3,846 research outputs found
PENDIDIKAN KARAKTER MELALUI KETELADANAN TGKH. MUHAMMAD ZAINUDDIN ABDUL MAJID: PERSEPSI MAHASISWA CALON GURU
Abstrak: Penelitian ini bertujuan mengeksplorasi persepsi mahasiswa calon guru matematika tentang pendidikan karakter melalui keteladanan TGKH. Muhammad Zainuddin Abdul Majid. Studi ini merupakan penelitian deskriptif eksploratif, dengan responden 42 mahasiswa calon guru matematika di Universitas Hamzanwadi Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat. Instrumen yang digunakan adalah angket tertutup dengan skala likert dan telah divalidasi (validasi ahli). Data penelitian dianalisis secara deskriptif dan statistik inferensial dengan Moderat Regression Analysis (MRA) pada taraf signifikansi 5% (α = 0,05). Hasil studi menunjukkan bahwa: (1) persepsi mahasiswa calon guru matematika tentang pendidkkan karakter melalui keteladanan TGKH. Muhammad Zainudin Abdul Majid dikategorikan Baik; (2) ada pengaruh pengetahuan mahasiswa terhadap persepsi mahasiswa tentang pendidikan karakter melalui keteladanan TGKH. Muhammad Zainuddin Abdul Majid; (3) ada pengaruh pengetahuan mahasiswa dimediasi keaktifan keluarga mahasiswa dalam organisasi NW, keaktifan mahasiswa dalam organisasi NW, dan dukungan perguruan tinggi terhadap persepsi mahasiswa pendidikan karakter melalui keteladanan TGKH. Muhammad Zainuddin Abdul Majid; dan (4) ada peningkatkan pengaruh pengetahuan mahasiswa dimediasi keaktifan keluarga mahasiswa dalam organisasi NW, keaktifan mahasiswa dalam organisasi NW terhadap persepsi mahasiswa. Kata Kunci: pendidikan karakter, keteladanan, persepsi mahasiswa CHARACTER EDUCATION THROUGH EXEMPLARY OF TGKH MUHAMMAD ZAINUDDIN ABDUL MAJID: PROSPECTIVE TEACHER'S PERCEPTION Abstract: This study aims to explore the perceptions of mathematics'prospective-teachers about character education through exemplary of TGKH Muhammad Zainuddin Abdul Majid. This study is a descriptive exploratory study, in which the respondents were 42 mathematics prospective-teachers at Hamzanwadi University, East Lombok, West Nusa Tenggara. The instrument used was a questionnaire with a likert scale and has been validated (expert validation). The data of research were analyzed descriptively and statistically (inferential statistics) with Moderate Regression Analysis (MRA) at a significance level of 5% (α = 0.05). The results of study show that: (1) the perception of mathematics prospective-teachers about character education through the examplary of TGKH Muhammad Zainuddin Abdul Majid is categorized as "good"; (2) there is an effect of mathematics prospective-teachers' knowledge on the perception of character education through the examplary of TGKH Muhammad Zainuddin Abdul Majid; (3) there is an effect of mathematics prospective-teachers' knowledge mediated by family activeness of mathematics prospective-teachers in the NW organization, the activeness of the mathematics prospective-teachers in the NW organization, and the support of higher education institutions for the perception of character education through the examplary of TGKH Muhammad Zainuddin Abdul Majid; and (4) there is an increase in the effect of mathematics prospectiveteachers' knowledge mediated by family activeness in the NW organization, the activeness of mathematics prospective-teachers in the NW organization on their perceptions. Keywords: character education, exemplary, prospective-teacher's perception
