1,721,070 research outputs found

    Pelaksanaan etika kerja Islam: Kajian kes di Johor corporation / Muhammad Mustakim Mohamed Noh

    Get PDF
    Literatur menunjukkan bahawa etika kerja merupakan salah satu isu penting di dalam pengurusan organisasi. Pencapaian sesebuah organisasi banyak dipengaruhi oleh etika kerja yang diamalkan oleh para pekerjanya. Terdapat banyak kes yang boleh disifatkan sebagai amalan yang tidak beretika seperti penipuan, penyalahgunaan kuasa, rasuah, membuang masa, pemalsuan dokumen, gangguan seksual, fitnah dan sebagainya. Islam sebagai agama yang lengkap memberikan garis panduan yang menyeluruh kepada setiap muslim tentang amalan etika kerja yang sepatutnya diamalkan dalam kehidupan kerjaya mereka. Disertasi ini membincangkan hasil kajian tentang perlaksanaan amalan Etika Kerja Islam (EKI) di Johor Corporation (JCorp), dengan fokus kepada Jabatan Pengurusan Modal Insan dan Pentadbiran. EKI merupakan sebahagian dari cabang ajaran Islam yang boleh dijadikan panduan bagi mencapai pengurusan organisasi yang cekap. EKI merangkumi pelbagai aspek seperti keimanan, nilai-nilai murni dan kecekapan organisasi. Melalui EKI yang diamalkan diharapkan akan menggalakkan individu untuk melaksanakan tugas dengan lebih cemerlang serta meningkatkan kualiti kerja. Kajian ini dilakukan dengan menggunakan kaedah kualitatif yang melibatkan sebuah kajian kes, iaitu JCorp. 2 pengurus yang mewakili pengurusan tertinggi dan 6 pegawai peringkat pertengahan dari JCorp telah ditemubual untuk menyelidiki tentang amalan EKI di JCorp. Fokus kajian meliputi strategi perlaksanaan, faktor yang mempengaruhi serta faedah amalan EKI di JCorp. Strategi yang digunakan oleh JCorp adalah dengan memberi kesedaran kepada anggota pekerja mengenai EKI, mengadakan latihan, promosi dan pemantauan. Hasil kajian turut menunjukkan bahawa faktor pengurusan memainkan peranan utama dalam perlaksanaan EKI. Selain itu terdapat juga faktor lain seperti kefahaman pekerja, komunikasi, latihan, disiplin dan persekitaran kerja yang mempengaruhi EKI. Pelaksanaan EKI turut meningkatkan komitmen pekerja, pencapaian organisasi serta keyakinan pelabur dan masyarakat. Hasil kajian ini diharapkan dapat membantu organisasi-organisasi lain dalam merangka dan membangunkan EKI mereka masing-masing

    The physico-mechanical and thermal properties of coated kenaf fibres in epoxy matrix composite / Muhammad Mustakim Mohd Ghaztar

