38 research outputs found

    Adab Belajar Murid Menurut Imam Al-Ghazali (Telaah Kitab Bidayatul Hidayah Bagian Ketiga Pasal 3 adab-adab Seorang Murid)

    No full text
    ABSTRAK Muhammad Rahmatullah, 2016. Adab Belajar Murid Menurut Imam Al-Ghazali(Telaah Kitab Bidayatul Hidayah Bagian Ketiga Pasal 3 Adab-adab Seorang Murid). Skripsi, Jurusan Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah, Fakultas Tarbiyah dan Keguruan. Pembimbing: Drs. H. Mubin, M.Ag. Kata kunci: Adab Belajar Murid, Imam Al-Ghazali, Kitab Bidayatul Hidayah Penelitian ini dilatarbelakangi dengan pandangan bahwa kemerosotan adab di zaman sekarang sangat banyak kita rasakan terutama banyaknya kasus-kasus yang di lakukan terutama anak-anak di bawah umur, hal tersebut sangatlah memprihatinkan bagi kebanyakan generasi yang akan datang nantinya, karena anak-anak tersebut masih dalam masa pendidikan. Maka dalam hal ini sangatlah penting dengan menjaga adab terhadap gurunya, maka akan membuahkan hasil hubungan yang baik dengan guru dan apabila hubungan dengan guru baik, maka kemungkinan besar ilmu akan mudah diterima oleh seorang murid dan ilmu yang diterima atau yang didapat akan mendapat keberkahan. Kitab bidayatul hidayah merupakan salah satu karangan ulama besar tasawuf yaitu Imam Al-Ghazali yang di dalamnya berbagai macam adab, diantara adab-adab tersebut yaitu pembicaraan tentang bagaiamana adab seorang murid kepada gurunya disaat belajar. Tujuan dalam penelitian ini yaitu 1) Untuk mengetahui bagaimana adab belajar yang dilakukan oleh seorang murid menurut Imam Al-Ghazali di dalam kitab Bidayatul Hidayah, 2) Untuk mengetahui apakah adab belajar menurut Imam Al-Ghazali dalam karangannya Bidayatul Hidayah tersebut bisa masih releven dengan Teori Pendidikan Sekarang. Jenis penelitian ini adalah penelitian kepustakaan (Library Research), yakni dengan membaca, menelaah dan mengkaji buku-buku dan sumber tulisan yang erat kaitannya dengan masalah yang dibahas.Adapun dalam pembahasannya penulis menggunakanmetode deskriptif karena data yang dikumpulkan berupa kata-kata dan bukan angka-angka. Penelitian deskriptif tidak dimaksudkan untuk menguji hipotesis tertentu tetapi hanya menggambarkan apa adanya tentang sesuatu variabel, gejala atau keadaan. Selain itu semua yang dikumpulkan berkemungkinan menjadi kunci terhadap apa yang diteliti. Dengan demikian laporan penelitian akan berisi kutipan-kutipan data untuk memberi gambaran penyajian laporan tersebut. Data tersebut mungkin berasal dari naskah atau dokumen lainnya. Dari hasil penelitian menunjukkan bahwa 1) Bahwa Adab Belajar Murid menurut Imam Al-Ghazali di dalam karyanya yaitu kitab Bidayatul Hidayah memiliki hampir beberapa kesamaan dengan kitab yang lain, terutama kitab Akhlak Lil Banin karangan Umar Bin Ahmad al-Barja tentang poin adab, 2) Berdasarkan hasil penelitian penulis bahwa relevansi adab belajar murid menurut Imam al-Ghazali dengan teori pendidikan sekarang adalah masih sesuai, dan masih relevan