Character Education through Exemplary of TGKH Muhammad Zainuddin Abdul Majid: Prospective Teacher's Perception
Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi persepsi mahasiswa calon guru matematika tentang pendidikan karakter melalui keteladanan TGKH. Muhammad Zainuddin Abdul Majid. Studi ini merupakan penelitian deskriptif eksploratif, yang respondennya yaitu 42 mahasiswa calon guru matematika di Universitas Hamzanwadi Lombok Timur NTB. Instrumen yang digunakan adalah angket tertutup dengan skala likert dan telah divalidasi (validasi ahli). Data penelitian dianalisis secara deskriptif dan statistik inferensial dengan Moderat Regression Analysis (MRA) pada taraf signifikansi 5% (α = 0,05). Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) persepsi mahasiswa calon guru matematika tentang pendidkkan karakter melalui keteladanan TGKH. Muhammad Zainuddin Abdul Majid dikategorikan Baik; (2) ada pengaruh pengetahuan mahasiswa terhadap persepsinya tentang pendidikan karakter melalui keteladanan TGKH. Muhammad Zainuddin Abdul Majid; (3) ada pengaruh pengetahuan mahasiswa dimediasi keaktifan keluarganya dalam organisasi Nahdlatul Wathan (NW), keaktifan mahasiswa dalam organisasi NW, dan dukungan perguruan tinggi terhadap persepsi mahasiswa pendidikan karakter melalui keteladanan TGKH. Muhammad Zainuddin Abdul Majid; dan (4) ada peningkatkan pengaruh pengetahuan mahasiswa dimediasi keaktifan keluarganya dalam organisasi NW, keaktifan mahasiswa dalam organisasi NW terhadap persepsi mahasiswa. Kata kunci: Pendidikan karakter, keteladanan, persepsi mahasiswa
PEMIKIRAN TUAN GURU HAJI MUHAMMAD ZAINUDDIN ABDUL MAJID TERHADAP TINDAK KEKERASAN ATAS NAMA AGAMA
Skripsi ini berusaha mendeskripsikan pemikiran Tuan Guru Haji
Muhammad Zainuddin Abdul Majid terhadap tindak kekerasan atas nama agama.
Pemikiran tokoh ini diharapkan memberikan kontribusi sebagai alat pengendali
konflik, termasuk dalam penyelesaian konflik yang mengatasnamakan agama.
Tuan Guru Haji Muhammad Zainuddin Abdul Majid adalah aktor atau tokoh lokal
yang kharismatis dan sangat dihormati. Bahkan pengaruhnya mengalahkan para
lalu, dan kepemimpinan pemerintahan.
Fokus penelitian skripsi ini adalah: pertama, pemikiran Tuan Guru Haji
Muhammad Zainuddin Abdul Majid terhadap tindak kekerasan atas nama agama.
Kedua, faktor-faktor yang mempengaruhi pemikiran Tuan Guru Haji Muhammad
Zainuddin Abdul Majid terhadap tindak kekerasan atas nama agama.
Penelitian ini merupakan penelitian kepustakaan (library research). Sumber
primer yang digunakan adalah karya tulis Tuan Guru Haji Muhammad Zainuddin
Abdul Majid, yang berjudul Wasiat Renungan Masa Pengalaman Baru. Untuk
analisis digunakan metode deskriptif analisis. Sedangkan pendekatan yang
dipergunakan adalah hermeneutika.
Penelitian skripsi ini mengungkapkan bahwa dalam cara pandang Tuan
Guru Haji Muhammad Zainuddin Abdul Majid, terdapat konsep Dar al-Islam
(wilayah damai) dan Dar al-Harb (wilayah musuh non muslim). Menurut Tuan
Guru Haji Muhammad Zainuddin Abdul Majid dalam konsep Dar al-Harb perang
melawan kafir dengan kekerasan atau saling bunuh membunuh dapat dibenarkan.
