1,720,960 research outputs found
STRATEGI GURU PAI DALAM MENINGKATKAN KELANCARAN MEMBACA AL-QUR’AN MELALUI KEGIATAN MENGAJI JUM’AT PAGI SISWA KELAS X DI SMAN 1 KEDUNGWARU TULUNGAGUNG
ABSTRAK
Skripsi dengan judul “Strategi Guru PAI Dalam Meningkatkan Kelancaran
Membaca Al-Qur’an Melalui Kegiatan Mengaji Jum’at Pagi Siswa Kelas X di
SMAN 1 Kedungwaru Tulungagung” ini di tulis oleh Muhammad Fikri Haikal,
NIM.1721143278, Pembimbing Dr. H. Munardji, M.Ag.
Kata Kunci : Strategi Guru PAI, Kelancaran Membaca Al-Qur’an
Penelitian dalam skripsi ini di latar belakangi oleh pentingnya strategi guru
dalam membimbing, menuntun dan mengarahkan para siswanya untuk dapat
meningkatkan kelancaran membaca Al-Qur’an, agar menjadi generasi-generasi
penerus yang mampu membaca Al-Qur’an dengan baik, sesuai dengan kaidahkaidahnya dan menjadi keingin tahuan peneliti yang besar terkait strategi guru
PAI dalam meningkatkan kelancaran membaca Al-Qur’an melalui kegiatan
mengaji jum’at pagi siswa kelas X di SMAN 1 Kedungwaru Tulungagung.
Fokus penelitian dalam penulisan skripsi ini adalah (1) Bagaimanakah
strategi guru PAI dalam meningkatkan kelancaran membaca Al-Qur’an melalui
kegiatan mengaji jum’at pagi siswa kelas X di SMAN 1 Kedungwaru
Tulungagung ? (2) Bagaimanakah metode guru PAI dalam meningkatkan
kelancaran membaca Al-Qur’an melalui kegiatan mengaji jum’at pagi siswa kelas
X di SMAN 1 Kedungwaru Tulungagung ? (3) Apa sajakah faktor penghambat
dan pendukung dalammeningkatkan kelancaran membaca Al-Qur’an melalui
kegiatan mengaji jum’at pagi siswa kelas X di SMAN 1 Kedungwaru
Tulungagung ?. Adapun yang menjadi yang menjadi tujuan penelitian penelitian
ini adalah untuk mendiskripsikan bagaimana upaya guru PAI yang di fokuskan
pada strategi guru PAI, Metode yang digunakan serta faktor penghambat dan
faktor pendukung dalam meningkatkan kelancaran membaca Al-Qur’an melalui
kegiatan mengaji jum’at pagi siswa kelas X di SMAN 1 Kedungwaru
Tulungagung.
Skripsi ini di susun berdasarkan data lapangan yang menggunakan
pendekatan kualitatif deskriptif dengan menggunakan metode observasi,
wawancara dan dokumentasi, dan memperoleh hasil bahwa: 1) Strategi guru PAI
dalam meningkatkan kelancaran membaca Al-Qur’an yaitu melalui Penggunakan
strategi pembelajaran ekspositori atau menyampaikan materi secara verbal, seperti
persiapan materi pembelajaran, penyajian materi pembelajaran membaca AlQur’an yang di bantu oleh anak takmir, menghubungkan materi pembelajaran
yang didalamnya juga dijelaskan terkait isi kandungan, asbabun nuzul, tajwid,
tartil, menarik kesimpulan pembelajaran, pengaplikasian materi pembelajaran
terhadap kehidupan sehari-hari, Pemahaman tajwid pada kegiatan mengaji jum’at
pagi guru menggunakan pendekatan klasikal baca simak, Guru memberikan
penguatan pada siswa agar dapat membaca Al-Qur’an yang baik. Guru mengajak
orang tua untuk memasukkan para peserta didik mengikuti kegiatan mengaji di
luar kegiatan sekolah umum.2) Metode yang diterapkan dari kegiatan jum’at pagi adalah metode Iqra’, dengan menggabungkan metode drill (latihan), Adanya
kegiatan khotmil qur’an periode tertentu untuk membantu siswa dalam
meningkatkan kelancaran membaca Al-Quran, Adanya tugas tagihan hafalan surat
