5 research outputs found

    ODOL POLICY AS A LOCAL POLITICAL ISSUE: EXAMINING THE PALEMBANG CITY GOVERNMENT’S RESPONSE TO PUBLIC PRESSURE

    No full text
    This study examines the political dynamics underlying the implementation of the Over Dimension and Overload (ODOL) policy in Palembang City, Indonesia. Using a qualitative-descriptive approach supported by official transportation data, accident statistics, and media analysis, the research explores how public pressure influences local government responsiveness toward ODOL enforcement. Findings reveal that weak implementation stems not only from institutional limitations but also from political compromises between local authorities and economic actors. The growing number of accidents and fatalities has intensified public scrutiny, transforming ODOL from a technical issue into a politically charged policy arena. The study demonstrates that public pressure serves as a catalyst for symbolic yet visible governmental action, while long-term effectiveness requires digital monitoring innovation, cross-agency collaboration, and participatory accountability. This research contributes to understanding how local political responsiveness shapes policy outcomes in developing democracies, particularly within decentralized governance systems.Penelitian ini menganalisis dinamika politik dalam implementasi kebijakan Over Dimension and Overload (ODOL) di Kota Palembang, Indonesia. Dengan menggunakan pendekatan kualitatif-deskriptif yang didukung oleh data resmi perhubungan, statistik kecelakaan, dan analisis media, penelitian ini menelaah bagaimana tekanan publik memengaruhi respons pemerintah daerah terhadap penegakan kebijakan ODOL. Temuan menunjukkan bahwa lemahnya implementasi tidak hanya disebabkan oleh keterbatasan institusional, tetapi juga oleh kompromi politik antara pemerintah lokal dan aktor ekonomi. Peningkatan jumlah kecelakaan dan korban jiwa telah memperkuat tekanan publik, menjadikan isu ODOL tidak lagi bersifat teknis, melainkan politis. Penelitian ini menegaskan bahwa tekanan publik berfungsi sebagai katalis bagi tindakan pemerintah yang simbolik namun terlihat, sementara efektivitas jangka panjang menuntut inovasi pemantauan digital, kolaborasi lintas lembaga, serta akuntabilitas partisipatif. Hasil penelitian ini memperkaya pemahaman tentang bagaimana respons politik lokal memengaruhi kinerja kebijakan dalam sistem pemerintahan desentralistik

    ANALISIS TERHADAP PERWAKILAN 30% PEREMPUAN PARTAI NASDEM KOTA PALEMBANG DALAM PENCALONAN ANGGOTA LEGISLATIF TAHUN 2024

    No full text
    Penelitian ini membahas tentang Analisis Terhadap Perwakilan 30% Perempuan Partai Nasdem Kota Palembang Dalam Pencalonan Anggota Legislatif Tahun 2024. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana Perwakilan 30% Perempuan Partai Nasdem Kota Palembang dalam Pencalonan legislatif tahun 2024. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan analisa kualitatif. Sedangkan untuk teknik pengumpulan data dilakukan dengan metode wawancara, observasi, dan dokumentasi. Sumber data primer dalam penelitian ini adalah perempuan partai nasdem kota palembang. Sumber data sekunder dalam penelitian ini berupa jurnal, buku, dan internet. Dalam menganalisis peneliti ini menggunakan teori keterwakilan politik perempuan dari Hanna Fenichel Pitkin dan teori partisipasi politik perempuan dari Samuel P. Huntington dan joan M. Nelson. Hasil peneliti ini menunjukan bahwa penerapan perwakilan calon legislatif perempuan partai nasdem pada DPRD Kota Palembang sudah memenuhi UndangUndang kuota 30% perwakilan perempuan. Namun kuota 30% keterwakilan perempuan hanya satu yang memperoleh kursi legislatif dan banyak kaum laki-laki yang memperoleh kursi lembaga legislatif. Adapun faktor yang hambatan yang dihadapi oleh caleg perempuan partai nasdem yaitu faktor keluarga, faktor ekonomi, faktor pendidikan politik perempuan dan kebijakan politik partai yang masih di dominasi oleh kaum laki-laki

