19 research outputs found
Lean Manufacturing dalam Reduksi Waste untuk Peningkatan Efisiensi Produksi Konektor Tipe X di PT XYZ
Inefficient production processes can cause waste that results in delays, increased operational costs, and decreased productivity. Therefore, identifying and reducing waste is important in achieving better efficiency in the production process. This study aims to identify and reduce waste in the production process of type X connectors at PT XYZ by applying Lean Manufacturing principles. The methods used in this study include Value Stream Mapping (VSM) to map the production process flow and Process Activity Mapping (PAM) to analyze production activities in detail. The results of the analysis show that the largest waste occurs at the Operation stage (57.07%), followed by Transportation (26.65%) and Delays (10.89%). Based on the 5W + 1H analysis, it was found that the main causes of waste were the lack of measuring stations and inefficient warehouse layouts. Recommendations given include adding measuring stations, implementing IoT technology to automate data input, and optimizing warehouse layouts. The implementation of these improvements is expected to reduce waste, increase productivity, and help PT XYZ achieve production targets more efficiently
Pegaruh Good Corporate Governance, Sales Growth Dan Capital Intensity Terhadap Nilai Perusahaan Yang Di Mediasi Oleh Konservatisme Akuntansi (studi empiris pada perusahaan manufaktur sektor industri barang konsumsi sub sektor makanan dan minuman yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia pada 2017 – 2019)
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menyelidiki pengaruh Good Corporate Governance, Pertumbuhan Penjualan dan Intensitas Modal Terhadap Nilai Perusahaan dengan Konservatisme Akuntansi Sebagai Variabel Intervening. Strategi purposive sampling digunakan untuk memilih sampel dari perusahaan manufaktur pada sektor industi makanan dan minuman. Sebanyak 21 sample di kumpulkan dengan rentang tahun periode penelitian 2017-2019, total data 63 diperoleh, data outlier menyisakan 55 data sampel. Data penelitian berasal dari laporan keuangan pada Bursa Efek Indonesia. Penelitian ini menggunakan metode analisis data path analysis. Hasil penelitian menunjukkan, Good corporate governance tidak memberikan pengaruh terhadap nilai perusahaan, pertumbuhan penjualan tidak memiliki pengaruh signifikan terhadap nilai perusahaan, tetapi intensitas modal memiliki pengaruh signifikan terhadap nilai perusahaan. Good corporate governance tidak berpengaruh terhadap konservatisme akuntansi, namun pertumbuhan penjualan berpegaruh negative signifikan terhadap konservatisme akuntansi dan intensitas modal tidak berpengaruh terhadap konservatisme akuntansi. Dalam mediasi konservatisme akuntansi tidak memberikan efek mediasi terhadap Good corporate governance, pertumbuhan penjualan dan intensitas modal terhadap nilai perusahaan
KARAKTERISTIK DAN PERUBAHAN KONDISI SOSIAL EKONOMI AKIBAT ALIH FUNGSI LAHAN PERTANIAN KE NONPERTANIAN TAHUN 2009 SAMPAI TAHUN 2014 DI KUTOREJO, PANDAAN, PASURUAN
ABSTRAK Muhammad, Mauludin. 2015. Karakteristik dan Perubahan Kondisi Sosial Ekonomi Akibat Alih Fungsi Lahan Pertanian Ke Non pertanian Tahun 2009 Sampai Tahun 2014 Di Kutorejo, Pandaan, Pasuruan. Skripsi, Jurusan Geografi, Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Prof. Dr. Ach. Fatchan, ,M.Pd, M.P.(II) Drs. Rudi Hartono, M.S. Kata Kunci: alih fungsi lahan, mata pencaharian, pendapatan, biaya hidup Sektor pertanian masih memegang peran yang strategis yang memberikan dampak pertumbuhan ekonomi yang tinggi baik dalam lingkup kabupaten maupun dalam lingkup propinsi. Sesuai dengan Standar Kompetensi SMA kelas XI semester 2 pada Kompetensi Dasar 3.4 menganalisis dinamika dan masalah kependudukan serta sumber daya manusia di Indonesia untuk pembangunan.Penyusutan lahan sawah ini mengakibatkan produktivitas sektor pertanian mengalami penurunan khususnya pada sub sektor tanaman pangan. Dengan demikian kontribusi sektor pertanian terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kabupaten Pasuruan juga mengalami penurunan.Penelitian ini bertujuan untuk mendiskripsikan: (1) karakteristik lahan, iklim dan penduduk Desa Kutorejo, (2) bentuk-bentuk perubahan lahan pertanian sesudah alih fungsi lahan, (3) hubungan perubahan lahan dengan mata pencaharian, (4) hubungan perubahan lahan dengan tingkat pendapatan, (5) hubungan perubahan lahan dengan biaya hidup dari sebelum alih fungsi lahan ke sesudah alih fungsi lahan.Penelitian ini dirancang dengan menggunakan riset exposfacto yang berupaya mengekspos fakta-fakta yang terjadi di lapangan. Penelitian ini termasuk penelitian sensus apabila dilihat dari subyeknya yang meliputi seluruh populasi. Data yang digunakan data primer dan data sekunder. Pengumpulan data primer menggunakan kuesioner dengan jenis terbuka dan tertutup. Teknik pengumpulan data menggunakan observasi, angket, wawancara, dan dokumentasi. Analisis data menggunakan gain score dan tabulasi silang. Berdasarkan hasil dan pembahasan, maka diperoleh kesimpulan sebagai berikut: 1) Karakteristik lahan di Desa Kutorejo sebagian besar lahannya berupa hutan (46,93%), lahan pertanian (13,97%), pemukiman (37,92%), fasilitas umum dan lain-lain (1,18%) dan sebagian besar tanahnya adalah alluvial kelabu (56,13%). Jumlah penduduk Desa Kutorejo adalah 4312 jiwa dan kebanyakan tamat SD (33,06%).2) Perubahan lahan yang terjadi di Desa Kutorejo pada tahun 2009-2014 pada sektor pertanian berubah menjadi ke non pertanian mencapai hingga 20%. 