463 research outputs found
MANAJEMEN BANDWIDTH HOTSPOT DENGAN METODE QUEUE TREE MENGGUNAKAN ROUTER MIKROTIK DI JURUSAN TEKNIK KOMPUTER POLITEKNIK NEGERI SRIWIJAYA
Muhammad Irvan Dwi Syahputera (2020 : 55 Halaman)
Tujuan laporan akhir ini adalah untuk merancang manajemen bandwidth hotspot dengan metode queue tree menggunakan router mikrotik di Jurusan Teknik Komputer Politeknik Negeri Sriwijaya. Pada sistem ini, manajemen bandwidth hotspot metode queue tree berjalan berdasarkan konfigurasi penandaan paket download dan upload pada mangle agar queue tree dapat mengenali paket yang ditandai. Setelah itu bandwidth akan dibagikan secara merata kepada setiap client melalui konfigurasi queue type PCQ.
Dalam konfigurasi manajemen bandwidth hotspot dengan metode queue tree menggunakan router mikrotik dan Winbox sebagai aplikasi untuk mengatur manajemen bandwidth.
Berdasarkan hasil pengujian diperoleh dengan menggunakan perangkat wireless router dapat membuat jaringan hotspot, melakukan manajemen bandwidth pada hotspot dengan metode queue tree dan menyalurkan bandwidth kepada pengguna Wi-Fi secara merata melalui konfigurasi Queue Type PCQ
Analisis penetapan anggota legislatif atas dasar suara terbanyak berdasarkan putusan Mahkamah Konstitusi Nomor 22-24/PUU-VI/2008 / oleh Alexander Irvan
abstrak (A). Nama : Alexander Irvan ( NIM : 205040084 ) (B). Judul Skripsi : Analisis Penetapan Anggota Legislatif Berdasarkan Suara Terbanyak Ditinjau Dari Putusan Mahkamah Konstitusi Nomor 22-24/PUU-VI/2008 (C). Halaman : vii + 105 halaman + 37 + 2009 (D). Kata Kunci : Anggota Legislatif, Suara Terbanyak (E). Isi Abstrak : Undang-Undang Nomor 10 Tahun 2008 tentang Pemilihan Umum Anggota DPR, DPD, DPRD adalah landasan hukum penyelenggaraan pemilihan umum. Dalam Pasal 214 Undang-Undang Nomor 10 Tahun 2008 tentang Pemilihan Umum Anggota DPR, DPD, DPRD, ditentukan bahwa apabila calon legislatif tidak memperoleh suara sekurang-kurangnya 30% dari Bilangan Pembagi Pemilihan (BPP), maka calon terpilih ditetapkan berdasarkan nomor urut. Namun sejak dikeluarkannya Putusan Mahkamah Konstitusi No.22-24/PUU-VI/2008 maka Pasal 214 tersebut dinyatakan tidak mengikat karena bertentangan dengan UUD 1945. Oleh karena itu, timbul pertanyaan bagaimanakah implementasi Putusan Mahkamah Konstitusi No.22-24/PUU-VI/2008 terhadap penetapan anggota legislatif berdasarkan sistem suara terbanyak yang menggantikan sistem nomor urut seperti yang diatur dalam Pasal 214. Metode penelitian yang digunakan oleh penulis dalam meneliti kasus ini adalah penelitian normatif. Dalam penelitian yang dilakukan oleh penulis, ternyata akibat dari dibatalkannya Pasal 214 maka KPU membuat aturan yang mengatur mengenai tata cara penetapan anggota legislatif berdasarkan suara terbanyak dengan berpedoman pada pertimbangan hukum Putusan Mahkamah Konstitusi No.22-24/PUU-VI/2008. Padahal dalam amar putusannya, Mahkamah Konstitusi sama sekali tidak mengatur mengenai sistem suara terbanyak. Karena Mahkamah Konstitusi tidak berwenang untuk membuat norma hukum baru dalam amar putusannya. Untuk mengganti tata cara penetapan anggota legislatif haruslah diatur dengan peraturan perundang-undangan yang secara hierarki setingkat dengan UU atau Perpu agar dijamin kepastian hukumnya. (F). Acuan : 37 (1977 - 2009) (G). Pembimbing : Muhammad Abudan, S.H., M.H. (H). Penulis : Alexander Irva
Implementasi Otonomi Daerah di Daerah Otonomi Baru (DOB) Tahun 2008-2011 Studi Kasus: Kota Pariaman
Muhammad Irvan, 07193045, Jurusan llmu Politik, Fakultas llmu
Sosial dan Ilmu Politik-Universitas Andalas Padang. Dengan Judul Skripsi:
"Implementasi Otonomi Daerah di Daerah Otonomi Baru (DOB) Tahun
2008-2011 Studi Kasus : Kota Pariaman". Dibimbing oleh: DR. Asrinaldi,
M.Si dan Tengku Rika Valentina, S.Ip., MA. Skripsi ini terdiri dari 92
halaman dengan referensi 3 buku teori, 8 buku metode, 2 jurnal, 2 skripsi, 3
Undang-undang dan 5 situs internet.
