29 research outputs found
Aplikasi Sensor Jarak Jauh pada Penerapan Gigabit Passive Optical Network (GPON) Berbasis Optisystem
Teknologi serat optik telah dapat digunakan sebagai aplikasi sensor jarak jauh. Selain kemampuannya dalam hal kecepatan dan kapasitas dalam trasnfer data, penggunaan serat optik pada aplikasi sensor jarak jauh adalah karena ukurannya yang kecil serta tidak membutuhkan sumber energi listrik. GPON (Gigabit Passive Optical Network) merupakan standar komunikasi optik yang dikembangkan oleh ITU-T via G.984. GPON memiliki memiliki beberapa keunggulan dibanding standar lain, yaitu: memiliki bandwidth yang besar dan efisiensi yang tinggi. Pada penelitian ini penulis merancang penggunaan serat optik pada aplikasi sensor jarak jauh menggunakan standar GPON pada salah satu client yang terhubung dengan STO BKR, STO PBR, STO RBI dan STO ARK Pekanbaru. Aplikasi sensor ini disimulasikan menggunakan software Optisystem dengan parameter pengujian yaitu power link budget dan Bit Error Rate (BER). Dari hasil pengukuran menggunakan Optical Power Meter (OPM) yang ada di Optosystem, diperoleh nilai level daya penerimaan lebih besar dari -28 dBm dan BER lebih kecil dari 10-9.Optical fiber technology can be used as a remote sensor application. In addition to its ability in terms of speed and capacity in data transfer, the use of optical fiber in remote sensor applications is due to its small size and does not require an electrical energy source. GPON (Gigabit Passive Optical Network) is an optical communication standard developed by ITU-T via G.984. GPON has several advantages over other standards, namely: having large bandwidth and high efficiency. In this study the authors designed the use of optical fibers in remote sensor applications using the GPON standard on one client connected to STO BKR, STO PBR, STO RBI and STO ARK Pekanbaru. This sensor application is simulated using Optisystem software with parameters namely power link budget and Bit Error Rate (BER). From the results of measurements using Optical Power Meter (OPM) in the Optosystem, the value of the reception power level is greater than -28 dBm and BER is smaller than 10-9
Indoor positioning system based on received signal strength (RSS) fingerprinting: Case in Politeknik Caltex Riau
Pengklasifikasian Warna dan Bentuk Produk Menggunakan Kamera ELP- USB8MP02G-MFV dengan Berbasis YOLOV7
The development of artificial intelligence technology allows the system to detect various objects. In the research on the classification of color and shape of products using the ELP-USB8MP02G-MFV camera based on YOLOV7, it aims to modify the conveyor on the molding machine. Because the conveyor only has the function of distributing goods from the molding machine to the bin and the length of time used to wait for the bin to be full is the reason why this conveyor is modified. Modifications are made by adding a camera that has been connected to the Raspberry Pi 4B on the conveyor, the camera functions to take pictures of passing product objects then the image is detected by the system on the Raspberry Pi 4B so that this conveyor machine can classify the objects produced by the molding machine. The system detects objects using the YOLOv7 algorithm. This study was carried out with three tests, namely object model detection testing, color detection testing and program and relay output testing where 98.11% was for object model detection testing, 97.37% for color detection and 100% for program and relay output testing. The results of this research will contribute to the development of object detection, especially product object detection and the results of molding machines.Semakin berkembangnya teknologi kecerdasan buatan memungkinkan sistem dapat mendeteksi berbagai objek.Pada penelitian pengklasifikasian warna dan bentuk produk menggunakan kamera ELP-USB8MP02G-MFV dengan berbasis YOLOV7 bertujuan untuk untuk memodifikasi konveyor yang berada pada mesin molding.Karena konveyor hanya memiliki fungsi