1,721,130 research outputs found

    eran Majelis Taklim Mesjid Ar-Rosyidin dalam Membina Silaturrahim Jama’ah Kelurahan Sidomulyo Timur Kecamatan Marpoyan Damai Kota Pekanbaru

    Full text link
    ABSTRAK Nama : Muhammad Habibi Nim : 11644102105 Judul : Peran Majelis Taklim Mesjid Ar-Rosyidin dalam Membina Silaturrahim Jama’ah Kelurahan Sidomulyo Timur Kecamatan Marpoyan Damai Kota Pekanbaru Penelitian ini dilatarbelakangi oleh manusia sebagai makhluk sosial yang hidupnya saling bertetangga dan membutuhkan satu sama lain, sehingga perlu dibina bagaimana silaturahmi yang dapat menjaga keharmonisan hubungan masyarakat dalam bentuk kekerabatan, tetangga, maupun persaudaraan, bahkan turut pula membawa efek yang sangat positif bagi pribadi orang yang melakukannya. Majelis taklim menjadi tempat ajang silaturahmi untuk semua golongan masyarakat, karena saat ini masyarakat sudah sangat rentan untuk terpecah belah, maka dengan bersilaturahmi di majelis taklim seharusnya mampu mengeliminasi perpecahan akibat perbedaan yang sesungguhnya merupakan sunnatullah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana Peran Majelis Taklim Mesjid Ar-Rosyidin Dalam Membina Silaturrahim Jamaah di Kelurahan Sidomulyo Timur Kecamatan Marpoyan Damai Kota Pekanbaru. Jenis penelitian ini termasuk deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Teknik pengumpulan data menggunakan observasi, wawancara dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peran yang dilakukan oleh Majelis Taklim Ar-Rosyidin dalam membina jamaah ada 4 cara yaitu: Pertama, meningkatkan pengetahuan dan kesadaran beragama dengan fokusnya pada pembekalan tentang akidah, akhlak dan syariat, yang dalam penyampaiannya disertai motivasi agar mereka sadar dengan sendirinya tentang keagaamaannya dan bukan dengan paksaan. Kedua, meningkatkan amal ibadah berdasarkan 5 rukun Islam. Ketiga, mempererat silaturahmi antar jamaah dengan kegiatan sosial. Dan keempat, membina kader jamaah dengan melakukan berbagai kegiatan yang terprogram, sistematik, dan terpadu sehingga benar-benar menghasilkan para jamaah yang berkualitas, unggul, andal, dan siap dalam menghadapi berbagai tantangan global pada saat ini

    PENGARUH PADAT TEBAR DAN SALINITAS YANG BERBEDA TERHADAP LAJU PERTUMBUHAN DAN KELANGSUNGAN HIDUP POST LARVA UDANG VANAME (Litopenaeus vannamei)

    No full text
    Muhammad Habibi Yusuf, NPM 3221600010. Pengaruh Padat Tebar dan Salinitas yang Berbeda terhadap Laju Pertumbuhan dan Kelangsungan Hidup Post Larva Udang Vannamei (Litopenaeus vannamei). (Pembimbing Nurjanah dan Sutaman). Udang vanamei (Litopenaeus vannamei) adalah salah satu jenis udang laut yang populer dalam budidaya perikanan karena kemampuannya beradaptasi dengan berbagai kondisi lingkungan, termasuk kisaran salinitas yang luas serta sifatnya yang omnivora. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh kombinasi tebar padat dan salinitas yang berbeda terhadap laju pertumbuhan serta kelangsungan hidup pasca larva udang vaname (Litopenaeus vannamei). Penelitian dilakukan dengan menggunakan perencanaan faktorial berdasarkan dua faktor yaitu kepadatan tebar (3, 6, dan 9 ekor/L) dan salinitas (15 ppt dan 25 ppt). Parameter yang diukur meliputi laju pertumbuhan harian, bobot mutlak, tingkat keberlanjutan hidup, efisiensi pemanfaatan pakan, dan rasio konversi pakan (FCR). Pengamatan kualitas air juga dilakukan selama periode penelitian meliputi suhu, pH, oksigen terlarut, salinitas, dan amonia total. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kombinasi padat tebar 3 ekor/L dengan salinitas 25 ppt memberikan hasil terbaik dengan nilai laju pertumbuhan harian sebesar 6,20% dan tingkat kelangsungan hidup mencapai 86%. Perlakuan ini juga menghasilkan efisiensi pemanfaatan pakan terbaik sebesar 0,87 dan nilai FCR terbaik yaitu 1,27, yang menunjukkan penggunaan pakan yang paling efisien. Parameter kualitas air selama penelitian berada dalam rentang yang sesuai untuk mendukung pertumbuhan udang vanamei

    PRAKTIK PEMBAGIAN HARTA BERSAMA DALAM PERCERAIAN DITINJAU PERSPEKTIF HUKUM ISLAM (Studi Kasus Desa Desa Baru Kecamatan Siak Hulu)