Akumulasi semangat jihad ini mencapai titik kulminasi pada pertempuran tanggal
7 juni 1946 di kota Selong. Sedangkan dalam konsep Dar al-Islam. Menurut Tuan
Guru Haji Muhammad Zainuddin Abdul Majid tidak dapat dibenarkan. Adapun
upaya yang dilakukan oleh Tuan Guru Haji Muhammad Zainuddin Abdul Majid
dalam rangka mengajarkan Islam dan praktik keagamaan yang murni kepada
masyarakat Sasak termasuk kepada penganut Islam Wetu Telu adalah dengan
membina hubungan baik yang saling memahami posisi keyakinan masin
Motivasi Remaja Bekerja Sebagai Pelayan Warung Kopi Pangku (Suatu studi Deskriptif Warung Kopi Pangku yang ada di daerah Balung)
Perkembangan zaman memang memiliki dampak positif dan dampak
negatif, tergantung bagaimana masyarakat mampu memanfaatkan perkembangan
tersebut agar dapat dimanfaatkan secara maksimal. Memang harus diakui bahwa
perubahan tatanan nilai semenjak masuknya modernisasi telah merubah pondasi
nilai masyarakat, dimana isu-isu kebebasan telah merebak dalam masyarakat
bukan hanya pada masyarakat perkotaan tetapi sudah sampai pada masyarakat
yang di daerah pinggiran atau pedesaan. Moderniasasi memang mengusung suatu
nilai tersendiri, dimana isu gender yang begitu kuat dan adanya nilai-nilai
komersialisasi juga ikut membantu perubahan masyarakat. hal ini tentunya
mematahkan nilai-nilai lama yang menjadikan seorang laki-laki sebagai tulang
punggung keluarga, saat ini perempuanpun sudah mampu go public tidak lagi
tergantung pada seorang laki-laki. Perkembangan pola hidup masyarakat ini
sesungguhnya merupakan salah satu poin tersendiri dalam suatu pembangunan,
sebab semua masyarakat baik laki-laki maupun perempuan mampu berpartisipasi
dalam mensukseskan pembangunan nasional, dan pemerintah sebagai pemegang
kekuaasaan tertinggi harus lebih cepat menanggapi perkembangan ini, dengan
membangun berbagai fasilitas atau infrastruktur yang lebih baik, agar masyarakat
mampu berpartisipasi secara maksimal dalam pembangunan.
Nilai-nilai komersialisasi ini telah menuntun masyarakat mengikuti mode
atau gaya hidup kekinian dan dianggap modern. Kondisi ini telah tertanam dalam
masyarakat baik dari kalangan perkotaan maupun didaerah pinggiran, semua
kalangan memiliki keinginan untuk hidup sesuai dengan mode kekinian. Namun
yang nampak dipermukaan adalah dari kalangan remaja, karena remaja lebih
mudah untuk menerima nilai-nilai baru tentunya hal ini berkaitan dengan masa
perkembangan kejiwaannya
viii
warung. Pelayan-pelayan tersebut rata-rata masih remaja, yang seharusnya
memiliki kesibukan dibangku sekolah. Maka peneliti tertarik untuk mengkaji
lebih mendalam tentang motivasi remaja yang menjadi pelayan warung kopi
pangku, sehingga rumusan penelitian “Motivasi Remaja Bekerja Sebagai Pelayan
Warung Kopi Pangku”
Penelitian ini akan menggambarkan Suatu studi Deskriptif Warung Kopi
Pangku yang ada di daerah Balung yang didukung oleh teori yang terkait dengan
permasalahan tersebut. Sedangkan metode yang digunakan dalam penelitian ini
yaitu deskriptif kualitatif. Usaha untuk mendapatakan informasi/ data yang di
butuhkan, peneliti menggunakan sumber data primer melalui wawancara dan
observasi terhadap berbagai fenomena dan realitas di lapangan. Sedangkan data
skunder peneliti menggunakan teknik dokumentasi, antara data primer dan
skunder ini tentunya saling keterkaitan dan saling mengisi terhadap kekurangan
yang ada.