pendek pada siswa yang kurang lancar, Guru sebagai fasilitator dalam
meningkatkan kelancaran membaca Al-Qur’an, termasuk didalamnya suasana
ruang kelas, penataan meja dan kursi, buku penunjang kegiatan belajar mengajar,
lingkungan sekitar kelas dan sebagainya, Guru sebagai evaluator dalam menilai
siswa yang memiliki wewenang dalam menilai kelayakan siswa yang diajarnya
serta tidak hanya menilai siswa dari hasil pembelajarannya namun juga menilai
proses jalannya pembelajaran, Adanya perhatian khusus yang di berikan guru
kepada siswa yang kurang lancar dalam membaca Al-Qur’an seperti
pengembangan kemampuan diri siswa yang ditunjang dengan kegiatan-kegiatan
religius, sehingga suasana keakraban siswa dalam meningkatkan kelancaran
membaca Al-Qur’an semakin terasah baik 3) Faktor-faktor penghambat antara
lain, Kesadaran siswa untuk belajar membaca Al-Qur’an masih minim
dikarenakan motivasi belajar siswa yang kurang, Pengawasan guru di sekolahan
yang terbatas, menjadikan proses kegiatan mengaji jum’at pagi menjadi tidak
kondusif serta hasil dari kegiatan mengaji jum’at pagi menjadi kurang baik,
Kemampuan siswa dalam membaca Al-Qur’an yang bervariasi yang mengacu
pada aspek kemampuan intelektual siswa sehingga guru harus benar-benar mampu
memilah atau mengelompokkannya. Sedangkan faktor-faktor pendukung dalam
meningkatkan kelancaran membaca Al-Qur’an melalui kegiatan mengaji jum’at
pagi siswa kelas X di SMAN 1 Kedungwaru Tulungagung antara lain Adanya
perhatian dari pimpinan lembaga sekolah yang aktif dalam bentuk partisipasi
aktif, pengelolaan kegiatan yang baik, serta pengawasan dalam pelaksanaan
kegiatan mengaji jum’at pagi, Peran orang tua dalam mendidik siswa agar selalu
senantiasa membaca Al-Qur’an dalam waktu-waktu tertentu di rumah dikarenakan
waktu siswa lebih banyak di luar kegiatan sekolah, sehingga intensitas
pengawasan siswa lebih maksimal dengan adanya dukungan aktif dari orang tua,
Tersedianya fasilitas di sekolahan seperti adanya masjid sekolah yang luas, indah
asri dan megah dengan banyaknya buku Al-Qur’an dan buku bacaan lain sebagai
pemenuhan kebutuhan belajar siswa yang menunjang kegiatan mengaji jum’at
pagi, Adanya peran aktif dari seluruh warga sekolah yang diwujudkan dengan
terbangunnya komitmen yang baik antara sekolahan dan seluruh stakeholder
PENGARUH KONSELING INDIVIDU TERHADAP PERILAKU AGRESIF PESERTA DIDIK DI KELAS IX C SMP NEGERI 3 BREBES TAHUN PELAJARAN 2022/2023
HAIKAL, MUHAMMAD FIKRI. 2022. 1118500006. “Pengaruh Konseling Individu Terhadap Perilaku Agresif Peserta Didik di Kelas IX C SMP Negeri 3 Brebes Tahun Pelajaran 2022/2023”. Skripsi. Bimbingan dan Konseling. Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan. Universitas Pancasakti Tegal.
Pembimbing I : Prof. Dr. Sitti Hartinah DS, MM.
Pembimbing II: Hastin Budisiwi M.Pd.
Kata Kunci : Pengaruh, Konseling Individu, Perilaku Agresif, Peserta Didik.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara konseling individu dengan perilaku agresif pada siswa kelas IX C SMP Negeri 3 Brebes tahun ajaran 2022/2023, serta untuk mengetahui pengaruh konseling individu terhadap perilaku agresif pada populasi siswa tersebut.