untuk menyalurkan barang dari mesin molding menuju bin dan lamanya waktu yang digunakan untuk menunggu bin penuh menjadi alasan mengapa konveyor ini dimodifikasi. Modifikasi dilakukan dengan cara menambahkan kamera yang telah dihubungkan dengan Raspberry Pi 4B pada konveyor, kamera tersebut berfungsi untuk mengambil gambar objek produk yang lewat kemudian gambar tersebut dideteksi oleh sistem pada Raspberry Pi 4B sehingga mesin konveyor ini dapat mengklasifikasikan objek hasil produk mesin molding. Sistem ini mendeteksi objek menggunakan algoritma YOLOv7. Penelitian ini dilakukan dengan tiga pengujian yaitu pengujian pendeteksian model objek, pengujian pendeteksi warna dan pengujian output program dan relay dimana 98.11% untuk pengujian pendeteksian model objek, 97.37% untuk pendeteksian warna dan 100 % untuk pengujian output program dan relay. Hasil penelitian ini akan memberikan kontribusi terkait pegembangan pendeteksian objek, khususnya pendeteksian objek produk dan hasil dari mesin molding
Rancang Bangun Alat Voltage Loss Detector Pada Transformator Percabangan
Branching transformers are transformers located at the branching of the Medium Voltage (TM) network. The output from this transformer will be forwarded to the homes of the public/PLN customers. The loss of voltage in the branching transformer due to a disturbance in the electricity network cannot be known by PLN officers before receiving a report from the public, so the duration of the blackout is very long. This is certainly very detrimental to the community and PLN. Voltage Loss Detector is designed to detect loss/ready voltage on branching transformers. This tool uses a ZMPT101B voltage sensor to detect voltage, an Arduino uno microcontroller and a GSM SIM800L module to send messages. After testing, this tool successfully sends a message when the voltage is ready/loss. The voltage values read by the ZMPT101B sensor on the R, S and T phases are 223.36 volts, 222.02 volts and 220.18 volts, while the voltage using a multimeter measuring instrument is 223 volts, 222 volts and 220 volts. The highest time Delay in receiving messages in the room is 20 seconds. The highest time Delay in receiving messages outdoors is 15 seconds. The signal quality of the GSM SIM800L module will affect the Delay in receiving messages. With this tool, power outages in branching transformers will be immediately noticed by PLN officers for follow-up.Transformator percabangan adalah transformator yang berada pada percabangan jaringan Tegangan Menengah (TM). Keluaran dari transformator ini akan diteruskan ke rumah masyarakat/pelanggan PLN. Hilangnya tegangan pada transformator percabangan akibat gangguan jaringan listrik tidak bisa diketahui oleh petugas PLN sebelum mendapat laporan dari masyarakat, sehingga durasi pemadaman aliran listrik sangat lama. Hal ini tentu sangat merugikan masyarakat dan PLN. Alat Voltage Loss Detector dirancang untuk mendeteksi tegangan loss/ready pada transformator percabangan. Alat ini menggunakan sensor tegangan ZMPT101B untuk mendeteksi tegangan, mikrokontroler Arduino uno dan modul GSM SIM800L untuk mengirim pesan. Setelah dilakukan pengujian, alat ini berhasil mengirim pesan pada saat tegangan ready/loss. Nilai tegangan yang terbaca oleh sensor ZMPT101B pada phasa R, S dan T adalah 223.36 volt, 222.02 volt dan 220.18 volt, sedangkan tegangan menggunakan alat ukur multimeter adalah 223 volt, 222 volt dan 220 volt. Delay waktu terima pesan didalam ruangan yang tertinggi adalah 20 detik. Delay waktu terima pesan diluar ruangan yang tertinggi adalah 15 detik. Kualitas sinyal modul GSM SIM800L akan mempengaruhi Delay waktu terima pesan. Dengan alat ini, pemadaman listrik di transformator percabangan akan langsung diketahui oleh petugas PLN untuk ditindaklanjuti
Sistem Deteksi Posisi Pada Area Indoor Menggunakan GSM Fingerprinting