Penarikan kesimpulan tentang Motivasi Remaja Berprofesi Sebagai
Pelayan Warung Kopi Pangku. Antara lain, 1)Masalah ekonomi merupakan salah
satu sumber motivasinya, kondisi ekonomi yang kekurangan maka remaja-remaja
tersebut asal pilih pekerjaan,2. Pergaulan juga termasuk didalamnya, rata-rata
remaja yang bekerja di warung kopi pangku karena salah pergaulan,3.Aktualisasi diri. Artinya banyak remaja yang tidak memiliki kesibukan/ wadah
untuk mengaktualisasikan dirinya sehingga mencari kesibukan dengan bekerja
sebagai pelayan warung kopi pangku.Dengan demikian diharapkan seharusnnya
orang tua lebih memperhatikan anak-anak yang masih remaja agar tidak
terjerumus kedalam perilaku menyimpang.diharapkan para orang tua tidak
membiarkan anak-anak putus sekolah ditingkat dasar atau sekolah menengah
pertama. Agar remaja mengenyam berbagai nilai sebagai bekal masa dewasa serta
mampu memilah milah mana perilaku yang baik dan tidak.Pemerintah seharus
lebih respon terhadap gejala-gejala masyarakat yang dianggap menyimpang dan
berusaha meredam merebaknya warung kopi pangku tersebut
ANALISIS PENDIDIKAN TAUHID DALAM KITAB FATHUL MAJID KARYA SYEKH MUHAMMAD NAWAWI AL-BANTANI
ABSTRAK
Pendidikan tauhid perlu ditanamkan pada diri seorang muslim, karena pendidikan tauhid merupakan pokok ilmu agama yang paling utama. Dengan mempelajari ilmu tauhid, seorang muslim akan terhindar dari aqidah-aqidah yang menyesatkan. Implementasi dari pendidikan tauhid adalah dengan mengesakan Allah SWT dan tidak menyekutukan-Nya. Selain itu, seorang muslim juga diwajibkan untuk mengimani segala hal yang wajib ada, yang jaiz, serta yang tidak mungkin ada pada Allah SWT dan utusan-Nya.
Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan dan menganalisis konsep pendidikan tauhid dan tipe pemikiran tauhid Syekh Muhammad Nawawi Al-Bantani dalam kitab Fathul Majid. Penelitian ini termasuk penelitian kepustakaan (Library Research). Teknik pengumpulan data dilakukan dengan mencari literatur yang berkaitan dengan objek penelitian, membaca, mengkaji, kemudian merumuskan materi pendidikan tauhid yang terdapat dalam kitab Fathul Majid Karya Syekh Muhammad Nawawi Al-Bantani, serta membuat kesimpulan dari topik yang telah dirumuskan. Teknik analisis data dalam penelitian ini menggunakan analisis isi.
Hasil penelitian ini yaitu konsep pendidikan tauhid dalam kitab Fathul Majid karya Syekh Muhammad Nawawi Al-Bantani diimplementasikan dengan mengakui kesatuan penciptaan, kesatuan kemanusiaan, kesatuan tuntunan hidup, dan kesatuan tujuan hidup. Sedangkan tipe pemikiran tauhid Syekh Muhammad Nawawi Al-Bantani dalam kitab Fathul Majid lebih sesuai dengan pendapat Imam Abu Hasan Al-Asy’ari dibandingkan dengan pendapat Ibnu Taimiyyah. Diantaranya tentang penjelasan Dzat, Sifat, dan Af’al (perbuatan) Allah SWT.
Kata Kunci: Pendidikan, Tauhid, Kitab Fathul Majid Karya Syekh Muhammad
Nawawi Al-Bantan
Strategi Pengembangan Dakwah Kh. Ahmad Dahlan Di Yogyakarta Dan Tgh. Muhammad Zainuddin Abdul Majid Di Lombok (Studi Komparasi)
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui persamaan dan perbedaan strategi pengembangan dakwah KH. Ahmad Dahlan di Yogyakarta dan TGH. Muhammad Zainuddin Abdul Majid di Lombok. Jenis Penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan kajian pustaka. Berdasarkan hasil penelusuran buku-buku yang ada, dapat diketahui bahwa strategi pengembangan dakwah yang dilakukan oleh kedua tokoh ini menggunakan pendekatan kultural, yaitu sama-sama konsen di bidang sosial dan pendidikan. Untuk memperkuat dan memperlancarkan jalannya dakwah keduanya mendirikan organisasi kemasyarakatan. Namun TGH. Muhammad Zainuddin Abdul Majid, selain menggunakan pendekatan kultural, ia juga menggunakan pendekatan struktural yaitu masuk partai politik. Secara prinsip kedua tokoh tersebut memiliki persamaan ideologi yaitu di samping al-qur’an dan hadist, keduanya mengacuh pada aqidah Ahlus Sunnah Wa Al-Jamaah dan Mazhab Imam Syafi’i dalam bidang fiqih.. Namun meskipun sama-sama menganut faham Ahlus Sunnah Wa Al-Jamaah, kedua tokoh ini memiliki perbedaan dalam penerapannya, KH. Ahmad Dahlan tidak menciptakan suatu tradisi di kalangan Muhammadiyah, sementara TGH. Muhammad