1,443 research outputs found
Tasawuf Dan Perempuan Pemikiran Sufi-Feminisme Kh. Husein Muhammad
Abstract
Husein Muhammad is often classified as a liberal feminist because of his involvement in the thoughts and movements of feminism in Indonesia. Some researchers emphatically liberal feminism in the thinking of Kiai Husein. However, if it is read carefully, there are slips of feminist thought and movement of Kiai Husein with a Sufistic nuance even though it starts from the interpretation of gender or fiqh of the female which is indeed the core of his science. Kiai Husein's Sufistic thought traces are clearly seen in three ways. First, women are sacred and respectable creatures. This is excerpted from the speech of the Muhammad in the event of hajj WADA'. Second, loving equality is a loving God (mahabbah). For Kiai Husein, the sign of someone loving his Lord is a sincere recognition of the equality of men and women. The use of the concept of mahabbah in feminism confirms, in the thought of Kiai Husein, Sufism in feminism. Third, women are not a matter of the body, but spirit. In the midst of the ideology of capitalism which makes the female body a vessel of sensuality, Kiai Husein defended women through human essence, including men, which lies in the spirit.
Keywords: Woman, Sufism, KH. Husein Muhammad, thoughts, feminism.
Abstrak
Husein Muhammad acapkali diklasifikasikan sebagai feminis liberal lantaran keterlibatannya dalam pemikiran dan gerakan feminisme di Indonesia. Beberapa peneliti dengan tegas feminisme liberal dalam pemikiran Kiai Husein. Namun, bila dibaca dengan saksama, terselip pemikiran dan gerakan feminisme Kiai Husein yang bernuansa sufistik sekalipun hal itu berawal dari tafsir gender atau fikih perempuan yang memang menjadi core keilmuannya. Jejak pemikiran sufistik Kiai Husein terlihat dengan gamblang dalam tiga hal. Pertama, Perempuan adalah makhluk suci dan terhormat. Ini disarikan dari pidato Nabi Muhammad dalam peristiwa haji wada’. Kedua, mencintai kesetaraan adalah mencintai Tuhan (mahabbah). Bagi Kiai Husein, tanda seorang mencintai Tuhannya adalah pengakuan yang tulus terhadap kesetaraan laki-laki dan perempuan. Penggunaan konsep mahabbah dalam feminisme menegaskan, dalam pemikiran Kiai Husein, tasawuf dalam feminisme. Ketiga, perempuan bukan soal tubuh, tapir ruh. Di tengah ideologi kapitalisme yang menjadikan tubuh perempuan sebagai bejana sensualitas, Kiai Husein melakukan pembelaan terhadap perempuan melalui esensi manusia, termasuk laki-laki, yang terletak pada ruh.
Kata Kunci: Perempuan, tasawuf, KH. Husein Muhammad, pemikiran
POLIGAMI DALAM PEMIKIRAN KH HUSEIN MUHAMMAD PERSPEKTIF SOSIOLOGI HUKUM
Polygamy has been interestingly discussed and giving rise to pros and cons with its all related arguments until now. This paper aims to analyze polygamy based on the thinking of KH Husein Muhammad and is strengthened by the theory of legal sociology. This research is qualitative, particularly the type of library research, and uses a conceptual approach. According to KH Husein Muhammad's thought, polygamy is not a practice born out of Islamic tradition. Islam did not initiate polygamy. Long before Islam came, the polygamy tradition had become a form of patriarchal civilization practice. According to KH Husein Muhammad, there must be an effort to reconstruct the Marriage Law related to polygamy. The phenomenon that is often encountered is a bad situation due to polygamy which can gradually harm the future of the nation's generation. This situation is immediately resolved by all parties, both the public and the state, through the improvement of laws or regulations. Referring to the process of gradual improvement as exemplified by the al-Qur'an for many cases, including cases of slavery, it is time for the process towards monogamous marriage to be carried out. Although the Qur'an mentions the issue of polygamy in Surah an-Nisa'(4): 3, however, there is a Hadis of the Prophet Muhammad that opposed Ali bin Abi Talib's plan to polygamy on Fatimah ra. KH Husein Muhammad criticized several manhajs of polygamy by arguing that monogamy rejects more harm than polygamy does. Therefore, monogamy must take precedence to be implemented because polygamy which causes arbitrary actions and endangers his wife and children must be avoided, in accordance with a sociological view of law, namely looking at law or norms from a social aspect
Rahmatullah,. Asep, Muhammad PENDIDIKAN, PERLINDUNGAN, PEREMPUAN DAN ANAK DI KOTA TANGERANG: PENDIDIKAN, PERLINDUNGAN, PEREMPUAN DAN ANAK DI KOTA TANGERANG
ABSTRACT
According to data from the Tangerang City Women's and Children's Service, violent crimes against women and children during the Covid-19 pandemic rose drastically. So, it takes a strong commitment to overcome, prevent and reduce it. Because women and children are creatures created by God Almighty and powerful, although they are well guarded, educated, empowered and protected.
