37 research outputs found

    Identifikasi Faktor Penyebab Rendahnya Minat Memilih Mata Pelajaran Geografi Siswa Lintas Minat se-Kota Malang

    No full text
    RINGKASAN Nashruddin, Muhammad. 2018. Identifikasi Faktor Penyebab Rendahnya Minat Memilih Mata Pelajaran Geografi Siswa Lintas Minat se-Kota Malang. Skripsi. Jurusan Geografi, Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I).Dr. Budi Handoyo, M.Si, (II). Dra. Yuswanti Ariani Wirahayu, M.Si. Kata Kunci: Minat yang Rendah, Mata Pelajaran Geografi Minat siswa dalam memilih mata pelajaran geografi lintas minat Sekolah Menengah Atas (SMA) di Indonesia tergolong rendah. Kota Malang merupakan salah satu kota besar di Indonesia, beberapa SMA Negeri yang memiliki peminat geografi berbeda, dari yang tinggi hingga yang rendah. Tinggi atau rendahnya minat memilih mata pelajaran geografi tersebut dapat dipengaruhi oleh beberapa faktor. Fator minat siswa dibagi menjadi dua yaitu faktor internal dan faktor eksternal.Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan faktor penyebab minat yang rendah dalam memilih mata pelajaran geografi. Penelitian ini dilaksanakan di SMA Negeri Se-Kota Malang dengan sample yang dipilih adalah siswa yang tidak memilih mata pelajaran geografi pada kelas peminatan yang terrendah pada 3 sekolah. Penelitian ini dirancang menggunakan jenis penelitian deskriptif kuantitatif. Populasi pada penelitian ini adalah seluruh siswa kelas X SMA Negeri se-Kota Malang yang tidak memilih mata pelajaran geografi terrendah pada 3 sekolah yang berjumlah 793. Teknik pengambilan sampel menggunakan proportional sampling, yaitu cara pengambilan sample dari tiap sub populasi dengan membandingkan besar kecilnya sub-sub populasi tersebut. Sample yang di ambil yaitu 10% dari populasi berjumlah 71 siswa. Pengumpulan data dilakukan menggunakan angket dengan skala Likert dan dianalisis melalui analisis deskriptif. Variabel penelitian ini adalah minat yang rendah dalam memilih mata pelajaran geografi. Variabel tersebut terdiri dari faktor psikologis, intelegensi, keluarga, sekolah, dan lingkungan. Hasil dari penelitian yang telah dilaksanakan, maka dapat ditarik kesimpulan bahwa faktor penyebab minat yang rendah dalam memilih mata pelajaran geografi siswa lintas minat di SMA Negeri se-Kota Malang adalah faktor psikologi berjumlah 47,8% dan faktor inteligensi berjumlah 33,80%. Berdasarkan hasil penelitian ini, ada beberapa hal yang wajib dijadikan perhatian bagi pihak yang terkait: (1). Bagi guru, hendaknya memberikan pengarahan bagaimana pentingnya mempelajari geografi, dan memberikan motivasi kepada siswa, dengan memberikan arahan-arahan kepada siswa tentang kesuksesan juga bisa ditempuh dengan mempelajari geografi. (2). Bagi Sekolah, hendaknya meberikan penyuluhan bagaimana pentingnya ilmu geografi dalam kehidupan sehari-hari. (3). Bagi Peneliti Selanjutnya, disarankan untuk peneliti selanjutnya melakukan penelitian lebih lanjut, misalnya tentang siswa di kelas peminatan geografi, pentingnya mempelajari geografi, dan motivasi untuk menarik siswa dalam memilih mata pelajaran geografi

    KHUSYUK DALAM DZIKIR PERSPEKTIF MAJELIS TA’LIM (Studi Kasus Di Majelis Ta’lim Ilmu Tauhid Di Dusun Ngibak, Desa Sawo, Kecamatan Campurdarat, Kabupaten Tulungagung)

