astronomical studies and fiqh discussions. However, the criteria for determining Fajr time remain a matter of debate to this day. This study employs a qualitative-descriptive approach through library research to reconstruct the paradigm of dawn observation based on the integration of astronomy (‘ilm al-falak) and Islamic jurisprudence (fiqh). The findings show that the paradigm for determining the beginning of Fajr time is grounded in identifying the earliest, most accurate, and objective appearance of the fajr ṣādiq. The analogical approach to determining the beginning of the Hijri month reinforces the scientific principle of dawn observation, namely the use of the lowest threshold criterion in identifying the first astronomical phenomenon that signifies a change in time. The application of this principle, as adopted by LF PBNU, reflects a shared paradigm between science and fiqh in affirming the boundaries of worship times both empirically and normatively
Model Pembelajaran Menulis Ilmiah berbasis PARMI (Produksi, Atensi, Retensi, Motivasi, dan Inovasi)& Penerapannya
Pencapalan target pembelajaran dapat dilakukan dengan pemilihan model yang sesuai kondisi peserta didik. Model pembelajaran PARMI sebagai pengembangan dan Social Learning Bandura merupakan salah satu yang dapat dipilih. PARMI terbukti dapat meningkatkan: 1) kemampuan berpikir kritis, 2) berpikir kreatif. dan 3) kemampuan menulis ilmiah. Hal ini karena PARMI dapat menjadikan pembelajar merasa nyaman dan inovatif. PARMI menumbuhkan kepedulian pembelajar pada lingkungan dan sesama. Pembelajar tidak hanya melihat persoalan pada dlrl sendirl, tetapi juga pada orang lain atau hal lain yang berada dl IIngkungannya. Pembelajar tidak memandang dlri secara semplt, tetapi berpiklr secara luas.
Selama Ini, pengajar dianggap berkedudukan lebih tinggi karena memlliki kekuasaan mullak terhadap hasil belajar pembelajar. PARMI mengubah pola pembelajaran tersebut. Pembelajar bukanlah orang yang tidak tahu sama sekali. Pun pengajar bukanlah orang yang tahu segalanya. Pengajar dan pembelajar bekerJa secara bersama-sama. Pengajar sebagai mitra belajar hendaknya juga dapat menjadi rujukan dalam menyelesaikan permasalahan menulis ilmiah. Pengajar bukan lagi seseorang yang kata-katanya tidak boleh disanggah.
Pengajar juga bukan lagi seseorang yang menakutkan. Pengajar merupakan mitra belajar bagi pembelajar
PROBLEMATIKA KONSEP BENTUK BUMI DAN UPAYA MENCARI TITIK TEMUNYA DALAM PENENTUAN ARAH KIBLAT
Salah satu isu sains yang sedang berkembang akhir-akhir ini adalah perdebatan antara penganut teori Bumi bulat (sferis dan ellipsoid) dan penganut teori Bumi datar (flat earth). Persoalan ini menjadi masalah yang sangat serius karena masing-masing pihak tidak hanya menunjukkan bukti ilmiah, tetapi juga menggunakan dalil al-Quran dan hadis untuk memperkuat argumentasi mereka. Dari segi sains, penganut Bumi datar memberikan argumentasi bantahan terhadap teori Bumi bulat seperti tidak terlihatnya lengkungan Bumi berdasarkan eksperimen Samuel Robotham, klaim yang menyatakan bahwa NASA merekayasa foto Bumi dan satelit adalah kebohongan semata, tidak adanya grafitasi, kutub utara merupakan pusat Bumi dan lain-lain. Sedangkan dari segi nash syar’i, para ahli tafsir pun berbeda pendapat tentang bagaimana bentuk Bumi sebenarnya. Apa yang dikemukakan oleh penganut flat earth pun selanjutnya ditanggapi oleh penganut Bumi bulat dengan sejumlah argumentasi ilmiahnya. Penelitian ini merupakan penelitian kepustakaan (library research) yang bertujuan mendeskrpsikan problematika teori Bumi bulat dan Bumi datar dan menjelaskan upaya mencari titik temunya dalam penentuan arah kiblat. Dari problematika tersebut, diajukanlah sebuah metode penentuan arah kiblat yang diduga bebas dari pengaruh bentuk Bumi, apakah datar atau bulat yaitu rashdul kiblat tahunan
Pengukuran Arah Kiblat di Dusun Angus Tanjung RT 10/RW05, Desa Tanjung Bugis, Kecamatan Sambas, Kabupaten Sambas
Determining the Qibla direction is a crucial aspect in the performance of prayer (salat) for Muslims. This study was conducted to determine the Qibla direction at a house located in Dusun Angus Tanjung RT 10/RW 05, Tanjung Bugis Village, Sambas District, Sambas Regency, West Kalimantan. The purpose of this study is to evaluate the accuracy of the Qibla direction using a scientific method involving simple tools through direct observation and manual calculations based on astronomical data. The method applied includes calculating the Qibla direction using specific formulas, supported by a compass and Android-based digital devices to determine the Qibla angle from the house’s geographical coordinates. The measurement results showed that the Qibla direction aligns with the orientation of the house, with no noticeable deviation. This research is expected to provide practical understanding to the community, especially in rural areas, on how to accurately determine the Qibla direction so that prayer can be performed correctly while facing the Kaaba
PERANCANGAN SISTEM INFORMASI MONITORING HOMESCALE HYBRID POWER GENERATOR BERBASIS INTERNET OF THINGS
Jika membutuhkan abstrak atau isi jurnal silahkan menghubungi author melalui e-mail [email protected] atau [email protected]
Dipublikasikan tanggal: 24 Juni 202
Gender and the Army of Knowledge in Pahlavi Iran
This article discusses the Women's Literacy Corps programme (sipah-i danish-i dukhtaran), its implementation, achievements and difficulties. Established in Iran in 1968, it aimed at increasing women's participation in the country's modernization and in the White Revolution which took place in Iran in the period 1963 to 1979 during the reign of the late Muhammad Reza Pahlavi (1941-79)
- …