The research method for writing scientific papers uses comparative studies, literature studies by providing strategic steps through a comprehensive, participatory and integrated education path that is holistic, intense and sustainable. Solutions to overcome cases of violent crimes against women and children through integrated education channels, which are carried out by the Tangerang city government, the women's and children's office, the education office and the ministry of religion.
The local government of the city of Tangerang with various parties, despite having a strong commitment through education, seeks to prevent, awaken, empower, foster and strengthen the religious education of women and children. Because even though women and children have the right to security, honor and safety, they are well protected.
Carry out active, effective, efficient, communication, coordination and collaboration to develop work programs in a comprehensive, participatory, and integrated manner. Carry out intense and continuous education. Reducing the rate of violence against women and children. Following up on problems, providing special allocation fund for the protection of women and children. Supervise, evaluate, intensively, continuously and integrated.
Keywords : Education, Protection, Women and Children.ABSTRAK
Dari data dinas perempuan dan anak kota tangerang, tindak kejahatan kekerasan terhadap kaum perempuan dan anak selama pandemi covid 19 ini naik secara drastis. Maka, butuh komitmen yang kuat untuk mengatasi, mencegah dan menurunkannya. Karena kaum perempuan dan anak merupakan makhluk ciptaan Tuhan yang maha esa dan kuasa yang meski di jaga, di didik, di berdayakan dan di lindungi dengan baik.
Metode penelitian penulisan karya tulis ilmiah ini menggunakan studi komparasi, studi pustaka dengan memberikan langkah-langkah strategis melalui jalur pendidikan yang komprehensif, partisipatif dan terintegrasi secara holistik, intens dan berkelanjutan. Solusi untuk mengatasi kasus kejahatan kekerasan perempuan dan anak melalui jalur pendidikan terintegrasi, yang di lakukan oleh Pemerintah daerah kota Tangerang, dinas perempuan dan anak, dinas pendidikan dan kementerian agama.
Pemerintah daerah kota Tangerang dengan berbagai pihak meski berkomitmen kuat melalui jalur pendidikan untuk berupaya mencegah, menyadarkan, memberdayakan, membina dan menguatkan pendidikan keagamaan kaum Perempuan dan anak. Karena kaum perempuan dan anak meski mendapatkan hak-hak jaminan keamanan, kehormatan, keselamatan yang terlindungi dengan baik.
Melakukan komunikasi, koordinasi dan kolaborasi yang aktif, efektif, efisien untuk menyusun program kerja secara komprehensif, partisipatif dan terintegrasi.Melakukan pendidikan secara intens dan berkelanjutan. Menurunkan angka kekerasan terhadap kaum perempuan dan anakMenindaklanjuti masalah, Menyediakan layanan yang mudah, sederhana dan terjangkau. Menyediakan dana alokasi khusus untuk perlindungan kaum perempuan dan anak. Mengawasi, mengevaluasi secara intens, berkelanjutan dan terintegrasi.
 
Adab Belajar Murid Menurut Imam Al-Ghazali (Telaah Kitab Bidayatul Hidayah Bagian Ketiga Pasal 3 adab-adab Seorang Murid)
ABSTRAK
Muhammad Rahmatullah, 2016. Adab Belajar Murid Menurut Imam Al-Ghazali(Telaah Kitab Bidayatul Hidayah Bagian Ketiga Pasal 3 Adab-adab Seorang Murid). Skripsi, Jurusan Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah, Fakultas Tarbiyah dan Keguruan. Pembimbing: Drs. H. Mubin, M.Ag.