Penelitian ini menggunakan metode ex post facto dengan pendekatan kuantitatif. Populasi penelitian ini terdiri dari 29 siswa kelas IX C SMP Negeri 3 Brebes tahun ajaran 2022/2023, yang terdiri dari 16 siswa laki-laki dan 13 siswa perempuan. Sampel yang digunakan yaitu sampel jenuh, dimana semua anggota populasi dijadikan sampel. Penelitian ini menggunakan beberapa metode untuk mengumpulkan data, yaitu observasi, kusioner, dan studi kepustakaan.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat layanan konseling individu pada siswa berada pada kategori tinggi, dan tingkat perilaku agresif pada siswa juga berada pada kategori tinggi. Hasil validitas menunjukan bahwa seluruh item yang terdapat pada konseling individu adalah valid. Dan 20 item pada perilaku agresif gugur. Hasil reliabilitas menunjukan bahwa keseluruhan variabel mendapatkan hasil reliabel. Item yang digunakan dalam penelitian ini yaitu 30 item untuk variabel konseling individu dan 30 item untuk variabel perilaku agresif. Data dari analisis regresi linier sederhana mendukung gagasan bahwa layanan konseling individu berdampak pada pengurangan perilaku agresif di kalangan siswa, karena analisis tersebut menghasilkan penerimaan Ha, dibuktikan dengan nilai signifikansi 0,014 < 0,05. Kesimpulannya konseling individu memiliki dampak yang signifikan dalam mengurangi perilaku agresif di kalangan siswa, sebagaimana ditentukan oleh analisis regresi linier sederhana. Penelitian ini menyarankan agar sekolah dan guru bekerja sama dengan orang tua untuk mengevaluasi efektivitas layanan konseling individu dan memberikan dukungan yang diperlukan di rumah kepada siswa
TINJAUAN HUKUM ISLAM TERHADAP PEMBAGIAN HARTA WARISAN MASYARAKAT ADAT SUKU RANAU (Studi di Desa Kota Batu Kecamatan Warkuk Ranau Selatan Kabupaten Ogan Komering Ulu Selatan)
ABSTRAK
Pembagian harta waris merupakan suatu pengalihan atau
pemindahan harta orang tua terhadap anak-anaknnya, baik itu anak
laki-laki ataupun anak perempuan. Dalam pelaksanaan pengalihan
atau pemindahan harta warisan tersebut dilaksanakan atau diberikan
setelah pewaris meninggal dunia sepertihalnya yang telah ditetapkam
dalam syari‟at Islam. Demikian pula fenomena yang terjadi di
masyarakat suku Ranau Desa Kota Batu Kecamatan Warkuk Ranau
Selatan Kabupaten Ogan Komering Ulu Selatan yaitu tentang
pembagian harta waris. Pada adat masyarakat di Desa Kota Batu
menggunakan kewarisan mayorat laki-laki yaitu lebih mengutamakan
laki-laki tertua penerus keturunan bapaknya. Menurut adat di Desa
Kota Batu, anak laki-laki tertua yang bisa mengatur harta warisan dan
membiayai kehidupan/pendidikan dari adik-adiknya sampai selesai.
Anak perempuan tidak mendapatkan warisan karna menurut adat di
Desa Kota Batu anak perempuan ini akan mengikuti suaminya dan
suaminya yang berhak membiayai hidupnya. Jika didalam keluarga
tidak mempunyai anak laki-laki maka menantu laki-laki dari anak
tertua akan diangkat menjadi anak dan mendapat ahli waris dalam
keluarga tersebut yang dinamakan „Semanda‟.