Zainuddin Abdul Majid melalui organisasi NW mengembangkan tarekat hizib NW dan mempraktikkan ajaran sufi yang menekankan loyalitas dan ketaatan kepada tuan guru. Dalam pengambilan hukum, kedua tokoh ini memiliki perbedaan. KH. Ahmad Dahlan memakai sumber pokok al-qur’an dan hadist ditambah dengan hasil kupasan dari kitab-kitab yang telah dibaca, kemudian diperbandingkan dan diambillah hukum yang paling sesuai dengan al-qur’an dan hadist. Dan ia tidak fanatik terhadap satu Mazhab, sedangkan TGH. Muhammad Zainuddin Abdul Majid secara tegas menganut Mazhab Imam Syafi’i. Secara teologi, KH. Ahmad Dahlan kembali pada pendapat para ulama salaf dan dia tidak suka berpikir secara mendalam tentang hal itu. Pemikirannya memang banyak menunjukkan segi paraktis dari agama. Sedangkan TGH. Muhammad Zainuddin Abdul Majid, teologinya mengacu pada teologi al-Asy’ari dan al-Maturidi, namun tidak semua apa yang telah dirumuskan oleh Asy’ari dan al-Maturidi, diambil oleh TGH. Muhammad Zainuddin Abdul Majid, ia hanya mengambil beberapa saja dari pemikiran kedua teologi di atas yaitu paham tentang wahyu, sifat-aifat Allah dan tentang perbuatan manusia. Kat
KONSEP PENDIDIKAN AKHLAK DALAM BUKU WASIAT RENUNGAN MASA TUAN GURU KYAI HAJI MUHAMMAD ZAINUDDIN ABDUL MAJID
The background of this research is based on the existence of various events that
degrade the dignity in education such as the destruction of moral values,
widespread injustice, decrease of solidarity and increased juvenile delinquency.
Realizing the importance of the thought of Kyai Haji Muhammad Zainuddin
Abdul Majid, the researcher is interested to examine the value of moral education
as stipulated in the book of contemplation of the period of reflection. This study
aims to (1) find out the concepts of moral education in the book of contemplation
of the period (2) to know the method of moral education in the book of
contemplation period.
This research is a qualitative descriptive with literature review (library research).
The primary source of data from the book wasiat renungan masa pengalaman baru
of Tuan Guru Kyai Haji Muhammad Zainuddin Abdul Majid, and secondary
sources comes from scientific publications in the form of books, journals, articles,
and other research related to the thoughts of Tuan Guru Kyai Haji Muhammad
Zainuddin Abdul Majid. Data collection techniques are done through the stages of
documentation and clarify the moral education contained in the book a new period
of reflection testament. For data analysis the techniques was use descriptive
historical and philosophical approach.
The result of the research shows that moral education in the book of Tuan Guru
Kyai Haji Muhammad Zainuddin Abdul Majid is a process to instill moral values
to manifest human being close to Allah SWT while happiness is achieved in the
world and so here after. The value of moral education that exists in the book of
wasiat reflection the period is: 1) morals to Allah SWT, in the form of devotion,
love and pleasure, sincerity, and so forth. 2) Morals towards each other, divided
into three morals that are demanding knowledge, morals toward the family, and
morals towards society. 3) Morals to self, 4) Morals to the environment, and 5)
Morals to the state. The method of moral education in new period of experiential
reflection Tuan Guru Kyai Haji Muhammad Zainuddin Abdul Majid is a method
of advice, habituation, story and role model, comparison and parable.
Keywords: New Testament Renewal, Moral Education, and Tuan Guru Kyai Haji
Muhammad Zainuddun Abdul Majid.
[INDONESIA]
Latar belakang penelitian ini dilandasi oleh adanya berbagai macam
peristiwa yang merendahkan harkat martabat di dalam pendidikan seperti
hancurnya nilai-nilai moral (akhlak), merebaknya ketidakadilan, tipis solidaritas
dan meningkatnya kenakalan remaja. Menyadari pentingnya pemikiran Tuan Guru
Kyai Haji Muhammad Zainuddin Abdul Majid maka penulis tertarik untuk
mengkaji nilai pendidikan akhlak yang tertuang dalam buku Wasiat Renungan
Masa. Penelitian ini bertujuan untuk (1) mengetahui konsep pendidikan akhlak
yang ada di dalam buku Wasiat Renungan Masa (2) mengetahui metode
pendidikan akhlak dalam buku Wasiat Renungan Masa.