Dalam penelitian ini penulls mendeskripsikan tentang Implementasi
Otonomi Daerah di Kota Pariaman sebagai Daerah Otonomi Baru (DOB).
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh pelaksanaan otonomi daerah di Indonesia
sejak diberlakukannya UU No 22 Tahun 1999. Melalui UU tersebut berdampak
kepada Pemekaran wilayah termasuk Kota Pariaman karena tidak di atur lagi
tentang Kota Administratif.
Dalam penelitian ini, penulis menggunakan pendekatan kualitatif dengan
tipe penelitian studi kasus. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan
wawancara dan dokumentasi. Sementara teknik keabsahan data yang digunakan
peneliti yaitu triangulasi sumber. Pemilihan informan dilakukan dengan teknik
purposive sampling. Penelitian ini mengacu pada konsep otonomi daerah dan
dampak negatif pelaksanaan otoda.
Dari hasil penelitian yang dilakukan, peneliti menarik kesimpulan bahwa
dalam pelaksanaan otonomi daerah di Kota Pariaman telah membawa dampak
poisiti dan negatif kepada tujuan awal pelaksanaan otonomi daerah. Implementasi
Otonomi daerah di Kota Pariaman dapat meningkatkan ekonomi masyarakat dan
meningkatkan pelayanan terhadap publik yang lebih baik karena semakin
berkembangnya infiastruktur seperti kesehatan dan infrastruktur pendidikan.
Implementasi Otonomi daerah juga menciptakan dampak negatif seperti
ketidaksetaraan yang lebih besar antar daerah jika tidak didukung oleh
kemampuan manajerial walikota atau Kepala daerah untuk mengelola Sumber
Daya Alam (SDA), Sumber Daya Manusia (SDM), dan Sumber dana yang
mereka miliki
Another New Bent-toed Gecko, genus Cyrtodactylus Gray 1837 (Squamata: Gekkonidae), from Borneo
Riyanto, Awal, Fauzi, Muhammad Alif, Sidik, Irvan, Irham, Mohammad, Kurniawan, Nia, Ota, Hidetoshi, Okamoto, Taku, Hikida, Tsutomu, Grismer, L. Lee (2021): Another New Bent-toed Gecko, genus Cyrtodactylus Gray 1837 (Squamata: Gekkonidae), from Borneo. Zootaxa 5026 (2): 286-300, DOI: https://doi.org/10.11646/zootaxa.5026.2.