Pada penelitian ini terdapat rumusan masalah yaitu; pertama,
bagaimana sistem pembagian harta waris menurut kewarisan adat
suku Ranau di Desa Kota Batu? Kedua, bagaimana tinjauan hukum
Islam terhadap sistem pembagian harta waris dalam adat suku Ranau
di Desa Kota Batu? Adapun penelitian ini adalah penelitian lapangan
(field research). Subjek dalam penelitian ini sebanyak lima orang
penerima harta warisan (ahli waris) yang berdomisili di Desa Kota
Batu Kecamatan Warkuk Ranau Selatan Kabupaten Ogan Komering
Ulu Selatan. Teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu
wawancara dan observasi maupun dokumentasi.
Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan, pertama
pelaksanaan hukum kewarisan Islam pada dasarnya cukup dimengerti
oleh masyarakat Desa Kota Batu walaupun hanya secara umum saja,
namun masyarakat di Desa Kota Batu tidak menggunakan hukum
kewarisan Islam, dikarenakan mereka menganggap lebih mudah
menggunakan cara pembagian harta sesuai dengan ketentuan adat
iii
suku Ranau. Kedua dalam tinjauan hukum Islam, pembagian warisan
atas dasar musyawarah yang dilakukan dengan kerelaan serta
mendatangkan maslahat dibolehkan dan tidak bertentangan dengan
hukum Islam. Dengan demikian, menurut hukum Islam praktik
pembagian harta waris pada masyarakat adat suku Ranau di Desa Kota
Batu boleh dilakukan asalkan mendatangkan maslahat dan
dipergunakan dengan sebaik-baiknya.
Kata Kunci : Hukum Islam, Keluarga, Pembagian Harta Wari
ANALISIS POTENSI ENERGI LISTRIK MENGGUNAKAN TERMOELEKTRIK PELTIER MODEL TEC1-12706 YANG DIHASILKAN DARI PANAS SISA PEMANAS AIR PADA TUNGKU PEMBAKAR SAMPAH
Haikal, Muhammad Fikri. (2024). Analisis Potensi Energi Listrik Menggunakan Termoelektrik Peltier Model TEC1-12706 Yang Dihasilkan Dari Panas Sisa Pemanas Air Pada Tungku Pembakar Sampah. Skripsi. Teknik Mesin. Fakultas Teknik dan Ilmu Komputer. Universitas Pancasakti Tegal.
Salah satu inovasi pembangkit listrik yaitu memanfaatkan energi panas menggunakan termoelektrik peltier. Termoelektrik peltier merupakan suatu pembangkit listrik berskala kecil yang cara kerjanya jika terdapat 2 buah lempengan logam yang berbeda dan tersambung pada tempat dengan temperatur yang berbeda, maka lempeng logam tersebut akan menghasilkan listrik. Tujuan dari penelitian ini yaitu menganalisis energi yang dihasilkan dari rangkaian termoelektrik peltier.
Metode penelitian yang digunakan yaitu metode eksperimen, metode eksperimen digunakan karena penelitian ini berbentuk inovasi dari penelitian yang sudah ada. Inovasinya adalah dengan menggunakan 10 buah termoelektrik peltier model TEC1-12706 yang dirangkai seri menjadi generator termoelektik dan memanfaatkan panas sisa dari panci pemanas air melalui tungku pembakar sampah.
Berdasarkan hasil pengujian yang sudah dilakukan, dapat diketahui bahwa daya yang dihasilkan dari generator termoelektrik. Dimana daya terbesar yang dihasilkan yaitu 0,599 watt dengan efisiensi 1,76 %, kemudian menggunakan modul Step Up MT3608 untuk meningkatkan tegangan yang mempengaruhi hasil daya dan efisiensi, daya terbesar yang dihasilkan yaitu 2,691 watt dengan efisiensi terbesar 6,82 %. Dan dengan menggunakan lampu LED COB sebagai bebannya.
