1,720,958 research outputs found
IMPLEMENTASI PENDIDIKAN KARAKTER DI MADRASAH IBTIDAIYAH NEGERI (MIN) 1 KOTA MATARAM
Pendidikan karakter di madrasah ibtidaiyah merupakan pondasi awal bagi pembentukan karakter suatu bangsa. Rentannya pendidikan karakter saat ini sangat meresahkan orang tua dan juga pendidikan secara nasional. Pendidikan di Madrasah Ibtidaiyah Negeri (MIN) 1 Kota Mataram telah menerapkan pendidikan karakter sebagai jawaban atas keresahan orang tua dan pendidikan secara global sebagai keberhasilan pembentukan karakter bangsa. Berdasarkan uraian tersebut maka permasalahan yang dapat dirumuskan adalah bagaimana implementasi pendidikan karakter di Madrasah Ibtidaiyah Negeri 1 Kota Mataram, dan tantangan-tantangan yang di hadapi dalam proses pengimplementasian pendidikan karakter di Madrasah Ibtidaiyah Negeri (MIN) 1 Kota Mataram. Tujuan pelaksanaan penelitian ini adalah sebagai langkah awal dan sebagai tolak ukur madrasah untuk pelaksanaan pendiddikan karakter dan mengetahui strategi yang digunakan dalam pengimplementasian pendidikan karakter dalam pembentukan karakter siswa serta tantangan atau hambatan yang di hadapi. Jenis penelitian ini adalah deskriftif kualitatif. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah, observasi, wawancara, dan dokumentasi. Data dianalisis dengan mengunakan model miles and huberman, yaitu reduksi data, display data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukan bahwa proses implementasi pendidikan karakter di Madrasah Ibtidaiyah Negeri (MIN) 1 Kota Mataram di lakukakan melalui kegiatan dalam proses pembelajaran di kelas maupun di luar kelas, kegiatan rutin dan kegiatan ekstrakulikuler,serta kegiatan dalam bentuk kebijakan yang di terapkan di MIN 1 Kota Mataram ng di tanamkan, dengan mengacu pada 4 (empat) model pembelajaran karakter yakni, pembiasaan, keteladanan, pembinaan disiplin peserta didik, dan CTL (Contextual Teaching Learning). Adapun penerapan model pembelajaran melalui pembiasaan seperti nilai religius, nilai kejujuran, nilai tanggung jawab, peduli sosial, Keteladanan dapat di terapkan melalui nilai peduli lingkungan dan komunkikatif, CTL dapat di terapkan melalui rasa ingin tahu dan cinta damai, sedangkan pembinaan disiplin peserta didik melalui kegiatan ekstrakulikuler pramuka, drum band, dan lain sebagainnya, dalam implementasi nilai kedisiplinan, dan nilai kerja keras, kreatif dan menghargai prestasi di implementasikan melalui kegiatan kreativitas siswa, dan keikutsertaan dalam lomba. dan hambatan atau tantangan-tantangan yang dihadapi pada saat proses pengimplementasian pendidikan karakter berasal dari, siswa, guru, dan sarana prasarana
IMPLEMENTASI PENDIDIKAN KARAKTER DI MADRASAH IBTIDAIYAH NEGERI (MIN) 1 KOTA MATARAM TAHUN 2018
Abstrak: Tujuan pelaksanaan penelitian ini adalah sebagai langkah awal dan sebagai tolak ukur madrasah untuk pelaksanaan pendiddikan karakter dan mengetahui strategi yang digunakan dalam pengimplementasian pendidikan karakter dalam pembentukan karakter siswa serta tantangan atau hambatan yang di hadapi. Jenis penelitian ini adalah deskriftif kualitatif. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah, observasi, wawancara, dan dokumentasi. Data dianalisis dengan mengunakan model miles and huberman, yaitu reduksi data, display data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukan bahwa proses implementasi pendidikan karakter di Madrasah Ibtidaiyah Negeri (MIN) 1 Kota Mataram di lakukakan melalui kegiatan dalam proses pembelajaran di kelas maupun di luar kelas, kegiatan rutin dan kegiatan ekstrakulikuler,serta kegiatan dalam bentuk kebijakan yang di terapkan di MIN 1 Kota Mataram ng di tanamkan, dengan mengacu pada 4 (empat) model pembelajaran karakter yakni, pembiasaan, keteladanan, pembinaan disiplin peserta didik, dan CTL (Contextual Teaching Learning).Abstract: The objective of the research is to take the initial step and as a benchmark for the madrasah for the implementation of the character and know the strategies used in implementing character education in the formation of student characters as well as Challenges or obstacles faced. This type of research is qualitative deskriftif. The data collection techniques used are, observations, interviews, and documentation. Data is analyzed by using miles and Huberman model, data reduction, data display, and conclusion withdrawal. The results showed that the process of implementing character education in Madrasah Ibtidaiyah Negeri (MIN) 1 Mataram City is conducted through activities in the learning process in class and outside the classroom, routine activities and extracurricular activities, As well as activities in the form of policies applied in MIN 1 Mataram City ng, with reference to 4 (four) models of character learning namely, habituation, transparency, coaching the discipline of learners, and CTL (Contextual Teaching Learning)