    Full text link
    ABSTRAK Muhammad Habibi Rahmat (2025): Praktik Pembagian Harta Bersama Dalam Perceraian Ditinjau Perspektif Hukum Islam (studi kasus Desa Desa Baru Kecamatan Siak Hulu). Penelitian ini dilatar belakangi akibat adanya kasus perceraian di Desa Desa Baru Kecamatan Siak Hulu yang pembagian harta bersamanya tidak sesuai dengan hukum positif yang berlaku di Indonesia saat ini, sehingga masyarakat menggunakan kebiasaan atau ‘urf yang berlaku di Desa Desa Baru Kecamatan Siak Hulu dalam pembagian harta bersama pasca perceraian. Adapun tujuan dari penelitian ini adalah: pertama, untuk mengetahui praktik pembagian harta bersama pasca perceraian di Desa Desa Baru Kecamatan Siak Hulu. Kedua, untuk mengetahui tinjauan Hukum Islam terhadap praktik pembagian harta bersama pasca perceraian di Desa Desa Baru Kecamatan Siak Hulu. Penelitian ini merupakan penelitian lapangan atau empiris (field research). Jenis data yang digunakan adalah data kualitatif. Sumber data primer berupa informasi yang diperoleh dari informan yang merupakan warga Desa Desa Baru Kecamatan Siak Hulu yang bercerai. Sumber data sekunder berupa kitab-kitab fiqih, kitab Undang-Undang dan kitab Kompilasi Hukum Islam, serta tulisan tulisan yang dapat membantu dalam melengkapi penelitian ini. Teknik pengumpulan data menggunakan metode observasi, wawancara dan dokumentasi. Penelitian ini menyimpulkan: pertama, masyarakat Desa Desa Baru Kecamatan Siak Hulu menerapkan pembagian harta bersama pasca perceraian diberikan kepada yang menetap di rumah. Dengan kata lain, yang bersalah maka dialah yang terusir dari rumah tersebut, dan rumah menjadi milik yang tidak terusir. Kedua, menurut Kompilasi Hukum Islam serta penjelasan yang diberikan Hukum Islam terkait pembagian harta bersama pasca perceraian seharusnya menggunakan sistem musyawarah atau ash-Sulhu. Kata Kunci: Harta Bersama, Hukum Islam, urf’, Perceraian, syirkah

    Going Beyond Counting First Authors in Author Co-citation Analysis

    Full text link
    The present study examines one of the fundamental aspects of author co-citation analysis (ACA) - the way co-citation counts are defined. Co-citation counting provides the data on which all subsequent statistical analyses and mappings are based, and we compare ACA results based on two different types of co-citation counting - the traditional type that only counts the first one among a cited work's authors on the one hand and a non-traditional type that takes into account the first 5 authors of a cited work on the other hand. Results indicate that the picture produced through this non-traditional author co-citation counting contains more coherent author groups and is therefore considerably clearer. However, this picture represents fewer specialties in the research field being studied than that produced through the traditional first-author co-citation counting when the same number of top-ranked authors is selected and analyzed. Reasons for these effects are discussed

    Variations on the Author

    Full text link
    “Variations on the Author” discusses two of Eduardo Coutinho’s recent films (Um Dia na Vida, from 2010, and Últimas Conversas, posthumously released in 2015) and their contribution to the general question of documentary authorship. The director’s filmography is characterized by a consistent yet self-effacing form of authorial self-inscription: Coutinho often features as an interviewer that rather than express opinions propels discourses; an interviewer that is good at listening. This mode of self-inscription characterizes him as an author who is not expressive but who is nonetheless markedly present on the screen. In Um Dia na Vida, however, Coutinho is completely absent form the image, while Últimas Conversas, on the contrary, includes a confessional prologue that moves the director from the margins to the center of his films. This article examines the ways in which these works stand out in the filmography of a director who offers new insights into the notion of cinematic authorship

    Appropriate Similarity Measures for Author Cocitation Analysis

    Full text link
    We provide a number of new insights into the methodological discussion about author cocitation analysis. We first argue that the use of the Pearson correlation for measuring the similarity between authors’ cocitation profiles is not very satisfactory. We then discuss what kind of similarity measures may be used as an alternative to the Pearson correlation. We consider three similarity measures in particular. One is the well-known cosine. The other two similarity measures have not been used before in the bibliometric literature. Finally, we show by means of an example that our findings have a high practical relevance.information science;Pearson correlation;cosine;similarity measure;author cocitation analysis

    Dispelling the Myths Behind First-author Citation Counts

    Full text link
    We conducted a full-scale evaluative citation analysis study of scholars in the XML research field to explore just how different from each other author rankings resulting from different citation counting methods actually are, and to demonstrate the capability of emerging data and tools on the Web in supporting more realistic citation counting methods. Our results contest some common arguments for the continued use of first-author citation counts in the evaluation of scholars, such as high correlations between author rankings by first-author citation counts and other citation counting methods, and high costs of using more realistic citation counting methods that are not well-supported by the ISI databases. It is argued that increasingly available digital full text research papers make it possible for citation analysis studies to go beyond what the ISI databases have directly supported and to employ more sophisticated methods
    corecore