The effectiveness of the pre-employment card program on increasing recipient productivity
This study aimed to determine the effectiveness of the pre-emThis study aimed to evaluate the effectiveness of the pre-employment card program in increasing the productivity of recipients in terms of the use of training assistance and providing incentives in Puluhan Tengah village in 2020. The research uses a qualitative method with a case study approach for understanding the implementation of the pre-employment card program. Structured interviews with random recipients of the pre-employment card program carried out the data collection technique. The data processing in this research uses the ATLAS application, which can help organize, code, and analyze research data more efficiently and structure. The results showed that the pre-employment card training had not impacted participants' productivity, especially in creating new jobs in Puluhan village. The recipients need to be optimized to ensure increased productivity for each recipient can be realized.AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas program kartu prakerja dalam meningkatkan produktivitas penerima ditinjau dari penggunaan bantuan pelatihan dan pemberian insentif pada desa Puluhan Tengah tahun 2020. Penelitian menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus untuk mengetahui secara mendalam pelaksanan program kartu prakerja. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan wawancara terstruktur terhadap penerima program kartu prakerja yang dilakukan secara acak. Pengolahan data pada penelitian ini menggunakan aplikasi ATLAS.ti yang dapat membantu mengorganisasikan, memberikan kode, dan menganalisis data penelitian secara lebih efisien dan terstruktur. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelatihan kartu prakerja belum efektif memberikan dampak pada produktivitas peserta khususnya dalam menciptakan lapangan kerja baru di desa Puluhan. Beberapa penyebab seperti motif penerima bantuan, potensi tindakan pencaloan, dan lamanya penerbitan sertifikat pelatihan. Sehingga bagi penerima, pemanfaataan program ini perlu dioptimalkan agar tujuan dari program ini berupa peningkatan produktifitas bagi tiap penerima dapat terwuju
PEMIKIRAN MUHAMMAD RASYID RIDHA TENTANG PEMBAHARUAN PENDIDIKAN ISLAM
Latar belakang penelitian ini adalah salah satu persoalan yang masih dihadapi dalam
dunia pendidikan adalah adanya dikotomi keilmuan antara pengetahuan agama dengan
pengetahuan umum yang berdampak kepada dualisme lembaga pendidikan disatu sisi ada
pendidikan agama yang hanya mengajarkan nilai-nilai keagamaan tetapi kurang memahami
masalah kondisi riil urusan duniawi, sebaliknya pendidikan umum yang hanya mengajarkan
pengetahuan dan keterampilan dunia, tetapi kering akan nilai-nilai agama. Menurut
Muhammad Rasyid Ridha, pada dasarnya ilmu pengetahuan merupakan satu kesatuan yang
tidak bisa dipisahkan antara pengetahuan agama dengan pengetahuan umum. Atas
pertimbangan ini penulis ingin mengkaji pemikiran tokoh di abad ke- 20 yang memiliki
pengaruh cukup besar terhadap pembaharuan Islam. Muhammad Rasyid Ridha telah
melakukan pembaharuan dalam pendidikan Islam seperti tujuan pendidikan Islam,
kurikulum pendidikan, sistem pendidikan, pendidik dan peserta didik, serta
mengintegrasikan antara ilmu umum dan ilmu agama.
Penulis merumuskan permasalahan penelitian ini sebagai berikut: Bagaimana
Pemikiran Muhammad Rasyid Ridha tentang Pembaharuan Pendidikan Islam, Bagaimana
Relevansi Pembaharuan Pendidikan Islam Muhammad Rasyid Ridha dengan Pendidikan
Islam di Indonesia. Jenis Penelitian ini Studi Pustaka (library research) bersifat deskriptif
kualitatif. Sumber data yang penulis peroleh melalui sumber utama (primary sources)
berupa buku, jurnal, artikel, dan makalah, sumber kedua (secondary sources) berupa buku,
jurnal, artikel, makalah, dan sebagainya.
Hasil penelitian ini bahwa pentingnya pembaharuan dalam pendidikan Islam
merupakan respon terhadap perkembangan zaman yang begitu pesat di era- globalisasi,
terlebih dengan kecanggihan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (IPTEK) yang harus pula
diimbangi dengan Iman dan Taqwa (IMTAQ). Pembaharuan pendidikan Islam yang
Muhammad Rasyid Ridha tawarkan terhadap pendidikan Islam diarahkan kepada tujuan
pendidikan yang menghasilkan manusia yang saleh, merdeka, dan maju dalam berbagai
bidang kehidupan, kurikulum yang harus memiliki keterpaduan yang seimbang antara
pengetahuan agama dan pengetahuan umum, sistem pendidikan yang tidak
mendiskriminasikan antara sekolah umum dengan sekolah agama, pendidik yang
profesional dan mendalam dalam pengetahuannya, serta peserta didik yang memiliki sifat
kritis, kreatif, dan inovatif.