IMPLEMENTASI MODEL PEMBELAJARAN TWO STAY-TWO STRAY (TS-TS) UNTUK MENINGKATKAN PRESTASI BELAJAR SISWA
Abstrak:Guru MI Nurul Iman NW Kembang Kerang, khususnya guru mata pelajaran fiqih masih menggunakan metode pembelajaran konvensional atau metode pembelajaran ceramah, dimana guru hanya menyampaikan materi tanpa memahami bakal kemampuan siswa sehingga mengakibatkan nilai prestasi belajar pada mata pelajaran fiqih ini relatif rendah. Penelitian ini menggunakan metode Penelitian class action (PTK) yang berlangsung dalam dua siklus yang telah direncakan yang dibagi dalam empat tahapan yaitu : tahap perencanaan, tahap pelaksanaan, tahap pengamatan (observasi), dan tahap refleksi. Dalam penelitian ini penggumpulan data menggunakan instrumen wawancara, observasi dan tes. Dan kemudian dianalisis dengan menggunakan pedoman yang telah ditetapkan tanpa menggunakan aplikasi statistik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari persentasi peserta didik yang memiliki prestasi berkategori tinggi meningkat dari 10 pada siklus I menjadi 14,8 pada siklus II, dan prestasi belajar peserta didik yang terdiri dari 16 jumlah peserta didik terdapat 10 peserta didik berhasil mencapai nilai ≥ 70 dengan presentasi ketuntasan klasikal 62,5% dan rata-rata hasil belajar 70,62. Semsentara pada siklus II diperoleh data ketuntasan klasikal sebesar 100% atau 16 peserta didik memperoleh nilai ≥ 70 dengan rata-rata hasil belajar 83,75. Hasil observasi juga menunjukkan aktivitas peserta didik dan guru mengalami peningkatan dari siklus I ke siklus II, pada siklus I aktivitas peserta didik dan guru berkategori cukup aktif, sedangkan pada siklus II aktif. Abstract: MI teacher Nurul Iman NW Kembang Kerang, especially Fiqh subject teachers still use conventional learning methods or lecture learning methods, where teachers only deliver material without understanding the future abilities of students, resulting in relatively low learning achievement scores in fiqh subjects. This study uses the Class Action Research (CAR) method which takes place in two planned cycles which are divided into four stages, namely: the planning stage, the implementation stage, the observation stage, and the reflection stage. In this study data collection using interview, observation and test instruments. And then analyzed using predefined guidelines without using statistical applications. The results showed that the percentage of students who had high achievement categories increased from 10 in the first cycle to 14.8 in the second cycle, and the learning achievement of students consisting of 16 students, there were 10 students who managed to achieve a score of 70 with presentations. classical completeness is 62.5% and the average learning outcome is 70.62. Meanwhile, in the second cycle, 100% classical completeness data was obtained or 16 students scored 70 with an average learning outcome of 83.75. The results of observations also show that the activities of students and teachers have increased from cycle I to cycle II, in cycle I the activities of students and teachers are categorized as quite active, while in cycle II they are active
METODE DAKWAH SM@RT CORPS DAKWAH MASJID SYUHADA' YOGYAKARTA TERHADAP REMAJA
Kegiatan yang dilaksanakan oleh divisi aksi merupakan kegiatan yang sedang aktual dan dibutuhkan oleh remaja. Bentuk-bentuk kegiatan yang akan maupun yang telah dilaksanakan oleh SM@RT_CDMS ialah Parade Film Pelajar berupa film pelajar berupa acara nonton bareng film buatan pelajar kota Yogyakarta sekaligus diskusi dengan sutradara dan tim produksinya. Short Course Movie Making merupakan kelanjutan dari acara Parade Film pelajar, Short Course Making herbentuk semmar tentang cara dan trick dalam membuat film maupun iklan.