Sistem deteksi posisi menggunakan GSM fingerprinting merupakan teknologi yang dirancang untuk mengetahui posisi dan pergerakan sebuah objek pada area indoor. Teknologi ini dikembangkan untuk mengatasi keterbatasan teknologi GPS yang tidak mampu bekerja pada area indoor. GSM Fingerprinting merupakan salah satu teknologi yang digunakan untuk penentuan posisi berdasarkan pola sinyal yang diterima dari sinyal GSM. Pengujian dan pengambilan data untuk penelitian ini dilakukan di area Kampus Politeknik Caltex Riau. Hasil pengujian didapatkan tingkat akurasi sebesar 47
Peningkatan Akurasi Wireless Positioning System Menggunakan Cluster Filter K-NN
Wireless Positioning System (WPS) merupakan sebuah teknologi yang sudah banyak dikembangkan sekarang ini, Alasannya adalah karena penggunaan Global Positioning System (GPS) tidak dapat berfungsi dengan baik ketika berada di dalam gedung. Penelitian ini akan membuat sebuah web yang di harapkan dapat digunakan sebagai sistem penentuan posisi di dalam sebuah gedung. Sistem ini akan meningkatkan keakurasian dari penelitian terdahulu dengan melakukan penambahan jumlah data variable dan menggunakan Cluster Filter. Pengerjaan ini akan menggunakan beberapa alat seperti access point dimana yang berguna sebagai acuan data dari sistem ini dan juga kemudian dengan menggunakan database untuk menyimpan dan mengolah data.Dimana dari pengujian didapatkan nilai akurasi pengukuran tanpa mengunakan cluster adalah sebesar 58 % dan pengukuran dengan menggunakan cluster 85,33 %
Kata kunci:WPS (Wireless Positioning System), GPS (Global Positioning System), Cluster Filte
Sistem Monitoring Jaringan Sensor Node Berbasis Protokol MQTT
n this study, the implementation of a sensor node monitoring system based on the MQTT protocolis presented. The sensor node is made using the NodeMCU ESP8266 which is connected to thesensor to measure temperature, humidity, gas levels, and the presence of fire. Nodered is used tobuild a monitoring system. In this study, four connected sensor nodes were used. The MQTTprotocol is implemented on both sides of the sensor node and monitoring system. The sensor nodewill act as a publisher and the monitoring system will act as a subscriber. The sensor dataobtained will be sent to the monitoring system using the MQTT protocol. The test results showedthat the MQTT protocol was successfully implemented. Data from all sensor nodes can bedisplayed on the monitoring systemPada penelitian ini dipresentasikan implementasi sistem monitoring sensor node berbasisprotocol MQTT. Sensor node dibuat menggunakan NodeMCU ESP8266 yang terhubung kesensor untuk mengukur suhu, kelembapan udara, kadar gas, dan keberadaan api. Nodereddigunakan untuk membangun sistem monitoring, Pada penelitian ini digunakan empat buahsensor node yang saling terhubung. Protokol MQTT diimplementasikan pada kedua sisi sensornode dan sistem monitoring. Sensor node akan bertindak sebagai publisher dan sistemmonitoring bertindak sebagai subscriber. Data sensor yang didapat akan dikirimkan ke sistemmonitoring menggunakan protocol MQTT. Hasil pengujian didapatkan bahwa protocol MQTTberhasil diimplementasikan. Data dari seluruh sensor node dapat ditampilkan pada sistemmonitoring
Sistem Semi Otomasi pada Proses Tinning Pin Lampu di PT. Excelitas Technologies Batam
The tinning process is the process of coating a thin sheet of wrought iron or steel with tin and the resulting product is known as tinplate. The tinning process at PT. Excelitas Technologies Batam is done by clamping the lamp using your finger and then dipping it into flux and molten tin repeatedly until the lamp pin is evenly coated with tin which is done manually and is very dangerous for workers. Therefore, we need a Semi Automation System for the PLC-based Lamp Tinning Process. The method used is the use of a timer in the PLC-based flux dyeing and tining process. The tool testing process is carried out on 10 pcs lamp pins which are immersed 2 times in the flux and tinning process. The result of this research is that the cycle time loading / unloading of the lamp pin tinning process is reduced from 14.4 seconds to 11 seconds.