    Get PDF
    ABSTRAK Skripsi yang berjudul “Khusyuk Dalam Dzikir Prespektif Majelis Ta’lim (Studi Kasus Di Majelis Ta’lim Ilmu Tauhid Di Dusun Ngibak, Desa Sawo, Kecamatan Campurdarat, Kabupaten Tulungagung) ini ditulis oleh Muhammad Hasan Nashruddin, NIM. 1733143051, dosen pembimbing Dr. H. Teguh, M.Ag Kata Kunci: Khusyuk, Dzikir, Majelis Ta’lim Ilmu Tauhid Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rasa keingintahuan mengenai fenomena dzikir khusus yang diyakini mampu menyadari akan kehadiran Tuhan dalam setiap hal. Pemahaman mengenai iman, islam dan ihsan yang menjadi ruang lingkup pembahsan pada penelitian ini. Majelis Ta’lim Ilmu Tauhid beranggapan bahwa ketika mereka sudah mempunyai ilmu tentang berdzikir dan sudah melalui proses Sirian, mereka bukan hanya mampu melakukan dzikir secara terus menerus melainkan mereka tidak mampu menghentikan dzikir mereka. Dzikir lailahaillallah menjadi amalan khusus yang diamalkan oleh Majelis Ta’lim Ilmu Tauhid. Perasaan khusyuk menjadi kunci keberhasilan seseorang dalam berdzikir kepada Allah. Khusyuk diibaratkan menjadi roh setiap ibadah. Melakukan semua kegiatan yang diniatkan untuk beribadah menjadi penekanan ajaran yang disampaikan. Adapun pertanyaan dalam penelitian ini adalah: 1) Bagaimana makna dan hakikat khusyuk menurut Majelis Ta’lim Ilmu Tauhid, 2) Apa saja dan bagaimana amalan yang dilakukan Majelis Ta’lim Ilmu Tauhid dalam mencapai khusyuk, 3) Bagaimana penerepan khusyuk dalam berdzikir pada Majelis Ta’lim Ilmu Tauhid. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan mendeskripsikan, 1) makna dan hakikat khusyuk menurut Majelis Ta’lim Ilmu Tauhid, 2) amalan yang dilakukan Majelis Ta’lim Ilmu Tauhid dalam mencapai khusyuk, 3) penerepan khusyuk dalam berdzikir pada Majelis Ta’lim Ilmu Tauhid. Dalam penyusunan penelitian ini, menggunakan jenis penelitian kualitatif, dengan menggunakan pendekatan fenomenologi. Metode pengumpulan data yang digunakan adalah metode wawancara mendalam, observasi partisipan dan dokumentasi. Sedangkan metode analisis yang digunakan adalah metode StevickColaizzi-Keen dari Moustakas. Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan, menunjukkan bahwa: 1) Majelis Ta’lim Ilmu Tauhid dalam mendefinisikan hakikat khusyuk adalah suatu sikap yang dilakukan dalam mengerjakan semua bentuk kegiatan yang didasarkan pada perasaan tunduk, takut, harap, cemas, dan cinta yang dibuktikan dengan tunduknya pandangan serta tenangnya fisik bersamaan dengan sadarnya bahwa Tuhan bisa hadir pada diri kita. Mampu menghilangkan sikap ke-akuan yang mengarah pada keduniawian. Khusyuk harus berawal dari pemahaman yang khusus terhadap setiap ibadah, bukan dengan hati maupun fisiknya terlebih dahulu, seperti yang dijelaskan ulama’ terdahulu. 2) Mengenai amalan yang dilakukan oleh Majelis Ta’lim Ilmu Tauhid dalam berdzikir, mereka lebih menekankan pada menghadirkan Tuhan dalam hati, dari pada berfokus dengan jumlah dzikir yang dilakukan, namun mempunyai penekanan tertentu dalam lafadz lailahaillallah. Mereka tidak mempunyai patokan tertentu dalam melakukannya, mereka beranggapan bahwa esensi dari dzikir bukanlah banyak xvi atau sedikitnya dzikir yang dilakukan, akan tetapi mampu atau tidaknya kita menghadirkan Tuhan dalam hati kita, mengetahui dengan siapa kita menyembah, serta melantunkan dzikir tersebut sampai mereka sendiri tidak mampu menghentikan apa yang mereka sebut dzikir tanpa aksara dan tanpa suara. 3) Mereka lebih memaknai setiap kegiatan itu sebagai suatu ibadah dengan memberi penekanan terhadap ketauhidan. Kesadaran akan hadirnya Tuhan dalam setiap lini kehidupan manusia menjadi sangat penting untuk kemudian menjadikan mereka lebih berhati-hati, sungguh-sungguh, penuh ketundukan ataupun tidak ceroboh dalam melakukan apapun, baik dalam pandangan agama Islam maupun pandangan masyarakan secara luas. Melakukan kebaikan dan menebarkan kedamaian menjadi penekanan yang begitu penting dalam penerapan ajaran Majelis Ta’lim Ilmu Tauhi