    Get PDF
    Natural fibre is a sustainable material however, its drawbacks limit its usage. Thus, this research draws from the existing fibre treatments that are meticulous and high energy consumption by utilizing a simple and practical coating treatment. This study was carried out by direct coating the combed raw Kenaf fibres into 1:4, 1:5 and 1:6 coating solutions viscosities prior dried, pulverised and fabricated into the composite system. Each coated Kenaf fibre composite is varied by 10, 20, 30, 40 and 50 wt% fibre loadings; then analysed for its properties. The physical test consists of density, water absorption and hardness whereas; mechanical test includes tensile, flexural, compression and impact tests. The thermal and chemical characterisations are Thermogravimetric (TGA), Differential Scanning Calorimetry (DSC) and Fourier Transform Infrared (FTIR) respectively. The properties of both fibres and composites for coated samples were compared to the properties of pristine epoxy, untreated as well as NaOH/ Sil treated samples. In theory, fibres properties are highly influenced by the coating solutions viscosity which improves its surface interaction and stiffness once fabricated in the composite system. The optimum coating viscosity able to minimize the surface gap problem, by strongly adhere to the delicate surfaces of fibres and; concurrently penetrates also lock the fibres cell wall to creates a consistent deformation. The result showed that the 1:6 coating solution was the optimum viscosity as it highly penetrated the fibres system and form an individual coating formation as unachieved by other coating solutions viscosity. The high coating domination improved the fibres dispersion, density (72.7 %), shapes consistency, thermal stability (4.2 %) and mechanical stiffness (367 %). The improved fibres properties were proportional to the total improvement of composites density, voids content, specific water absorption as well as hardness properties. These also led to enhancement in composites stiffness in tensile (28.1 %), flexural (39.2 %), compression (46.1 %) and impact (227.8 %) properties. Since a well-stress distribution was observed at all samples fractured surfaces that contributed by the high mechanical interlocking and improved surface interaction. The 1:6 coated samples results were higher than treated NaOH/ Sil; followed by the coated 1:5, 1:4 and untreated samples. The coated 1:4 and 1:5 samples unable to perform well due to the low coating penetration as well as high coating deterioration that affect its overall properties. In general, the coating treatment might be a practical method for the industry as if offers a simple process that produces high strength of the treated materials. The treatment also might be a solution to revolutionize the other natural-based materials to venture in more robust applications for a sustainable future

    Physical, mechanical and morphological studies of unsaturated polyester matrix and kenaf short fibres in composite system / Muhammad Mustakim Mohd Ghaztar

    Get PDF
    The fibres physical, mechanical and microstructural properties are crucial elements in the fabrication of biocomposites. The research was conducted based on lack of attention in materials preparation and fabrication processes especially, using short natural fibres and thermosetting matrix system. Thus, the objective of this research is to optimise the materials preparation and fabrication processes in an effort to identify the cause of biocomposite strength inconsistency. The research was carried out by fabricating the samples into two (2) types of fibres categories and fibres loadings and tested to determine its physical, mechanical and morphological properties. The samples were analysed microscopically before, and after the test to identify the cause of fibres-matrix de-bonding. The results showed that the density and hydrophilicity properties of the composite increases as the fibres content increases, however, the hardness properties decrease as the matrix content decreases. In addition, the treated samples gave the highest tensile (44.28 N/mm2) and flexural (49.57 N/mm2) strength, especially low A-fibres loading samples (46.89 N/mm). Moreover, in morphological analysis of samples fractured surface, showed identical fibres pre-damage imparted to the fibres pull-out. The application of chemical treatments coalition contributes well in the improvement of physical and mechanical properties of the composite. But, due to the less treated fibres surface contact, the damaged fibres retained its shapes. It reduced fibres-matrix interaction and creates stress discontinuity during testing process. As a conclusion, by better understanding the natural based composite behaviour, the suitable optimisation methods can be implemented. In the end, the cause of natural based composite strength inconsistency can be resolved in future