    Ilmu Dalam Perspektif Imam Al-Ghazali

    No full text
    Abstract Science is the obligation of muslims to open the horizons of the islamic world yag rooted in the revelation of the Qur'an and the Sunnah, supported by akaluntuk the development of Islamic education. The islamic life is very closely connected with education, in order to continue generasa young intellect and know religion. A figure of islam Al-Imam Al-Ghazali is an expert philosopher famous with his work we Ihya; Ulumuddin (reviving the knowledge of religion). In the book of Ihya ‘Ulumuddin explained about the concept of science that can be drawn as a reference of scientific a muslim. in the works of Al-Ghazali explained in detail about the meaning of the concept of science which is very important for the development of islamic religious education. Al-Ghazali divides knowledge into two categories, namely: fardhu ‘ain and fardhu kifayah. Therefore, the concept of education should be started from the fard ‘ain fardhu kifayah. Keywords: Of Science, Imam Al-Ghazali, Fard ‘Ain, Fard Kifayah.   Abstrak Ilmu merupakan kewajiban muslim untuk membuka cakrawala dunia islam yag bersumber pada wahyu Al-Qur’an dan Sunnah dengan didukung oleh akaluntuk perkembangan pendidikan Islam. Kehidupan islam sangat erat hubungannya dengan pendidikan, demi meneruskan generasa muda yang intelek dan tahu agama. Seorang tokoh islam Al-Imam Al-Ghazali merupakan ahli filosof masyhur dengan karyanya kita Ihya; Ulumuddin (menghidupkan kembali pengetahuan agama). Dalam kitab Ihya ‘Ulumuddin dijelaskan tentang konsep keilmuan yang dapat ditarik sebagai rujukan ilmiah seorang muslim. dalam karya Al-Ghazali dijelaskan secara detail tentang makna konsep keilmuan yang sangat penting demi perkembangan pendidikan agama islam. Al-Ghazali membagi ilmu menjadi dua kategori yaitu: fardhu ‘ain dan fardhu kifayah. Oleh karena itu, konsep pendidikan seharusnya dimulai dari yang fardhu ‘ain untuk fardhu kifayah. Kata Kunci: Ilmu, Imam Al-Ghazali, Fardhu ‘Ain, Fardhu Kifayah

    MENELUSURI JEJAK MAQASHID SYARI’AH DALAM ISTINBATH HUKUM IMAM HAMBALI

    No full text
    ABSTRACTTheoretically, Maqashid Shari’ah puts forward the concepts, objectives and adaptability of Islamic law from philosophical-ideological characteristic to an actual-empirical one. The problems discussed in maqashid shari'ah are always interesting and debatable to Muslim scholars as well as comman people. Therefore, reviewing and tracing the footsteps of maqashid syari’ah in Imam Hambali’s legal method of istimbath has a strategic value in honing intellectual acuity as well as making it as a parameter in formulating new laws on various increasingly complicated and crucial contemporary issues faced by Muslims. In tracing the footsteps of maqashid shari’ah employing Sad Dzari’ah, which is the Hambali’s legal method of istimbath, it appears that flexibility, and dynamism of Islamic law rests on purposefulness (maqashid) as the essence of the law itself.Keywords: Imam Hambali, Islamic law, IstinbathMethod, Maqashid Syari’ah, Sad Dzari’a

    KLASIFIKASI PENELITIAN PERAN GURU AKIDAH AKHLAK DALAM PEMBENTUKAN KARAKTER PESERTA DIDIK

    No full text
    ABSTRAK Pika Rahmatullah, 2022.“Klasifikasi Penelitian Peran Guru Akidah Akhlak dalam Pembentukan Karakter Peserta Didik”. Skripsi Program Studi Pendidikan Agama Islam Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan Institusi Agama Islam Negeri Palopo. Dibimbing oleh Kartini, dan Mustafa. Skripsi ini membahas tentang Klasifikasi Penelitian Peran Guru Akidah Akhlak Dalam Pembentukan Karakter Peserta Didik. Penelitian ini dimaksudkan untuk menjawab permasalahan sebagai berikut: (1) Bagaimanakah hasil penelitian terdahulu yang relevan tentang Peran Guru Akidah Akhlak dalam Pembentukan Karakter Peserta didik pada 3 tahun terakhir. (2) Adakah faktor penghambat yang dialami peneliti dalam penelitian klasifikasi penelitian peran guru akidah akhlak dalam pembentukan karakter pserta didik. Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian pustaka. Dengan menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penelitian ini menggunakan 10 hasil penelitian terdahulu yang relevan yang berkaitan tentang peran guru akidah akhlak dalam pembentukan karakter peserta didik yang diteliti oleh Ulfatul Chasanah Maulida, Nurul Muminah, Yuyun, Muhammad Anugrah Ramadhan, Imam As’ad Al-abror, Dopi Adi Saputra, Armina, Pepia Nopriani, Ayu Windari dan Kartika. Kemudian di klasifikaikan ke dalam hasil penelitian yang dilakukan oleh peneliti untuk dijadikan bahan penelitian. Adapun kelebihan dalam penelitian ini yaitu membuktikan keaslian penelitian bahwa penelitian ini berbeda dengan penelitian-penelitian sebelumnya. Dan kekurangan dalam penelitian ini yaitu sering dianggap kurang penting karena hanya membuktikan bahwa penelitian ini belum pernah dilakukan sebelumya. Serta hambatan dalam penelitian ini adalah keterbatasan waktu dan kadang-kadang peneliti kesulitan dalam mencari data-data yang akan dijadikan bahan penelitian jika sarana yang digunakan tidak mendukung. Kata Kunci: Klasifikasi, Peran Guru, dan Karakter Peserta Didik