    FRAMING KAMPANYE ISU PELANGGARAN HAM YANG DILAKUKAN PRABOWO DALAM PEMILIHAN PRESIDEN TAHUN (2019) STUDI KASUS MEDIA ONLINE KOMPAS.COM

    No full text
    Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan menganalisis isi “framing kampanye isu pelanggaran ham yang dilakukan prabowo dalam pemilihan presiden tahun (2019) studi kasus media online kompas.com”teks media melalui framing model Robert N. Entman. Hasil penelitian menunjukan bahwa frame berita tentang Pemberitaan dan kampanye isu pelanggaran HAM oleh kompas.com dalam pilpres 2019 Prabowo Subianto lebih menekankan karakter daripada reputasi dan kredibilitasnya. Dalam pemberitaan belum dituntaskannya kasus pelanggaran HAM oleh pemimpin juga dilakukan kepada paslon Prabowo Subianto. Hasil isi informasi yang disajikan berdasarkan Framing Robert N. Entman dominan berisi netral dan negatif dimana sesuai sesuai dengan teori Robert N Entman dengan dapat melihat kecenderungan pemberitaan suatu media, (apakah positif ataukah negatif.) Dengan keseluruhan berita ada 9, 5 berita netral dan 4 berita cenderung negatif, sesuai dengan teori Robert N Entman dengan teori ini dapat melihat kecenderungan pemberitaan suatu media, Penyebaran informasi dengan proporsi dominan dalam kategori netral dan negatif dapat mempengaruhi opini publik dan dapat dianggap sebagai cermin sebuah presepsi atau pandangan publik

    Degradasi Sungai Lematang Dan Ketidakadilan Ekologi Di Kabupaten Lahat: Analisis Politik Ekologi Dampak Pltu Batubara

    No full text
    Kabupaten Lahat merepresentasikan paradoks pembangunan ekstraktif di Indonesia, di mana ekspansi pertambangan batubara dan keberadaan PLTU Keban Agung (2×135 MW) yang diklaim sebagai motor penggerak ekonomi justru menimbulkan degradasi ekologis yang signifikan terhadap Sungai Lematang. Penelitian ini menggunakan pendekatan metode campuran (mixed-methods) melalui pengujian laboratorium, observasi lapangan, dan wawancara mendalam untuk mengidentifikasi hubungan antara aktivitas industri dan penurunan kualitas lingkungan perairan. Hasil analisis menunjukkan terjadinya acidifikasi ekstrem pada Sungai Pole (pH 4,33–4,48) yang berpotensi mencemari Sungai Lematang, sumber air bagi 5.892 jiwa di tiga desa terdampak. Pola penurunan pH dari hulu ke muara mengindikasikan adanya pemasukan asam berkelanjutan (continuous acid loading) dari limbah Fly Ash dan Bottom Ash (FABA) PLTU. Dampak sosial-ekologis terukur meliputi penurunan hasil panen petani sebesar 60–70%, penurunan hasil tangkapan nelayan 50–60%, serta penurunan Indeks Kualitas Air (IKA) dari 85,7 (2021) menjadi 76,8 (2024). Melalui kerangka ekologi politik (political ecology), penelitian ini menyoroti bagaimana komunitas lokal bertransformasi menjadi zona pengorbanan (sacrifice zones) yang menanggung eksternalitas negatif tanpa memperoleh pembagian manfaat (benefit sharing) yang adil. Temuan ini juga mengungkap adanya penangkapan regulasi (regulatory capture) dan kegagalan negara (state failure) yang melanggengkan ketimpangan kekuasaan dan ketidakadilan lingkungan. Secara konseptual, studi ini memperkaya kajian mengenai hubungan antara industri ekstraktif dan degradasi sumber daya air bersama (water commons degradation) serta memberikan dasar empiris untuk reformasi kebijakan dan advokasi keadilan lingkungan di tingkat lokal.Lahat Regency exemplifies the paradox of extractive development in Indonesia, where the expansion of coal mining and the operation of the Keban Agung coal-fired power plant (2×135 MW)—often promoted as drivers of regional economic growth—have instead produced systematic ecological degradation of the Lematang River. This study employs a mixed-methods approach, combining laboratory testing, field observation, and in-depth interviews, to examine the link between industrial activities and water quality deterioration. The findings reveal severe acidification in the Pole River (pH 4.33–4.48), posing a direct threat to the Lematang River, the primary water source for 5,892 residents in three affected villages. The declining pH gradient from upstream to downstream indicates continuous acid loading originating from Fly Ash and Bottom Ash (FABA) discharge of the power plant. Documented socio-ecological impacts include a 60–70% decline in agricultural yields, a 50–60% reduction in fish catch, and a decrease in the Water Quality Index (WQI) from 85.7 (2021) to 76.8 (2024). Using the framework of political ecology, this research demonstrates how local communities have become “sacrifice zones”, bearing the negative externalities of extractive operations without equitable benefit sharing. The study identifies regulatory capture and state failure as structural mechanisms that perpetuate environmental injustice and asymmetric power relations. Conceptually, this work contributes to the literature on extractive industries and water commons degradation, while empirically providing a foundation for policy reform and environmental justice advocacy in Indonesia’s coal-producing regions