    IMPLEMENTASI GANJARAN DAN HUKUMAN UNTUK MENINGKATKAN KEDISIPLINAN PESERTA DIDIK DI SMPN 1 CAMPURDARAT TULUNGAGUNG

    Get PDF
    ABSTRAK Skripsi dengan judul “Implementasi Ganjaran dan Hukuman Untuk Meningkatkan Kedisiplinan Peserta Didik di SMPN 1 Campurdarat Tulungagung Tahun 2020”. Skripsi ini ditulis oleh Muhammad Mustakim, NIM. 17201163452, Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan, Jurusan PAI, IAIN Tulungagung, yang di bimbing oleh bapak Nuryani, S, Ag., M.Pd.I Kata Kunci :Ganjaran, hukuman, Kedisiplinan. Penelitian ini dilatar belakangi oleh pendidikan yang sangat penting dalam membentuk karakter peserta didik. Salah satunya adalah pendidikan yang di dalamnya terdapat penanaman nilai kedisiplinan. Penanaman nilai kedisiplinan merupakan salah satu upaya SMPN 1 Campurdarat Tulungagung untuk dapat mencegah perilaku negatif pada peserta didik. Peserta didik nantinya dapat diarahkan, dilatih, dan ddidik seperti apa yang diharapkan. Fokus penelitian dalam penulisan skripsi ini adalah (1) Bagaimana proses implementasi ganjaran dan hukuman untuk meningkatkan kedisiplinan peserta didik di SMPN 1 Campurdarat Tulungagung? (2) Bagaimana kelebihan dan kekurangan implementasi ganjaran dan hukuman untuk meningkatkan kedisiplinan peserta didik di SMPN 1 Campurdarat Tulungagung? (3) Bagaimana implikasi implementasi ganjaran dan hukuman untuk meningkatkan kedisiplinan peserta didik di SMPN 1 Campurdarat Tulungagung Metode penelitian dalam penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif. Dalam penyusunan jenis penelitian yang digunakan adalah jenis penelitian deskriptif. Penelitian dilakukan di SMPN 1 Campurdarat Tulungagung. subjek penelitih adalah guru PAI kelas VII dan guru PAI kelas IX, peserta didik, serta waka kesiswaan. Dalam pengumpulan data, peneliti menggunakan metode observasi, wawancara dan dokumentasi. Sedangkan untuk analisisnya peneliti menggunakan model alir oleh Miles dan Hubberman yaitu reduksi data, penyajian data, penarikan kesimpulan/verifikasi. Penelitian ini juga melakukan pengecekan keabsahan data dengan perpanjangan keikutsertaan, triangulasi dan ketekunan atau keajegan pengamat. Untuk tahap penelitian menggunakan tahap pra lapangan, tahap pekerjaan lapangan, tahap analisis data dan tahap penyelesaian. Hasil penelitian adalah: (1) Proses implementasi ganjaran dan hukuman untuk meningkatkan kedisiplinan peserta di SMPN 1 Campurdarat Tulungagung meliputi 3 hal: (a) Peroses implementasi kedisiplinan terkait “mentaa ti tata tertib” (b) Peroses implementasi kedisiplinan terkait “belajar ” (c) Peroses implementasi kedisiplinan terkait “ibadah”. (2) Kelebihan dan kekurangan implementasi ganjaran dan hukuman untuk meningkatkan kedisiplinan peserta didik di SMPN 1 Campurdarat Tulungagung meliputi 3 hal: (a) Kelebihan dan Kekurangan Kedisiplinan terkait “menaati tata tertib” (b) Kelebihan dan Kekurangan Kedisiplinan terkait “belajar ” (c) Kelebihan dan Kekurangan Kedisiplinan terkait “ibadah”. (3) Implikasi implementasi ganjaran dan hukuman untuk meningkatkan kedisiplinan peserta didik di SMPN 1 Campurdarat Tulungagung meliputi 3 hal: (a) Implikasi Kedisiplinan Terkait “Mentaati Tata Tertib” (b) Implikasi Kedisiplinan Terkait “belajar ” (c) Implikasi Kedisiplinan Terkait “ibadah”

    Kajian kes perlaksanaan etika kerja islam (eki) di johor corporation (Jcorp): tumpuan kepada perlaksanaan dan faedahnya