Kata kunci: Adab Belajar Murid, Imam Al-Ghazali, Kitab Bidayatul Hidayah
Penelitian ini dilatarbelakangi dengan pandangan bahwa kemerosotan adab di zaman sekarang sangat banyak kita rasakan terutama banyaknya kasus-kasus yang di lakukan terutama anak-anak di bawah umur, hal tersebut sangatlah memprihatinkan bagi kebanyakan generasi yang akan datang nantinya, karena anak-anak tersebut masih dalam masa pendidikan. Maka dalam hal ini sangatlah penting dengan menjaga adab terhadap gurunya, maka akan membuahkan hasil hubungan yang baik dengan guru dan apabila hubungan dengan guru baik, maka kemungkinan besar ilmu akan mudah diterima oleh seorang murid dan ilmu yang diterima atau yang didapat akan mendapat keberkahan.
Kitab bidayatul hidayah merupakan salah satu karangan ulama besar tasawuf yaitu Imam Al-Ghazali yang di dalamnya berbagai macam adab, diantara adab-adab tersebut yaitu pembicaraan tentang bagaiamana adab seorang murid kepada gurunya disaat belajar.
Tujuan dalam penelitian ini yaitu 1) Untuk mengetahui bagaimana adab belajar yang dilakukan oleh seorang murid menurut Imam Al-Ghazali di dalam kitab Bidayatul Hidayah, 2) Untuk mengetahui apakah adab belajar menurut Imam Al-Ghazali dalam karangannya Bidayatul Hidayah tersebut bisa masih releven dengan Teori Pendidikan Sekarang.
Jenis penelitian ini adalah penelitian kepustakaan (Library Research), yakni dengan membaca, menelaah dan mengkaji buku-buku dan sumber tulisan yang erat kaitannya dengan masalah yang dibahas.Adapun dalam pembahasannya penulis menggunakanmetode deskriptif karena data yang dikumpulkan berupa kata-kata dan bukan angka-angka. Penelitian deskriptif tidak dimaksudkan untuk menguji hipotesis tertentu tetapi hanya menggambarkan apa adanya tentang sesuatu variabel, gejala atau keadaan.
Selain itu semua yang dikumpulkan berkemungkinan menjadi kunci terhadap apa yang diteliti. Dengan demikian laporan penelitian akan berisi kutipan-kutipan data untuk memberi gambaran penyajian laporan tersebut. Data tersebut mungkin berasal dari naskah atau dokumen lainnya.
Dari hasil penelitian menunjukkan bahwa 1) Bahwa Adab Belajar Murid menurut Imam Al-Ghazali di dalam karyanya yaitu kitab Bidayatul Hidayah memiliki hampir beberapa kesamaan dengan kitab yang lain, terutama kitab Akhlak Lil Banin karangan Umar Bin Ahmad al-Barja tentang poin adab, 2) Berdasarkan hasil penelitian penulis bahwa relevansi adab belajar murid menurut Imam al-Ghazali dengan teori pendidikan sekarang adalah masih sesuai, dan masih relevan
STUDI KOMPARASI KEPANTASAN MAHAR DALAM PERSPEKTIF HUSEIN MUHAMMAD DAN MUHAMMAD SYAHRUR
Muhammad Habib Hidayatulloh, 126102211069, Studi Komparasi Kepantasan Mahar dalam Perspektif Husein Muhammad Dan Muhammad Syahrur, Jurusan Hukum Keluarga Islam, UIN Sayyid Ali Rahmatullah, 2025, Pembimbing : Prof. Dr. H. Ahmad Muhtadi Anshor, M.Ag.,
Kata Kunci : Komparasi Kepantasan Mahar, Husein Muhammad, dan Muhammad Syahrur.