Kata Kunci : Termoelektrik Peltier, Pembangkit Listrik, Generato
AKUNTABILITAS DAN TRANSPARANSI DALAM PELAYANAN PUBLIK (STUDI KASUS PELAYANAN E-KTP DI KANTOR KECAMATAN TALLO KOTA MAKASSAR)
The Tallo District Office of Makassar City is an extension unit of the government to carry out its service function to the community. One of the service functions at the Tallo District Office of Makassar City which is currently a problem is the problem of E-KTP services which often experience delays in the settlement process. Therefore, the author intends to conduct a research process at the Tallo District
Office, Makassar City. The purpose of this study was to find out what the implementation of the principles of Accountability and Transparency in the E-KTP service process at Tallo District Agencies, Makassar City was like. The research method used is a qualitative method so that the entire presentation of the data presented will be presented in descriptive form. The data collection techniques used in this research process are data collection techniques based on interviews, observations and literature studies. Data management and analysis techniques used are data collection, data presentation, data reduction, data presentation and conclusions. The results of this study indicate that in terms of Accountability seen from the aspect of accuracy and completeness of information has been going well and as promised; from the aspect of the Management Information System and Monitoring Results have been running optimally both in terms of service quality and the quality of human resources; from the aspect of public access in accessing information and the mechanism for public complaints needs to be optimized. Meanwhile, in terms of transparency, the provision of clear information about procedures, costs and responsibilities has been going well, from the aspect of Ease of Access to Information it has gone well, and from the aspect of preparing a complaint mechanism if there are rules that are violated or requests to pay bribes still not going well.Kantor Kecamatan Tallo Kota Makassar adalah salah satu unit yang melakukan pelayanan public, yang saat ini menjadi terdapat beberapa masalah, diantaranya adalah permasalahan pelayanan E-KTP yang seringkali mengalami keterlambatan proses penyelesaian. Oleh karena itu penulis berniat untuk melakukan sebuah proses penelitian di Kantor Kecamatan Tallo Kota Makassar. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui implementasi prinsip akuntabilitas dan transparansi di dalam proses pelayanan E-KTP di Kantor Kecamatan Tallo Kota Makassar. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kualitatif sehingga seluruh penyajian data yang dipaparkan akan disajikan dalam bentuk deskriptif. Adapun teknik pengumpulan data yang digunakan dalam proses penelitian ini adalah teknik pengumpulan data berbasis wawancara, observasi dan telaah dokumen. Teknik pengelolaan dan analisis data yang digunakan adalah pengumpulan data, penyajian data, reduksi data, penyajian data dan kesimpulan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa dari segi akuntabilitas dilihat dari aspek akurasi dan kelengkapan informasi yang berhubungan dengan cara-cara mencapai sasaran suatu program telah berjalan dengan baik dan sesuai dengan yang dijanjikan; dari aspek Sistem Informasi Manajemen dan Monitoring Hasil telah berjalan dengan optimal baik dari segi kualitas pelayanan dan kualitas sumber daya manusia; dari aspek akses publik dalam mengakses informasi dan mekanisme pengaduan masyarakat perlu dioptimalkan. Sedangkan dari segi transparansi, penyediaan informasi yang jelas tentang prosedur-prosedur, Biaya dan Tanggung Jawab sudah berjalan dengan baik, dari aspek Kemudahan Akses Informasi telah berjalan dengan baik, dan dari aspek Penyusun mekanisme pengaduan jika ada peraturan yang dilanggar atau permintaan untuk membayar uang suap masih belum berjalan dengan baik
Going Beyond Counting First Authors in Author Co-citation Analysis
The present study examines one of the fundamental aspects of author co-citation analysis (ACA) - the way co-citation
counts are defined. Co-citation counting provides the data on which all subsequent statistical analyses and mappings
are based, and we compare ACA results based on two different types of co-citation counting - the traditional type that
only counts the first one among a cited work's authors on the one hand and a non-traditional type that takes into
account the first 5 authors of a cited work on the other hand. Results indicate that the picture produced through this non-traditional author co-citation counting contains more coherent author groups and is therefore considerably clearer. However, this picture represents fewer specialties in the research field being studied than that produced through the traditional first-author co-citation counting when the same number of top-ranked authors is selected and analyzed. Reasons for these effects are discussed
Konsep negara menurut Undang-Undang Dasar tahun 1945 dan Peraturan Pemerintah pengganti Undang-Undang nomor 2 tahun 2017 serta relevansinya denga pemikiran Taqiyuddin An-Nabhani dan Wahbah Zuhaily
Indonesia sebagai negara majemuk telah berhasil menentukan bentuk dan dasar negara yakni sistem pemerintahan demokrasi, pancasila sebagai dasar ideologi dan Undang-Undang Dasar Tahun 1945 sebagai hukum tertinggi. Dimana hal tersebut telah di sepakati oleh founding father dan para Ulama pada masa sebelum dan sesudah kemerdekaan. Tetapi hal tersebut masih menjadi pro dan kontra khususnya bagi kelompok yang menginginkan terbentuknya Khilafah atau sistem negara Islam di Indonesia, maka penelitian ini mengangkat isu legalitas mengenai konsep negara prespektif konstitusi dan hukum Islam dimana masih banyak kerancuan tafsir dalam pemaknaannya.