    TINJAUAN HUKUM KELUARGA ISLAM TERHADAP PERAN ANGGOTA KELUARGA DALAM MEWUJUDKAN KEHARMONISAN KELUARGA (Studi Kasus di Desa Pulosari Kecamatan Ngunut Kabupaten Tulungagung)

    No full text
    Muhammad Imam Muslim, NIM 126102203285, Tinjauan Hukum Keluarga Islam Terhadap Peran Anggota Keluarga Dalam Mewujudkan Keharmonisan Keluarga (Studi Kasus Di Desa Pulosari Kecamatan Ngunut Kabupaten Tulungagung),Program Studi Hukum Keluarga Islam, Fakultas Syariah dan Ilmu Hukum, Universitas Islam Negeri Sayyid Ali Rahmatullah Tulungagung, 2024, Pembimbing: Ashima Faidati S.H.I M.Sy Kata kunci: Peran Anggota Keluarga, Keharmonisan Keluarga Penelitian ini disebabkan oleh banyaknya anggota keluarga zaman sekarang yang kurang optimal dalam memberikan perannya dalam keluarga. Terutama peran ayah dalam hal ekonomi, peran ayah yang belum optimal dalam berbagai hal menyebabkan munculnya konflik dalam keluarga. Bukan hanya ayah yang kurang optimal dalam memberikan perannya, hal ini terjadi pada ibu juga karena ibu yang harus bekerja juga, sehingga dalam memberikam peran dalam keluarganya kurang optimal. Bahkan dalam beberapa kasus ada orang tua yang memutuskan untuk bekerja di luar negeri, sehingga dalam pembagian perannya dalam keluarga pastilah kurang optimal. Maka dalam penelitian ini peneliti akan memfokuskan penelitian 1. Bagaimana peran suami, istri, dan anak dalam mewujudkan keharmonisan keluarga Islam di Desa Pulosari Kecamatan Ngunut Kabupaten Tulungagung ? 2. Bagaimana peran suami, istri, dan anak dalam mewujudkan keharmonisan keluarga Islam di Desa Pulosari Kecamatan Ngunut Kabupaten Tulungagung menurut hukum keluarga Islam ? Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitin lapangaan atau penelitian (field research) atau studi kasus. Penelitian ini yang akan menggambarkan, dan menceritakan keseluruhan fakta dilapangan Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan wawancara, observasi dan dokumentasi. Teknik analisis data yang digunakan kondensasi data, display data, dan penarikan kesimpulan. Teknik pengecekan keabsahan data menggunakan trianggulasi yaitu trianggulasi waktu, teknik, dan sumber. Hasil penelitian menunjukan bahwa suami berperan sebagai kepala keluarga dan pencari nafkah. Istri, selain berperan sebagai pengurus rumah tangga, juga membantu mencari nafkah dan mendidik anak, meskipun dalam beberapa kasus peran pengasuhan utama harus dialihkan kepada suami jika istri bekerja di luar negeri. Sedangkan dalam konteks keluarga Islam di Desa Pulosari, selaras dengan QS. An-Nisa ayat 34, yang menegaskan tanggung jawab suami untuk melindungi dan memenuhi kebutuhan keluarga, Al-Maidah ayat 2 yang menjelaskan bahwa setiap anggota keluarga haruslah saling tolong menolong, Al-Hujurat ayat 13 bahwa keluarga memiliki perasaan lekat secara suka rela kepada keluarganya. Sedangkan dalam hal mendidik anak dan menjaga anak sesuai dengan Qs At-Tahrim Ayat 6. Serta sesuai dengan prinsip prinsip mu’adalah dan Prinsip mu’awanah yang dijelaskan oleh Alissa Wahid serta Asas Hubungan Kesetaraan dan Asas Mawaddah wa Rahmah yang dijelaskan oleh Majelis Tarjih Muhamadiyah

