3 research outputs found
Tafsir Ahkam di Indonesia: Analisis Tafsir Al-Ahkam Abdul Halim Hasan
Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan metodologi Tafsir Al-Ahkam yang ditulis oleh Abdul Halim Hasan Binjai dalam menafsirkan ayat-ayat hukum dalam al- Qur?an. Kajian ini merumuskan metodologi dalam memahami ayat-ayat hukum baik itu dalam bidang ibadah maupun mu?amalah, agar ke depannya ayat-ayat hukum tidak ditafsirkan secara tendensius dan parsial. Metode dalam penelitian ini menggunakan metode deskriptif-analisis, yaitu sebuah metode yang berupaya menggambarkan apa yang menjadi objek penelitian yaitu tafsir al-ahkam. Selanjutnya, tafsir al-ahkam dianalisis melalui pengumpulan data dan sampel yang sudah ada. Dengan kata lain, penelitian ini fokus kepada masalah-masalah yang ada ketika penelitian berlangsung. Keseluruhan data-data dalam penelitian ini merupakan bahan kepustakaan yang tertulis atau dikenal dengan library research (penelian kepustakaan), baik itu berupa buku, laporan hasil penelitian, makalah-makalah, jurnal ilmiah dan yang berkenaan dengan penelitian. Selanjutnya untuk meneliti penafsiran Abdul Halim, maka digunakan pendekatan tafsir maudhu?i, yaitu dengan mengklasifikasikan terlebih dahulu ayat-ayat sesuai tema, untuk melihat pendekatan yang dipakai ketika menafsirkan ayat-ayat hukum tersebut. Temuan penelitian ini menunjukan bahwa, penafsiran Syekh Abdul Halim Hasan Binjai terhadap ayat-ayat hukum menggunakan metode tafsir dengan pendekatan tafsir bil ma?tsur, sehingga menghasilkan penafsiran yang cenderung tekstual. Penafsiran ini hanya bergerak dari refleksi (teks) ke praksis (konteks), yang bergerak hanya pada teks saja, dan mengabaikan sisi konteksnya. Namun penafsiran ayat-ayat hukum Abdul Halim bukanlah bagian dari penafsiran yang fanatik kepada mazhab tertentu, seperti mufasir ayat hukum lainnya yaitu, Al-Qurthubi yang cenderung pada mazhab Maliki, Al-Jashash bermazhab Hanafi, dan al-Kayaharasi bermazhab Syafi?i, sehingga terlihat adanya unsur subjektivitas dalam penafsiran mereka. Maka dari itu kesimpulan dari penelitian ini adalah, penafsiran ayat hukum yang cenderung tekstual, dengan menggunakan perbandingan mazhab dalam tafsirnya, akan menghasilkan penafsiran ayat hukum yang luwes, tidak rigid dan eksklusif, serta kordial terhadap berbagai mazhab. Hasil penelitian ini, tidak sepakat dengan Abdullah Saeed (2005, 2006, 2006a, 2014), Nasr Hamid Abu Zayd (1994, 1994a), Hasan Hanafi (1994, 1995, 2005), Yang mengemukakan bahwa, penafsiran yang cenderung tekstual akan menghasilkan sebuah penafsiran yang rigid, eksklusif dan sektarian, kontradiktif serta diskriminatif terhadap satu kelompok. Penelitian ini sepakat dengan, Ibn Uthaymin (2001), al- Albani (2007), dan Ayyub al-Kibsi (2009), yang mengatakan bahwa penafsiran secara tekstual adalah penafsiran yang paling otoritatif dan baik dalam menjelaskan ayat al- Qur?an
Tafsir MaqÄshidÄ«: Telaah Terhadap Kitab Tafsir al-Ahkam karya Abdul Halim Hasan
Tafsir MaqÄshidÄ«: A Study of the Book of Tafsir al-Ahkam by Abdul Halim HasanThis study aims to analyze the interpretation in the Book of Tafsir al-Ahkam Abdul Halim Hasan related to the relationship between Muslims and non-Muslims based on maqÄshidÄ« interpretation. To examine Abdul Halim's interpretation, in this case the researcher uses the casuistic method, namely choosing the interpretation results as a sample that represents the methodological conclusions. The overall data in this study is written library research or library research, either in the form of books, research reports or journals related to research. The findings of this study indicate the application of maqÄsid al-shari'ah elements in the Book of Tafsir al-Ahkam Abdul Halim Hasan, this can be seen from his interpretation of verses relating to Muslim and non-Muslim relations, such as; interfaith marriages, make infidels as guardians and insult the God of other religions. In Abdul Halim's interpretation it is explained that the prohibition of interfaith marriages is seen in maqÄsid al-shari'ah, there is prudence in maintaining or maintaining religion and the prohibition of making non-believers as guardians for fear of betrayal, while the prohibition of insulting God of other religions aims to prevent damage between adherents of religion
Pembentukan Akhlakul Karimah Siswa melalui Pembiasaan Shalat Dhuha di MAN 2 Bekasi
This study aims to identify the impact of the habit of dhuha prayer on the formation of students' noble morals. With the existence of dhuha prayer in the school environment, it is hoped that it can provide encouragement/motivation to improve education in Indonesia by instilling and accustoming students to practice good morals in an orderly and responsible manner and to cleanse qalbu from impurities of lust and anger so that the heart becomes clean. The research method used in this study is a type of qualitative research. The type of approach used in this study is the type of phenomenology, which is research that reveals events with actual events. The research location at MAN 2 Bekasi is located on Jl. Amaraden No.2, Cibening, Setu District, Bekasi Regency, West Java. The results of this study reveal that the benefits of dhuha prayer for MAN 2 Bekasi students are that students feel comfortable, calm, and have a clear mind. As well as the benefits of dhuha prayer in the formation of moral character of MAN 2 Bekasi students are that students have better behavior, such as discipline in carrying out dhuha prayers and carrying out daily activities at MAN 2 Bekasi