    No full text
    Literatur menunjukkan bahawa etika kerja merupakan isu penting yang mempengaruhi pengurusan dan prestasi organisasi. Artikel ini bertujuan mengkaji etika kerja Islam yang dilaksanakan di JCorp. Artikel ini juga bertujuan untuk mengkaji faedah-faedah yang diterima hasil daripada perlaksanaan etika kerja Islam di JCorp. Kajian ini dilakukan dengan menggunakan kaedah kualitatif yang melibatkan JCorp sebagai kajian kes. Temu bual separa-struktur digunakan sebagai kaedah pungutan data yang utama, yang kemudiannya disokong oleh kaedah pungutan data dengan meneliti kepada dokumen-dokumen berkaitan. Para pengurus tertinggi dan eksekutif (pegawai) JCorp telah ditemu bual untuk mendapatkan maklumat tentang perlaksanaan etika kerja Islam di JCorp dan faedah-faedah yang diperolehi daripadanya. Hasil kajian menunjukkan bahawa terdapat tujuh amalan etika kerja Islam yang dilaksanakan oleh warga kerja JCorp iaitu bekerja sebagai ibadah kepada Allah SWT, disiplin, amanah, syura, adil, islah (penambahbaikan berterusan) dan bersungguh-sungguh. Perlaksanaan etika kerja Islam yang berkesan turut memberikan faedah yang signifikan sama ada kepada warga kerja JCorp, kepada organisasi JCorp itu sendiri dan kepada masyarakat. Antara faedahnya ialah lahirnya warga kerja yang menunjukkan komitmen kerja yang tinggi, peluang kenaikan pangkat, kadar pekerja berhenti yang rendah dan warga kerja berpengalaman yang setia. Faedah lain ialah JCorp mampu melaksanakan tanggungjawab sosialnya secara aktif, termasuklah program Klinik Waqaf An-Nur. Perlaksanaan etika kerja Islam juga membantu JCorp menjana keuntungan perniagaan yang tinggi, seterusnya menyumbang kepada pembangunan ekonomi negeri Johor dan negara. Kajian ini membuktikan bahawa dengan kerjasama pihak pengurusan dan para pekerja, etika kerja Islam berjaya dilaksanakan di JCorp. Hasil atau dapatan daripada kajian ini boleh dijadikan panduan kepada para pengurus dalam usaha mereka untuk melaksanakan etika kerja Islam secara efektif

    Going Beyond Counting First Authors in Author Co-citation Analysis

    Get PDF
    The present study examines one of the fundamental aspects of author co-citation analysis (ACA) - the way co-citation counts are defined. Co-citation counting provides the data on which all subsequent statistical analyses and mappings are based, and we compare ACA results based on two different types of co-citation counting - the traditional type that only counts the first one among a cited work's authors on the one hand and a non-traditional type that takes into account the first 5 authors of a cited work on the other hand. Results indicate that the picture produced through this non-traditional author co-citation counting contains more coherent author groups and is therefore considerably clearer. However, this picture represents fewer specialties in the research field being studied than that produced through the traditional first-author co-citation counting when the same number of top-ranked authors is selected and analyzed. Reasons for these effects are discussed

    Variations on the Author

    Get PDF
    “Variations on the Author” discusses two of Eduardo Coutinho’s recent films (Um Dia na Vida, from 2010, and Últimas Conversas, posthumously released in 2015) and their contribution to the general question of documentary authorship. The director’s filmography is characterized by a consistent yet self-effacing form of authorial self-inscription: Coutinho often features as an interviewer that rather than express opinions propels discourses; an interviewer that is good at listening. This mode of self-inscription characterizes him as an author who is not expressive but who is nonetheless markedly present on the screen. In Um Dia na Vida, however, Coutinho is completely absent form the image, while Últimas Conversas, on the contrary, includes a confessional prologue that moves the director from the margins to the center of his films. This article examines the ways in which these works stand out in the filmography of a director who offers new insights into the notion of cinematic authorship

    Appropriate Similarity Measures for Author Cocitation Analysis

    Get PDF
    We provide a number of new insights into the methodological discussion about author cocitation analysis. We first argue that the use of the Pearson correlation for measuring the similarity between authors’ cocitation profiles is not very satisfactory. We then discuss what kind of similarity measures may be used as an alternative to the Pearson correlation. We consider three similarity measures in particular. One is the well-known cosine. The other two similarity measures have not been used before in the bibliometric literature. Finally, we show by means of an example that our findings have a high practical relevance.information science;Pearson correlation;cosine;similarity measure;author cocitation analysis
    corecore