    Phytoremediation of Heavy Metals Ni and Cr from Electroplating Industrial Wastewater Using Water Fern (Azolla pinnata R Br)

    Get PDF
    Elektroplating merupakan proses pelapisan logam yang bertujuan memberikan efek mengkilap dan melindungi besi dan baja dari karat. Pada proses nya, elektroplating menghasilkan limbah cair yang mengandung logam berat Cr dan Ni dengan konsentrasi yang tinggi. Fitoremediasi menggunakan tanaman Azolla pinnata R Br dengan variasi luas penutupan area dengan waktu tinggal tanaman selama 9 hari, dilakukan dengan tujuan untuk menentukkan nisbah tutupan area terbaik dalam menyerap Cr dan Ni serta menentukkan nilai efektivitas daya serap Ni dan Cr pada limbah cair elektroplating menggunakan A. pinnata R Br. Hasil penelitian diperoleh Nisbah tutupan area A. pinnata 75% merupakan nisbah tutupan area yang terbaik dalam menyerap Ni dan Cr dari limbah cair Industri Elektroplating, serta Efektivitas daya serap tumbuhan A. pinnata dalam waktu 3-9 hari mampu menyerap Ni sebesar 18,25% dan Cr sebesar 42,95% dari limbah cair Industri Elektroplating

    Tingkat Kepuasan Konsumen terhadap Kualitas Layanan pada Waserda Yaponpes Dayama Desa Jerowaru Kabupaten Lombok Timur

    Get PDF
    The study aims to determine the level of customersatisfaction with service quality Waserda Ponpes Dayama Jerowaru Village. The method used in this research is the method of Important Performance Analisys (IPA) with the presentation of data descriptively. The number of samples taken as many as 30 respondents taken by random sampling. Based on the calculation results obtained 936 customer satisfaction score score that means consumers feel quite satisfied. Based on the analysis using Performance Analisys (IPA) method, it is known that some important attributes that have been stated have contributed to give satisfaction to the consumer that is attribute number 1 (wide parking area) and number 10 (strategic location

    Model Kewirausahaan Agribisnis Pada Yayasan Pondok Pesantren Darul Yatama Wal Masakin (Yaponpes-Dayama) Jerowaru- Lombok Timur

    Get PDF
    Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan metode analisis secara kualitatif. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui model kewirausahaan agribisnis yang dijalankan di Ponpes Darul Yatama Wal Masakin (Dayama) - Jerowaru Kabupaten Lombok Timur. Pemilihan lokasi penelitian dilakukan secara sengaja (purposive) dengan pertimbangan bahwa Ponpes Dayama merupakan salah satu ponpes tertua dan terbesar di Kabupaten Lombok Timur, serta satu-satunya ponpes dengan lahan agribisnis terluas. Sampel responden diambil dari pengurus yayasan dan petani pengelola sebanyak 30 orang responden. Dalam penelitian ini ada tiga kegiatan agribisnis yang diamati yakni pertanian, peternakan, dan perikanan. Dari hasil penelitian didapatkan bahwa, model kewirausahaan pada kegiatan bidang pertanian yakni dengan model Sakap (bagi hasil), model kewirausahaan pada kegiatan peternakan yakni dengan model kadasan dengan pola pengelolaan kandang kolektif dan perguliran. Dan model kewirausahaan pada kegiatan perikanan adalah dengan model swakelola (pengelolaan lansung)

    Emergency depopulation of chicken farms during an Avian Influenza Outbreak (Design and development of extraction system)

    No full text
    As part of Singapore’s bird flu contingency plan, the Agri-Food and Veterinary Authority (AVA) requires to depopulate the poultry farms in a speedy manner to eradicate the disease should there be an Avian Flu outbreak in Singapore. The current plan relies heavily on manpower, is highly time consuming and exposes many people to the zoonotic virus. While AVA has multiple safeguards in place to protect the operators, the Authority is in need of a more efficient and yet effective method of depopulating the farms as quickly as possible. There are currently three poultry layer farms in Singapore with a total population of an estimated number of 2 million chickens. The chickens are intensively housed in rows of tiered cages, in a closed housing system. The depopulation method is two pronged, which are to kill the birds and then to remove them. There is also the element of disinfecting the premises after depopulation. The current difficulties faced are the extremely narrow passageway between rows of poultry cages (only about 1 metre wide) and tiered cages that can go as high as 5 metres. In addition, the current method of extracting the chickens from the battery cages is by hands. This method of extraction may not prove to be the best as the method consumes a lot of human energy and may cause fatigue faster. This method may not be efficient during an emergency depopulation exercise and may posts potential safety concerns. The author identified that the method of the chicken extraction is the fundamental step in any emergency depopulation exercise. As such, the priority of this project is to design and improve the efficiency of the chicken removal from their cages. The author has since designed a mechanized method, simply called “Chicken Grabbers”, which uses the aid of mechanical grabbers, aiming to extract the chickens at a faster rate, and reducing human energy and fatigue at the same time. Simulated experiments proved that the proposed method helps to extract chickens faster,with the workers feeling less tired.Bachelor of Engineering (Mechanical Engineering

