186 research outputs found

    PENGARUH BUDAYA ORGANISASI TERHADAP MOTIVASI KERJA PEGAWAI DI KANTOR KEMENTRIAN AGAMA KABUPATEN PADANG LAWAS

    Get PDF
    ABSTRAK Muhammad Rizky Jumadi Nasution : Pengaruh Budaya Organisasi Terhadap Motivasi Kerja Pegawai Di Kantor Kementrian Agama Kabupaten Padang Lawas Penelitian ini dilatar belakangi oleh Motivasi Kerja memerlukan strategi implementasi budaya organisasi yang dapat dilakukan melalui proses sosialisasi budaya organisasi yang ada di Kantor Kementerian Agama Permasalahan dan tujuan penelitian ini adalah apakah ada pengaruh budaya organisasi terhadap motivasi kerja pegawai di Kantor Kementerian Agama Padang Lawas. Metode yang digunakan deskriptip kuantitatif yaitu metode berwujud bilangan (skor,nilai,peringkat atau frekuensi) yang di analisis dengan menggunakan statistik untuk menjawab pertayaan atau hipotesis penilaian yang sifatnya spesifik dan melakukan prediksi bahwa suatu variabel tertentu mempengaruhi variabel yang lain, sampel dalam penelitian ini adalah Pegawai 30 orang, dengan kriteria Pegawai di Kantor Kementerian Agama Padang Lawas. Pegawai PNS/Non PNS yang sudah bekerja selama 1 tahun atau lebih dan pegawai yang mendapatkan budaya organisasi, penelitian ini menggunakan kuantitattif dengan penyebaran angket melalui bagian kepengurusan kepegawaian kemudian data yang didapat lalu diolah menggunakan SPSS versi 20. Hasil penelitian dengan nilai yang didapat yakni 0,361, dan setelah dilakukan analisis maka dapat disimpukan bahwah hubungan Budaya Organisasi Hubungan dengan nilai korelasi 0,361, ini menunjukkan bahwah variabel (X) Budaya Organisasi memiliki hubungan kuat terhadap variabel (Y) Motivasi Kerja Pegawai, sehingga dapat ddisimpulkan Ha diterima dan Ho ditolak. Yang artinya Budaya Organisasi berhubungan signifikan terhadap Motivasi Kerja Pegawai Dikantor Kementerian Agama Padang Lawas. Kata Kunci : Budaya Organisasi dan Motivasi Kerj

    ANALISIS VEGETASI TUMBUHAN DI RESORT PATTUNUANG-KARAENTA TAMAN NASIONAL BANTIMURUNG BULUSARAUNG

    Get PDF
    Kepulauan Sulawesi, secara fitogeografi termasuk ke dalam Provinsi Eastern Malesianbersama dengan Moluccas and Papua Nugini. Kepulauan Sulawesi kaya dengan flora dan fauna, memiliki 5000 spesies tumbuhan berbunga yang tercatat, dan 15% diantaranya adalah endemik. Ciri khas fauna Sulawesi adalah ketergantungannya yang kuat terhadap.Sulawesi Selatan yang merupakan bagian dari Kepulauan Sulawesi memiliki kawasan hutan lindung yang luas. Salah satunya adalah Taman Nasional Bantimurung Bulusaraung. Luas Taman Nasional Bantimurung Bulusaraung adalah ± 43.750 ha dan merupakan kawasan hutan lindung yang memiliki potensi sumber daya alam hayati dengan keanekaragaman yang tinggi.Berdasarkan Undang-undang Republik Indonesia Nomor 5 Tahun 1990 tentang Konservasi Sumber Daya Alam Hayati dan Ekosistemnya, taman nasional adalah kawasan pelestarian alam yang dikelola dengan sistem zonasi. Dengan demikian, penataan zonasi menjadi sangat penting peranannya dalam pengelolaan taman nasional. Zonasi merupakan prakondisi yang harus diprioritaskan dalam kegiatan pemantapan kawasan, sebelum kawasan taman nasional tersebut dapat dikembangkan, dimanfaatkan, dan dikelola secara efektif. Belum terselesaikannya sistem zonasi pada suatu kawasan taman nasional menjadi kendala dalam pengembangan dan pemanfaatan kawasan lebih