Penelitian ini merupakan deskriptif kualitatif dengan kajian pustaka (library
research). Sumber data primer dari buku wasiat Renungan Masa Pengalaman
Baru karya Tuan Guru Kyai Haji Muhammad Zainuddin Abdul Majid, dan
sumber sekunder berasal dari publikasi ilmiah berupa buku-buku, jurnal, artikel,
dan hasil penelitian lain yang berkaitan dengan pemikiran Tuan Guru Kyai Haji
Muhammad Zainuddin Abdul Majid. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui
tahap-tahap dokumentasi, wawancara dan mengklarifikasi pendidikan akhlak yang
terdapat dalam buku Wasiat Renungan Masa Pengalaman Baru. Untuk teknik
analisis data menggunakan deskriptif dan menggunakan pendekatan historis dan
filosofis.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa pendidikan akhlak dalam buku Wasiat
Renungan Masa Tuan Guru Kyai Haji Muhammad Zainuddin Abdul Majid adalah
proses untuk menanamkan nilai-nilai akhlak untuk mewujudkan manusia yang
dekat dengan Allah Swt sehingga tercapai kebahagiaan di dunia dan begitu juga
dengan kebahagiaan akhirat. Nilai pendidikan akhlak yang ada dalam buku Wasiat
Renungan Masa yaitu 1) akhlak kepada Allah Swt, yang berupa ketaqwaan,
kecintaan dan ridha, ikhlas, dan lain sebagainya. 2) akhlak terhadap sesama,
dibagi menjadi tiga yaitu akhlak menuntut ilmu, akhlak terhadap keluarga, dan
akhlak terhadap masyarakat. 3) akhlak kepada diri sendiri, 4) akhlak kepada
lingkungan, dan 5) akhlak kepada Negara. Metode pendidikan akhlak dalam
Wasiat Renungan Masa Pengalaman Baru Tuan Guru Kyai Haji Muhammad
Zainuddin Abdul Majid adalah metode nasihat, pembiasaan, kisah dan tauladan,
perbandingan dan perumpamaan.
Kata kunci: Wasiat Renungan Masa Pengalaman Baru, Pendidikan Akhlak, dan
Tuan Guru Kyai Haji Muhammad Zainuddun Abdul Maji
Pendidikan Islam Transformatif Perspektif Maulana Syaikh TGKH Muhammad Zainuddin Abdul Majid di Nusa Tenggara Barat
Reform in the realm of education in the perspective of Islamic education reformers is seen as an effective way in the process of Islamization in the archipelago and a strategic step in shaping the Islamic view of society. This article aims to analyze the transformation and progression of Islamic education promoted by TGKH. Muhammad Zainuddin Abdul Majid. This research was carried out in accordance with the principles of qualitative research using the library research. The result of this research is that the transformative Islamic education initiated by TGKH. Muhammad Zainuddin Abdul Majid by reforming several aspects of Islamic education was seen as very relevant to the condition of the people of Lombok at that time who were still in a state of ignorance due to pressure from the Dutch colonials. Renewal in the realm of Islamic education was seen as a strategic step in elevating the dignity of society at that time. Updates carried out by TGKH. Muhammad Zainuddin Abdul Majid carried out on aspects of learning materials, Islamic education goals and methods of Islamic education. From several aspects of the renewal, it is seen as relevant in the current era which is all technological and the demands of contemporary education learning today. students as figures of the Muslim generation are equipped to survive with the demands of the times while still being based on noble character and a foundation of religious knowledge that is capable, militant, has a patriotic spirit and high nationalism
PENDIDIKAN HOLISTIK BERBASIS KARAKTER DALAM TASYRIH WASIAT RENUNGAN MASA KARYA TGKH. MUHAMMAD ZAINUDDIN ABDUL MAJID