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh kepantasan mahar yang menjadi suatu topik aktual yang hangat untuk dibicarakan, karena dalam suatu pernikahan tentu memiliki konsekuensi terjadinya konflik, beban dan ketidakadilan terhadap salah satu pihak tertentu khususnya perempuan. Sebagaimana pemberian mahar yang berkualitas yang belum begitu pantas, sebab pelaksanaannya terdapat unsur peremehan pada hukum islam ataupun pemaknaan perempuan mempunyai tsaman (harga) yang harus dibayarkan dan acuannya strata sosial perempuan yang akan dinikahi, semakin tinggi strata sosial perempuan tersebut maka akan berpengaruh dalam pemberian mahar yang tinggi pula. Titik permasalahan muncul ketika pemberian mahar berupa hal yang memberatkan, melainkan mempersulit kadar kemampuan laki-laki sehingga mahar bukannya sebagai menyalurkan cinta dan kasih sayang tetapi malah menjadi hambatan ataupun penundaan dalam pernikahan. Penelitian ini bertujuan untuk memberikan suatu wawasan yang lebih analitis, demikian penulis menghadirkan dua ulama kontemporer Husein Muhammad dan Muhammad Syahrur. Dimana, status pemikiran keduanya relevan di era kontemporer khususnya tentang kepantasan mahar, berdasarkan prinsip kesetaraan dan keadilan gender dalam islam dalam konteks sosial dan budaya yang berkontribusi secara positif pada masyarakat.
Rumusan Masalah ini adalah: 1) Bagaimana kepantasan mahar perspektif Husein Muhammad? 2) Bagaimana kepantasan mahar perspektif Muhammad Syahrur? 3) Apa persamaan dan perbedaan kepantasan mahar menurut Husein Muhammad dan Muhammad Syahrur ditinjau dari perspektif Maqashid Al-Syariah?. Adapun yang menjadi tujuan penelitian ini adalah: 1) Untuk mengetahui kepantasan mahar perspektif Husein Muhammad. 2) Untuk mengetahui kepantasan mahar perspektif Muhammad Syahrur. 3) Untuk mengetahui persamaan dan perbedaan kepantasan mahar menurut Husein Muhammad dan Muhammad Syahrur ditinjau dari perspektif Maqashid Al-Syari’ah.
Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian kepustakaan (library research). Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini yakni dengan mengumpulkan data yang berbentuk karya tulis seperti buku, artikel, kitab dan sumber lainnya yang sesuai dengan penelitian ini. Adapun teknis analisis data dalam penelitian ini menggunakan teknik komparatif (perbandingan).
Hasil penelitian menunjukkan bahwa : 1) kepantasan mahar perspektif Husein Muhammad menyatakan makna mahar (maskawin) dalam Al-Qur’an merupakan bukan sebagai harga dari seorang perempuan, bahkan batas maksimal dan minimal dalam pemberian mahar tidak ada ketentuan secara konkrit untuk melangsungkan pernikahan dan berdasarkan kemampuan mempelai laki laki. 2) kepantasan mahar perspektif Muhammad Syahrur merujuk dasar Q.S. an-Nisa’4 : 4, bahwasannya Allah swt, mewajibkan penyerahan mahar kepada wanita yang dinikahi secara sukarela, yakni hadiah simbolik (hadiyah ramziyah), bahkan batas minimal kepantasan kadar mahar berdasarkan pernikahan sesama strata dan berdasarkan sesuai dengan aturan adat masyarakat setempat, khususnya pihak perempuan. 3) persamaan dan perbedaan kepantasan mahar menurut Husein Muhammad dan Muhammad Syahrur ditinjau dari perspektif Maqashid Al-Syari’ah dilihat dari persamaannya kedua ulama kontemporer tersebut bepegang teguh dalam Maqashid Al-Syari’ah, yakni hifdz al-Din dan hifdz al-Nasl dalam pemberian mahar secara sukarela tanpa adanya unsur mengharapkan imbalan. Namun perbedaan pendapat ini berdasarkan pada nominal pemberian kadar mahar, Husein Muhammad mangacu dalam hifdz al-Maal. Sedangkan Muhammad Syahrur mengacu sesuai hifdz al-Nafs
PEMBACAAN BARU KONSEP TALAK: Studi Pemikiran Muhammad Sa‘id Al-‘Asymāwī
