2 research outputs found
PROSES TIDAK BEKERJANYA MODAL SOSIAL 3 (TIGA) PEMILIK INDLISTRI RIJMAH TANGGA KOMPOR MINYAK TANAH Dl KELURAHAN PADANG BASI KECAMATAN LLBUK KILANGAN KOTA PADANG
Industri rumah tangga kompor minyak tanah adalah suatu kegiatan usaha
mikro atau kecil yang mana kegiatan atau jenis usaha yang dilakukan adalah
mengolah bahan mentah berupa logam bekas untuk kemudian diolah menjadi
kompor minyak tanah yang digunakan masyarakat sebagai alat untuk memasak.
Tujuan umum dari peneiitian ini adalah untuk mendeskripsikan modal sosial 3
(tiga) pemilik industri rumah tangga kompor minyak tanah di Kelurahan Padang
Basi Kecamatan Lubuk Kilangan Kota Padang. Dan tujuan khusus dari peneiitian
ini adalah mendeskripsikan proses tidak bekeijanya modal sosial 3 (tiga) pemilik
industri rumah tangga kompor minyak tanah, mendeskripsikan alasan pemilik
industri rumah tangga kompor minyak tanah untuk tidak beroperasi lagi dan
mendeskripsikan proses bekeijanya modal sosial pada industri rumah tangga
kompor minyak tanah yang masih beroperasi.
Peneiitian ini menggunakan teori modal sosial dari Robert M. Z. Lawang.
Pendekatan peneiitian yang digunakan untuk mendapatkan data adalah dengan
menggunakan metode peneiitian lojalitatif yang dari wawancara terbuka,
observasi dan pengumpulan data sekunder.
Berdasarkan hasil peneiitian ditemukan bahwa pemilik sebagai faktor
penggerak merupakan salah satu entitas penting sebuah industri kompor minyak
tanah agar tetap bertahan ditengah tantangan-tantangan yang dihadapi, namun
faktor ekstemal seperti masalah struktural Juga besar pengaruhnya terhadap
industri kompor minyak tanah sehingga tidak beroperasi lagi, misalnya saja
tentang kebijakan konversi minyak tanah ke gas yang mempengaruhi semua
komponen modal sosial pada ekosistem industri tersebut, tidak mampunya
bertahan dalam kondisi sulit serta sempitnya peluang untuk mendapatkan
keuntungan membuat pemilik industri memutuskan untuk menghentikan
usahanya, sedangkan yang masih bertahan memanfaatkan kekuatan dari dalam
melalui iktor penggerak untuk dapat mempertahankan komponen modal sosial
meskipim juga ikut terdampak permasalahan struktural
Feminisme Digital: Kedudukan Perempuan Perspektif Islam
Feminisme di era digital telah berkembang mencakup berbagai isu dan perspektif. Namun, persinggungan antara feminisme dan Islam masih menjadi topik perdebatan yang kontroversial. Tulisan ini bertujuan untuk mengeksplorasi konsep feminisme digital dalam konteks nilai dan prinsip Islam. Framework Islam memahami kedudukan perempuan dalam mengaktualisasikan konsep kesetaraan, kesesuaian dan keserasiannya di ruang digital. Riset ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan sumber primer al-Qur’an dan hadis Nabi saw, sedangkan sumber sekunder berdasarkan buku, jurnal, dan website yang relevan dengan riset ini. Temuan dalam penelitian ini menunjukkan bahwa; pertama, tantangan yang dihadapi oleh perempuan di ruang digital, seperti pelecehan online, diskriminasi berbasis gender, dan marginalisasi terhadap perempuan. Kedua, spirit feminisme menyebar di ruang digital sehingga gerakan ini semakin berkembang dan masuk dalam kehidupan perempuan Muslimah. Ketiga, sudut pandang Islam terhadap perempuan berbeda dengan konsep yang ditawarkan oleh feminisme, sebab Islam memuliakan perempuan berdasarkan porsi dan kodratnya. Penelitian ini diharapkan memberikan manfaat tentang peran perempuan dalam pandangan Islam. Keterbatasan penelitian ini tidak terlepas dari sumber informasi yang disajikan. Maka penelitian ini merekomendasikan kepada peneliti selanjutnya untuk mengkaji terkait konsep perempuan dalam Islam bahwa peran perempuan dalam Islam berbeda dengan konsep yang ditawarkan oleh feminisme
