2 research outputs found

    IMPLEMENTASI SITUS WEB JAKPRENENUR DALAM RANGKA INOVASI PELAYANAN PUBLIK PEMERINTAH PROVINSI DKI JAKARTA

    No full text
    Penelitian ini membahas implementasi situs web Jakpreneur sebagai bentuk inovasi pelayanan publik digital oleh Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dalam mendukung pemberdayaan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM). Permasalahan utama yang dikaji adalah bagaimana layanan digital ini dirancang, dijalankan, dan dimanfaatkan oleh pelaku UMKM sebagai pengguna akhir. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis bentuk inovasi dalam situs web Jakpreneur ditinjau dari aspek produk layanan, proses birokrasi, dan relasi kolaboratif antara pemerintah, masyarakat, dan sektor swasta. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik studi literatur dan dokumentasi data sekunder. Hasil penelitian menunjukkan bahwa situs web Jakpreneur telah menjadi instrumen strategis dalam mendigitalisasi pelayanan publik melalui layanan pendaftaran, pelatihan, perizinan, hingga pelaporan keuangan secara daring. Website ini juga mendorong partisipasi publik dan kolaborasi dengan sektor swasta seperti Shopee, Tokopedia, serta lembaga pendidikan. Namun, tantangan masih muncul dalam bentuk kesenjangan akses teknologi dan keterbatasan literasi digital di kalangan pelaku UMKM. Prospek dari penelitian ini menunjukkan bahwa model layanan publik digital seperti Jakpreneur dapat menjadi acuan bagi pengembangan inovasi layanan publik di daerah lain, sepanjang diikuti dengan penguatan pendampingan, evaluasi pengguna, serta pengelolaan ekosistem kolaboratif yang berkelanjutan.&nbsp

    Perbandingan Kuota Keterwakilan Perempuan di Parlemen Pada Pemilu 1999 & 2019

    No full text
    ABSTRAK   Reformasi demokrasi yang signifikan pasca-Orde Baru di Indonesia dimulai dengan Pemilu 1999, salah satunya adalah meningkatkan keterwakilan perempuan. Kehadiran perempuan di Dewan Perwakilan Rakyat hanya sekitar 8,8% pada tahun tersebut, yang merupakan hasil dari pembatasan institusional dan sosial yang menghalangi perempuan untuk berpartisipasi. Berdasarkan teori gender Dahlerup dan teori partisipasi politik Sidney Verba dan Norman Nie, tujuan dari penelitian ini adalah untuk menyelidiki bagaimana perubahan sosial, kebijakan tindakan afirmatif, dan latar belakang sejarah mempengaruhi representasi perempuan antara tahun 1999 dan 2019. Penelitian kualitatif dengan tinjauan literatur adalah metodologi yang digunakan. Informasi dikumpulkan dari buku-buku, majalah, dan catatan tentang aturan dan sejarah pemilu. Kami menggunakan pendekatan Miles dan Huberman untuk analisis data.Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan signifikan dalam keterwakilan perempuan di parlemen Indonesia dari 9,82% pada pemilu 1999 menjadi 20,52% pada pemilu 2019. Kebijakan kuota gender 30% yang diimplementasikan sejak pemilu 2004 menjadi faktor utama peningkatan ini, meskipun representasi perempuan yang terpilih belum mencapai angka 30%. Tantangan yang dihadapi termasuk peran ganda perempuan, pendidikan yang lebih rendah, dan hambatan budaya serta legal yang masih membatasi partisipasi politik perempuan. dapat disimpulkan bahwa Perubahan signifikan terjadi dalam representasi perempuan di parlemen Indonesia dari pemilu 1999 ke 2019. Pada 1999, tanpa kuota gender, hanya 9,82% perempuan terpilih. Pemilu 2019 dengan kuota 30% meningkatkan keterwakilan perempuan menjadi 20,52%. Meski belum mencapai target, kebijakan ini efektif meningkatkan partisipasi perempuan. Tantangan seperti peran ganda, pendidikan rendah, dan hambatan budaya serta hukum masih perlu diatasi.   Keywords: keterwakilan perempuan, demokrasi, partisipasi politik
    corecore