Proses tinning merupakan proses pelapisan tipis lembaran besi tempa atau baja dengan timah dan produk yang dihasilkan dikenal sebagai tinplate. Proses tinning di PT. Excelitas Technologies Batam dilakukan dengan menjepit lampu menggunakan jari tangan kemudian mencelupkan ke fluks dan timah cair secara berulang- ulang hingga pin lampu terlapisi timah dengan merata yang dilakukan secara manual dan sangat membahayakan pekerja. Maka dari itu, dibutuhkan sebuah Sistem Semi Otomasi pada Proses Tinning Pin Lampu berbasis PLC. Metode yang digunakan adalah penggunaan Timer dalam proses pencelupan fluks dan tining berbasis PLC. Proses pengujian alat dilakukan pada pin lampu sebanyak 10 pcs yang dicelupkan sebanyak 2 kali pada proses fluks dan tinning. Hasil penelitian ini adalah cycle time loading /unloading proses tinning pin lampu berkurang dari 14,4 detik menjadi 11 detik
Sistem Kendali Cerdas Penggunaan Daya Listrik Menggunakan Metode Eliminasi Nilai Tertinggi Berbasis IoT
The use of electrical equipment that exceeds the maximum power limit of the Miniature Circuit Breaker (MCB) determined by PLN so that there is a power outage is a problem for users of the household sector.The amount of initial power consumption when the electrical equipment is turned on again becomes a burden for the household sector. This can be prevented, one of which is by adjusting the electrical power load so that it does not exceed the threshold limit in the MCB. The intelligent control system in this study uses the IoT NodeMCU ESP8266 device as a sensor node that can measure the power used from electrical equipment connected to the sensor node. One of the sensor nodes calculates the total measured power of all active sensor nodes and determines the action for an overload condition. The overload condition is met if the total rated power exceeds the specified maximum power threshold. The action of this condition selects the highest power system at each sensor node and disconnects the electric current at the selected sensor node so that the electrical equipment with the highest power is off and the total power is corrected below the threshold limit. This algorithm is used to prevent disconnection in the MCB due to exceeding the electrical load or the maximum power allowed according to the provisions by PLN. The average power measurement accuracy at the sensor node is 85.9% or with a % error of 14.1% and the highest power elimination algorithm manages to keep the total power load below a predetermined threshold. As a result, electrical equipment with the highest power will always be compensated when conditions touch the maximum power threshold.
Penggunaan peralatan listrik yang melebihi batasan daya maksimal MCB yang ditentukan oleh PLN sehingga terjadi putusnya arus listrik menjadi masalah pada pengguna sektor rumah tangga. Besarnya konsumsi daya awal saat peralatan listrik hidup kembali menjadi beban bagi sektor rumah tangga. Hal ini bisa dicegah salah satunya dengan mengatur beban daya listrik agar tidak melebihi batas ambang di MCB. Sistem kendali cerdas pada penelitian ini menggunakan perangkat IoT NodeMCU ESP8266 sebagai sensor node yang mampu mengukur daya terpakai dari peralatan listrik terhubung ke sensor node. Salah satu sensor node melakukan perhitungan total daya yang terukur dari semua sensor node aktif dan menentukan aksi atas suatu kondisi beban berlebih. Kondisi beban berlebih terpenuhi