Studi ini bertujuan untuk mengeksplorasi relevansi nilai-nilai Pendidikan Holistik Berbasis Karakter melalui sembilan pilar karakter dengan tasyrih kaidah-kaidah Wasiat Renungan Masa. Studi ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif melalui kajian pustaka (liberary research) dengan sumber utama yaitu buku Wasiat Renungan Masa karya Maulana Syaikh TGKH. Muhammad Zainuddin Abdul Majid dan buku Pendidikan Karakter: Solusi Yang Tepat Untuk Membangun Bangsa karya Ratna Megawangi. Teknik analisis data dilakukan dengan tahapan yaitu membaca, mencatat, menelaah, mengumpulkan konsep, kemudian dilakukan elaborasi. Hasil studi menunjukkan bahwa 48 bait Wasiat Renungan Masa yang secara eksplisit dan tersurat menasyrihkan konsepsi pemikiran, kaidah, amanat, dan harapan besar tentang Pendidikan Holistik Berbasis Karakter melalui sembilan pilar karakter dengan rincian yaitu Mencintai Tuhan dan ciptaan-Nya ditasyrihkan dalam 9 bait; Kemandirian dan Tanggung jawab dalam 7 bait; Kejujuran dan Amanah dalam 4 bait; Hormat dan Santun dalam 5 bait; Dermawan, Suka Tolong-Menolong, dan Gotong Royong dalam 5 bait; Percaya Diri dan Pekerja Keras dalam 4 bait; Kepemimpinan dan Keadilan dalam 4 bait; Baik dan Rendah Hati dalam 5 bait; Toleransi, Kedamaian, dan Kesatuan dalam 5 bait. Jadi, Tasyrih Wasiat Renungan Masa mengandung konsepsi pemikiran dan kaidah Pendidikan Holistik Berbasis Karakter. CHARACTER-BASED HOLIS TIC EDUCATION IN TASYRIH OF WASIAT RENUNGAN MASA OF TGKH. MUHAMMAD ZAINUDDIN ABDUL MAJIDThis study aims to explore the relevance of character-based holistic education values through the nine pillars of character with the norms of the Will of the Devotion. This study is a qualitative descriptive study through liberary research with the main sources, namely a book of Wasiat Renungan Masa by Syaikh TGKH. Muhammad Zainuddin Abdul Majid and the book of Character Education: The Right Solution for Building the Nation by Ratna Megawangi. The data analysis technique was carried out in stages, namely reading, taking notes, analyzing, collecting concepts, then elaborating. The results of the study show that 48 verses of the Wasiat Renungan Masa explicitly and expressly embody the conceptions of thoughts, rules, mandates, and high hopes about Character-Based Holistic Education through nine pillars of character with details, namely Loving God and His Creation is revealed in 9 stanzas; Independence and responsibility in 7 stanzas; Honesty and Trust are taught in 4 stanzas; Respect and courtesy in 5 stanzas; Generous, Helpful-Helpful, and Mutual Cooperation in 5 stanzas; Confidence and Hard Work in 4 stanzas; Leadership and Justice in 4 stanzas; Good and Humble in 5 stanzas; Tolerance, Peace, and Unity in 5 stanzas. Therefore, the book of Wasiat Renungan Masa contains explicit and expressly express conception of thoughts and rules regarding character-based holistic education
Nilai-nilai pendidikan akhlak dalam Wasiat Renungan Masa karya Tuan Guru KH. Muhammad Zainuddin Abdul Majid
INDONESIA:
Indonesia saat ini sedang mengalami ketidak stabilan dalam berbagai aspek terutama kemorosotan akhlak yang membuat rusaknya moral generasi bangsa, hal ini tak lepas dari kejadian-kejadian yang terjadi seperti pelecehan, penganiyayaan, pembunuhan, tawuran, perkelahian antar sekolah, kasus narkoba, serta berbagai pelanggaran hak asasi manusia.
Fokus penelitian ini adalah: 1). Apa saja nilai-nilai pendidikan akhlak dalam Wasiat Renungan Masa karya Tuan Guru KH. Muhammad Zainuddin Abdul Majid?. 2). Apa relevansi nilai-nilai pendidikan akhlak dalam Wasiat Renungan Mas Akarya Tuan Guru KH. Muhammad Zainuddin Abdul Majid dengan konsep pengutan pendidikan karakter K. 13.?.