    PENERAPAN TERAPI MUSIK PADA PASIEN SKIZOFRENIA DENGAN MASALAH KEPERAWATAN GANGGUAN PERSEPSI SENSORI HALUSINASI PENDENGARAN DI RUANG GELATIK RUMAH SAKIT JIWA MENUR SURABAYA

    Get PDF
    Halusinasi adalah suatu gangguan persepsi seseorang terhadap suatu objek tanpa adanya rangsangan dari luar. Halusinasi termasuk kasus terbesar dalam gangguan jiwa, pasien dengan halusinasi mempunyai gangguan dalam orientasi realitas, hal ini dapat menimbulkan terganggunya kehidupan sehari-hari bahkan dapat mengarah pada tindakan yang mengancam jiwa. Salah satu terapi yang dapat digunakan untuk mengontrol halusinasi adalah terapi musik. Tujuan studi kasus ini adalah dapat mengetahui penerapan terapi musik pada pasien dengan masalah keperawatan gangguan persepsi sensori halusinasi pendengaran yang dirawat di ruang Gelatik Rumah Sakit Jiwa Menur Surabaya. Metode yang digunakan adalah studi kasus dengan melakukan asuhan keperawatan meliputi pengkajian, intervensi, implementasi, dan evaluasi. Subyek penelitan yaitu pasien dengan diagnosa medis F.20.1 Skizofrenia Hebefrenik. Pengumpulan data dilakukan dengan wawancara, observasi, dan rekam medis pasien. Intervensi yang dilakukan terdiri dari SP 1 pasien sampai SP 4 pasien dan berfokus pada penerapan terapi musik yang dilakukan selama 3 hari. Hasil penelitian setelah dilakukan terapi musik pada pasien dengan halusinasi pendengaran selama 3 hari menunjukkan bahwa pemberian terapi musik dapat mengontrol halusinasi pasien, serta mengurangi gejala halusinasi. Simpulan dari penelitian ini adalah penerapan terapi musik pada pasien halusinasi dapat mengontrol dan mengendalikan halusinasi. Saran untuk tenaga kesehatan agar mampu menerapkan intervensi tambahan penerapan terapi musik di ruangan untuk membantu mengontrol dan mengendalikan halusinasi

    HUBUNGAN LINGKUNGAN DENGAN PENYESUAIAN DIRI SANTRI DI PONDOK PESANTREN AN-NAJIYAH SURABAYA

    Get PDF
    Hidup di pondok pesantren membuat santri harus melakukan penyesuaian diri. Ada sebagian santri yang kesulitan melakukan penyesuaian diri karena Lingkungan pondok pesantren mempunyai kegiatan yang padat, peraturan yang ketat, dan jauh dari orang tua. Ada yang mudah dalam melakukan penyesuaian diri. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan lingkungan dengan penyesuaian diri santri di pondok pesantren An-Najiyah Surabaya. Desain penelitian ini adalah analitik. dengan pendekatan cross sectional. Populasi dalam penelitian ini sebesar 43 responden. Besar sampel 39 responden diambil menggunakan teknik simple random sampling. Variabel independen lingkungan, variabel dependen penyesuaian diri. Instrumen penelitian dengan kuesioner.Data dianalisis menggunakan Chi-Square dengan tingkat kemaknaan α (0,05). Hasil penelitian menunjukkan dari 39 responden hampir seluruhnya (76,9%) responden menyatakan lingkungan pondok pesantren An-Najiyah baik dan sebagian besar (51,3%) responden memiliki penyesuaian diri positif. Hasil uji Chi-Square diperoleh nilai (0,008) < (α = 0,05). Maka H0 ditolak yang berarti ada hubungan lingkungan dengan penyesuaian diri santri di pondok pesantren AnNajiyah Surabaya. Lingkungan yang baik akan memudahkan santri melakukan penyesuaian diri. Sebaliknya, lingkungan yang kurang baik akan menjadi hambatan santri melakukan penyesuaian diri. Diharapkan ustad atau kyai untuk memberikan bimbingan dan motivasi agar santri dengan mudah melakukan penyesuaian diri

