1,720,987 research outputs found
Analisis Nilai Overall Equipment Effectiveness (OEE) pada Mesin Ripple Mill
PT. Surya Agrolika Reksa II adalah salah satu perusahaan yang bergerak dibidang pengolahan kelapa sawit yang terdiri beberapa stasiun kerja yaitu Stasiun Loading Ramp, Sterilizer, Tippler, Thresser, Screw Press, Klarifikasi dan Kernel. Mesin yang sering mengalami kerusakan dan dilakukan perbaikan pada stasiun kernel adalah mesin Ripple Mill yang berfungsi sebagai mesin pemisah biji (nut). Pengukuran efektifitas mesin Ripple Mill menggunakan metode OEE. Dalam perhitungan, OEE mengukur efektifitas dengan menggunakan tiga sudut pandang untuk mengidentifikasi six big losses (enam kerugian), yaitu Availability Ratio, Performance Effeciency Ratio dan Rate of Quality Product. Berdasarkan hasil pengolahan data nilai OEE mesin Ripple Mill adalah 71,96%. Persentase tersebut belum memenuhi standar Internasional sebesar 85% disebabkan tidak ada nilai OEE yang mencapai atau melebihi 85%. Faktor-faktor dasar penyebab kerusakan atau permasalahan yang ada pada mesin Ripple Mill agar mesin dapat bekerja lebih optimal adalah Material disk samble dan rotor bar yang kurang keras menyebabkan komponen mudah aus ketika terjadi gesekan dengan biji kelapa sawit sehingga dilakukan perawatan berupa pengelasan apabila disk samble dan rotor bar tidak terlalu aus dan diganti apabila sudah terlalu aus dan penundaan produksi yang disebabkan kurangnya bahan baku. Agar nilai Overall Equipment Effectiveness (OEE) mengalami peningkatan Perusahaan disarankan untuk melakukan pemupukan secara menyeluruh pada perkebunan perusahaan. menjaga ketersediaan bahan baku dengan memperbanyak jumlah pemasok. Memberikan pelatihan kepada petani tentang bagaimana cara merawat kelapa sawit yang benar. Melakukan penyiraman kelapa sawit secara rutin untuk memenuhi kebutuhanm air yang diserap kelapa sawit. Menggunakan rotor bar dengan tingkat kekerasan material yang lebih tinggi. Menggunakan disk samble dengan tingkat kekerasan material yang lebih tinggi dan pembersihan mesin dilakukan lebih awal sebelum mesin beroperasi. menggunakan rotor bar dengan tingkat kekerasan material yang lebih tinggi. Menggunakan disk samble dengan tingkat kekerasan material yang lebih tinggi dan pembersihan mesin dilakukan lebih awal sebelum mesin beroperasi
Analisa Potensi Bahaya dan Upaya Pengendalian Kecelakaan Kerja pada Proses Penambangan Batu Adesit di PT. Dempo Bangun Mitra
PT. Dempo Bangun Mitra merupakan sebuah perusahaan pertambangan yang telah menerapkan program Keselamatan dan Kesehatan Kerja. Walaupun perusahaan telah menerapkan beberapa standar atau prosedur keselamatan kerja, dalam pelaksanaanya masih terdapat beberapa potensi bahaya yang dapat menimbulkan kasus kecelakaan kerja. Apabila potensi bahaya yang timbul dapat diidentifikasi dan dikendalikan, maka angka kemunculan kecelakaan pun dapat menurun. Identifikasi dan pengendalian potensi bahaya dapat dilakukan dengan menggunakan metode Hazard And Operability Study (HAZOP). Hasil obervasi menemukan 34 potensi bahaya (hazard) dan kemudian digolongkan menjadi 9 sumber hazard. Berdasarkan penilaian level risiko, terdapat 2 sumber hazard yang tergolong "Ekstrim", 5 sumber hazard yang tergolong "Risiko Tinggi", 2 sumber hazard yang tergolong "Risiko Sedang", dan 1 sumber hazard yang tergolong "Risiko Rendah". Penelitian ini menghasilkan rekomendasi perbaikan berupa pembuatan Standard Operating Procedure (SOP), jadwal pelatihan penggunaan Alat Pelindung Diri (APD), worksheet penggunaan APD, lembar kontrol penggunaan APD, pemberian rambu-rambu kondisi lalu lintas tambang, dan checklist lalulintas tambang
Pengaruh Faktor Motivasi Kerja Terhadap Kinerja Karyawan