3) Diketahuibahwa jumlah penduduk berdasarkan mata pencaharian hanya 1008 jiwa. penurunan pekerjaan sebagai petani yaitu dari 38,24% turun menjadi 17,65%. 4) Berdasarkan data penelitian sebagian besar responden mempunyai pekerjaan sampingan untuk menunjang pendapatan keluarganya. 5) Dari hasil penelitian di lapangan ditemukan bahwa rata-ratarespondenmemiliki 5-6 tanggungankeluarga. Penambahan biaya konsumsi mencapai 3,05% darisebelumsampaisesudahalihfungsilahan. Sebagian besar responden mampu melanjutkan sekolah anaknya setelah melakukan alih fungsi lahan
MODEL ROOT CAUSE ANALYSIS SISTEM INFORMASI PEMERINTAHAN DAERAH (SIPD) DALAM PENGELOLAAN KEUANGAN DAERAH (Studi Empiris Pada Dinas Tenaga Kerja Kabupaten Wonogiri)
Use of the Regional Government Information System (SIPD) as a form of regional government transparency in disclosing information to the public. How SIPD is implemented in regional financial management at the Wonogiri Regency Manpower Service is the focus of this research. The author uses qualitative research with the Root Cause Analysis model "5 Why Analysis", namely asking why five times or repeatedly until finding the root of the problem. The main technique used in data collection is conducting interviews with staff who are SIPD operators by making a list of questions for observation and documentation. The author's conclusion is that not all informants have the same root problems in implementing SIPD. There are 3 main factors that cause less than maximum problems, namely communication constraints, application constraints and human resource constraints
ANALISIS PENDEKATAN FORECASTING MULTIMETODE DALAM MENENTUKAN JUMLAH PRODUKSI PADA MESIN FL-61 YANG LEBIH AKURAT
PT Asia Pacific Fibers (Karawang Plant), salah satu perusahaan tekstil terkemuka di Indonesia, menghadapi tantangan dalam merencanakan produksi yang efisien untuk menghindari penumpukan stok dan kekurangan pasokan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis metode peramalan, yaitu Double Exponential Smoothing, Moving Average, dan Regresi Linear, guna menentukan metode terbaik untuk kebutuhan produksi perusahaan. Data jumlah produksi permintaan tahun 2023 dari mesin FL-61 digunakan sebagai sampel penelitian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Regresi Linear memiliki performa terbaik dengan MSE terkecil dari ketiga metode di atas, yaitu sebesar 282.815,76, MADsebesar 379,87, dan MAPE sebesar 14,43%. Temuan ini diharapkan dapat mendukung PT Asia Pacific Fibers (Karawang Plant) dalam mengoptimalkan proses produksinya, sehingga dapat meningkatkan daya saing perusahaan di pasar global. Rekomendasi untuk penelitian selanjutnya adalah mengintegrasikan teknologi IoT untuk meningkatkan akurasi dan fleksibilitas perencanaan produksi secara real-time.Kata Kunci: peramalan, double exponential smoothing, moving average, regresi linear, perencanaan produks
Pelindungan Hak Konstitusional Perempuan Dalam Pencalonan Legislatif Pemilihan Umum Tahun 2024 di Gorontalo
One of the evaluations of the implementation of the 2024 Election in Indonesia is related to the fulfillment of the 30 percent quota for women in legislative nominations. In the 2024 Election, in the Gorontalo Electoral District, political parties that did not meet the 30 percent quota for women as legislative candidates were allowed to participate in the legislative election. Then, the Constitutional Court corrected and annulled the election results through a Revote in Electoral District 6 Gorontalo because many political parties did not meet the requirements. This decision is certainly interesting to study because it can have a major impact on legislative nominations that must include at least a 30 percent quota for women not only in Gorontalo but applies to all electoral districts in Indonesia. This study examines two things, first, the ratio legis and the urgency of the need to protect women's constitutional rights in legislative nominations in the General Election, second regarding the implications of Constitutional Court Decision Number 125-01-08-29 / PHPU.DPR-DPRD-XXII / 2024 concerning the protection of women in legislative nominations in the upcoming General Election. The research method used is normative juridical with case and statute approach. Secondary research data sources include Constitutional Court Decisions and laws and regulations related to legislative nominations in elections. This study concludes, first, that the Constitutional Court provides guarantees and protection for women in nominating legislative members in the 2024 Election. The 30 percent quota for women in legislative nominations by political parties is an absolute prerequisite for holding legislative elections at all levels. Second, the legal implications of Constitutional Court Decision Number 125-01-08-29 / PHPU.DPR-DPRD-XXII / 2024 require every political party to include a 30 percent quota in nominating legislative members in the Election. If this is not met, the political party cannot participate in the election