Try Out untuk pelajar SMP merupakan kegiatan SM@RT_CDMS pertama kali dilaksanakan tahun ini dan bertujuan memperluas sasaran dakwah yang selama ini hanya pada pelajar SMU. One Day Out merupakan acara rutin yang di laksanakan untuk memperingati hari kemerdekaan Indonesia, tujuan utama dari kegiatan ini untuk menanamkan jiwa kepahlawanan kepada pelajar yang saat ini banyak dilupakan oleh pelajar.
Adapun metode dakwah yang digunakan oleh divisi aksi bervariasi seperti ceramah, demontrasi dan lain-lain, namun secara umum dapat dikatakan bahwa seluruh kegaiatan divisi aksi, menggunakan metode dakwah bil-hal karena berbentuk tindakan nyata yang menyentuh kebutuhan pelajar. Tujuan digunakan metode bil-hal, selain memperkenalkan lembaga SM@RT_CDMS kepada pelajar kota Yogyakarta, ·metode ini juga bcrtujuan untuk mcmfasilitasi pclajar kota Yogyakarta dalam mengembangkan ide-ide mereka secara Islami. Divisi Media
Kegiatan divisi media, membuat Sm@rt buletin yang terbit setiap sebulan, Sm@rt Komik yang direncankan terbit tiap bulan, tetapi dalam pelaksanannya hanya terbit satu kali. Selain dua media tulisan diatas SM@RT_CDMS juga membuat SM@RT_Booklet, S!vf@RT_Projile dan !::,'M@R
Going Beyond Counting First Authors in Author Co-citation Analysis
The present study examines one of the fundamental aspects of author co-citation analysis (ACA) - the way co-citation
counts are defined. Co-citation counting provides the data on which all subsequent statistical analyses and mappings
are based, and we compare ACA results based on two different types of co-citation counting - the traditional type that
only counts the first one among a cited work's authors on the one hand and a non-traditional type that takes into
account the first 5 authors of a cited work on the other hand. Results indicate that the picture produced through this non-traditional author co-citation counting contains more coherent author groups and is therefore considerably clearer. However, this picture represents fewer specialties in the research field being studied than that produced through the traditional first-author co-citation counting when the same number of top-ranked authors is selected and analyzed. Reasons for these effects are discussed
Variations on the Author
“Variations on the Author” discusses two of Eduardo Coutinho’s recent films (Um Dia na Vida, from 2010, and Últimas Conversas, posthumously released in 2015) and their contribution to the general question of documentary authorship. The director’s filmography is characterized by a consistent yet self-effacing form of authorial self-inscription: Coutinho often features as an interviewer that rather than express opinions propels discourses; an interviewer that is good at listening. This mode of self-inscription characterizes him as an author who is not expressive but who is nonetheless markedly present on the screen. In Um Dia na Vida, however, Coutinho is completely absent form the image, while Últimas Conversas, on the contrary, includes a confessional prologue that moves the director from the margins to the center of his films. This article examines the ways in which these works stand out in the filmography of a director who offers new insights into the notion of cinematic authorship
Appropriate Similarity Measures for Author Cocitation Analysis
We provide a number of new insights into the methodological discussion about author cocitation analysis. We first argue that the use of the Pearson correlation for measuring the similarity between authors’ cocitation profiles is not very satisfactory. We then discuss what kind of similarity measures may be used as an alternative to the Pearson correlation. We consider three similarity measures in particular. One is the well-known cosine. The other two similarity measures have not been used before in the bibliometric literature. Finally, we show by means of an example that our findings have a high practical relevance.information science;Pearson correlation;cosine;similarity measure;author cocitation analysis
Dispelling the Myths Behind First-author Citation Counts
We conducted a full-scale evaluative citation analysis study of scholars in the XML research field to explore just how different from each other author rankings resulting from different citation counting methods actually are, and to demonstrate the capability of emerging data and tools on the Web in supporting more realistic citation counting methods. Our results contest some common arguments for the continued
use of first-author citation counts in the evaluation of scholars, such as high correlations between author rankings by first-author citation counts and other citation
counting methods, and high costs of using more realistic citation counting methods that are not well-supported by the ISI databases. It is argued that increasingly available digital full text research papers make it possible for citation analysis studies to go beyond what the ISI databases have directly supported and to employ more
sophisticated methods
- …