Motivasi adalah keadaan dalam pribadi seseorang yang mendorong keinginan individu melakukan kegiatan-kegiatan tertentu untuk mencapai tujuan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh faktor motivasi kerja terhadap kinerja karyawan PT. IGA BINA MIX dan Untuk memberikan usulan perbaikan terhadap kinerja dengan memberikan motivasi kerja kepada karyawan PT. IGA BINA MIX. Metode dalam penelitian ini meliputi jenis penelitian, definisi operasional, populasi, gejala yang dihadapi, alat pengukur data, teknik pengumpulan data, dan analisis data. Jenis penelitian yang digunakan yaitu jenis penelitian asosiatif atau uji hipotesis yaitu penelitian yang menjelaskan dan mencari hubungan sebab akibat antara dua variabel atau lebih. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini yaitu dengan menggunakan penelitian kepustakaan dan penelitian lapangan. Dan analisis data yang dipergunakan adalah uji F (ANOVA). Berdasarkan analisis data serta pengujian hipotesis yang dihasilkan dengan menggunakan uji F (ANOVA) ternyata hipotesis yang diajukan dapat diterima untuk N = 30, dapat diambil keputusan bahwa F hitung ≥ F Tabel 8,043 ≥ 4,20 dan H0 ditolak dan H1 diterima. Berdasarkan uji hipotesis jika H0 ditolak Dan H1 diterima maka dapat disimpulkan motivasi kerja mempengaruhi kinerja karyawan di PT. Iga Bina Mix Pekanbaru
Analisa Postur Kerja Manual Material Handling (MMH) pada Karyawan Bagian Pembuatan Block Menggunakan Metode Rapid Upper Limb Assessment (RULA) (Studi Kasus: PT Asia Forestama Raya)
Sistem kerja yang tidak ergonomis dalam satu perusahaan seringkali kurang mendapat perhatian dari pihak manajemen perusahaan. Salah satu bagian sistem yaitu pekerja. Pekerja yang ada di suatu pabrik biasanya banyak melakukan sikap dan posisi kerja yang kurang ergonomis. Hal ini secara sadar ataupun tidak akan berpengaruh terhadap produktifitas, efisiensi dan efektivitas pekerja dalam menyelesaikannya. Posisi kerja yang dimaksud seperti postur kerja dengan aktivitas Manual Material Handling (MMH). Cidera atau kecelakaan kerja yang terjadi akibat aktivitas MMH ini selain merugikan pekerja secara langsung atas rasa sakit yang diderita, juga berdampak buruk bagi kinerja perusahaan yaitu penurunan produktivitas perusahaan. Penelitian ini menggunakan metode Rapid Upper Limb Assessment (RULA). RULA adalah metode yang dikembangkan dalam bidang ergonomi yang menginvestigasikan dan menilai posisi kerja yang dilakukan oleh tubuh bagian atas. PT. Asia Forestama Raya merupakan sebuah industri yang memproduksi plywood untuk ekspor maupun lokal. Dimana pada perusahaan ini masih terdapat aktivitas manual yaitu pada bagian pembuatan block. Pada penelitian ini di bagikan kuesioner Nordic Body Map untuk mengidentifikasi keluhan apa saja yang dirasakan oleh pekerja. Keluhan yang dirasakan pekerja terasa hampir pada seluruh anggota tubuh pekerja. Keluhan yang paling banyak dirasakan pekerja diantaranya adalah sakit pada punggung sebesar 47,14%. Sedangkan sakit pada pinggang adalah sebesar 44,30%, serta sakit pergelangan tangan kanan dan kiri masing-masing sebesar 44,17% dan 44,30%. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan menganalisa kategori postur kerja dari pekerja pembuatan block di PT. Asia Forestama Raya. Dari pengolahan data yang telah dilakukan, pada posisi pertama dan kedua didapat action level 4 dengan skor akhir sebesar 7, berarti kondisi ini berbahaya sehingga pemeriksaan dan perubahan posisi kerja harus dilakukan (saat itu juga). Hal ini disebabkan postur kerja ini dilakukan dalam rentang waktu berulang sehingga dapat membahayakan pekerjanya. Sedangkan pada postur kerja ketiga dan kelima terlihat bahwa postur kerja berada pada action level 3 dengan besar skor akhir adalah 5. Dimana pada level ini diperlukan perbaikan postur kerja se-segera mungkin. Berbeda pada postur kerja keempat, didapat skor akhir sebesar 4, postur kerja ini termasuk dalam kategori action level 2 yang berarti tidak begitu membahayakan pekerjanya. Namun akan berbahaya jika dilakukan terus-menerus sehingga apabila semakin cepat dilakukan perbaikan akan lebih baik
Analisa Overall Equipment Effectiveness pada Mesin Breaker