jika total daya yang terukur melebihi batas ambang maksimal daya yang ditentukan. Aksi dari kondisi ini sistem seleksi daya tertinggi pada setiap sensor node dan memutuskan arus listrik pada sensor node terpilih agar peralatan listrik dengan daya tertinggi off dan total daya terkoreksi dibawah batas ambang. Algoritma ini difungsikan untuk mencegah terjadinya pemutusan arus di MCB akibat melebihi beban listrik atau daya maksimal yang diperbolehkan sesuai ketentuan oleh PLN. Akurasi pengukuran daya pada sensor node rata-rata 85.9% atau dengan % error sebesar 14.1% dan algoritma eliminasi daya tertinggi berhasil menjaga total beban daya dibawah batas ambang yang telah ditentukan. Akibatnya peralatan listrik dengan daya tertinggi akan selalu dikompensasi ketika kondisi menyentuh batas ambang daya maksimal
Analisis terhadap perubahan ketentuan penggunaan tenaga kerja asing melalui teori Maslahah Mursalah: Studi terhadap Peraturan Menteri Ketenagakerjaan No. 16 Tahun 2015 tentang tata cara penggunaan tenaga kerja asing
ABSTRAK
Penggunaan Tenaga Kerja Asing (TKA) di era globalisasi saat ini semakin banyak digunakan di Indonesia. Namun kehadiran pekerja asing di Indonesia ini banyak sekali menimbulkan kekhawatiran dari kalangan pekerja asli Indonesia, karena hal tersebut merupakan tantangan dan menjadikan peluang kerja semakin kompetitif. Apalagi penghapusan kemampuan berbahasa Indonesia bagi TKA dan pemberlakuan Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) 2015 yang sudah berlangsung, bisa dipastikan akan menjadikan Indonesia sebagai sasaran bagi Tenaga Kerja Asing (TKA). Sebab itulah penggunaan TKA layak untuk dikaji dalam tinjauan maslahah mursalah. Sebab dalam pengunaan TKA tinjauan maslahah mursalah kita bisa melihat apakah penggunaan TKA lebih banyak maslahah yang ditimbulkan ataupun malah lebih banyak mafsadahnya.
Dalam penelitian ini, terdapat rumusan masalah yaitu: 1) Bagaimanakah perubahan penggunaan TKA ditinjau berdasarkan prinsip ketenagakerjaan dalam Undang-undang No. 13 Tahun 2003? 2) Bagaimanakah perubahan ketentuan penggunaan TKA dalam Peraturan Menteri Ketenagakerjaan No. 16 Tahun 2015 berdasarkan teori maslahah mursalah?
Penelitian ini tergolong ke dalam jenis penelitian normatif atau disebut penelitian kepustakaan (library research). Penelitian ini, termasuk ke dalam penelitian normatif yang meneliti tentang asas-asas hukum. Pendekatan yang digunakan adalah pendekatan perundang-undangan (statute approach). Dalam penelitian ini metode pengumpulan bahan hukum yang digunakan adalah deskriptif kualitatif. Sedangkan pengolahan bahan hukum dengan cara editing, classifying, analysing, concluding.
Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa perubahan ketentuan penggunaan TKA dalam Peraturan Menteri Ketenagakerjaan No. 16 Tahun 2015 tentang Tata Cara Penggunaan TKA ditinjau berdasarkan prinsip ketenagakerjaan belum sesuai dengan prinsip-prinsip ketenagakerjaan, seperti prinsip non diskriminasi yaitu tentang pencabutan syarat wajib Bahasa Indonesia bagi TKA, dimana ketentuan tersebut menurut penulis adalah sebuah bentuk diskriminasi kepada para pekerja Indonesia. Sedangkan dalam teori maslahah mursalah, persyaratan untuk mengunggah (upload) dokumen perizinan melalui sistem online dan dihapusnya syarat bahasa Indonesia bagi TKA juga belum sesuai karena dengan perubahan ketentuan tersebut, memudahkan bagi TKA untuk bekerja di dalam wilayah Indonesia.