Penelitian ini menggunakan penelitian studi pustaka (library research) dengan pendekatan kualitatif deskriptif, teknik pengumpulan data dilakukan dengan dokumentasi dan analisis data dilakukan dengan analisis isi (content analysis), kemudian untuk pengecekan keabsahan data peneliti menggunakan ketekunan dan triangulasi
Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa: Pertama, nilai-nilai pendidikan akhlak dalam Wasiat Renungan Masa karya Tuan Guru KH. Muhammad Zainuddin Abdul Majid meliputi akhlak kepada Allah (iman dan takwa, syukur, tawakkal), kemudian aakhlak kepada Rosulullah (dengan senantiasa membaca sholawat), kemudian akhlak kepada diri sendiri (jujur, amanah, ikhlas, disipli, kerja keras, sabar,rasa ingin tau) dan trakhir akhlak kepada orang lain(saling menasehati, hormat). Kedua Relevansi terhadap nilai akhlak dalam wasiat Renungan Masa dengan PPK K. 13 keduanya saling berkaitan dan saling isi memberi kontribusi.
ENGLISH:
Indonesia is currently experiencing instability in various aspects, especially moral degeneration which has damaged the morale of the nation's generation, this is inseparable from incidents that occur such as harassment, persecution, murder, brawls, fights between schools , drug cases, and various human rights violations.
The focus of this research is: 1). What are the values of moral education in the will of Tuan Guru KH. Muhammad Zainuddin Abdul Majid ?. 2). What is the relevance of the value of moral education in the will of Tuan Guru KH. Muhammad Zainuddin Abdul Majid with the concept of strengthening character education K. 13.?.
descriptive qualitative approach, data collection techniques are carried out by documentation and data analysis is carried out bycontent analysis, then to check the validity of the data the researcher uses persistence and triangulation.
The results of this study indicate that: First , the values of moral education in the will of Tuan Guru KH. Muhammad Zainuddin Abdul Majid includes morals towards Allah (faith and piety, gratitude, tawakkal), then morals to Rosulullah (by always reading sholawat), then morals to oneself (honest, trustworthy, sincere, disciplined, hard work, patient, desire tau) and akhlak to others (mutual advice, respect). Second, the relevance of the moral values in the will of the Renungan Masa with PPK K. 13, both of which are interrelated and contribute to each other.
ARABIC:
إندونيسيا حاليًا من عدم الاستقرار في جوانب مختلفة ، وخاصة الانحلال الأخلاقي الذي أضرلجيل لا ينفصل عن الحوادث التي تحدث مثل المضايقات والاضطهاد والقتل والمشاجرات والمعارك بين المدارس وقضايا المخدرات وانتهاكات حقوق الإنسان المختلفة.
محور هذا البحث هو: 1). ما هي قيم التربية الأخلاقية في إرادة السيج محمد زين الدين عبد المجيد؟. 2). ما أهمية قيمة التربية الأخلاقية في إرادة . السيخ محمد زين الدين عبد المجيد مع مفهوم تقوية تربية الشخصية ك 13.؟.
تستخدم هذه الدراسة البحثالمكتبي بمنهج نوعي وصفي ، وتقنيات جمع البيانات تتم عن طريق التوثيق ، ويتم تحليل البيانات عن طريقت حليل المحتوى ، ثم للتحقق من صحة البيانات التي يستخدمها الباحث المثابرة والتثليث ،
وتشير نتائج هذه الدراسة إلى ما يلي: أولاً ، قيم التربية الأخلاقية في إرادة يتضمن السيخ محمد زين الدين عبد المجيد الأخلاق تجاه الله (إيمانًا وتقوى ، وامتنانًا ، وتوكلًا) ، ثم الأخلاق إلى روسول الله (بقراءة الصلوات دائمًا) ، ثم الأخلاق على النفس (صادقة ، جديرة بالثقة ، مخلص ، منضبط ، مجتهد ، صبورة ، رغبة تاو) وأخلاق للآخرين (مشورة متبادلة ، احترام). ثانيًا ، أهمية القيم الأخلاقية في إرادة مع 13 PPK K. ، وكلاهما مترابط ويساهمان في بعضهما البعض
- …