Artikel ini mengulas karakter pemikiran seorang tokoh Mesir kontemporer bernama Muhammad Sa’id al-’Asymāwī tentang seluk-beluk talak. Jika mengacu pada hukum Islam klasik dan pendapat para ahli, turunnya perceraian mutlak di tangan suami. Dengan perkembangan zaman dan pembaruan pemikiran hukum Islam, Muhammad Sa’id al-’Asymāwī mencoba untuk mendekonstruksi dan merekonstruksi hukum tentang perceraian dengan berbagai pendekatan, baik gender, asbab nuzul dan pendekatan lain dari dimensi sosial dan analogi liberal. Hal ini penting mengingat banyak pemikir Muslim modern yang merumuskan pembaruan pernikahan dalam hukum Islam dan juga tentang perceraian. Dengan tujuan untuk mencapai kesetaraan gender dalam pernikahan sesuai dengan perkembangan zaman, termasuk reinterpretasi teks al-Qur’an dan hadis hukum keluarga; baik tentang hadis pernikahan, perceraian dan sebagainya. Dengan memahami permasalahan di atas, sekiranya kajian ini dapat menambah khazanah pemikiran Islam pada isu-isu khilafiyyah yang muncul di masyarakat, khususnya di Indonesia. This paper examines the thoughts of a character of contemporary Egyptian named Muhammad Sa‘īd al-‘Asymāwī dropped right on the permissibility of divorce for a wife. If referring to classical Islamic law and the opinion of jurists, dropped right in the hands of an absolute divorce her husband. With the development of the times and the renewal of Islamic legal thought, Muhammad Sa‘īd al-‘Asymāwī trying to deconstruction and reconstructing the laws regarding divorce with a variety of approaches, both the gender approach and equalized spouses in a marriage, an approach by looking asbab-nuzul and other approaches and the social dimension of liberal analogies. This is important, because it has many modern Moslem thinkers who formulate the renewal of marriage in Islamic law and also about divorce, it is done to achieve gender equality in marriage in accordance with the times, including the reinterpretation of the text of Qur’an and hadith family law, whether it is a hadis about marriage, divorce and so on. By understanding the problems above, assuming this study can add to the treasures of Islamic thought on issues that arise in the community khilafiyyah, specially in Indonesia
Pengaruh Pemberian Pamflet Kesehatan pada Pemulung Tentang Pengetahuan Sikap dan Perilaku Terhadap Penyakit Kutu Air (Tinea Pedis) di Tpa Supit Urang Kota Malang
Muhammad Ali Rahmatullah, Fakultas Kedokteran, Universitas Islam Malang, Maret 2023. Pengaruh Pemberian Pamflet Kesehatan Pada Pemulung Tentang Pengetahuan Sikap Dan Perilaku Terhadap Penyakit Kutu Air (Tinea Pedis) Di Tpa Supit Urang Kota Malang. Pembimbing I: Sri Herlina, SKM.M.PH, Pembimbing II: dr. Arief Heru Wicaksono. Sp.An.
Pendahuluan: Penyakit kutu air masih menjadi salah satu penyebab masalah kesehatan pada pemulung terutama di TPA Supit Urang. Hal tersebut dikarenakan akibat kurangnya kesadaran para pemulung terhadap kebersihan diri.. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh pemberian pamflet kesehatan terhadap pengetahuan, sikap dan perilaku pencegahan penyakit kutu air.
Metode: Metode penelitian ini menggunakan desain quasi eksperimental jenis One-Group Pretest-Posttest dengan uji Wilcoxon. Teknik pengambilan sampel menggunakan purposive sampling sesuai dari kriteria inklusi dan kriteria ekslusi dengan hasil perhitungan rumus Slovin didapatkan 104 sampel. Intervensi berupa edukasi tentang kebersihan diri menggunakan media pamflet mengenai pencegahan penyakit kutu air pada TPA Supit Urang. Instrumen yang digunakan adalah kuesioner pengetahuan, sikap, dan perilaku pencegahan penyakit kutu air.
Hasil: Pada penelitian didapatkan hasil Sig (0,00<0,05) pada pengetahuan, sikap dan perilaku setelah diberikan intervensi. Peningkatan nilai posttest pada variabel pengetahuan sebanyak 100 pemulung, variabel sikap sebanyak 98 pemulung dan variabel perilaku sebanyak 64 pemulung.
Kesimpulan: Pemberian edukasi melalui media pamflet dapat meningkatkan pengetahuan, sikap dan perilaku pemulung terhadap pencegahan penyakit kutu air.