ABSTRACT
The use of Foreign Workers in the globalization era is increasingly being used in Indonesia. However, the presence of foreign workers in Indonesia creates a lot of worries among Indonesian native workers, because it is a challenge, then it makes chance of employment really competitive. Moreover, abolition of speak Indonesian ability for TKA and the enactment of the ASEAN Economic Community in 2015 which has been going, it certainly will make Indonesia as a target for Foreign Workers. That is why the use of foreign workers eligible to be reviewed in the survey maslahah mursalah. By studying the use of TKA reviewed maslahah mursalah, we can see whether the use of foreign workers causes more maslahah or even more mafsadah.
In this study, there is a formulation of the problem, and the problem is: 1) How does changes in the use of foreign workers to be reviewed based on the principle of labor in Law Number 13 in 2003? 2) How does changes in the use terms of foreign workers by means of maslahah mursalah theory?
This research is classified into normative research types or called research library. This study include into the research that examines the normative principles of law. The approach that used in this research is the Statute Approach. In this study, the method of collecting legal material that used is descriptive qualitative. While the legal materials processing by editing, classifying, analyzing, concluding.
The results of this study indicate that the regulation changes of foreign workers usage in the Minister of Labor Regulation Number 16 in 2015 about Procedures of Foreign Workers usage reviewed based on the principle of employment is inappropriate with the principles of employment, such as the principle of non-discrimination that is about Indonesian repeal mandatory requirement for foreign workers, according to the author as such term is a form of discrimination to Indonesian workers. While in maslahah mursalah theory, requirements to upload licensing documents through the online system, and the abolition of Indonesian requirements for foreign workers is also not appropriate because of the changes in these terms, makes it easier for foreign workers to work in the territory of Indonesia.
مستخلص البحث
أنّ استعمال العمّال الأجانب في هذا العصر يكون كثيرا في إندونيسيا. وهذا يسبّب العمّال الإندونيسيّ خاطرا, لأنّه يكون تحدًّا و تصير فرصة التّعامل مزاحمة, ولا سيما وجود إزالة شروط القدرة على الكلام الاندونيسي وقد جرى المجتمع الاقتصاديّ الأسيّ سنة ٢٠١٥ وهو يصير الإندونيسيا مهدوفا للعمّال الأجانب. ولذلك نريد أن نبحث استعمال العمّال الأجانب نظرا لمصلحة المرسلة. وسنعلم هل استعمال العمّال الأجانب يؤثّر المصلحة أو المفسدة.
والمسألة في هذا البحث هي: ١( كيف هي التغييرات في استعمال العمال الأجانب نظرا على مبدأ العمل في القانون رقم ١٣سنة ٢٠٠٣؟ ٢ (كيف هي التغييرات في استعمال العمال الأجانب في قانون وزير العمال رقم ١٦ سنة ٢٠١٥ عن كيفيّة استعمال العمّال الأجانب نظرا لمصلحة المرسلة؟
ونوع هذا البحث يسمّى بالبحث المعياري او البحث المكتبيّ. يبحث فيه أصول الأحكام. ونهج البحث هو النهج القانونيّ. في هذا البحث طريقة جمع المواد القانونية المستعملة هي البيانيّة النوعيّة. ومنهج التحليل في هذا البحث هو التحرير,والتصنيف, والتحليل, والإستنتاج.
نتائج هذا البحث تشير على أنّ التغييرات في شروط استعمال العمّال الأجانب في قانون وزير العمّال رقم ١٦ سنة ٢٠١٥ عن كيفيّة استعمال العمّال الأجانب نظرا على مبدأ العمل لا تتّفق بمبادئ العمل, مثل مبدأ عدم التمييز، وهذا هو إلغاء شرط إلزام الاندونيسي للعمال الأجانب، وذلك الحد عند المؤلف هو شكل من أشكال التمييز على العمال الاندونيسيين. ونظرا لمصلحة المرسلة أن اشتراط إيداع الوثائق (تحميل) الترخيص من خلال النظام الإلكتروني وإلغاء متطلبات الكلام الاندونيسي للعمال الأجانب غير مناسب بسبب التغييرات في هذه الأحكام، ويسهل للعمال الأجانب للعمل في إقليم اندونيسيا