PT. Perdagangan & Perindustrian Bangkinang (PT. P&P Bangkinang) adalah perusahaan manufaktur yang bergerak dalam pengolahan awal karet mentah menjadi barang setengah jadi. Bahan baku yang digunakan berupa Slab Lump dan Cup Lump. Produk yang diproduksi terdiri dari dua tipe yaitu SIR 10 dan SIR 20 produk ini diekspor kebergbagai negara seperti USA, Jerman, China, dan lain-lain, yang dijadikan sebagai bahan baku pembuatan ban. Akibat terjadinya waktu delay mesin yang cukup tinggi pada mesin Breaker terjadi penurunan jumlah produksi. Berdasarkan permasalahan tersebut maka dilakukan perhitungan efisiensi pada mesin Breaker dengan menggunakan metode Overral Equipment Effektiveness. Yang bertujuan untuk mengetahui niali OEE mesin Breaker, mengetahui perbaikan yang tepat untuk kerusakan mesin Breaker dan untuk dapat meningkatkan hasil produksi dan meningkatkan kulaitas produk. Hasil yang diperoleh dari penelitian ini adalah nilai Availibility Ratio sebesar 77,41%, nilai Performance Efficiency sebesar 89,95%, nilai Rate of Quality Product sebesar 100% dan nilai OEE mesin Breaker sebesar 69,64%. Nilai -nilai tersebut belum mencapai standar internasional, maka perlu dilakukan perbaikan pada mesin Breaker agar dapat mencapai niali standar yang diperlukan
Going Beyond Counting First Authors in Author Co-citation Analysis
The present study examines one of the fundamental aspects of author co-citation analysis (ACA) - the way co-citation
counts are defined. Co-citation counting provides the data on which all subsequent statistical analyses and mappings
are based, and we compare ACA results based on two different types of co-citation counting - the traditional type that
only counts the first one among a cited work's authors on the one hand and a non-traditional type that takes into
account the first 5 authors of a cited work on the other hand. Results indicate that the picture produced through this non-traditional author co-citation counting contains more coherent author groups and is therefore considerably clearer. However, this picture represents fewer specialties in the research field being studied than that produced through the traditional first-author co-citation counting when the same number of top-ranked authors is selected and analyzed. Reasons for these effects are discussed
Variations on the Author
“Variations on the Author” discusses two of Eduardo Coutinho’s recent films (Um Dia na Vida, from 2010, and Últimas Conversas, posthumously released in 2015) and their contribution to the general question of documentary authorship. The director’s filmography is characterized by a consistent yet self-effacing form of authorial self-inscription: Coutinho often features as an interviewer that rather than express opinions propels discourses; an interviewer that is good at listening. This mode of self-inscription characterizes him as an author who is not expressive but who is nonetheless markedly present on the screen. In Um Dia na Vida, however, Coutinho is completely absent form the image, while Últimas Conversas, on the contrary, includes a confessional prologue that moves the director from the margins to the center of his films. This article examines the ways in which these works stand out in the filmography of a director who offers new insights into the notion of cinematic authorship
Appropriate Similarity Measures for Author Cocitation Analysis
We provide a number of new insights into the methodological discussion about author cocitation analysis. We first argue that the use of the Pearson correlation for measuring the similarity between authors’ cocitation profiles is not very satisfactory. We then discuss what kind of similarity measures may be used as an alternative to the Pearson correlation. We consider three similarity measures in particular. One is the well-known cosine. The other two similarity measures have not been used before in the bibliometric literature. Finally, we show by means of an example that our findings have a high practical relevance.information science;Pearson correlation;cosine;similarity measure;author cocitation analysis
SINTESIS KARBON AKTIF NANO FIBER DARI SUTRA JAGUNG SEBAGAI ELEKTRODA PIRANTI PENYIMPAN ENERGI SUPERKAPASITOR (PENELITIAN KOLABORASI ANTAR PERGURUAN TINGGI)
- …