DISTRIBUSI SEDIMEN ARAH TEGAK LURUS PANTAI INDRAYANTI YOGYAKARTA PENENTUAN VARIABEL STATISTIK SEDIMEN PANTAI
Perubahan morfologi pantai Indrayanti sebagai masalah yang serius apabila tidak dikelola dengan baik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui distribusi ukuran butir sedimen di Pantai Indrayanti, Kabupaten Gunung Kidul, Yogyakarta. Penelitian ini menggunakan menggunakan klasifikasi wentworth dan variabel statistik, pengambilan sampel dengan purposive sampling method, dan analisis dengan ayakan dan granulometri. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sedimen menurut distribusi ukuran butiran pada potongan A, B, C, D dan E tergolong fine sand. Sedimen menurut wentworth pada potongan A, B, C dan E tergolong butiran pasir kasar. Sedimen menurut wentworth pada potongan D tergolong butiran pasir sangat kasar. Variasi ukuran butiran A, B, C dan E mempunyai distribusi yang merata, sedangkan di potongan D terdistribusi tidak merata. Berdasarkan nilai deviasi standar sedimen di potongan A, B, C, D dan E tergolong dalam Very Well Sorted. Klasifikasi berdasarkan nilai koefisien pilah potongan A, B, C, D dan E tergolong dalam terpilah pasir berpilah baik adalah 1,0<S0<1,5. Pada potongan A, B, C, D sedimen menurut nilai skewness tergolong dalam mencong sangat halus dengan nilai diameter sebesar +1. Nilai Kurtosis di potongan A diklasifikasikan runcing. Pada potongan B, C dan E diklasifikasikan cukup tumpul. Dan di potongan D diklasifikasikan tumpul
The Relativity in the Absolute Authority of the Central Government in Religious Affairs
The legal policy of the regional government, post-political reform, puts religious affairs under the absolute administrative authority of the central government. However, the development of society requires religious affairs to also be taken care of by the regional government. We argued that there is relativity in the absolute administrative affairs of the central government authority in the scope of religion. This research aimed to analyze and identify the form of relativity in the absolute administration of the central government in religious affairs. Second, the advantages and disadvantages of the absence of certainty related to the absolute administration of the central government in religious affairs were discussed. The method used in the study was legal doctrinal research with statutory and conceptual approaches. The results of the study concluded that the implementation of absolute government administration in the field of religion turned out to be relative, with the involvement of the regional government in managing and regulating religious affairs. This occurs in the affairs of Islamic boarding schools, hajj and umrah, zakat, and the maintenance of religious harmony. Second, there are advantages and disadvantages to the involvement of regional governments in carrying out religious affairs. Among the advantages, namely the financial burden and the activities of the central government in the administration of religious affairs can be assisted by the regional government budget. The weakness was in the regulation and implementation of the absolute government administration in religious affairs by regional governments due to a lack of understanding of the development of government affairs.
Keywords: Relativity, Government Administration, Central Government, Religio
Sistem Monitoring SPM Berbasis IoT untuk Meningkatkan Produktivitas & Kualitas pada Perusahaan Manufaktur
Perancangan sistem monitoring stroke per minute (SPMMS) mesin pada sebuah organisasi perusahaan dibutuhkan untuk meningkatkan kemampuan perusahaan dalam persaingan bisnis di era Revolusi Industri 4.0, penggunaan IoT (Internet of thing), Human Machine Interface (HMI) memudahkan dalam pengembangan sistem monitoring machine salah satunya adalah untuk melakukan sistem monitoring kerja mesin saat proses produksi. Monitoring SPM dilakukan untuk meningkatkan produktivitas dan kualitas suatu mesin dalam memenuhi jadwal produksi suatu organisasi manufaktur. Perancangan pembuatan sistem monitoring (SPMMS) adalah sistem monitoring mesin secara terprogram dengan menggunakan sistem monitoring SPM secara digital pada mesin proses produksi. SPM monitoring system dilakukan untuk memberikan informasi secara real time dan online status mesin saat mesin beroperasi dan memberikan informasi produk secara kuantitas dan kualitas secara tepat dan akurat sehingga target produksi terjaga dengan baik memenuhi target yang sudah ditetapkan oleh perusahaan