Tujuan Penelitian ini untuk mengetahui konsep Negara Menurut Undang-Undang Dasar Tahun 1945 dan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2017, untuk mengetahui landasan pemikiran Taqiyuddin An-Nabhani dan Wahbah Zuhaili tentang konsep Negara, untuk mengetahui relevansi konsep Negara Menurut Undang-Undang Dasar Tahun 1945 dan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2017 dengan pemikiran Taqiyuddin An-Nabhani dan Wahbah Zuhaili.
Kerangka pemikiran dibuat sesuai tinjauan teori mengenai konsep negara menurut Undang-Undang Dasar Tahun 1945 dan diperkuat oleh Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2017 tentang orgaanisasi kemasyarakatan, yakni penegasan asas pancasila yang hanya boleh dipakai untuk hidup berbangsa dan bernegara.
Penelitian ini merupakan jenis penelitian kualitatif yang dikategorikan sebagai penelitian kepustakaan. Metode yang digunakan adalah deskriptif analisis dengan pendekatan yuridis normatif. Hasil penelitian menyebutkan : (1) Bentuk negara kesatuan telah termaktub dalam Undang-Undang Dasar Tahun 1945 Pasal 1 ayat 1. (2) Konsep negara khilafah menurut Taqiyuddin An-Nabhani adalah berbentuk khilafah, sedangkan Wahbah Zuhaily menyepakati faham demokrasi. (3) Bahwa konsep nrgara yang telah di atur menurut Undang-Undang Dasar Tahun 1945 dengan pemikiran Taqiyuddin An-Nabhani tidak relevan, sementara tidak dengan pemikiran Wahbah Zuhaily yang menyepakati sistem Republik
Variations on the Author
“Variations on the Author” discusses two of Eduardo Coutinho’s recent films (Um Dia na Vida, from 2010, and Últimas Conversas, posthumously released in 2015) and their contribution to the general question of documentary authorship. The director’s filmography is characterized by a consistent yet self-effacing form of authorial self-inscription: Coutinho often features as an interviewer that rather than express opinions propels discourses; an interviewer that is good at listening. This mode of self-inscription characterizes him as an author who is not expressive but who is nonetheless markedly present on the screen. In Um Dia na Vida, however, Coutinho is completely absent form the image, while Últimas Conversas, on the contrary, includes a confessional prologue that moves the director from the margins to the center of his films. This article examines the ways in which these works stand out in the filmography of a director who offers new insights into the notion of cinematic authorship
Appropriate Similarity Measures for Author Cocitation Analysis
We provide a number of new insights into the methodological discussion about author cocitation analysis. We first argue that the use of the Pearson correlation for measuring the similarity between authors’ cocitation profiles is not very satisfactory. We then discuss what kind of similarity measures may be used as an alternative to the Pearson correlation. We consider three similarity measures in particular. One is the well-known cosine. The other two similarity measures have not been used before in the bibliometric literature. Finally, we show by means of an example that our findings have a high practical relevance.information science;Pearson correlation;cosine;similarity measure;author cocitation analysis
- …
