2 research outputs found

    Implementasi pendidikan multikurtural melalui pendekatan nilai luhur budaya dan pancasila untuk membangun karakter mahasiswa dalam meghadapi arus globalisasi

    Full text link
    Globalization is indeed very strongly felt in every aspects of life of society, nation and state. The joints are ediologi, political, economic, social, cultural, defense and security. The fade of nationalism and solidarity is one of the diseases that are suffered by children of this country. This factor is also the background for the emergence of awareness of the importance of education implementation multikurtural in building character/good manners. Characters based on a multicultural nation in accordance with the motto "Bhineka Tunggal Ika/Unity in Diversity" should be the foundation in the development of the character / character the future of the nation of Indonesia. The purpose of this research are: (1) knowing how to approach memalui implementation of multicultural education and cultural values of Pancasila to build student character in meghadapi globalization in STKIP PGRI Sumenep; (2) determine the factors supporting and implementing multicultural education memalui approach and the cultural values of Pancasila in STKIP PGRI Sumenep. This research is a case study with research subjects covering STKIP PGRI Sumenep, chairman, faculty, and students. The approach used is a qualitative approach with descriptive analysis method. The results of this study are: (1) to implement multicultural education through the approach of cultural values and Pancasila run very and able to build student character STKIP PGRI Sumenep (2) factors pendukunggnya is good cooperation between all the components in STKIP PGRI Sumenep, starting from the chairman, lecturers, students and parents of students. Their breadth to students in developing their potential through both intra and extra school. Keywords: Multicultural Education, Student Character.   http://dx.doi.org/10.17977/um022v1i22016p08

    PENERAPAN PEMBELAJARAN KOOPERATIF MODEL STUDENT TEAMS ACHIEVEMENT DIVISION (STAD) UNTUK MENINGKATKAN KEAKTIFAN BELAJAR GEOGRAFI SISWA KELAS XI-IPS 2 SEMESTER 2 MAN 1 SUMENEP PADA MATERI MENGANALISIS PEMANFAATAN DAN PELESTARIAN LINGKUNGAN HIDUP

    No full text
    ABSTRAK   Misbahudholam, M. 2009. Penerapan Pembelajaran Kooperatif Model Student Teams Achievement Division (STAD) untuk Meningkatkan Keaktifan Belajar Geografi Siswa  Kelas XI-IPS 2 Semester 2 MAN I Sumenep pada Materi Menganalisis Pemanfaatan dan Pelestarian Lingkungan Hidup. Skripsi, Jurusan Pendidikan Geografi FMIPA Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Prof. Dr. Sumarmi, M.Pd, (II) Dra. Yuswanti Ariani Wirahayu, M.Si.   Kata Kunci: pembelajaran kooperatif model STAD, keaktifan belajar siswa   Hasil observasi yang dilakukan pada tanggal 20 dan 21 November 2008 di kelas XI-IPS 2 MAN 1 Sumenep diketahui bahwa kegiatan belajar mengajar (KBM) masih didominasi oleh guru, sedang siswa hanya duduk, mendengar dan mencatat. Sehingga siswa terlihat kurang aktif siswa kurang aktif belajar mencapai 64,04% dan siswa yang aktif belajar mencapai 35,96% dalam kelas. Sedangkan siswa yang aktif dalam bertanya (26,31%), berpendapat (21,05%), dan menjawab pertanyaan (31,58%) pada saat pembelajaran berlangsung. Untuk mengatasi permasalahan tersebut, maka perlu dilakukan penelitian tentang penerapan pembelajaran yang dapat meningkatkan keaktifan belajar siswa. Salah satunya dengan penerapan model pembelajaran Student Teams Achievement Divisions (STAD) untuk Meningkatkan Keaktifan Belajar Geografi Siswa  Kelas XI-IPS 2 Semester 2 MAN I Sumenep pada Materi Menganalisis Pemanfaatan dan Pelestarian Lingkungan Hidup. Jenis penelitian yang digunakan adalah jenis Penelitian Tindakan Kelas (Classroom Action Research). Penelitian tindakan kelas ini, peneliti terlibat langsung dalam proses penelitian mulai dari perencanaan, pelaksanaan hingga pelaporan data. Kegiatan pembelajaran terdiri dari 2 siklus, setiap siklus terdiri dari kegiatan perencanaan, pelaksanaan, observasi dan refleksi. Pengambilan data dilaksanakan dengan observasi dan tes tulis. Penelitian dilaksanakan di kelas XI-IPS 2 MAN I Sumenep dengan jumlah siswa 38 orang, pada materi Menganalisis Pemanfaatan dan Pelestarian Lingkungan Hidup. Berdasarkan hasil penelitian diketahui bahwa ada peningkatan keaktifan kelompok dan keaktifan belajar siswa kelas XI-IPS 2 semester 2 MAN I Sumenep ditunjukkan dengan peningkatan rata-rata persentase keaktifan kelompok  sebesar 59,34% (cukup) pada siklus I meningkat menjadi 82,45% (sangat baik) pada siklus II. Sedangkan keaktifan belajar siswa pada siklus I sebesar 60,30% kemudian meningkat menjadi 83,30% pada siklus II. Bertitik tolak dari penelitian ini, beberapa saran yang diperkirakan dapat meningkatkan manfaat dan pengembangan produk yang akan datang diajukan adalah: (1) guru perlu menerapkan metode pembelajaran kooperatif model STAD sebagai salah satu metode alternatif dalam kegiatan pembelajaran, (2) perlu adanya pengelolaan kelas yang lebih baik terutama dalam mengatasi siswa yang sering membuat ramai dan gaduh, sehingga pelaksanaan kegiatan pembelajaran dapat berjalan dengan baik dan lancar, (3) guru perlu mempersiapkan ringkasan materi pelajaran pada siswa agar semua siswa mempunyai bahan untuk belajar, (4) guru perlu mengatur pengelolaan waktu yang tepat sehingga semua kegiatan pembelajaran model STAD dapat terlaksa dengan baik, (5) perlu adanya observer laki-laki dan perempuan dalam penelitian sehingga situasi kelas dapat dikendalikan
    corecore