Kata kunci: kutu air,pamflet , pengetahuan, sikap, perilaku, pemulun
PENGARUH PLATFORM DIGITAL, PENGETAHUAN INVESTASI, DAN PERSEPSI RISIKO TERHADAP MINAT BERINVESTASI DI PASAR MODAL SYARIAH PADA MAHASISWA MANAJEMEN KEUANGAN SYARIAH UNIVERSITAS ISLAM NEGERI SAYYID ALI RAHMATULLAH TULUNGAGUNG
Skripsi dengan judul “Pengaruh Platform Digital, Pengetahuan Investasi, dan Persepsi Risiko Terhadap Minat Berinvestasi Di Pasar Modal Syariah Pada Mahasiswa Manajemen Keuangan Syariah UIN Sayyid Ali Rahmatullah Tulungagung”, ditulis oleh Muhammad Syehan Syachruly NIM. 126406213168. Jurusan Manajemen Keuangan Syariah, Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam Universitas Islam Negeri Sayyid Ali Rahmatullah Tulungagung, dengan pembimbing Ruly Priantilianingtiasari, S.E., S.Pd., M.Sy.
Kata Kunci:Platform digital, pengetahuan investasi, persepsi risiko, minat berinvestasi
Minat berinvestasi penting bagi mahasiswa karena akan berkontribusi aktif bagi dunia investasi seperti pasar modal syariah. Tentunya minat dalam investasi pasar modal syariah dipengaruhi oleh beberapa hal antara lain platform digital, pengetahuan investasi, dan persepsi risiko. Dalam penelitian ini difokuskan pada Mahasiswa Manajemen Keuangan Syariah Universitas Islam Negeri Sayyid Ali Rahmatullah Tulungagung, yang merupakan universitas terbaik di Tulungagung.
Rumusan penelitian ini adalah 1) Bagaimana pengaruh platform digital, pengetahuan investasi, dan risiko investasi secara simultan terhadap minat berinvestasi di pasar modal syariah pada mahasiswa manajemen keuangan syariah Uin Sayyid Ali Rahmatullah Tulungagung, 2) Bagaimana pengaruh penggunaan platform digital terhadap minat berinvestasi di pasar modal syariah pada mahasiswa manajemen keuangan syariah UIN Sayyid Ali Rahmatullah Tulungagung, 3) Bagaimana pengetahuan investasi mempengaruhi minat berinvestasi di pasar modal syariah pada mahasiswa manajemen keuangan syariah UIN Sayyid Ali Rahmatullah Tulungagung, 4) Bagaimana persepsi risiko investasi mempengaruhi minat berinvestasi di pasar modal syariah pada mahasiswa manajemen keuangan syariah UIN Sayyid Ali Rahmatullah Tulungagung.
Metode dalam penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan Jenis penelitian asosiatif. Populasi penelitian adalah Mahasiswa Program Studi Manajemen Keuangan Syariah Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam Universitas Islam Negeri Sayyid Ali Rahmatullah Tulungagung berjumlah 429 yang diambil dari mahasiswa Angkatan 2020-2022. Sampling menggunakan Probability sampling diperoleh 207 mahasiswa. Pengumpulan data melalui angket kuesioner dengan Teknik analisis data uji validitas, uji reliabilitas, uji normalitas, uji asumsi klasik, analisis regresi berganda, uji hipotesis, dan uji koefisien determinan.
Hasil penelitian menunjukkan 1) Platform digital, pengetahuan investasi, dan persepsi risiko berpengaruh signifikan terhadap minat mahasiswa dalam berinvestasi di pasar modal syariah. 2) Platform digital berpengaruh positif dan signifikan terhadap minat mahasiswa berinvestasi di pasar modal syariah. 3) Pengetahuan investasi berpengaruh positif dan signifikan terhadap minat mahasiswa berinvestasi di pasar modal syariah. 4) Persepsi risiko berpengaruh positif signifikan terhadap minat mahasiswa berinvestasi
Peran Program Pengembangan Usaha Agribisnis Pedesaan Melalui Sektor Pertanian dalam Meningkatkan Pendapatan Petani di Kabupaten Tulungagung
Skripsi dengan judul “Peran Program Pengembangan Usaha Agribisnis Pedesaan Melalui Sektor Pertanian dalam Meningkatkan Pendapatan Petani di Kabupaten Tulungagung” ini ditulis oleh Muhammad Miftahul Khoir Rahmatullah, NIM. 17402153027, pembimbing Muhammad Aqim Adlan, M.E.I.