    Kejadian Pertama Infeksi Zucchini yellow mosaic virus pada Tanaman Mentimun di Padang, Sumatera Barat

    No full text
    Tanaman mentimun varietas lokal Padang merupakan tanaman sayuran unggulan bagi petani perkotaan karena umur panen yang pendek. Hasil survei menemukan adanya gejala bercak kuning dan klorosis dengan tulang daun hijau. Gejala ini mirip dengan infeksi Papaya ring spot virus (PRSV) yang menginfeksi mentimun di Jawa dan Zucchini yellow mosaic virus (ZYMV) yang menginfeksi mentimun pada umumnya. Deteksi virus dilakukan dengan teknik reverse transcription polymerase chain reaction (RT-PCR) menggunakan primer spesifik PRSV dan primer universal Potyvirus, perunutan dan analisis DNA. RT-PCR menggunakan primer spesifik PRSV DNA target tidak menghasilkan pita DNA, namun pita DNA dengan ukuran ±320 pb berhasil teramplifikasi dengan primer universal Potyvirus. Analisis sikuen nukleotida menunjukkan bahwa similaritas virus tertinggi sebesar 93.8% dan 93.5%, berturut-turut dengan ZYMV isolat Singapura dan India. Infeksi ZYMV merupakan kejadian pertama pada tanaman mentimun di Padang, Sumatera Barat.The First Occurrence of Zucchini yellow mosaic virus Infecting Cucumber in Padang, West Sumatra Cucumber Local Padang variety is considered as a superior vegetable crop by urban farmers due to its early harvest time. Yellow spots and chlorosis symptoms was found on cucumber plants during field surveys conducted recently. These symptoms are similar to Papaya ring spot virus (PRSV) infection on cucumbers in Java, and common symptoms of Zucchini yellow mosaic virus (ZYMV) infection on cucurbits. Detection of the causal virus was carried out by the reverse transcription polymerase chain reaction (RT-PCR) using PRSV specific primer and universal primers of Potyvirus, DNA sequencing and analysis. DNA target was not amplified by RT-PCR using PRSV specific primer, but DNA fragment of ±320 bp was successfully amplified using Potyvirus universal primer. The nucleotide sequences analysis showed highest similarity of 93.7% and 93.5% to the ZYMV isolates from Singapore and India, respectively. This is the first report on the occurrence of ZYMV infection on cucumber plants in Padang, West Sumatra
    corecore