Kata Kunci: Islam, Muhammad Rasyid Ridha, Pembaharuan, Pemikiran, Pendidikan
Peran Home Industry Tahu Bulat Dalam Menyerap Tenaga Kerja Di Desa Leuwimunding Kecamatan Leuwimunding Kabupaten Majalengka
Irvan Muhammad Idris, NIM: 1414231054, Peran Home Industry Tahu
Bulat Dalam Menyerap Tenaga Kerja Di Desa Leuwimunding Kecamatan
Leuwimunding Kabupaten Majalengka.
Home industry adalah suatu industry yang dikerjakan dirumah dan
berskala kecil. Menurut kamus kecil bahasa Indonesia pengertian home adalah
rumah, sedangkan industry adalah perusahaan yang memproduksi barang-barang.
Dalam suatu industri kecil pasti terdapat beberapa aspek yang dibutuhkan untuk
bias mendukung berjalanya suatu industry tersebut, diantaranya: modal, bahan
baku, tenaga kerja, pemasaran, serta konsumen.
Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui bagaimana peranan
industri tahu terhadap penyerapan tenaga kerja di Desa Leuwimunding, untuk
mengetahui apa saja faktor pendukung dan faktor penghambat industri tahu dalam
penyerapan tenaga kerja. dan untuk mengetahui penyerapan tenaga kerja pada
industri tahu menurut perspektif ekonomi Islam. Sumber data diperoleh dari data
primer dan skunder, dan teknik dalam pengumpulan data dengan cara wawancara,
Metode yang digunakan dalam menganalisa data adalah metode deskriptif.
Hasil penelitian menyebutkan bahwa penyerapan tenaga kerja di Desa
Leuwimunding setiap tahunnya semakin meningkat, rata-rata perkembangan
penyerapan tenaga kerja pertahun pada industri tahu adalah sekitar 100 orang,
jumlah ini sangat membantu dalam mengurangi pengangguran yang ada di
Kabupaten Majalengka terutama di Daerah Desa Leuwimunding, adapun faktor
pendukung yaitu: produk tahu digemari oleh mayoritas penduduk di Kabupaten
Majalengka, kemudahan pada penyeleksian calon tenaga kerja, dan faktor
penghambatnya yaitu: keterbatasan bahan baku, persaingan sesama pengusaha
industri tahu, dan jumlah modal yang kecil dalam produksi sehingga tenaga kerja
yang dibutuhkan juga sedikit, didalam Agama Islam membantu dan saling tolong
menolong sangatlah dianjurkan dan bias menjadi wajib apabila disekitar kita ada
yang sangat memerlukan bantuan dari kita dalam hak kebaikan,dengan
keberadaan industri Tahu ini telah menyerap tenaga kerja dan hal ini telah ikut
andil dalam mengurangi pengangguran. dari segi perspektif ekonomi Islam
penyerapan tenaga kerja pada industri tahu sudah sesuai dengan syari’at Islam.
Kata Kunci: Home Industry, Tahu Bulat dan Tenaga Kerja
FIGURE 4 in Another New Bent-toed Gecko, genus Cyrtodactylus Gray 1837 (Squamata: Gekkonidae), from Borneo
FIGURE 4. Head features of holotype (MZB.Lace.8501) of Cyrtodactylus hamidyi sp. nov. (A) Dorsal view. (B) Lateral view. (C) Dorsoanterior view showing rostal region, white arrows indicate inter nares. (D) Ventral view showing mental region, white arrows indicate small scales between two second post-mentals. Scale not shown.Published as part of Riyanto, Awal, Fauzi, Muhammad Alif, Sidik, Irvan, Irham, Mohammad, Kurniawan, Nia, Ota, Hidetoshi, Okamoto, Taku, Hikida, Tsutomu & Grismer, L. Lee, 2021, Another New Bent-toed Gecko, genus Cyrtodactylus Gray 1837 (Squamata: Gekkonidae), from Borneo, pp. 286-300 in Zootaxa 5026 (2) on page 292, DOI: 10.11646/zootaxa.5026.2.8, http://zenodo.org/record/529823
Pengaruh Metode Penyayatan Laju Tinggi dan Sudut Buang Pahat terhadap Kekasaran Permukaan Hasil Bubut Rata Menggunakan Pahat HSS pada Bahan Bronze