    IZIN SUAMI UNTUK ISTRI YANG INGIN MENJADI TENAGA KERJA DILUAR NEGRI DALAM PERSPEKTIF HUKUM KELUARGA ISLAM (Studi Kasus di Desa Karangsari, Kec. Rejotangan, Kab. Tulungagung)

    No full text
    Skripsi dengan judul “ Izin Suami Untuk Istri Yang Ingin Tenaga Kerja Di Luar Negri Dalam Persepektif Hukum Keluarga Islam.” Ini ditulis oleh Muhammad Imam Safii, jurusan Hukum Keluarga Islam, Fakultas Syariah dan Ilmu Hukum Universitas Islam Negeri (UIN) Sayyid Ali Rahmatullah Tulungagung 2024. Dibimbing Oleh Dr. Ahmad Musonnif, M.H.I Kata Kunci: Izin Suami, Tenaga Kerja diluar negri Penelitian ini dilatarbelakangi dengan maraknya para istri yang bertekad untuk menjadi tenaga kerja diluarnegeri walaupun masih meninggalakan anak kecil dirumah. Maka dari dengan tujuan untuk memperbaiki ekonomi pada kehidupan keluarga mereka. Rumusan Masalah utama yang dibahas dalam penelitian ini adalah (1) Bagaimana proses pemberian izin suami terhadap istri untuk bekerja di luar negri (2) Bagaimana respon suami terhadap istri yang ingin ke luar negri, dan (3) Bagaimana proses pemberian izin yang di kaji dari tinjauan hukum islam. Penelitian ini bertujuan (1)Untuk mendiskripsikan proses pemberian izin suami terhadap istri untuk bekerja di luar negri situasi di desa Karangsari (2)Untuk mengklasifikasikan respon suami terhadap istri yang ingin ke luar negri di desa Karangsari (3) Untuk mengklasifikasikan proses pemberian izin yang di kaji dari tinjauan hukum islam. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan studi kasus dan pendekatan deskriptif analitis. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam dengan beberapa responden yang dipilih secara purposive sampling. Hasil penelitian menunjukkan bahwa situasi seorang istri yang ingin menjadi tenaga kerja diluar negri seringkali dipengaruhi oleh faktor eksternal dan internal, seperti dorongan untuk membantu memenuhi kebutuhan keluarga atau keinginan untuk mengembangkan diri secara profesional. Hasil penelitian ini adalah (1) kurang tercukupinya kebutuhan keluarga jika hanya mengandalkan hasil dari seorang suami (2) Respon suami terhadap istri untuk bekerja sebagai tenaga kerja kerja di luar negri bervariasi, mulai dari dukungan penuh hingga penolakan. Beberapa suami mendukung istri mereka untuk bekerja demi meningkatkan kesejahteraan keluarga, sementara yang lain merasa khawatir akan dampak negatif terhadap peran tradisional istri dalam keluarga.(3) Dari sudut pandang Islam, terdapat pemahaman bahwa istri memiliki hak untuk bekerja dan mandiri secara ekonomi asalkan tidak melanggar prinsip-prinsip agama dan aturan hukum Islam. Islam mendorong kesetaraan hak dan kewajiban antara suami dan istri, namun tetap mempertahankan nilai-nilai keluarga dan menjaga keseimbangan antara kebutuhan ekonomi dan tanggung jawab keluarga. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi dalam pemahaman lebih mendalam tentang izin suami untuk istri yang ingin menjadi Tenaga Kerja di Luar Negri dalam konteks hukum keluarga Islam, serta menjadi acuan bagi pasangan suami istri dalam menjalani peran dan tanggung jawab mereka dalam keluarga sesuai dengan ajaran agama Islam

    PEMBIASAAN SHALAT DHUHA UNTUK MENINGKATKAN KETAQWAAN PESERTA DIDIK DI MTs IMAM AL GHOZALI PANJEREJO REJOTANGAN TULUNGAGUNG