    IMPROVING THE XI-MIA STUDENTS’ READING COMPREHENSION ACHIEVEMENT OF NARRATIVE TEXTS ADAPTED FROM THE INTERNET AT SMAN RAMBIPUJI JEMBER

    No full text
    English is used in all aspects of life including education. English is used as a medium to explore science and technology in educational field. Today English has affected many sectors in the world, ranging from social, culture, economic and science. For example, in science, most of the previous discoveries are written in English. It deals with the position of English as international language. Thus, the next scientist must be able to use English to learn about the previous discoveries and communicate with other scientists from other country to find the discoveries in the future. Therefore, the need to master English well to compete in the international sector is required. People need to study English intensively to master the English well. In Indonesia, English is taught as a compulsory subject in Junior and Senior high schools. This classroom action research was intended to increase the eleven grade students’ reading comprehension achievement and active participation by using materials of narrative text adapted from the internet at SMA Negeri Rambipuji Jember in April 2014/2015 academic year. According to the English teacher’s explanation, the students had difficulties in comprehending the words, sentences, paragraphs, and the whole text. The problem is the students not always understand the word meaning. This information was strengthened by the result of the pre-test given to XI-MIA 3, which showed there were only 16 out of 35 students had obtained the passing grade of English subject that was 70, while other 19 students got below the score requirement. Second, the students had less motivation in reading class in teaching learning process. According to the information from the English teacher, students’ active participation in teaching learning process was only 41% of 35 students. Materials taken from the Internet were commonly used in teaching learning process. In addition, nowadays, technology is very close to our live. It can be concluded that the materials from internet especially in reading totally give much beneficial effects for the students who learn English as a foreign language. The strengths of reading materials from the internet are: accessible, variety of media, up-to-date information access, navigation, and low cost. This research was done collaboratively with the English teacher. This research was done in one cycle. The cycle covered four activities, they were planning the action, implementing the action, class observation and evaluation, and reflection of the action. The cycle was conducted in two meetings. The supporting data were from interview with the English teacher and the observation. The mean score of the students’ reading comprehension achievement test was 79.22. Then, the percentage of the students’ active participation was 80%. It means that the students’ reading comprehension achieved the minimum target that was 70 as minimum target for the average score of students’ reading comprehension achievement and active participation. In summary, the use of reading material adapted from the Internet was able to help the students to improve their active participation in the reading teaching learning process as well as their reading comprehension achievement

    Teaching English as A Foreign Language at Madrasah Ibtidaiyyah: Facts and Challenges

    Get PDF
    The mastery of English as a tool of communication among nations, cultures, and people around the globe is an undeniable fact. This is just like an unstoppable virus spreading worldwide. It is rather difficult to emerge new languages to stop or even just to slow down the wide use of English. Islam world also needs to follow this by equipping its people with English as a communication tool. As Arabic is used for the communication inside Islam, English is needed to communicate Islam to other people around the earth both to Muslims or Non-Muslims. Teaching English has become an increasingly significant element in Islamic education. For this, the issue of teaching English at madrasah is an important concern for practitioners in the area of TEFL in Islamic institutions. This paper will explore the writer’s ten-year experience in teaching English at a madrasah ibtidaiyyah in Cirebon, West Java-Indonesia. The conditions that will be pictured are the culture, the students, the teaching and learning process, and the outcome of the current practices in madrasah ibtidaiyyah, mainly in the area of TEFL. Then, all these conditions will be contrasted to up to date research findings and theories so that the facts and the challenges can be clearly seen. This will also be seen from the perspective of current curriculum in Indonesia, namely curriculum 2013, which bears contradictions with the presence of it. In fact, the curriculum 2013 eliminates English as a subject learned at primary school level. What madrasah ibtidaiyyah will do in the next coming years can direct the expected outcome of the teaching of English at this level. Kinds of program that can be designed to empower the state of English mastery are an essential case to discuss. This all facts and challenges can provide insights so that people working in and with madrasah ibtidaiyyah understand and are ready to face the global communication era
    corecore