    Hubungan Kemandirian Belajar dan Persepsi Terhadap Manajemen Laboratorium TKJ dengan Hasil Belajar Bidang Produktif Prodi TKJ Siswa Kelas X SMKN di Kabupaten Malang

    No full text
    ABSTRAK   Jumadi, Muhammad. 2017. Hubungan Kemandirian Belajar dan Persepsi Terhadap Manajemen Laboratorium TKJ dengan Hasil Belajar Bidang Produktif Prodi TKJ Siswa Kelas X SMKN di Kabupaten Malang. Skripsi. Program Studi Pendidikan Teknik Informatika, Jurusan Teknik Elektro, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Drs. Dwi Prihanto, S.S.T. M.Pd. (2)Drs.Suwasono,M.T.   Kata Kunci: Kemandirian Belajar, Persepsi Terhadap Manajemen Laboratorium TKJ, Hasil Belajar   Hasil belajar dalam proses pembelajaran menjadi faktor penentu berhasil atau tidaknya tujuan pendidikan. Hasil belajar yang tinggi tidak akan didapatkan dengan mudah, banyak hal yang mempengaruhi kuantitas dan kualitas belajar siswa yang pada akhirnya akan mempengaruhi hasil belajar. Hal tersebut datang dari dalam diri seperti kemandirian belajar, dan luar siswa itu sendiri, seperti persepsi terhadap manajemen laboratorium. Tujuan dilakukannya penelitian ini yaitu: (1) Mendeskripsikan tingkat kemandirian belajar (X1), tingkat persepsi terhadap manajemen laboratorium (X2) dan tingkat hasil belajar bidang produktif prodi TKJ (Y), (2) Mengungkap hubungan antara kemandirian belajar (X1) dengan hasil belajar bidang produktif prodi TKJ, (3) Mengungkap hubungan antara persepsi siswa terhadap manajemen laboratorium TKJ (X2) dengan hasil belajar bidang produktif prodi TKJ (Y), dan (4) Mengungkap hubungan simultan antara kemandirian belajar (X1) dan persepsi terhadap manajemen laboratorium TKJ (X2) dengan hasil belajar bidang produktif prodi TKJ (Y). Penelitian ini merupakan penelitian ex-postfacto dengan rancangan penelitian deskriptif korelasional. Populasi dalam penelitian ini adalah SMKN di Kabupaten Malang dengan jumlah responden 180 dan sampel sebanyak 124. Teknik yang digunakan dalam pengumpulan data berupa dokumentasi dan angket/kuesioner. Teknik analisis data yang digunakan adalah analisis regresi linier ganda dengan bantuan aplikasi IBM SPSS Statistics 24. Hasil penelitian yaitu: (1) Tingkat kemandirian belajar bidang produktif prodi TKJ siswa kelas X SMKN di Kabupaten Malang termasuk ke dalam kategori tinggi, tingkat persepsi terhadap manajemen laboratorium TKJ siswa kelas X SMKN di Kabupaten Malang termasuk ke dalam kategori tinggi, tingkat hasil belajar bidang produktif prodi TKJ siswa kelas X SMKN di Kabupaten Malang termasuk ke dalam kategori sedang, (2) Ada hubungan positif dan signifikan antara kemandirian belajar bidang produktif prodi TKJ dengan hasil belajar bidang produktif prodi TKJ siswa kelas X SMKN di Kabupaten Malang, (3) Ada hubungan positif dan signifikan antara persepsi terhadap manajemen laboratorium TKJ dengan hasil belajar bidang produktif prodi TKJ siswa kelas X SMKN di Kabupaten Malang, (4) Ada hubungan positif dan signifikan secara simultan antara kemandirian belajar bidang produktif prodi TKJ dan persepsi terhadap manajemen laboratorium TKJ dengan hasil belajar bidang produktif prodi TKJ siswa kelas X SMKN di Kabupaten Malang

    Analisis Vegetasi Tumbuhan Di Kawasan Resort Bantimurung, Seksi Pengelolaan Taman Nasional Wilayah II Camba, Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan

    Get PDF
    Kepulauan Sulawesi kaya dengan flora dan fauna, memiliki 5000 spesies tumbuhan berbunga yang tercatat, dan 15% diantaranya adalah endemik. Ciri khas fauna Sulawesi adalah ketergantungannya yang kuat terhadap. Sulawesi Selatan yang merupakan bagian dari Kepulauan Sulawesi memiliki kawasan hutan lindung yang luas. Salah satunya adalah Taman Nasional Bantimurung Bulusaraung. Luas Taman Nasional Bantimurung Bulusaraung adalah ± 43.750 ha dan merupakan kawasan hutan lindung yang memiliki potensi sumber daya alam hayati dengan keanekaragaman yang tinggi. Tanaman Nasional Bantimurung Bulusaraung meliputi areal kawasan hutan seluas 43,750 Ha yang terletak di Kabupaten Maros dan Pangkep Provinsi Sulawesi Selatan. Kawasan ini ditunjuk berdasarkan Keputusan Menteri Kehutanan Nomor : SK.398/Menhut-II/2004 tanggal 18 oktober 2004. Sebelum berubah fungsi menjadi Taman Nasional, kawasan ini berfungsi sebagai cagar alam seluas 10.282,65 Ha, taman wisata alam seluas 1.624,25 Ha, hutan lindung seluas 21.343,10 Ha, hutan produksi tetap seluas 10.355 Ha, serta hutan produksi terbatas seluas 145 Ha. Alih fungsi kawasan ini menjadi taman nasional didasarkan atas pertimbangan bahwa : kawasan tersebut merupakan ekosistem karst yang memiliki keanekarangaman hayati yang tinggi dengan jenis- jenis flora dan fauna endemik, unik dan langka. Keunikan fenomena alam yang khas dan indah serta ditujukan untuk perlindungan sistem tata air

    Strengthening Islamic character through Mathematics learning

    No full text
    The concept of mathematics learning which is integrated with Islamic character education is still limited; this is one of logical reasons why this research is conducted. The basic motivation of carrying out this research is to describe a concept of mathematics learning which is contextualized with Islamic character education. This research aims at describing concept of mathematics learning which is integrated with Islamic character education. This research uses a qualitative approach by emphasizing its analysis on the comparative inference process as well as on phenomena relationship dynamics observed by using scientific logic. Qualitative research is an approach that produces descriptive data in the form of written words from observed people that are not written in terms used in quantitative research. Research method used in this study is case study in which the researcher is trying to find out how the process of strengthening Islamic character through mathematics learning. This research was carried out at MA Nurul Ummah Kotagede Yogyakarta which has innovatively implemented mathematics learning using various methods through interactive learning multimedia which is integrated with strengthening Islamic character. Research finding showed that strengthening Islamic character through mathematics learning at MA Nurul Ummah is integrated into several aspects, namely learning methods, learning materials, and all aspect directly related to learning process in the classroom including putting statement of honesty on the answer sheet and giving reward and punishment to students

    Analisis Persepsi Siswa Non-Muslim terhadap Mata Pelajaran Pai di SMK Muhammadiyah Aimas

    Get PDF
    Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi persepsi siswa non-Muslim terhadap pembelajaran mata pelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI) di SMK Muhammadiyah Aimas. Metode penelitian yang digunakan adalah wawancara terhadap beberapa siswa non-Muslim di sekolah tersebut. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar siswa non-Muslim memiliki persepsi yang positif terhadap pembelajaran PAI. Mereka menyatakan bahwa pembelajaran PAI bermanfaat dalam penerapan ilmu, mengajarkan toleransi, dan memahami kebiasaan hidup siswa Muslim. Selain itu, siswa non-Muslim merasa nyaman menjalani kewajiban ini dan melihatnya sebagai pengalaman yang luar biasa. Pembelajaran PAI juga memberikan implikasi positif bagi siswa non-Muslim, seperti meningkatkan pemahaman tentang budaya dan toleransi agama serta nilai-nilai moral dan etika. Dalam hasil dan pembahasan penelitian ini, disarankan untuk meningkatkan pemahaman siswa tentang agama Islam, melibatkan siswa non-Muslim dalam aktivitas agama, dan mengadakan forum dialog antaragama. Selain itu, metode pembelajaran yang inklusif, berbasis pengalaman, dan kolaboratif juga direkomendasikan untuk memastikan siswa non-Muslim terlibat dan menghargai materi PAI.   &nbsp
    corecore