Penelitian ini dilatar belakangi oleh adanya program dari pemerintah yaitu Pengembangan Usaha Agribisnis Pedesaan (PUAP) tahun anggaran 2015 yang ada di Kabupaten Tulungagung yang merupakan bagian dari pelaksanaan program PNPM-Mandiri yang dilaksanakan sejak tahun 2008 yang berupa bantuan modal usaha untuk menumbuh kembangkan usaha tani sesuai dengan potensi pertanian desa sasaran. Tujuan dari program PUAP tersebut adalah untuk mengurangi kemiskinan, pengangguran, dan kesenjangan antar wilayah dan sektor.
Fokus kajian ini diarahkan pada: 1) Profil program Pengembangan Usaha Agribisnis pedesaan (PUAP), sekaligus 2) Praktik dan realitas dari Program Pengembangan Usaha Agribisnis Pedesaan (PUAP) dalam meningkatkan pendapatan petani di Kabupaten Tulungagung. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif. Data-data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data primer maupun sekunder yang diperoleh peneliti melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi.
Dari hasil penelitian ini ditemukan bahwa: 1) Penyelenggaraan program Pengembangan Usaha Agribisnis Pedesaan (PUAP) tahun anggaran 2015 di wilayah penelitian adalah sudah berjalan sesuai prosedur petunjuk teknis yang diberikan kementerian pertanian dan sudah termasuk kategori berhasil. 2) Program Pengembangan Usaha Agribisnis Pedesaan (PUAP) tahun anggaran 2015 di wilayah penelitian masih dimanfaatkan untuk usaha simpan pinjam saja. Pendapatan yang didapat petani sedikit meningkat dibandingkan sebelum menggunakan dana pinjaman program PUAP. Petani juga sangat dimudahkan dalam fasilitas pinjaman modal sehingga modal pribadi yang dikeluarkan petani relatif sedikit, sehingga bisa digunakan untuk kebutuhan yang lain. Teknik cara pengelolaan usaha tani yang dimiliki petani juga sangat berpengaruh dalam peningkatan produktifitas dan pendapatan petani, sehingga peran penyuluh pertanian juga sangat penting dalam mendampingi petani dalam mengelola usaha taninya.
Kata Kunci: Program PUAP, Sektor Pertanian, Pendapatan Petan
Laduni Science On Muhammad Luthfi Ghozali’s Perspective
Abstract
This article examines the science of laduni and how to acquire it. Laduni science is generally perceived as a supernatural science that cannot be obtained aside from by few individuals. This knowledge is often associated with things that happen abruptly without any preceding process. Muhammad Lutfi Ghozali disproved this assumption by proposing logical, rational arguments and sticking to the naṣ of the Qur'an and Hadith. Muhammad Luthfi Ghozali explained that laduni science has an analytical mechanism. Those who understand the substance of laduni science and construct causal mechanisms will be achievable to acquire this knowledge. The thought of Muhammad Lutfi Ghozali places a comprehension of laduni science that seems mystical and irrational.
Keywords: laduni science, Muhammad Luthfi Ghozali, rational, mystical
Abstrak
Artikel ini membahas tentang ilmu laduni dan cara-cara mendapatkannya. Ilmu laduni umumnya dipahami sebagai ilmu mistik yang tidak mungkin diperoleh kecuali oleh sebagian kecil orang. Ilmu ini kerapkali dihubungkan dengan hal yang terjadi secara tiba-tiba tanpa adanya proses yang mendahuluinya. Muhammad Luthfi Ghozali membantah anggapan tersebut dengan mengajukan argumentasi logis, rasional serta tetap berpegang pada naṣ Al-Qur’an dan hadits. Muhammad Luthfi Ghozali menjelaskan bahwa ilmu laduni memiliki mekanisme rasional. Mereka yang memahami substansi ilmu laduni dan membangun mekanisme sebab akan mungkin untuk mendapatkan ilmu ini. Pemikiran Muhammad Luthfi Ghozali ini mendudukkan pemahaman tentang ilmu laduni yang seolah mistik dan tidak rasional.
Kata kunci: ilmu laduni, Muhammad Luthfi Ghozali, rasional, mistik
- …