    No full text
    ABSTRAK Skripsi dengan judul “Pembiasaan Shalat Dhuha untuk Meningkatkan Ketaqwaan Peserta Didik di MTs Imam Al Ghozali Panjerejo Rejotangan Tulungagung” ini ditulis oleh Nabilatul Chusna, NIM 12201193075. Skripsi Pendidikan Agama Islam. Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan. Universtas Sayyid Ali Rahmatullah (UIN) Tulungagung. Pembimbing Muhammad Sulthon Aziz, Lc., M.H. Kata Kunci : Shalat Dhuha, Pembiasaan, Perencanaan, Pelaksanaan, Hambatan. Ibadah shalat sunnah rutin yang dapat dilakukan ialah shalat Dhuha. Shalat dhuha adalah shalat sunnah yang dikerjakan pada waktu dhuha, yakni matahari sudak naik kira-kira setinggi tombak sampai denganmenjelang waktu dhuhur. Ibadah shalat Dhuha ini pun juga dapat dilakukan oleh semua kalangan termasuk peserta didik yang berada di sekolah. Ibadah shalat Dhuha bisa mendukung untuk menciptakan karakter takwa yang baik kepada Allah. Penelitian ini memiliki rumusan masalah, yakni 1) Bagaimana perencanaan pembiasaan shalat dhuha untuk meningkatkan ketaqwaan peserta didik di MTs Imam Al Ghozali Panjerejo Rejotangan Tulungagung?, 2) Bagaimana pelaksanaan pembiasaan shalat dhuha untuk meningkatkan ketaqwaan peserta didik di MTs Imam Al Ghozali Panjerejo Rejotangan Tulungagung?, 3) Bagaimana hambatan dan solusi dalam mengatasasi pelaksanaan pembiasaan shalat dhuha untuk meningkatkan ketaqwaan peserta didik di MTs Imam Al Ghozali Panjerejo Rejotangan Tulungagung?. Jenis penelitian yang digunakan adalah jenis penelitian kualitatif. Penelitian yang dilakukan peneliti adalah penelitian kualitatif deskriptif. Dalam penelitian ini, peneliti mengambil lokasi sebagai tempat penelitian yaitu di MTs Imam Al Ghozali Panjerejo yang terletak di Jl. H. Ghozali No. 26B, desa Panjerejo, kecamatan Rejotangan, kabupaten Tulungagung. Penelitian ini menggunakan sumber data primer dan sumber data sekunder. Teknik yang digunakan untuk mengumpulkan data dalam penelitian ini adalah teknik observasi, teknik wawancara, dan teknik dokumentasi. Proses analisis data yang dilakukan penelitian ini menggunakan tiga lagkah yaitu: reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Hasil dalam penelitian ini menjelaskan jika 1) Perencanaan dalam program penerapan shalat dhuha di MTs Imam Al Ghozali Panjerejo Rejotangan diawali dengan rapat penyusunan program, jadwal kegiatan shalat dhuha, dan jadwal imam yang akan memimpin shalat dhuha. kemudian mensosialisasikan kepada guru, siswa dan orang tua. 2) Pembiasaan-pembiasaan juga dilakukan oleh pihak sekolah MTs Imam Al Ghozali Panjerejo Rejotangan Tulungagung dalam pelaksanaan shalat dhuha untuk meningkatkan ketaqwaan dalam diri setiap siswa. Strategi pembiasaan shalat dhuha yang menjadi tolak ukur dalam meningkatkan ketaqwaan siswa bisa berupa mendengarkan ceramah agama, shalat dhuha empat rakaat, dzikir dan doa, membaca Al-Qur'an, dan membaca shalat. 3) Ada beberapa hambatan dalam pelaksanaan shalat dhuha diantaranya adalah yang pertama, kesadaran diri siswa yang masih kurang. Kedua, adanya sifat malas. Ketiga, adalah kebiasaan siswa yang tidak jujur

    The Study of Ma'anil Hadith: A Contextual Analysis of The Meaning of Hadith on Women's Leadership

    No full text
    This study examines the contradictions of the Hadith prohibiting women as leaders contextually which had become a hot debate among the ulama madhhab. Rooted in historical cultural roots, women are seen as inferior in their position under men's dignity. Women are believed to be a disgrace to the family because they are physically weak on the battlefield and are enslaved as biological satisfactions for their husbands. Although women in the era of jahiliyyah society have eroded their rights, now in the era of Muslim society women are recognized for their rights and are held in high esteem as mothers. Some evidence of gender equality in Islam is in the arguments stated by the Prophet Muhammad in the hadith and the word of God in the Qur'an. This discourse was studied using the library research method with a literature study approach model. The purpose of this study is to explain the relationship between matan hadith and culture and to give meaning to the hadith of women's leadership from a cultural perspective. The scope revolves around the hadith of women's leadership with the boundaries of the present and past cultural customs of society. This study resulted: (a) Traditionally, women play a more important role in protecting the family, both husband and children, (b) The hadith prohibiting women's leadership has an asbab al-wurud side which is not sufficiently understood in text because in context women still have the right of authority as leaders
    corecore