RINGKASAN Irvan, Muhammad Farid. 2018. Pengaruh Metode Penyayatan Laju Tinggi dan Sudut Buang Pahat terhadap Kekasaran Permukaan Hasil Bubut Rata Menggunakan Pahat HSS pada Bahan Bronze. Skripsi, Jurusan Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Drs. H. Abdul Qolik, M.M., M.Pd., (2) Drs. Basuki, M.Pd. Kata Kunci: kecepatan putaran spindle, gerak makan, sudut buang pahat HSS, kekasaran permukaan Proses bubut adalah proses pemesinan untuk menghasilkan bagian-bagian mesin berbentuk silindris yang dikerjakan dengan mesin bubut. Parameter pembubutan terdiri dari gerak makan, kedalaman potong, kecepatan putar spindel, kecepatan pemotongan, dan kecepatan penghasilan geram. Bronze merupakan suatu paduan logam yang berbasis tembaga dengan timah sebagai aditif utama. Kekasaran permukaan adalah penyimpangan yang disebabkan oleh kondisi pemotongan dari proses pemesinan. Penelitian ini dilakukan untuk mengentahui pengaruh kecepatan putaran spindel, gerak makan, dan sudut buang pahat terhadap kekasaran bahan Bronze. Hal ini dapat memaksimalkan hasil produksi. Hasil penelitian ini untuk memperoleh nilai kekasaran permukaan bronze yang rendah. Penelitian ini menggunakan metode eksperimental. Variabel bebas yang digunakan dalam penelitian ini adalah kecepatan putaran spindle, gerak makan, dan sudut buang pahat hss. Kecepatan putaran spindle yang digunakan variasi 630 rpm, 920 rpm, dan 1250 rpm. Gerak makan variasi yang digunakan 0.050 mm/rev, 0.100 mm/rev, dan 0.200 mm/rev. Variasi sudut buang pahat hss yang digunakan 3˚,10˚, dan 20˚. Variabel terikat pada penelitian ini adalah kekasaran permukaan pada hasil pembubutan bahan bronze. Variabel kontrol pada penelitian ini adalah tidak menggunakan pendingin. Kedalaman pemakanan pada penelitian ini sebesar 0,5 mm. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa kecepatan putaran spindle rata-rata yang paling halus pada kecepatan 1250 rpm dengan nilai Ra 0.59 µm. Gerak makan paling baik pada 0.050 mm/rev dengan nilai Ra 0.59 µm. Sudut buang pahat yang memiliki kekasaran paling rendah pada sudut 3˚ dengan nilai Ra 0.59 µm. Dari ketiga variabel bebas berpengaruh secara signifikan terhadap tingkat kekasaran permukaan pada proses pembubutan bahan bronze. Hasil penelitian ini juga didapatkan bahwa variasi yang paling halus didapat pada kecepatan putaran spindle 1250 rpm, gerak makan 0.050 mm/rev, dan sudut buang pahat 3˚ dengan hasil kekasaran Ra 0.59 µm
Comprehensive overview of IRVAN syndrome: a structured review of Case Reports and Case Series
Idiopathic retinal vasculitis, aneurysms, and neuroretinitis (IRVAN) syndrome is a rare spectrum of retinal vasculitis, aneurysms, and neuroretinitis affecting young individuals in their third decade. Most of our current knowledge is based on case reports, case series, and a handful. of collaborative studies. There is much diversity in treatment approaches and outcomes in the reported literature. We have aggregated published case reports and case series into quantitative and narrative synthesis to draw evidence-based conclusions toward clinical features, atypical and rare findings, systemic associations, disease course, and treatment outcomes. The analysis suggested the disease mostly affects young individuals with a female predilection. Anterior chamber and vitreous inflammation are common than previously believed. The most prevalent pattern of retinal vasculitis in IRVAN eyes is mixed vasculitis, followed by arteritis and phlebitis. Most eyes at the time of presentation have capillary nonperfusion and require treatment. Most eyes retain good visual acuity; however, treatment is required to maintain visual function. Intravitreal antivascular endothelial growth factors administered as an adjunct to retinal laser photocoagulation are more likely to improve visual outcomes. Besides, we have discussed the different hypotheses on the etiopathogenesis of the disease and stronger evidence suggests an inflammatory origin of the disease
- …
